Selasa, 13 November 2012

FanFiction Exo ^^




Tittle      : Anything for LOVE
Author : Mutiara Dini a.k.a Kwon Yura
Main Cast            : Baekhyun Exo-K as Baekhyun
                                    Han Jihyun
                                    Sehun Exo-K as Sehun
                                    D.O Exo-K as Kyungsoo
                                    Chen Exo-M as Jongdae
                                    Kris Exo-M as Kris
Other Cast            : Taemin SHINee as Taemin
Genre : Romance.
Backsound          :  What is Love – Exo-K , Angel - Exo-K, Haru-Haru – BigBang, SHINee – Stand By me, Super Junior – Walkin. Hehe~

~Happy Reading~

Sangat membosankan menghabiskan waktu 14 jam sehari di Sekolah untuk murid High School di Korea Selatan. Tapi sepertinya tidak untuk Baekhyun. Namja yang hyper active ini bersekolah di School Of Performing Art , Seoul.
                Dengan Semangat, pagi ini Baekhyun sudah siap dengan seragam putih dengan sedikit garis hitam di lengan seragamnya itu, ia segera menuju sekolahnya yang jaraknya tak terlalu jauh dari rumahnya.
                Selain Baekhyun, ada dua orang Namja lagi yang tak kalah semangatnya di banding Baekhyun, mereka adalah Kris dan Sehun. Kris adalah siswa pindahan dari China, yang baru masuk ke School Of Performing Art dua bulan yang lalu.
                Saat semua murid pagi itu sangat tidak bersemangat, hanya tiga namja ini yang sepertinya justru tidak betah berada di rumahnya. Mereka bahkan datang lebih awal dari murid lain. Dan segera bersiap-siap menanti kehadiran Han Jihyun.
                Han Jihyun atau yang biasa di panggil Jihyun ini teman satu kelas Baekhyun, mereka duduk berdekatan, hanya di halangi oleh sedikit ruang untuk jalan atau lewat. Sebenarnya tidak ada yang istimewa dari Jihyun. Tapi entah mengapa BaekHyun, Kris, dan Sehun.. mereka bertiga sama-sama menyukai Jihyun.
                Jihyun memiliki dua orang sahabat, sahabatnya dari kecil. Mereka adalah Jongdae dan KyungSoo. Dua namja kutu buku ini adalah dua orang yang paling dekat dengan Jihyun, hingga tak jarang mereka juga ikut di kejar-kejar oleh Kris, Baekhyun, dan Sehun.
***
                Hari ini, Jihyun tidak datang cepat seperti biasanya. Dan tiga namja keras kepala ini masih tetap menunggu di depan kelas.
“Lama sekali..” gumam Sehun seraya memandang ke arah jam tangannya.
“Ada apa dengannya? Apa terjadi sesuatu?” Baekhyun memikirkan keadaan Jihyun. Dan Kris terlihat lebih santai dengan menyandarkan tubuhnya di pilar dan bermain game di tabletnya.
“Mungkin dia sakit perut, lalu ke toilet lebih dulu sebelum berangkat sekolah.” Kata Kris.
“Aaahh.. itu Jongdae.” Kata Baekhyun seketika saat melihat dari kejauhan Jongdae yang juga baru datang, namun tanpa Jihyun.
“JongDae!!!!!!” Baekhyun meneriaki Jongdae. Jongdae segera berlari ke arah Baekhyun.
“Ne hyung, ada apa?” Tanya Jongdae saat sudah berhasil berada di hadapan Baekhyun, Kris, dan Sehun.
“Dimana Jihyun???” Tiga namja tampan itu tidak sengaja bertanya secara serempak pada Jongdae.
“Aaaa.. kalian sangat kompak..” kata Jongdae lalu tersenyum lebar.
“Jawab pertanyaanku bodoh!” kata Baekhyun.
“Mmm.. Jihyun tadi pergi ke toko buku dulu dengan Kyungsoo, mungkin sebentar lagi dia sampai.” Kata Jongdae, lalu tanpa berkata terimakasih, Baekhyun, Kris, dan Sehun membiarkan Jongdae masih berdiri di hadapan mereka.
“Apa aku boleh masuk?” Tanya Jongdae.
“Masuk saja. Apa aku harus menggendongmu masuk??” kata Sehun tidak sopan pada Jongdae.
“Kau juga tak akan mampu menggendongnya, haha..” kata Kris dengan melirik kea rah tubuh Sehun.
“Itu benar.” Baekhyun juga meledek Sehun. Jongdaepun segera masuk ke dalam kelas.
“Apa kau punya badan yang bagus? Lihatlah perutmu itu.” Sehun selalu berkata informal pada semua orang yang lebih tua darinya.
“Anak ini.. panggil aku hyung!!!” Baekhyun terlihat kesal. Sementara itu Kris melihat Jihyun sudah terlihat dari kejauhan, dan dengan licik Kris berpura-pura tak melihat Jihyun, tapi dia segera berlari lebih dulu meninggalkan Sehun, dan Baekhyun.
“Si tinggi itu selalu berusaha membodohi kita.” Kata Sehun.
“Kita?? Itu kau bukan aku!” Baekhyun segera berlari menyusul Kris. Sementara Sehun yang merasa sudah tertinggal hanya tetap menunggu di depan kelas. Kali ini pemenangnya adalah Kris, dia yang berhasil mengucapkan selamat pagi lebih dulu pada Jihyun.
                Saat di dalam kelas, Baekhyun selalu memperhatikan Jihyun, kadang Jihyun merasa sedikit aneh dengan sikap Baekhyun, tak jarang dia bertukar tempat dengan Jongdae karena merasa kurang nyaman dengan sikap Baekhyun. Tapi karena hal ini, semua murid jadi sering berpindah tempat, karena Baekhyun akan mengikuti Jihyun, kemanapun Jihyun duduk, Baekhyun itu murid paling di segani oleh teman-teman sekelasnya, tidak ada yang berani melawan Baekhyun khusus untuk kelas itu.
“Jihyun-ssi..” sapa Baekhyun pada Jihyun yang sedang membaca buku yang baru dibelinya tadi pagi, saat itu guru belum datang ke kelas, mungkin sedikit terlambat, karena ada rapat.
“Ne Oppa..” jawab Jihyun tanpa memperhatikan Baekhyun, karena Jihyun sangat serius saat sedang membaca, Jihyun ini mempunyai hobby membaca sama seperti Kyungsoo dan Jongdae.
“Aku menyukaimu..” Baekhyun mengatakannya untuk yang kesekian kalinya.
“Aku sudah sangat sering mendengarnya darimu Oppa..” jawab Jihyun.
“Apa kau belum bisa menyukaiku? Apa yang harus aku lakukan?” Tanya Baekhyun seraya menumpukan kedua tangan ke dagunya.
“Sebenarnya apa yang kau dapatkan dari mereka Oppa? Apa kau akan dapat uang yang banyak dalam taruhan ini?” Tanya Jihyun.
“Aku sudah bilang berkali-kali, aku tidak sedang bertaruh apapun dengan mereka, aku benar-benar menyukaimu Jihyun.. percayalah..” kata Baekhyun sungguh-sungguh. Karena memang mereka bertiga benar-benar menyukai Jihyun meskipun sering terlihat seperti sedang main-main.
“Ayo katakan saja padaku apa yang harus aku lakukan agar kau bisa menjadi kekasihku? Ayo katakan.” Lanjut Baekhyun.
“Oppa tak akan bisa melakukannya.” Kata Jihyun santai.
“Apa kau meremehkanku? Aku pasti bisa..” kata Baekhyun semangat.
“Membaca enam belas buku dengan minimal 200 halaman dalam satu minggu. Dan satu diantaranya buku yang hanya bisa oppa temukan di jepang.”
“Mwo????” kata Baekhyun terkejut, dia sudah terkenal dalam kemalasannya dalam membaca, tentu hal ini sangat tidak ia sukai.
“Kenapa? Buku itu menggunakan bahasa Inggris, Oppa tenang saja. Oppa bisa mencari tahunya melalui Internet.” Kali ini Jihyun menatap Baekhyun.
“Ahh akhirnya kau menatapku juga, aku suka caramu menatapku Jihyun..” Baekhyun berusaha mengalihkan pembicaraan.
“Kalau tidak bisa, yasudah.” Jihyun kembali melihat tulisan-tulisan rumit dalam bukunya itu.
“Aku akan pikirkan dulu.” Baekhyun menghela nafasnya, ini sulit baginya, bukan karena Baekhyun tidak bisa membaca, tapi karena Baekhyun paling benci membaca, apalagi kalau buku yang ia baca tidak ada gambarnya. Itu membuatnya pusing.
Lalu ponsel Jihyun berdering..
“Hallo.. iya Sehun-ssi..” Jihyun mengangkat telepon dari Sehun.
“Apa Baekhyun ada di dekatmu?” Tanya Sehun dari seberang sana.
“Iya, tentu saja.. dia selalu ada di sampingku..” jawab Jihyun lalu menatap Baekhyun, Baekhyun terlihat sangat ingin tahu apa yang dikatakan Sehun.
“Orang itu! Apa kau bisa menjauh darinya?” kata Sehun lagi.
“Aku tidak bisa menjauh darinya, dia akan selalu duduk di sampingku.” Kata Jihyun dan membuat Baekhyun kesal pada Sehun.
“Biar aku yang bicara pada anak ini!” Baekhyun meraih ponsel Jihyun.
“Hey Oh Sehun! Memangnya kenapa kalau dia berada di dekatku? Apa tidak boleh? Apa kau iri?”
“Aku menelepon Jihyun, kenapa aku harus bicara denganmu, kembalikan ponselnya pada Jihyun!” teriak Sehun dalam telepon.
“Oppa.. kembalikan ponselku, jangan membanting ponselku untuk yang kedua belas kalinya.” Jihyun segera meraih ponsel yang baru di belikan Sehun kemarin, karena setiap kali Sehun meneleponnya, Baekhyun selalu mengambil alih teleponnya, lalu jika sudah kesal pada Sehun, tanpa control Baekhyun akan melempar ponsel Jihyun ke tembok kelas, dan ujung-ujungnya Sehun yang mengganti ponsel Jihyun. Poor Sehun..
“Kau meneleponku ada perlu apa Sehun?” Tanya Jihyun.
“Apa nanti malam kau sibuk?”
“Tidak, aku hanya akan membeli buah-buahan untuk ayah..”
“Pergi bersamaku ya, pulang sekolah naik sepedaku. Jangan pergi dengan Kyungsoo atau Jongdae, apalagi dengan Baekhyun. Aku tidak mau tahu. Jangan buat aku kecewa. Bye Jihyun.” Sehun segera menutup teleponnya tanpa mendengar Jihyun berkata iya atau tidak.
“Dia selalu menutup telepon dengan cepat.” Gerutu Jihyun.
“Dia mau berbuat apalagi?” Tanya Baekhyun.
“Sehun akan mengantarku belanja nanti malam.”
“Apa? Lalu kau mau?”
“Ne.. kenapa tidak, Kyungsoo tidak bisa mengantarku, jadi aku akan pergi dengan Sehun.” Jawab Jihyun santai, meskipun Baekhyun sudah melotot di depannya.
“Kenapa tidak bilang padaku daritadi, aku kan bisa mengantarmu..”
“Sebenarnya aku tidak mau merepotkan siapapun, tapi Sehun yang mengatakannya lebih dulu padaku.”
“Kalau gitu aku ikut.” Kata Baekhyun.
“Aku akan naik sepeda dengan Sehun..”
“Aku juga punya sepeda, kita akan bersepeda di malam hari, ini gila.” Kata Baekhyun.
“Aaa.. tidak tidak. Bagaimana kalau kau naik mobilku saja?” Lanjut Baekhyun yang sebenarnya tak suka bersepeda, menawarkan pada Jihyun untuk naik mobilnya saja.
“Aku lebih suka bersepeda dengan Sehun. Bukankah itu lebih romantis.. “ kata Jihyun, membuat hati Baekhyun panas.
“Kau ini sebenarnya ada apa dengan Sehun???”
“Aku suka caranya memperlakukanku.”
“Apa dia lebih baik dariku?”
“Hanya setengah tingkat diatasmu Oppa.”
“Lalu kenapa kau juga tidak menerimanya jadi kekasihmu???” Baekhyun makin emosi.
“Karena dia belum pernah mengatakan kalau dia menyukaiku..” jawab Jihyun lagi-lagi sangat santai.
“Jihyunnnnnnn!!!!!” Baekhyun sangat emosi.
“Oppa kenapa?” Tanya Jihyun.
“Lalu saat dia mengatakannya padamu, apa kau akan menerimanya?” Tanya Baekhyun lagi.
“Tidak juga.”
“Hah? kenapa? Bukankah kau bilang kau suka caranya memperlakukanmu?” Tanya Baekhyun sedikit santai karena mendengar Jihyun tak akan menerima Sehun.
“Karena aku memikirkan perasaanmu dan perasaan Kris Oppa.” Ini membuat Baekhyun tersenyum dan mengelus rambut Jihyun.
“Aku baru tahu kalau kau memikirkan aku juga.” Baekhyun tersenyum.
“Baiklah nanti malam saat pulang sekolah kita bersepeda bersama. Mampir ke rumahku dulu mengambil sepeda, dan jangan beritahu Kris hyung, karena dengan Sehun sudah sangat menyebalkan, apalagi dengan si tinggi itu.”
“haha.. Oppa ada-ada saja..”
                Malam harinya, saat pulang sekolah, mereka bersama-sama ke super market untuk belanja bersama Jihyun, Sehun dan Jihyun masih dengan seragamnya, sedangkan Baekhyun sudah ganti baju karena dia sempat pulang untuk mengambil sepeda. Awalnya Sehun sedikit kesal pada Jihyun karena lagi-lagi harus mengikut sertakan Baekhyun. Tapi apa boleh buat, Sehun mengerti bagaimana Baekhyun. Jihyun dibonceng Sehun, dan ini membuat Baekhyun iri.
“Apa kau lelah Sehun? Kalau lelah biarkan Jihyun denganku.” Tanya Baekhyun masih sambil menggoes sepeda fixie warna birunya itu.
“Hey! Sepedamu itu tidak bisa untuk membonceng Jihyun!” kata Sehun, lalu mengatur nafasnya yang ngos-ngosan.
“Kau naik sepedaku, dan aku membonceng Jihyun dengan sepedamu. Bagaimana?” Rayu Baekhyun.
“Tidak usah! Kau lihat tangan Jihyun, dia memelukku.. apa kau iri???” Sehun membuat Baekhyun benar-benar kesal, selalu membuat Baekhyun kesal.
“Jihyun!! Katakan padanya kalau kau ingin naik sepeda denganku!” kata Baekhyun pada Jihyun.
“Aku takut jatuh kalau dibonceng Oppa..” jawab Jihyun polos.
“Hahaha..” Sehun tertawa terbahak-bahak, sementara Baekhyun ekspresi wajahnya berubah seketika.
“Aku bisa membonceng kau dengan baik, lebih baik dari Sehun.” Kata Baekhyun.
“Semua orang juga tahu kau itu sering jatuh dari sepeda.. sudahlah Oppa.. jangan memaksakan.” Jihyun lagi-lagi melukai hati Baekhyun. Karena kesal, Baekhyun mengendarai sepedanya dengan kencang, namun belum lama… ‘Bruk!!!’ lagi-lagi Baekhyun terjatuh dari sepeda. Jihyun dan Sehun segera membantu Baekhyun bangun.
“Untung saja kau tidak jadi naik sepeda dengannya Jihyun.” Kata Sehun.
“Iya.. Untung saja..” kata Jihyun seraya membantu Baekhyun bangun.
“Ok.. whatever!!!” Baekhyun merasa sangat malu pada Jihyun. Dan tiba-tiba manusia tinggi sudah berada di hadapan mereka.
“Oppa.. kau membuatku terkejut!” kata Jihyun seraya mengelus dadanya.
“Kau sedang apa Baekhyun?? Haha.. apa kau terjatuh dari sepeda lagi?” Tanya Kris sambil menertawai Baekhyun.
“Iya!! Kau puas hyung?? Sedang apa kau disini?? Apa kau membututi kita?” kata Baekhyun.
“Kalian curang sekali. Pergi bersama Jihyun tanpa memberitahuku. Ini tidak adil. Apa-apaan??” Kris kecewa.
“Mungkin ini karma untukmu! Ayo Jihyun.. segera belanja sekarang, nanti kau bisa terlambat pulang.” Sehun meraih tangan Jihyun, dan segera berlalu dengan sepedanya bersama Jihyun. Meninggalkan Kris dan Baekhyun yang terdiam melihat tingkah laku Sehun.
***
                Seminggu kemudian di aula sekolah, murid-murid di kumpulkan menjadi satu oleh dewan guru, akan ada hal yang akan disampaikan saat itu. Semua murid sudah mulai memasuki aula dengan seragam yang dipadu dengan blazer warna kuning khas sekolah itu. Karena bebas duduk dimana saja, Kris..Baekhyun..dan Sehun tentu ingin duduk disamping Jihyun, tapi Jihyun sudah diapit oleh Kyungsoo dan Jongdae.
“Jongdae-ya! Minggir!” kata Baekhyun pada Jongdae.
“Aku duduk dimana?” kata Jongdae sambil celingukan mencari tempat duduk yang kosong.
“Di belakang masih banyak yang kosong.. cepatlah.. lamban sekali!” kata Baekhyun yang selalu berkata sesuka hatinya.
“Biarkan Jongdae disini.” Kata Jihyun.
“Kyungsoo-ah, bisakah kau cari tempat duduk lain?” kata Kris sedikit lebih sopan daripada Baekhyun walau sama saja niatnya mengusir.
“Tentu saja, aku akan duduk disana..” kata Kyungsoo mengalah.
“Good..” Kris tersenyum lalu duduk dengan santai di dekat Jihyun.
“Apa boleh buat.. sudah tidak ada tempat disini, Jihyun-ssi.. aku tidak bisa di dekatmu, aku akan ke belakang bersama Kyungsoo..” kata Sehun pasrah.. karena sudah tidak ada tempat lagi. Sementara Baekyun masih sibuk berusaha membuat Jongdae minggir.
“Mm.. Oppa..” Jihyun menatap Baekhyun.
“Kau memanggilku nona Han? Aigoo.. aku senang sekali.., ada apa?” kata Baekhyun dengan mata berbinar-binar. Lalu Jihyun berdiri.
“Kalau Oppa sangat ingin duduk disini, tempati saja kursiku ini.. aku akan ke belakang bersama Kyungsoo dan Sehun.” Kata Jihyun lalu segera berlari ke belakang, ini membuat Baekhyun dan Kris heran.
“What???” Kris menatap tajam kea rah Jihyun yang masih berlari.
“Aku tidak percaya aku sudah menyukai gadis itu.” Baekhyun menggeleng-gelengkan kepalanya.
“Duduklah hyung, kursi sudah penuh, tidak ada pilihan untukmu selain duduk disini..” kata Jongdae.
“Ye! Aku tahu!!!!! Huahhhh.. menyebalkan.” Baekhyun menjatuhkan badannya ke kursi dengan keras karena kesal.
“Andai saja kau mau duduk di belakang! Aku sudah ada di dekat Jihyun sekarang!!” teriak Kris pada Baekhyun.
“Ini karena namja di sebelah kananku ini!! Heh! Kau sudah membuat semua berantakan. Jangan tatap aku! aku sangat membencimu!” Baekhyun membentak Jongdae. Kasihan Jongdae…
                Dan.. ternyata isi dari pengumuman saat itu adalah akan diadakannya Camping, dan itu membuat semua bersorak senang, tapi.. lagi-lagi kecuali namja bernama Byun Baekhyun. Dia tidak suka Camping, dia tidak suka tidur kalau bukan di kamarnya. Ini Camping untuk pertama kali bagi Baekhyun.
                Berbeda dengan Jihyun, Kyungsoo, dan Sehun yang sangat bersemangat. Tiga orang ini mempersiapkan segala sesuatunya dengan sangat gembira. Semua perlengkapan penting sudah disiapkan, dan memang Sehun dan Jihyun ada dalam kelompok yang sama meskipun mereka berbeda kelas. Kris dan Kyungsoo juga satu kelompok dengan Jihyun, tapi.. Baekhyun tidak. Dan malah satu kelompok dengan Jongdae. Baekhyun hampir tidak ikut Camping ini, tapi ia berubah pikiran karena takut Sehun dan Kris akan lebih leluasa mendekati Jihyun.
***
                Akhirnya hari itu tiba, 7 bus besar sudah ada di depan gedung sekolah. Kris terlihat sangat tampan dengan kemeja darkblue yang ia kenakan dan celana jeans warna hitam. Sehun juga terlihat sangat adorable walau hanya dengan jumper dan celana baggynya. Jihyun terlihat polos hanya dengan kaos warna pink dan celana jeansnya. Kyungsoo dan Jongdae terlihat sangat biasa saja. Sedangkan Baekhyun belum juga datang.
                Beberapa menit kemudian Baekhyun datang diantar oleh sopirnya. Baekhyun tidak kalah tampan dari 2 saingannya. Namun, yang membuat semua murid ternganga bukan karena ketampanan Baekhyun, tapi karena Baekhyun membawa terlalu banyak barang bawaan untuk Camping yang hanya 3 hari.
“Apa kau akan pindah rumah??” Tanya Kris.
“Tidak, kenapa berlebihan menatapku seperti itu? Ini belum seberapa.. jika aku pindah, barang-barangku akan 100 kali lipat dari ini.” Baekhyun sombong.
“Kita hanya tiga hari Camping..” kata Jihyun.
“Lalu??” Baekhyun mengerutkan dahinya.
“Kau membawa terlalu banyak barang bawaan.. apa kau takut akan hilang jika meninggalkannya di rumahmu?” Tanya Sehun sedikit dengan tatapan menghina Baekhyun.
“Ini akan sangat diperlukan nanti, aku tidak bisa tidur kalau tidak dengan bantal dan guling ini.. lalu bagaimana cara kita makan kalau tidak mempawa kompor gas dan tabung gasnya sekaligus.. aku juga akan membawa asistenku untuk membantu kita.. bukankah aku sangat peduli dan baik hati..” Baekhyun terlihat sangat berlebihan, dia baru menjelaskan beberapa barang bawaannya, belum yang lainnya.
“Terserah kau saja!” kata Kris yang kemudian segera berjalan ke dalam bus sambil menggandeng Jihyun.
“Jangan sentuh Jihyun!!!” teriak Baekhyun pada Kris.
“Aku tidak bisa mengikutinya sekarang,huhhh..” gumam Baekhyun, lalu menghela nafasnya dalam-dalam.
“Tapi siapa yang peduli! Aku akan tetap naik bus itu dengan Jihyun.” Lanjut Baekhyun lalu segera berlari meninggalkan asistennya yang kelelahan membawa barang-barang.
                Dan perjalananpun dimulai ke lokasi yang akan dijadikan camp untuk semua murid School of Performing Arts, dalam perjalanan sedikit ada masalah karena ulah Baekhyun, guru pengawas mengetahui kalau Baekhyun berpindah bus, meskipun bersembunyi Baekhyun tetap ketahuan, dan ini membuatnya harus mendapat hukuman memasak untuk semua murid pada hari pertama camp tersebut.
                Cuaca lumayan lembab, dingin.. meskipun tidak ada salju. Hari ini hari pertama Camp dimulai, setelah acara pembukaan, ada free time untuk menikmati keindahan alam di sekitar daerah Camp itu. Sehun lebih memilih tidur karena sangat mengantuk, sementara Baekhyun masih sibuk mengomel sambil terus memasak, walau dia sendiri tak mengerti bagaimana cara memasak yang enak, asisten Baekhyun dilarang ikut oleh guru pengawas, dan semua barang-barang berlebihan milik Baekhyun juga dilarang dibawa. Ini membuat Baekhyun benar-benar kesal. Dan Jihyun sedang duduk di tepi danau bersama Kris.
“Dingin sekali..” kata Kris.
“Kenapa tidak pakai syal?” Tanya Jihyun.
“Aku lupa bawa..” jawab Kris seraya merebahkan badannya di rerumputan.
“Bangunlah.. gunakan ini..” Jihyun melepaskan syal yang ia gunakan untuk diberikan pada Kris.
“Lalu kau? Tidak perlu..”
“Aku ini kuat, aku sudah terbiasa dengan udara dingin, sudahlah Oppa gunakan saja..”
“Gomawo..” Kris tersenyum dan menerima syal dari Jihyun lalu ia segera memakainya.
“Cheonmaneyo Oppa..” Jihyun juga tersenyum pada Kris.
“Kenapa kau pindah ke Korea?” Tanya Jihyun.
“Karena aku mencarimu..” jawab Kris dengan tatapannya yang membuat jantung Jihyun berdebar.
“Aahh.. itu bukan jawaban yang sesungguhnya.” Jihyun mengalihkan pandangannya dan menatap langit.
“Hehe..” Kris tertawa kecil.
“Hehe.. aku tahu kau sedang bercanda..” Jihyunpun ikut tertawa.
“Jihyun-ssi, diantara kami bertiga, siapa yang kau pilih?” Tanya Kris tiba-tiba.
“Aku memilih semuanya.. kalian semua baik padaku.”
“Baekhyun termasuk?” Tanya Kris, dan Jihyun mengangguk.
“Padahal dia sering merepotkanmu, dia sering menghancurkan ponselmu, dia juga sering membuatmu tidak konsentrasi belajar. Kenapa kau tetap baik padanya? Bukankah dia sangat menyebalkan?”
“Dia tidak merepotkanku, dia sering membantu orangtuaku, dia datang ke rumahku lebih sering dari yang kau atau oranglain kira.” Jawab Jihyun seraya mengingat-ingat saat dia harus selalu membukakan pintu rumahnya dan menemukan senyum Baekhyun saat pintu sudah terbuka.
“Oh ya? Berapa kali dalam seminggu?” Tanya Kris.
“Hampir setiap hari..”
“Setiap hari? Astaga.. apa dia tidak ada kegiatan lain di rumahnya? Kita berangkat sekolah setengah 8 pagi, pulang setengah sepuluh malam dan apa kau tidak sedang bercanda dia selalu datang ke rumahmu?”
“Aku serius Oppa.. dia akan diam di rumahku satu hingga dua jam hanya untuk mengobrol dengan ayahku setelah pulang sekolah, atau pagi-pagi sekali dia sudah datang untuk membantu Ibuku menata masakan. Ya.. kalau pagi dia tidak datang, dia akan datang di malam harinya, atau sebaliknya.” Jihyun berusaha menjelaskan pada Kris bagaimana perlakuan Baekhyun padanya.
“Aku belum bisa percaya kalau tidak melihatnya, bukankah dia sangat pemalas.. huhhh..”
“Ne.. mungkin Oppa tak akan pernah bisa percaya kalau tidak melihatnya sendiri.”
“Lalu bagaimana masalah ponselmu?”
“Sehun selalu membelikan yang baru untukku.”
“Kasihan sekali Sehun..” kata Kris.
“Tapi itu salah Sehun sendiri, karena dia sengaja membuat Baekhyun Oppa kesal..”
“Tapi untuk masalah konsentrasi, aku setuju denganmu Oppa.. dia memang selalu merusak konsentrasi belajarku dengan suaranya yang berisik, selalu mengajakku berbicara, menceritakan hal-hal yang aku tidak mengerti sama sekali.” Lanjut Jihyun.
“Dia memang berisik, saat dia hilang mungkin tak akan ada yang mencarinya, karena disitulah kedamaian terjadi.haha..” Kris tertawa membayangkan jika Baekhyun hilang dari kehidupannya.
“Oppa.. kenapa bicara seperti itu?? Kalau tidak ada yang mencarinya, akulah yang akan mencarinya bersama Kyungsoo dan Jongdae.” Kata Jihyun kesal mendengar kata-kata Kris.
“Apa kau menyukainya?”
“Entahlah..”
“Apa kau menyukaiku?”
“Aku rasa aku hanya menganggapmu sebagai kakak..” jawab Jihyun, dan membuat Kris sedih, menghela nafasnya dalam-dalam, dan berusaha menerima kata-kata Jihyun itu.
“Lalu bagimana dengan Sehun? Apa kau menyukainya?”
“Ya, aku menyukainya Oppa, tapi entah kenapa aku masih memikirkan Baekhyun Oppa saat aku hanya berdua dengan Sehun.”
“Aku akan beritahu Sehun nanti..”
“Jangan Oppa! Aku mohon.. jangan beritahu Sehun.. biarkan seperti ini, aku takut melukai hati Baekhyun Oppa..” kata Jihyun memegang tangan Kris.
“Lagipula aku tidak punya rencana untuk menerimanya menjadi kekasihku jika dia menyatakan perasaannya padaku.” Lanjut Jihyun.
“Kau ini bagaimana? Bukankah kau menyukainya?” Kris benar-benar heran dengan Jihyun.
“Aku lebih suka kalau kalian tetap menyukaiku secara bersamaan.. aku merasa benar-benar terlindungi.” Jihyun tersenyum memandang langit.
“Sekarang aku tidak mungkin menyukai adikku sendiri.” Kata Kris.
“Aku? adikmu?”
“Kau tadi bilang menganggapku sebagai kakak bukan?”
“Haha..  Oppa .. baiklah, kau kakakku sekarang.” Jihyun tertawa seraya mendorong bahu Kris.
                Setelah itu saatnya makan untuk semua orang yang ada di Camp itu, makanan buatan Baekhyun dan yang lainnya. Namun, keributan lagi-lagi terjadi saat seorang namja berkata kasar secara tiba-tiba.
“Makanan apa ini???? Apa kau yang memasaknya?? Kau ingin membunuhku????” kata namja itu pada Baekhyun.
“Ada apa dengan masakannya, yang lain tidak ada masalah, kenapa hanya kau yang seperti itu? Aku sudah mencicipinya tadi, dan baik-baik saja!” kata Baekhyun.
“Memang sedikit aneh.. tapi menurutku ini tidak masalah, kita akan baik-baik saja.” Kata Kyungsoo yang masih mengecap makanan hasil masakan Baekhyun itu.
“Aku tidak mau makan ini!!” kata namja menyebalkan itu sambil membuang makanannya dengan kasar. Semua murid terdiam, kecuali Baekhyun.
“Apa hidupmu terlalu serba sempurna? Apakah kau itu anak orang kaya? Apa pantas seorang manusia yang berasal dari keluarga miskin membuang makanan seperti itu? Mana orangtuamu? Apa kau tidak punya orangtua? Apa kau di besarkan seperti itu. KALAU TIDAK MAU TIDAK USAH MEMBUANGNYA!!!!!!!!!!!!” Baekhyun tidak bisa membiarkan seseorang kurang sopan padanya, dia berteriak dan mempermalukan namja itu. Dan tiba-tiba Jihyun mendekati namja itu, menatapnya tajam lalu dia segera membungkuk untuk memunguti makanan yang sudah susah payah Baekhyun masak.
“Masaklah sendiri jika ingin makanan yang sesuai dengan perutmu!” kata Jihyun lalu segera berjalan untuk menaruh makanan yang sudah berceceran itu di dengan tempat mencuci piring.
“Hey! Kau lakukan itu karena ingin terus di lindungi oleh Baekhyun bukan? Sementara kau sama sekali tak menyukainya!” Namja itu seperti sedang berusaha mencari masalah, mengkaitkan-kaitkan segala masalah.
“Taemin-Ah! Berhenti membuat keributan!” kata seorang guru pengawas setelah tahu sedang ada keributan saat jam makan. Ternyata namja itu bernama Lee Taemin, seorang namja yang memang sering membuat onar di kelasnya.
“Kau selalu saja membuat onar! Ayo ikut saya!” kata guru itu dan akhirnya Taemin bisa meninggalkan semua murid, dan murid lainnya pun bisa melanjutkan makannya.
***
                Tiga hari berlalu, akhirnya Camping itu berakhir dan mereka segera kembali ke Seoul. Dua hari kemudian perayaan Chuseok, dan mereka semua libur sekolah untuk tiga hari kedepan. Ini semacam hari raya di Korea Selatan, hari untuk mengunjungi sanak saudara. Dan di malam hari suasana Chuseok, rumah Jihyun sudah sepi, sanak saudara sudah kembali ke rumahnya. Dan kali ini, Baekhyun..Sehun.. Kris.. Kyungsoo.. dan Jongdae datang ke rumah Jihyun hampir secara bersamaan. Yang pertama kali.. tentu saja Baekhyun, dia akan menjadi sangat rajin dan tepat waktu jika berurusan dengan Jihyun. Baekhyun datang dengan hanboknya yang sangat bagus, sepertinya hanbok yang Baekhyun gunakan sangat mahal. Lima menit kemudian Kris juga datang.. tapi tidak menggunakan hanbok, dia hanya berpakaian rapi dengan modern blazernya. Lalu di susul Kyungsoo dan Jongdae secara bersamaan, mereka memakai hanbok juga. Lalu yang terakhir adalah Sehun, dengan bunyi bel sepedanya yang sudah dapat ditebak oleh yang lain, Sehun juga memakai hanbok sederhana.
“Apa kalian menungguku? Haha..” kata Sehun.
“Tidak.” Jawab Baekhyun dan Kris bersamaan.
“Tentu saja kita semua menunggu kau Sehun-Ah..” kata Ibu Jihyun dengan tersenyum menatap Sehun.
“Aaaa.. gamsahamnida eomma..” kata Sehun lalu membungkuk 90°.
“Eomma?????” kata Baekhyun terkejut mendengar Sehun memanggil Ibu Jihyun dengan sebutan eomma.
“Kita sudah menganggap Sehun seperti anak kita sendiri, begitu kan ayah Jihyun?” kata Ibu Jihyun.
“Aaaaa.. ne.. berarti kau itu kakak Jihyun. Kau tidak boleh menikahinya nanti. Baiklah kakak ipar.” Kata Baekhyun santai, membuat semua menatapnya heran, terutama Sehun.
“Wae?? Duduklah kakak ipar, tidak sopan sekali berdiri seperti itu.” Kata Baekhyun pada Sehun.
“Aneh.” Gumam Sehun lalu segera duduk.
“Ayo makan.. semoga kalian menyukai masakanku dan masakan eommaku juga.” Kata Jihyun. Dan mereka semua makan bersama dengan masakan sederhana di rumah Jihyun dengan suasana chuseok.
***
                Setelah chuseok hari itu, 4 hari kemudian Baekhyun tidak ada kabar, ponselnya tidak aktif, dan dia tidak masuk sekolah. Tidak biasanya dia seperti itu, Baekhyun adalah siswa yang jarang sekali absen. Dan untuk pertama kalinya Jihyun merasa kehilangan.
“Ada apa dengan anak itu?” kata Jihyun lemas sembari mengaduk-aduk minumannya. Jihyun sedang berada di kantin sekolah bersama Jongdae dan Kyungsoo.
“Nugu?” Tanya Jongdae.
“Tentu saja Baekhyun oppa..” jawab Jihyun.
“Apa kau sudah menghubunginya Jihyun-Ah?” kini giliran kyungsoo yang bertanya.
“Sudah.. tapi ponselnya tidak aktif.” Jawab Jihyun sedih.
“Kau merindukannya?” Tanya Kyungsoo lagi.
“Ada sesuatu yang terasa beda saat suara berisik itu menjadi hening, aku baru tahu kalau kelas kita itu sangat membosankan tanpa Baekhyun oppa.” Jihyun menatap ponsel warna merah jambunya itu, berharap Baekhyun segera menghubunginya.
“Itu benar, tapi apa sebaiknya kita ke rumah Baekhyun hyung.. aku khawatir kalau dia sakit..” kata Jongdae.
“Iya, kita terlihat tidak memperdulikannya, teman macam apa kita ini..” kata Kyungsoo.
“Kalian memikirkan anak sombong itu?” Taemin tiba-tiba datang dan duduk begitu saja di kursi kosong di samping Jongdae.
“Kapan kau datang? Kau membuatku terkejut.” Seru Jongdae.
“Sebenarnya kalian ini teman yang seperti apa? Bagaimana mungkin sampai kehilangan komunikasi dengan teman sendiri? Apa kalian tidak punya fikiran untuk menemuinya sesegera mungkin??” kata Taemin dengan muka menyebalkannya pada Jihyun,Kyungsoo, dan Jongdae.
“Sebenarnya apa yang ingin kau katakan? Bicara pada intinya.” Kata Kyungsoo mulai kesal.
“Baekhyun kecelakaan.” Kata Taemin singkat dengan ekspresi santai.
“Mwo??????” kata Jihyun, Kyungsoo, dan Jongdae bersamaan.
“Mwo??” Sehun dan Kris yang akan menghampiri Jihyun juga mendengar hal itu dari Taemin, Kris dan Sehun sangat terkejut.
“Kau jangan berusaha membohongi kita?” kata Kris dengan wajah garangnya.
“Whatever……..” Taemin sangat santai menghadapi orang-orang yang terlihat sangat cemas ini.
“Bagaimana mungkin? Kenapa tidak ada kabar dari guru?” kata Jongdae.
“Betul. Ini tidak masuk akal.” Kata Sehun.
“Tolong berikan alasan yang masuk akal, supaya kita bisa percaya omonganmu.” Kata Kyungsoo menatap tajam Taemin.
“Ini tidak mungkin…” Jihyun terlihat sangat sedih. Kris memegang bahu Jihyun, berusaha menenangkan Jihyun.
“Mungkin saat kau kembali ke kelasmu sekarang, kau akan percaya kata-kataku.” Kata Taemin.
“Saat Chuseok, orangtua Baekhyun pergi ke rumah saudara mereka di daerah Busan. Baekhyun tidak ikut karena entah akan pergi kemana. Ini aku dengar sendiri dari Ibu Baekhyun yang barusaja datang ke sekolah ini untuk member kabar pada guru. Beberapa murid termasuk aku menguping pembicaraan Ibu Baekhyun dan guru tadi.” Lanjut Taemin menjelaskan pada lima orang di hadapannya itu.
“Baekhyun bersama kita saat malam Chuseok..” kata Jongdae.
“Ah benarkah? Aku tidak peduli.” Kata Taemin mengerutkan dahinya.
“Lanjutkan ceritamu.” Kata Kris.
“Saat orangtua Baekhyun kembali ke Seoul kemarin malam, tetangga Baekhyun memberitahu kalau Baekhyun sedang dirawat di rumah sakit, mereka tak bisa memberitahu orangtua Baekhyun karena tak memiliki nomor telepon orangtua Baekhyun, sementara ponsel Baekhyunpun sudah tak tahu dimana, menghilang saat kecelakaan itu terjadi.”
“Dimana kecelakaan itu terjadi?” Tanya Sehun.
“kurang tahu pasti, aku seperti mendengar kata Incheon.. tapi aku tidak yakin..”
“Incheon? Dia pulang terlalu malam dari rumahku.. dan untuk apa dia menuju Incheon?” Tanya Jihyun.
“Aku baru ingat, malam itu Baekhyun melihatku jalan kaki pulang dari rumah Jihyun, dia menawariku untuk pulang bersama. Di perjalanan dia bilang akan pergi ke Jepang mencari sebuah buku yang tidak dijual di Korea, sebuah buku yang hanya dijual di Jepang. Aaa… aku kira dia bercanda.. mungkin dia serius malam itu.” Kata Kyungsoo.
“Buku? Di Jepang?” Jihyun sepertinya juga mengingat suatu hal. Ya.. tentang syaratna pada Baekhyun.
“Ne..” jawab Kyungsoo.
“Anak itu..” Jihyun terlihat menyesal.
“Lalu dimana Baekhyun oppa dirawat?” Tanya Jihyun pada Taemin.
“Aku tidak tahu, kalian cari tahu saja sendiri. Bukankah aku sudah sangat baik?” kata Taemin.
“Baiklah terimakasih atas informasimu.” Kata Sehun, dan Taeminpun meninggalkan mereka.
“Aku tidak bisa menunggu hingga setengah 10 malam. Terlalu lama.. aku ingin segera melihat keadaan Baekhyun oppa..” kata Jihyun sangat cemas.
“Kita izin sekarang untuk menjenguk Baekhyun hyung.” Kata Kyungsoo dan mereka semua segera meminta izin, setelah guru memberi izin. Merekapun segera bergegas ke rumah sakit dimana Baekhyun dirawat. Guru memberitahukan alamat rumah sakitnya pada Jihyun,dkk.
                Saat di rumah sakit, Jihyun dan yang lain melihat seseorang sudah ditutup oleh kain kafan.. terlihat tangannya yang menggunakan gelang warna hitam. Astaga.. Jihyun seketika lemas, Sehun memeluk Jihyun. Jihyun menangis karena merasa kalau semua ini adalah salahnya. Sehun, Kris, Kyungsoo, dan Jongdae berusaha menenangkan Jihyun.
“Jihyun-Ah.. tenanglah.. kau jangan sedih seperti ini.. Baekhyun juga sedih jika melihatmu menangis..” kata Kyungsoo.
“Aku tahu kau sedih.. tenanglah Jihyun..” kata Sehun seraya membelai rambut Jihyun.
“Ini salahku.. aku yang membuat Oppa seperti ini.. bahkan aku belum sempat meminta maaf padanya..” kata Jihyun, airmatanya terus mengalir.
“Tapi ini sudah terjadi Jihyun.. dia pasti memaafkanmu..” kata Kris.
“Aku hanya ingin Tuhan kembalikan lagi nyawa Baekhyun oppa.. dan aku berjanji akan menerimanya untuk menjadi kekasihku..” Jihyun berjanji dengan sungguh-sungguh dari hatinya.
“Baiklah aku terima jika kau memilih Baekhyun..” kata Sehun menghela nafasnya.
“Hey!” terdengar suara seorang namja kurang lebih satu meter dari arah mereka berdiri.
“Kalian ini menangisi siapa?” lanjutnya, dan semua menoleh ke arah namja itu.
“Kau???” semua melebarkan mata mereka dan menatap heran sosok namja dengan pakaian rumah sakit yang sedang duduk diatas kursi roda itu.
“Kau masih hidup?” kata Sehun seketika. Melihat namja itu ternyata adalah Baekhyun.
“Kau ini bicara apa??? Tentu saja.. aku ini kan sangat kuat..! dan lepaskan Jihyun, seenaknya saja memeluk Jihyun seperti itu!” kata Baekhyun.
“Oppa..” Jihyun mengusap airmatanya. Lalu melepaskan pelukan Sehun.
“Ne.. Chagiya..” Baekhyun tersenyum pada Jihyun.
“Ini benar kau?” Jihyun berjalan mendekati Baekhyun.
“Lalu yang tadi itu?” Tanya Kris bingung sendiri.
“Mungkin hanya memiliki gelang yang sama, lihat itu.. Baekhyun hyung masih menggunakan gelangnya.” Kata Jongdae.
“Syukurlah dia baik-baik saja..” kata Sehun.
“Tapi Jihyun akan memilih Baekhyun, bukan kau.” Kata Kris.
“Itu lebih baik, daripada harus kehilangan Baekhyun, aku tidak ingin musuh terbesarku meninggal terlalu cepat, karena perang akan sangat membosankan.” Kata Sehun seraya tersenyum.
“Kau ini!!” kata Kris, Jongdae, dan Kyungsoo. Sementara Jihyun mendekat pada Baekhyun yang wajahnya sangat pucat. Dia belum sembuh total.
“Kau pergi ke Jepang malam itu Oppa?” Tanya Jihyun.
“Sebenarnya aku memang akan pergi ke Jepang, karena besoknya kita masih libur sekolah, tapi saat perjalanan ke Incheon, aku yang biasanya sangat mahir mengendarai mobil ini mengalami kecelakaan. Dan sampai sekarang aku masih menunggu seseorang memberikan ponselku yang entah jatuh dimana.. mungkin di dekat lokasi kecelakaan. Aku jadi tidak bisa menghubungimu.. apa kau mengkhawatirkanku?” kata Baekhyun.
“Tentu saja.. kelas jadi sepi tanpa kau Oppa..” jawab Jihyun.
“Apa selama aku tidak ada, kau selalu bersama Sehun dan Kris hyung?”
“Aku selalu bersama Jongdae dan Kyungsoo..”
“Syukurlah..” Baekhyun mengelus dadanya.
“Jihyun, apa kau tahu? Aku sudah membaca 15 buku dengan minimal 200 halaman. Bahkan aku sudah membuat synopsis untuk masing-masing buku yang aku baca.. aku hanya belum membeli buku yang ada di Jepang itu.. menyebalkan sekali.. seharusnya sekarang kau sudah jadi kekasihku..” Lanjut Baekhyun. Baekhyun membuat Jihyun terharu karena bisa melakukan hal yang sama sekali tidak ia sukai hanya untuk Jihyun, hanya agar bisa menjadi kekasih Jihyun.
“Aku pikir.. kau tidak perlu membeli buku itu.”
“Kau ini sudah gila? Kau akan membatalkan syarat itu setelah dengan susah payah tiap malam aku membaca buku-buku tebal itu? Aku mohon jangan lakukan itu Jihyun..” Baekhyun terlihat sangat sungguh-sungguh.
“Karena dengan membaca 15 buku itu saja sudah cukup untukmu Oppa..” Jihyun tersenyum pada Baekhyun.
“Maksudmu Jihyun? Katakana dengan jelas.” Kata Baekhyun.
“Kau sudah berhasil melewati syarat yang aku berikan..”
“Jadi?” Mata Baekhyun mulai berbinar.
“Kau sudah menjadi kekasih Jihyun!!” Kata Kyungsoo, Sehun, Jongdae, dan Kris yang kini sudah ada dibelakang Jihyun.
“Yeay!!!!!!! Kenapa tidak daridulu aku kecelakaan??? Kalau akhirnya aku akan menjadi kekasih Jihyun.. Senangnya…” kata Baekhyun sudah seperti orang sehat saja.
“Ini sangat sulit untuk memilih antara kau dan Sehun.. tapi aku rasa aku lebih tidak bisa untuk menyakiti perasaanmu Oppa..” Jihyun memeluk Baekhyun.
“Kenapa Kris hyung tidak masuk dalam hitunganmu?” Tanya Kyungsoo.
“Aku sudah ditolak lebih dulu..” kata Kris.
“Haha.. kasian sekali kau!” Sehun tertawa lepas.
“Kau tidak sadar kalau kau juga ditolak?” kata Kris ketus.
“Kata siapa? Bahkan aku belum menyatakan perasaanku pada Jihyun. Karena aku sudah tahu dari awal kalau Jihyun pasti akan memilih Baekhyun.” Kata Sehun kurang sopan.. berbicara dengan bahasa informal.
“Sudahlah! Kenapa kalian bertengkar. Aku ini sedang sakit. Lebih baik kalian semua pulang. Biarkan aku dengan Jihyun berdua. Lihat tangan kalian. Kalian akan menjengukku tapi tidak membawa apapun. Pulanglah, dan besok kalian bisa kesini lagi dengan banyak makanan di tangan kalian.” Kata Baekhyun lalu segera membalikkan kursi rodanya. Jihyun mendorong kursi roda Bakhyun, dan mengantar Baekhyun ke kamar inapnya. Semua masih menatap tangan kosongnya.
                Akhir dari perjuangan Baekhyun mendapatkan hati Jihyun. Walau harus menderita luka cukup parah di bagian kepalanya, namun akhirnya Baekhyun bisa selalu tersenyum karena sekarang bisa memiliki seorang kekasih yang sangat ia sayang.
                Taemin masih selalu membuat keributan, berusaha membuat Baekhyun dan yang lain bertengkar, tapi kecerdasan Kyungsoo bisa mengalahkan akal licik Taemin. Lalu untuk Kris.. entah apa yang terjadi, Kris kini pindah ke Canada, mungkin karena sudah tidak ada yang dia pikirkan di Seoul.
                Sehun kini menyukai gadis lain, dan lagi-lagi Sehun tidak sendirian, karena dia harus berebut gadis itu dengan Kyungsoo. Kasihan Sehun..


2 komentar: