Rabu, 02 Januari 2013

Fan Fiction ~ Diamonds Island part 2


Tittle : Krystal (Diamonds Island) Part 2.
Author : Mutiara Dini (Kwon Yura/araraa)
Cast : Krystal f(x) as Princess Krystal , SeungRi Bigbang as SeungRi, G-Dragon Bigbang as Jiyong,  Yesung SJ as Yesung, Zico Block B as Zico, B-Bomb Block B as Minhyuk, Kyuhyun SJ, Yonghwa CN Blue, Hongki Ft.Island, Himchan B.A.P (was died), Jaehyo Block B, Youngjae B.A.P, Sehun Exo-K, Baro B1A4, and other… (lihat yang lebih lengkap di part1)
Warning : maaf gaje XD, dilanjutin kalo ada yang baca… hehe~ banyak Typo(s) .
Genre : fantasy.

-happy reading-

“Ahh.. aku hampir lupa.. lagian dia sudah menungguku disana.. namanya Park JiYeon” kata Baekhyun lalu berlari menghampiri gadis yang bernama JiYeon itu.
“Park Ji Yeon..” kata Hongki seperti menghafal nama gadis itu.
“Aku menyukainya..” kata MinWoo tiba-tiba membuat semua menoleh kearahnya.
“Langkahi dulu mayatku!” Himchan juga menyukai park Jiyeon.
“Ah! Aku tidak akan menyukai gadis itu. Aku tidak mau berebut dengan kalian. Aku akan tetap menyukai gadis yang aku temui di tepi danau saat itu.” Kyuhyun menatap wajah Yonghwa yang sepertinya juga menyukai JiYeon. Kyuhyun selalu mengalah demi sahabat baiknya,’Yonghwa’.
“Nugu??” Tanya Hongki.
“Tentu saja Han Yuri. Apa kau sudah lupa? Saat aku bertemu dengannya, bukankah kau sedang bersamaku? Kau ini bodoh sekali.” Kata Kyuhyun sesuka hatinya.
“Ahh.. ne Han Yuri. Tapi itu sebulan yang lalu. Belum tentu dia masih hidup sekarang. Kau saja belum pernah bertemu dengannya lagi.” Kata Hongki.
“Sudah! Ayo kita latihan!” kata Yonghwa lalu menarik tangan Yoseob.
“Mereka sangat akrab.” Kata Himchan seraya memandang tangan Yonghwa yang menggandeng tangan Yoseob.
“Baiklah! Ayo latihan!” Kyuhyun tidak menggandeng tangan Gongchan tapi malah menjewernya.
“Auhh!” Gongchan kesakitan.
“Ayo gendong aku kesana!” Hongki segera naik ke punggung JongUp. Tapi dengan senang hati dan tetap tersenyum, JongUp segera berlari sambil menggendong Hongki yang tertawa senang diatas punggungnya seperti balita. Apa ini sikap seorang prajurit?? Haha..
“Apa yang akan kau lakukan padaku??” Minwoo menatap cemas kearah Kim Himchan.
“Berjalan biasa. Aku tidak sejahat yang kau pikirkan.” Kata Himchan lalu berjalan santai. Minwoo tersenyum.
***
Pukul 13.30, siang hari yang sangat terik..
“Sehun-ah! Lambat sekali kau ini.. cepatlah.. 30 menit lagi mereka datang.. aku tidak mau bersembunyi lagi.” Kata Jaehyo, masih mengatur nafasnya karena sudah berlari mengejar waktu. Sekumpulan perompak itu akan datang sebentar lagi dan mereka masih ada di dekat pantai.
“Aku lelah hyung..” Sehun terduduk ditanah.. keringatnya bercucuran, dia terlihat sangat lelah.
“Sehun berdirilah.. atau kita akan mati.” Kata Youngjae yang mendekati Sehun dan mengulurkan tangannya. Sementara Baro sudah jauh berlari tanpa memikirkan teman-temannya. Sepertinya sifat Baro diturunkan oleh kakaknya, ‘Kyuhyun’.
                Akhirnya Sehun,Jaehyo, dan Youngjae meneruskan langkahnya untuk segera berlari. Menyusuri hutan yang luas. Mereka memang selalu ke pantai setiap hari, bahkan berlayar dipagi hari untuk mencari ikan. Itu pekerjaan mereka. Tapi ini juga yang membuat mereka kini harus berlari setiap hari menjauhi perompak-perompak jahat itu.
                Saat sudah sampai setengah jalan menuju rumah. Sepertinya mereka sudah terlambat, suara tembakan itu mulai terdengar. Berkali-kali.. Jaehyo, Youngjae, dan Sehun menghentikan langkahnya. Karena mereka tahu.. jika suara pistol itu milik dari perompak selatan, mereka tidak boleh melangkah lagi, yukwon mampu mendengar langkah kaki seseorang walau jaraknya jauh. Ini berbahaya.
                Jaehyo memberi isyarat pada kedua temannya untuk melangkah mundur pelan untuk bersembunyi dibalik batu besar. Jantung mereka berdebar.
“Hyung.. ini salahku yang sudah berjalan lambat tadi..” kata Sehun.
“Diamlah.. tidak ada gunanya kau menyesal sekarang.” Kata Jaehyo masih dengan melihat keadaan.
“Baro beruntung sekarang.” Youngjae menunduk.
***
                Perompak Utara masih di tengah lautan, diatas kapal megahnya menuju Diamonds Island. Yesung duduk santai di ruangan utama miliknya, memegang foto Krystal.
 “Lihat saja! Seberapa lama mereka bisa bertahan dariku?” gumam Yesung dengan matanya yang berubah warna menjadi merah. Menatap tajam foto Krystal yang ada ditangannya.
‘Brakkk!!!’ Taemin membuka pintu ruangan Yesung dengan kasar karena terburu-buru.
“Hyung!!! Ini gawat!” kata Taemin membuat Yesung berdiri dari tempat duduknya.
“Ada apa??”
“Aku mendapat kabar kalau JiYong dan Zico ternyata sudah ada di pulau itu! Bagaimana bisa kita tidak mengetahuinya?!”
“Ah! Sial! Kalau begitu suruh mereka kemudikan kapal ini dengan cepat! Aku tidak ingin kita kalah lagi dari mereka.”
***
*SeungRi POV
“Aku melihat seseorang!” suara itu terdengar. Astaga itu suara Minhyuk. Sial sekali.
“Mana? Siapa??” Tanya Kyung, teman bodohnya itu. Mereka berjalan kearahku yang sedang berada dibalik pohon. Oh Jiyong Hyung… datanglah sekarang.. bantu aku….
“Kena kau!” kata yukwon mengarahkan pistolnya tepat di depan mukaku. Matilah kau sekarang SeungRi.
“Hah! Ternyata kau!” Minhyuk mendorong pundakku dengan jari tengahnya. Aku merasa terhina. Tapi aku sekarang sendiri dan mereka bersembilan mengelilingiku. Tatapan Zico seperti sudah ingin membakarku hidup-hidup.
“Jangan mengeroyokku! Kalau kalian ingin berkelahi. Tunggu JiYong datang kesini.” Aku berusaha membela diri.
“Kau fikir kita bodoh????? Hah???” Zico menendang perutku.
“Hyung. Bukankah kita tidak level berkelahi dengan SeungRi! Yang harusnya kita lawan itu JiYong..” kata Kyung pada Minhyuk.
“Apa kau sudah cukup hebat untuk melawan JiYong????” Tanya Minhyuk.
“Tidak juga.” Kyung mundur dan lebih memilih untuk diam saja.
“Serahkan padaku!”  Yukwon segera mengambil pistolnya.
Go left go left go left right left
Go left go left go left right
‘Woops’ pistol Yukwon ternyata kehabisan peluru.
Uye modu nolla eukbak jireuneun geoya
Da kkum kkae! barakhae jeomjan tteolji malgo
Aku segera menendang pistol Yukwon dan berlari sekencang-kencangnya untuk menghindari Zico dan teman-temannya. Puluhan peluru lain yang dilepaskan Minhyuk,Zico, dan Sunny hampir mengenai tubuhku. Namun satu tembakan dari Zico menyerempet lengan kiriku, pelurunya tidak masuk tapi berhasil melukai lenganku hingga membuatku terjatuh, namun aku berhasil berdiri.. memegangi lenganku, melanjutkan berlari dengan menahan sakit, sementara Zico dan yang lain masih terus berusaha menembak kearahku.
Kini aku bersembunyi dibalik Batu besar, mengatur nafasku, memejamkan mataku karena sangat lelah dan menahan sakit di lengan kiriku ini. Tiba-tiba seseorang menepuk pundakku dari arah kanan. Aku terkejut. Ingin berteriak tapi laki-laki ini menutup mulutku. Aku sedikit tenang karena aku tahu dia bukan salah satu dari perompak selatan. Ada tiga namja disebelah kanan tempat aku duduk, sepertinya mereka juga sedang bersembunyi dari perompak selatan. Karena tidak ada pilihan lain selain diam dan bersembunyi untuk menghindari perompak selatan, mereka mempunyai yukwon yang bisa mendengar langkah kaki seseorang dengan baik.
“Kau siapa??” Tanya salah satu namja.
“SeungRi imnida. Apa yang kalian lakukan disini? Bersembunyi juga dari mereka?” Tanyaku.
“Ya, tentu saja. Kita sudah 3 jam berada dibalik batu ini. Entah sampai kapan kita akan berada disini..” kata namja itu lagi dengan muka sedihnya.
“Ah ne, Youngjae imnida..”
“Jaehyo imnida..”
“Yang sedang tidur itu Sehun. Dia mengantuk hingga ketiduran.” Namja bernama Youngjae menunjukkan temannya yang sedang tertidur. Kasihan sekali mereka. Ini semua karena ulah perompak-perompak jahat. Ya.. mungkin termasuk aku. Apa jadinya kalau mereka sampai tahu kalau aku juga salah satu dari perompak timur.
“Kalau begitu diamlah. Jangan bersuara lagi. Beberapa perompak mulai lalu lalang disekitar sini. Ini tempat yang aman jika kita tidak terlalu banyak bicara.” Jaehyo sangat baik.
Kita semua hanya diam tanpa meminum satu tetes airpun hingga malam. Mereka sempat berkata padaku kalau bahkan mereka melakukan hal ini.. bersembunyi tanpa makan dan minum seperti ini setiap hari hingga jam 12 malam. Aku merasa bersalah, aku ingin sekali menghentikan semua ini. Mereka tidak tahu, kalau JiYong Hyung bahkan tak berhenti sampai jam 12 malam. Aku harus mencegah Hyung untuk beraksi nanti malam.
***
                Sekarang sudah pukul 9 malam, bahkan teman mereka belum juga terbangun dari tidurnya, mungkin sangat lelah. Aku mengintip keadaan dari balik batu. Udara sangat dingin malam ini. Dan.. astaga! Aku melihat Yesung tepat disamping batu besar ini. Ini berbahaya. Yesung punya firasat yang kuat. Aku memberi isyarat pada 2 teman baruku ini untuk diam. Benar-benar diam…
‘srekkk’ langkah kaki itu mendekat. Jantungku berdetak tak beraturan. Kalau sampai Yesung menemuiku disini. Aku tak akan bisa hidup lagi. Aku tanpa perompak Timur bukanlah apa-apa untuk melawan Yesung.
“Hyung! Taemin bilang ada yang memberitahunya kalau Krystal sedang berada di luar istana sekarang. Kaja!” itu suara Yongguk. Aku tahu itu suara Yongguk. Perlahan Yesung menjauh dan segera pergi untuk mencari Krystal. Aku menghembuskan panjang nafasku karena lega. Teman Youngjae yang bernama Sehun itu terbangun mendengar nama Krystal. Dia sangat panik. Tapi tentu saja kita belum bisa keluar dari persembunyian ini. Aku tahu nyawa Krystal sedang terancam sekarang. Aku harap JiYong Hyung tak berada lebih dekat dengan lokasi Krystal berada sekarang.
“Aku rasa aku harus pergi darisini.” Kataku.
“Tapi lukamu? Ini belum aman..” Youngjae berusaha mencegahku untuk pergi.
“Ini aman untukku tapi tidak untuk kalian. Bersabarlah 3 jam lagi.. aku kembali kearah situ. Semua perompak sudah berada di barat. Hati-hati.. dan kalau JiYong ada di dekat kalian, kalian hanya harus diam. Tenanglah.. karena kalau sampai dia memergoki kalian… Dia tak akan membunuh kalian. Hati-hatilah berbicara dengannya. Katakan sejujurnya apa yang kalian tahu. Jangan berusaha menutupi.. karena percuma, dia bisa membaca pikiran seseorang. Annyeong! Aku pergi dulu.” Kataku segera berlari.
***
*Yonghwa POV
                Malam ini aku dan prajurit lain juga Baekhyun bertugas untuk menjaga Putri Krystal yang ingin keluar istana. Ini membuatku sangat khawatir. 4 namja prajurit baru ini belum sepenuhnya menguasai ilmu yang aku dan yang lain ajarkan. Apa jadinya kalau Yesung atau perompak lain bertemu kami di jalan. Tuan Putri tidak bisa dilarang.
                Kyuhyun seperti tidak pernah puas menjahili Gongchan, kasihan Gongchan.. aku hanya tertawa sepanjang jalan melihat tingkah laku Kyuhyun dan Gongchan. Beruntung juga ada mereka, karena kita menjadi tidak terlalu tegang.
                Pistol dan panah juga pedang sudah kami siapkan kalau sewaktu-waktu kami harus terpaksa bertemu dengan orang-orang jahat itu. Hongki bisa berlari sangat cepat untuk membawa lari Krystal. Ini sudah cukup aman untuk melindungi Tuan Putri.
“Sebenarnya kau mau kemana Tuan putri?” Tanyaku.
“Aku bosan di istana.” Jawab Krystal singkat.
“Tapi ini belum aman. Waktu dimana seharusnya kau harus ada di istana bukan berkeliaran.” Aku kembali menasehati Krystal, tapi gadis ini malah menatapku tajam.
“Hyung! Yang penting kan kita menjaga Krystal. Lagian mana mereka? Mereka itu hanya bisa menggertak di desa-desa kecil dan membunuh rakyat lemah. Sampai kapanpun aku yakin mereka tak akan bisa mengambil berlian kita. Apalagi menyentuh Krystal kita. Itu tidak mungkin!” Himchan berkata dengan lantang sambil berjalan mundur. Lalu dia tak sengaja menabrak seseorang yang berdiri ditengah jalan. Astaga.. Himchan lagi-lagi membuat masalah, aku harap dia bukan salah satu dari orang jahat itu.
“Hey! Kenapa kau kurang kerjaan sekali berdiri ditengah jalan?! Kau tidak lihat.. Tuan Putri Krystal akan melewati jalan ini!” Himchan membentak keras orang itu, aku hanya diam, lalu member isyarat pada Hongki untuk segera memegang tangan Krystal, berjaga-jaga agar bisa spontan mengajak Krystal lari dengan kekuatannya. Feelingku sudah tidak baik dengan orang ini. Aku juga melihat kearah Kyuhyun, dia sepertinya memiliki feeling yang sama denganku, Kyuhyun terlihat mengeluarkan pistolnya dan 4 orang trainee ini juga mengikuti apa yang Kyuhyun lakukan. Aku hanya heran mengapa Himchan yang feelingnya sangat tidak bagus. Sekarang pria itu mulai berbalik perlahan. Perlahan..
“Kau bilang Tuan Putri Krystal akan lewat??” Tanya Pria itu lalu dengan cepat mengeluarkan pistol lalu menembakkannya kearah kepala Kim Himchan. Ya! Dia Kim Yesung!
“Hongki! Lari!!!!!!!!!!!” kataku dan Kyuhyun bersamaan. Hongki berhasil lari dari bahaya Yesung dan membawa Krystal segera pergi menjauh. Aku menatap iba sahabatku Kim Himchan. Ini terlalu cepat. Yesung sangat mahir memakai pistolnya sebelum aku menyelamatkan himchan. Airmataku mulai mengalir, rasa sedih bercampur rasa kesal dan marahku pada Yesung kini menjadi satu. Satu persatu perompak utara mendekat dan berada di belakang Yesung. Mereka banyak, dan kita hanya berenam, empat dari kita adalah anak baru yang tak sebanding dengan kekuatan perompak timur. Tapi ini tugasku.. ini tugas kita sebagai prajurit. Aku yakin.. walau aku hanya dengan Kyuhyun, aku bisa melawan mereka.
“Larilah dan bertemu kita besok. Haha.. kau tak akan bisa kalahkan kita malam ini! Bawa mayat teman bodohmu ini!” kata Yesung.
“Jangan banyak bicara! Hyung! Sekarang!” kataku lalu segera mengambil dua senapan panjang dipunggungku lalu segera menembakkannya secara bersamaan kearah perompak utara. Kyuhyun,Yoseob,Minwoo,JongUp, dan Gongchan juga melakukan hal yang sama denganku. Mereka semua perlahan mundur, dan kita terus berjalan dengan dua senjata laras panjang di tangan kita, kiri dan kanan.
“Mati kalian!” kata Kyuhyun setelah melihat semua sudah tergeletak di jalan.
“Tapi..” Aku menyadari kalau diantara mayat-mayat perompak utara yang baru saja kita tembak, tidak ada Yesung,Yongguk,Minho,Taemin,Wooyoung, dan Donghae.
“Ah!” aku melemparkan senjataku ke tanah. Ya, aku tahu mereka berhasil menghilang.
“Jangan.. Jangan……..” Minwoo seperti takut kalau tiba-tiba dibelakang kita sudah ada Yesung.
‘srekk’ terdengar suara langkah seseorang. Astaga, senjataku sudah aku lempar. Aku mengambil pistolku yang lain dengan cepat lalu segera berbalik bersamaan dengan yang lain dan ternyata..
“Ah! Kau!” memang ada orang dibelakang kita, tapi itu Hongki yang datang lagi, mungkin dia ingin membantu, tapi semua sudah selesai untuk malam ini.
“Hyung.. kau membuat jantungku berdebar. Aku kira kau Yesung yang bersembunyi.” Kata JongUp.
“Mereka sudah pergi?” Tanya Hongki.
“Ya.. tapi masalah belum selesai.” Kata Kyuhyun.
“Dan kalian yang membunuh mereka semua?” Tanya Hongki lagi. Kami mengangguk.
“Kalian hebat. Dan kalian juga empat namja trainee kita. Kalian melakukannya dengan baik.” Hongki merangkul anak didiknya ‘Moon JongUp’. Haha.. kami tertawa bersama, kecuali Minwoo.. aku melihatnya berjalan mendekati Himchan yang masih tergeletak tak bernyawa. Minwoo menangis, dia baru bertemu Himchan hari ini, dan dia juga harus melihat Himchan untuk terakhir kalinya malam ini. Kitapun ikut berjalan mendekati Kim Himchan.
“Himchanie hyung..” Minwoo memegang pundak Himchan dengan kedua tangannya.
“Bangunlah hyung.. bukankah kau bilang besok kau akan mengajariku cara memukul seseorang dengan baik? Bukankah kau masih akan mengajariku banyak hal? Kalau kau pergi secepat ini.. lalu siapa yang akan mengajariku?? Hyung bangunlah…!” Minwoo menangis. Dia mengangkat kepala Himchan yang berlumuran darah. Aku merasa sangat sedih akan hal ini.
“Kau baru mengatakan padaku tadi sore kalau aku boleh memanggilmu hyung. Dan sekarang aku harus kehilangan kau! Secepat ini.., kau sangat baik Hyung.. aku mohon bangunlah…..” Minwoo masih tetap berharap Himchan kembali hidup, tapi aku tahu itu tidak mungkin. Yesung sangat tahu dimana menempatkan tembakannya agar bisa membuat seseorang langsung kehilangan nyawanya. Yoseob menarik lengan Minwoo menyuruhnya untuk berdiri.
“Dia tak akan mungkin hidup kembali..” kata Yoseob.
“Itu benar, lebih baik sekarang kita kembali ke istana.. kita bawa tubuh Himchan, dan kita akan kuburkan bersama besok pagi. ini juga membuatku sedih. Tapi bagaimana lagi. Tadi terjadi sangat cepat dan kita memang tidak punya waktu yang cukup untuk menarik Himchan menjauh.” Kata Kyuhyun yang kini duduk disamping Himchan bersama JongUp, dia mengangkat tubuh Himchan lalu meletakkannya di punggung JongUp. Lalu JongUp menggenggam tangan Hongki dan segera pergi ke istana dengan cepat bersama Hongki.
“Tenanglah.. aku yang akan menggantikan Himchan untuk mengajarimu, kau dan yoseob akan berlatih bersama denganku besok.” Aku berusaha menenangkan Minwoo.
***
*Author POV
                Sekarang sudah pukul 1 malam. Akhirnya.. Jaehyo, Youngjae, dan Sehun berhasil keluar dari hutan. Dengan sangat lelah dia menuju rumah Baro lagi seperti biasa.
“Darimana saja kalian..?” Tanya Baro dengan muka polosnya.
“Minggir!” kata Jaehyo mendorong tubuh Baro yang berada di tengah pintu. Jaehyo dan yang lain sudah tidak sabar untuk segera masuk ke dalam rumah dan merebahkan badan mereka.
“Ambilkan minum cepat Hyung!” kata Youngjae yang sudah seperti mau pingsan saja. Baro segera mengambilkan minum untuk teman-temannya.
“Kau tahu! Kita bertiga bersembunyi di hutan selama 10 jam, bersyukur kita tidak mati karena dehidrasi.” Kata Jaehyo.
“Itu benar! Pelajara buat kita besok untuk selalu membawa air minum dan makanan persediaan.” Kata Youngjae.
“Badanku gatal sekali… sepertinya semut-semut sudah menggigit kulitku yang putih ini..” Sehun tak berhenti menggaruk tubuhnya.
“Kau mandi saja sekarang!” kata Baro.
“Omo! Bagaimana dengan Krystal?????” Sehun masih sempat-sempatnya memikirkan Krystal.
“Bukankah tadi namja bernama Yesung itu sudah berjalan pergi untuk menemui Krystal?? Bagaimana ini.. aku takut terjadi apa-apa dengan Krystalku.” Lanjut Sehun.
“Kalau terjadi apa-apa dengan Krystal pasti aku sudah tahu, karena Kyuhyun Hyung pasti akan member tahuku. Aku rasa dia baik-baik saja sekarang. Tenanglah!” kata Baro.
“Kita ke istana besok untuk memastikannya.” Youngjae juga cemas akan keadaan Krystal.
                Sementara di tempat lain, SeungRi masih terkapar lemas karena darah yang banyak ia keluarkan akibat tembakan Zico tadi. Chaerin mengobati luka SeungRi.
“Auhh! Bisakah kau lebih lembut!” SeungRi masih kesakitan.
“Ini hanya luka kecil oppa. Bersabarlah. Tahan.” Kata Chaerin yang masih memberikan ramuan untuk luka SeungRi. Chaerin adalah adik Taeyang.
“Bagaimana bisa kau sampai terkena tembakan seperti ini!” Jiyong mulai marah pada adik dongsaengnya itu.
“Siapa yang melakukannya padamu?” giliran Seunghyun yang juga tak terima salah satu perompak timur sampai tertembak.
“Apakah perompak selatan?” Daesung berfikir seperti itu karena teringat ucapan SeungRi semalam soal Minhyuk dari kelompok perompak selatan.
“molla.. aku juga tidak melihat jelas tadi.. mungkin mereka mengira aku adalah penduduk asli pulau ini. Aku tidak tahu apakah orang itu dari perompak selatan atau perompak utara atau bahkan prajurit istana. Aku tidak ingat mukanya.” SeungRi mencegah adanya keributan yang lebih parah.
“Jangan berusaha menutupi semuanya! Katakana yang sejujurnya!!!” Jiyong membentak SeungRi.
“Sudahlah hyung.. jangan memarahiku lagi.. aku akan berhati-hati besok. Sekarang biarkan aku tidur. Kalian keluar saja. Kau juga tidur saja hyung. Jangan keluar lagi.” SeungRi segera menutup mukanya dengan bantal. Lengannya sudah selesai diobati.
‘brakk!’ Jiyong menutup pintu kamar SeungRi dengan kasar. Jiyong sangat kecewa karena dia tahu kalau SeungRi tak berkata dengan jujur.

~Continue


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar