Rabu, 02 Januari 2013

Fan Fiction ~ Diamonds Island part 3


Tittle : Krystal (Diamonds Island) Part 3.
Author : Mutiara Dini (Kwon Yura/araraa)
Cast :
Cast : Krystal f(x) as Princess Krystal , SeungRi Bigbang as SeungRi, G-Dragon Bigbang as Jiyong,  Yesung SJ as Yesung, Zico Block B as Zico, B-Bomb Block B as Minhyuk, Kyuhyun SJ, Yonghwa CN Blue, Hongki Ft.Island, Himchan B.A.P (was died), Jaehyo Block B, Youngjae B.A.P, Sehun Exo-K, Baro B1A4, and other… (lihat yang lebih lengkap di part1)
Warning : maaf gaje XD, dilanjutin kalo ada yang baca… hehe~ banyak Typo(s) .
Genre : fantasy.

-happy reading-

*Kyuhyun POV
                Hari ini aku akan pergi ke danau itu lagi. Berharap bisa bertemu Han Yuri. Menyebalkan karena tidak bisa mengajak Hongki, padahal kalau aku pergi bersama Hongki aku bisa sampai lebih cepat. Hongki dan Yonghwa kini sibuk dengan anak didiknya itu. Apalagi Yonghwa yang juga harus berlatih bersama Minwoo. Ahh.. aku jadi teringat Kim Himchan. Dia masih berhutang padaku. Aigoo.. kenapa masih memikirkan hutangnya. Maafkan aku Himchan, lupakan hutangmu. Aku sudah mengikhlaskannya. Aku juga yakin kau pasti bahagia disana. Selain bisa bertemu kekasihmu Yura adiknya Jaehyo itu, kau juga bebas dari hutang-hutangmu. Tersenyumlah kau sekarang. Haha..
                Aku pergi bersama Gongchan, ya..tidak ada pilihan. Aku terlalu gugup untuk pergi sendiri kalau sampai bertemu Han Yuri. Baro dan tiga teman-teman bodohnya selalu pergi ke pantai. Mereka terlalu berani dan selalu berhasil melarikan diri dari perompak-perompak jahat. Harusnya yang aku latih jadi prajurit sekarang itu Baro bukan Gongchan. Sayangnya adik laki-lakiku itu tidak ingin berurusan dengan istana.
“Sunbae..kenapa kau ingin menemui Han Yuri? Dia kan bukan kekasihmu.” Tanya Gongchan padaku.
“Akan menjadi kekasihku.” Kataku sangat yakin.
“Kau tidak takut mengajakku untuk menemui gadis yang kau suka?” Anak ini membuatku menoleh cepat ke arahnya.
“Wae??????????????????????????”
“Kau tak lihat.. aku ini sangat tampan. Aku khawatir kalau Han Yuri akan menyukaiku. Ehemm..” Gongchan sangat percaya diri. Karena kesal aku memukul kepalanya keras. Aku tidak peduli dia kesakitan. Dengan memegangi kepalanya dia masih mengikuti walau dengan menggerutu sepanjang jalan. Dia sering sekali menggerutu. Ingin aku kerjai saja setiap hari.
                Akhirnya aku dan Gongchan sampai di tepi danau. Tapi danau ini sangat sepi. Banyak darah disini. Mungkin ini bekas korban dari perompak-perompak itu. Tidak ada Han Yuri. Aku tahu ini hanya aku yang mengharapkan sesuatu yang tidak pasti.
“Mana Han Yuri?? Sunbae hanya berkhayal. Haha..” kata Gongchan meledekku. Ingin aku sumpal saja mulutnya.
“Kau ingin aku pukul lagi?”
“Tentu saja tidak mau.”
“Yasudah diam!” aku membentak Gongchan karena kesal. Kini aku berjalan perlahan lebih dekat dengan danau. Berdiri disamping pembatas danau. Aku menyesal karena hanya bisa bertemu dengannya sekali. Aku harap dia masih hidup sekarang.
“Oppa..” aku mendengar suara itu. Suaranya memang kurang merdu. Dan aku yakin itu Yuri.
“Akhirnya kau datang.” Kataku lirih.
“Kita bertemu lagi.. kenapa kau kesini? Siapa dia? Adikmu?” Tanya Yuri.
“Mana mungkin adikku sejelek itu. Sudah jangan pedulikan dia. Anggap dia batu.” Kataku kesal. Jangan-jangan benar kata Gongchan kalau Yuri akan menyukainya. Aku tidak mau itu terjadi.
“Annyeonghaseyo..” kata Gongchan dengan gaya sok cute dan sok akrabnya itu. Astaga anak ini.. sangat menyebalkan. Menyesal sekali aku mengajaknya untuk menemui Yuri.
“Annyeonghaseyo.. kau adiknya?” Tanya Yuri. Mengapa jadi mereka yang mengobrol?.
“Tentu saja bukan. Kakak laki-lakiku jauh lebih tampan darinya. Dia sunbaeku. Aku sedang trainee di istana dan dia yang melatihku.”
45 menit kemudian… ‘krikkk .. krikkk…’
“Sudah selesai mengobrol?” Tanyaku. Mereka sangat asik mengobrol sampai melupakan aku. TT__TT aku juga tidak mungkin memukul Gongchan di depan Yuri.
“Gongchan-ah, aku ingin bicara 3 menit saja.” Kataku lalu menarik tangan Gongchan untuk menjauh sekitar 5 langkah dari Yuri berdiri. Dan aku berbisik pada Gongchan, “Kau mau aku ceburkan ke danau setelah ini????? Yang mau bertemu dengan Yuri itu aku! Bukan kau babo!”
“Aku sangat jago berenang. Jadi tidak masalah kalau sunbae mau menceburkan aku ke danau.” Kata Gongchan bodoh ini dengan seenaknya.
“Gong Chan Shik!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!” aku sudah tidak bisa mengontrol emosiku lagi. Lama-lama rambutku bisa rontok karena bertemu dengan Gongchan setiap hari.
“Oppa kau baik-baik saja?” Tanya Yuri.
“Tidak baik………….. aku ingin mencekik leher namja ini!!!” kataku sangat emosi.
“Haha.. oppa.. kau lucu sekali! Jangan cekik Gongchan. Dia terlalu cute untuk dicekik.” Aku ingin pulang saja mendengar kata-kata Yuri.  -___-
“Ah ne oppa, apa kau bisa menemaniku mencari berlian besok pagi?” kata Yuri tiba-tiba. Ini membuat awan gelap di langit seakan pergi lalu berganti menjadi langit yang cerah. Dengan lantang dan pasti aku jawab, “Tentu saja bisa!”
“Gomawo oppa! Besok aku tunggu disini.” Dia tersenyum untukku.
“Baiklah. Kalau begitu aku pulang ke istana dulu.. kau hati-hati di jalan.” Kataku, melambaikan tangan, dan segera menarik Gongchan untuk pergi. Aku tidak sabar ingin mengamuk hebat pada Gongchan di istana.
***
*Author POV
                Kini Jiyong berjalan perlahan bersama Taeyang, Seunghyun, Daesung, dan SeungRi di salah satu pasar. Pasar itu sangat ramai. JiYong menutupi mukanya dengan masker, kaca mata dan topi. Taeyang,Seunghyun,Daesung, dan SeungRi juga melakukan hal yang sama seperti yang JiYong lakukan.
                JiYong mengambil sebuah kertas yang tertempel di tembok. Terlihat fotonya, foto Yesung, dan foto Zico disitu. Semua orang dihimbau untuk berhati-hati dengan tiga orang dalam foto ini. JiYong meremas kertas itu lalu membuangnya ke tanah. SeungRi menatap sinis Hyungnya.
“Hyung. Kita terlihat seperti terroris saja. Mereka tak akan mencurigai kita?” Tanya SeungRi.
“Diamlah. Di pulau ini juga ada yang memakai masker dan kacamata. Bukan kita saja. Jangan terlalu khawatir. Kau lihat orang itu. Dan itu.” Taeyang menunjuk beberapa orang yang menggunakan masker juga sama sepertinya.
“Ah iya. Aku kira hanya kita.” SeungRi menghela nafasnya. Tapi.. tiba-tiba JiYong menghentikan langkahnya dan memberi isyarat pada yang lain untuk berhenti.
“Ada apa??” Tanya Seunghyun.
“Jangan bilang firasat kita sama.??!” Kata Daesung menatap JiYong.
“Hati-hati.. itu lee donghae ,Bang yongguk, dan Choi Minho.” Kata JiYong lirih.
“Bukankah dia hanya datang kesini mulai jam 2 siang?” Tanya Taeyang.
“Aku rasa mereka sudah tau keberadaan kita, dan tidak akan lebih lambat dari kita. Shit!” kata Daesung kesal.
“Siapkan senjata kalian. Keluarkan saat aku memeri kode.” Kata JiYong masih dengan waspada.
***
                Di tengah hutan lagi, hari ini hanya Jaehyo dan Baro yang pergi ke pantai. Karena Youngjae dan Sehun sedang sakit, dan memilih untuk istirahat di rumah. Mereka bersembunyi lagi, di balik batu besar itu lagi.
“Mengapa Yesung datang sangat awal?” Tanya Baro pelan.
“Molla, kalau seperti ini.. bagaimana bisa kita mencari ikan?” Jaehyo mendengus kesal.
“Tidak ada jalan lain. Walau berat, kita harus mencari berlian itu di tambang, di gua dekat rumah Youngjae. Entah berapa lama kita bisa mengambil Berlian dengan tangan kosong. Tapi itu lebih baik dari pada pulang dengan tangan kosong.” Kata Baro.
“Tapi kita harus menjual Berlian itu di pulau lain. Sekarang kita tidak bisa seenaknya bepergian jauh dengan kapal. Kita bisa habis di hadang perompak jahat itu di tengah laut.”
“Lalu bagaimana lagi Hyung..??”
“Entahlah.. aku pusing..”
“Eomma.. Appa.. kenapa hidupku seperti ini? Tolong beritahu Kyuhyun Hyung untuk membagi sedikit saja uangnya untukku.” Baro menatap langit, dia merasa hidupnya sangat susah akhir-akhir ini.
“Bersabarlah..” Jaehyo menepuk pundak sahabatnya itu.
***
                Baekhyun, Krystal, dan Jiyeon duduk di taman Istana. Krystal merasa sangat bosan dengan keadaan sekarang. Krystal juga ingin bercerita sesuatu pada Baekhyun.
“Baekhyun..” Panggil Krystal dengan nada lemas. Rambutnya masih dirapikan oleh JiYeon, kini JiYeon sering ke istana untuk menata segala keperluan Krystal. JiYeon adalah sespupu Baekhyun.
“Panggil aku oppa..” jawab Baekhyun.
“Aku tidak mau memanggilmu seperti itu! Terlalu kaku, dan kau terlihat seperi sebaya denganku.” Kata Krystal.
“Baekhyun, aku merasa bersalah atas meninggalnya Himchan oppa..” Lanjut Krystal.
“Semua sudah terjadi. Padahal Himchan Hyung masih belum membayar Hutangnya padaku.” Kata Baekhyun cemberut. Seketika Krystal memukul kepala Baekhyun.
“Kau kenapa???” Baekhyun memegangi kepalanya.
“Kau ini masih saja memikirkan hutangnya, lupakan saja. Dia sudah rela mati demi sahabatmu ini.”
“Huahhh… baiklah.” Baekhyun mendengus pasrah.
“Hi…” Tiba-tiba Minwoo sudah ada dihadapan Krystal, JiYeon, dan Baekhyun.
“Hi..” Baekhyun,Krystal dan Jiyeon membalas.
“Kau anak trainee itu kan? Minwoo?” Tanya Baekhyun.
“Ne, sekarang sedang istirahat. Aku ingin menemui JiYeon.” Kata Minwoo tanpa basa-basi.
“Menemuiku?” JiYeon terlihat bingung.
“Kau menyukai Jiyeon??” Tanya Krystal, pipi Minwoo memerah.
“Aaaaa… tapi Hongki oppa berkata padaku semalam kalau dia juga menyukai Jiyeon, jadi aku tidak mengizinkan kau menyuikai Jiyeon. Tidak boleh!!!” Krystal menjulurkan lidahnya pada Minwoo.
“Hongki oppa itu siapa?” Tanya Jiyeon.
“Dia sangat tampan..” kata Krystal berusaha mempromosikan Hongki, sepertinya Krystal sedang terikat perjanjian dengan Hongki.
“Mwo?? Tampan??” Minwoo seakan tak percaya, karena baginya dia lebih tampan dari Hongki.
“Wae? Dia memang tampan! Dia pahlawanku. Dia sangat hebat. Jadi aku lebih setuju kalau JiYeon bersamanya, bukan bersama kau.”
“Padahal kemarin Yonghwa juga mengatakan padaku kalau dia menyukai JiYeon. Ahh.. mengapa banyak sekali yang menyukai JiYeon. Tidak ada yang menyukai Krystal. Hahaha~” Baekhyun meledek sahabatnya itu.
“Yonghwa oppa? Wahh.. prajurit tampan itu menyukai JiYeon?? Aigoo.. kau beruntung sekali JiYeon.” Krystal memegang tangan JiYeon. Minwoo menunduk sedih.
“Minwoo-ssi, kenapa sedih?” Tanya JiYeon.
“Gwenchana.. aku pergi dulu..” Minwoo merasa sudah kalah saing. :’(
***
                Seminggu berlalu, hari ini kesialan menimpa Baro. Dia tertangkap oleh perompak selatan. Baro di sandera di kapal perompak selatan. Beruntunglah Baro tidak dibunuh saat itu juga.
“Katakan sekarang dimana letak berlian itu!” Tanya Zico.
“Aku tidak tahu!”
“Kau ingin mati??!” yukwon mengeluarkan pistolnya.
“Aku melihat kau dan temanmu membawa berlian beberapa hari yang lalu!” Kyung memang melihat Baro dengan berliannya.
“Katakan sekarang, dan semua akan selesai!” Yukwon meletakkan pistol di kepala Baro.
“Kalian tak akan pernah bisa melihat tempat itu!” kata Baro.
“Maksudmu?” kata Zico.
“Hanya orang asli pulau ini yang bisa melihatnya, jadi daripada kalian membuang waktu, kalian pulanglah ke daerah kalian. Atau Hyungku yang akan membunuh kalian.” Akibat kata-kata ini, Baro mendapat pukulan keras dari Pyo di perutnya.
“Siapa Hyungmu???? Hah?” Zico menjambak rambut Baro.
“Kau tidak perlu tahu. Yang jelas aku yakin kalau Hyungku lah yang akan membunuhmu nanti!” kata Baro menatap tajam Zico. Tangan dan kaki Baro terikat.
***
*Jaehyo POV    
Aku, Sehun, dan Youngjae mencari-cari Baro hari ini. Kita sangat cemas, karena Baro tak terlihat sejak tadi. Di tengah perjalanan, kita bertemu dengan perompak timur. Aku sangat gemetar karena melihat JiYong tepat dihadapanku, kita sudah tak mungkin lari untuk kabur. Dan yang membuat kita lebih terkejut lagi adalah.. kita melihat SeungRi ada diantara perompak timur itu. Apa yang dilakukan SeungRi? Astaga.. aku harap ini tidak seperti yang aku bayangkan. Aku menatap Youngjae, sepertinya Youngjae berfikiran sama denganku. Aku menatap SeungRi lagi, dia berusaha menutupi mukanya, tapi tetap saja terlihat, dan aku yakin itu SeungRi.
“SeungRi??” kataku dan Youngjae bersamaan menunjuk SeungRi. Seketika Jiyong melirik tajam kearah SeungRi.
“Kau mengenalnya?” Tanya laki-laki disebelah SeungRi, aku tidak tahu siapa namanya.
“Mmm..” SeungRi terlihat gugup. Sebenarnya siapa SeungRi?
“Ne, aku mengenalnya.. itu Jaehyo .. itu Youngjae, dan itu… Sehun.” Kata SeungRi menunjuk aku, Youngjae, dan Sehun.
“Kenapa kau bisa kenal orang-orang itu? Kau lihat penampilannya. Pasti mereka sangat bau.” Kata gadis di belakang SeungRi, walau pelan tapi aku masih bisa mendengar jelas kata-katanya, aku langsung melihat baju yang aku kenakan saat ini. Ada apa dengan penampilanku?
“Kalian kenal dengan dongsaengku?” JiYong bertanya pada kita, omo! Aku tak percaya dengan apa yang aku dengar baru saja.
“Dongsaeng????” Kita benar-benar tak percaya kalau ternyata SeungRi yang kita kenal itu adik dari JiYong. Adik Kwon Jiyong. menelan ludah bersamaan dan menatap SeungRi yang terlihat khawatir.
“Ye! Dia dongsaengku, apa dia tidak mengatakannya pada kalian??” Tanya JiYong lagi, kita menggelengkan kepala bersama. Lalu semua perompak timur itu menatap SeungRi tajam termasuk JiYong. SeungRi terlihat menunduk dan memejamkan matanya.
“Hyung.. sebenarnya saat itu aku berbohong padamu.. jeongmal mianhaeyo..” SeungRi meminta maaf pada JiYong. kita bertiga hanya terdiam melihat semua ini. JiYong mengepalkan tangannya. SeungRi sangat berbeda dengan JiYong.
“Yang menembakku saat itu adalah perompak selatan. Dan seharian aku bersembunyi bersama mereka. Mereka sangat baik dan mengkhawatirkan lukaku. Aku tidak ingin mengatakan padamu saat itu karena aku takut ini akan semakin runyam.” Kata SeungRi. Kini aku tahu hubungan perompak selatan dan perompak timur itu tidak baik.
“BERAPA KALI AKU BILANG PADAMU JANGAN PERNAH BERBOHONG PADAKU! KALAU KAU JUJUR. MUNGKIN KITA SUDAH MENGHABISI PEROMPAK SELATAN! AKU SUDAH MUAK MENDENGAR KAU DIANIAYA PEROMPAK BODOH ITU!” Jiyong benar-benar marah, dia membentak SeungRi. Aku menjadi sangat gemetar karena ini. Tatapan JiYong benar-benar mengerikan saat dia marah.
“Annyeonghaseyo…… aku punya usul...” Suara bodoh Sehun dengan santainya keluar, astaga.. anak bodoh ini mau melakukan apa? Aku menepuk pelan dahiku sendiri.
“Apa kalian membenci perompak selatan??” Tanya Sehun dengan muka bodohnya lagi. SeungRi terlihat sangat khawatir dengan apa yang akan dibicarakan Sehun, aku dan YoungJae apalagi.
“Tentu saja! Kita sangat membencinya karena selalu berusaha melukai SeungRi, tapi mereka tak pernah berani menampakkan batang hidungnya di depan JiYong!” kata salah seorang di perompak timur.
“Bagaimana kalau kita mencarinya sekarang. Aku tahu letak dimana perompak selatan berada.” Sehun kembali memberi usul bodoh. Dia tidak berfikir, kalau kita tak menemukan perompak selatan, matilah kita ditangan JiYong hari ini.
“Apa yang kau lakukan babo?” kataku lirih pada Sehun.
“Aku punya feeling kalau Baro hyung bersama perompak selatan sekarang. Kita akan diuntungkan karena sekaligus bisa menyelamatkan Baro hyung.” Kata Sehun. Aku berfikir sejenak, entah mengapa aku sekarang juga berfikir kalo Baro bersama perompak selatan. Kalau begitu ini bagus.
“Bagaimana?” Tanya Sehun lagi pada perompak Timur. Perompak selatan masih terlihat ragu-ragu.
“Aku bisa membantu, aku bisa mengendalikan angin.. liat ini!” Lanjut Sehun yang kemudian menghempaskan anginnya kearahku yang ada di sebelah kirinya dan ‘wussshhhh~~’ .. rambutku berantakan. Kekuatan anginnya yang belum sempurna sebenarnya tidak terlalu penting bagi perompak timur. Menyebalkan, aku tersenyum kecut pada Sehun. Awas saja nanti malam aku akan menghajarnya. Sial.
“Baiklah. Tapi kalau sampai kita tidak menemukan perompak itu, kalian yang akan aku habisi.” Kata JiYong. mendengar kata-kata JiYong aku berpegangan tangan dengan Youngjae, Ya Tuhan.. semoga Sehun benar-benar tahu dimana perompak selatan berada.
                Akhirnya kita semua pergi mencari letak perompak selatan. Masih dengan sangat gugup, aku tak percaya kini aku ada diantara perompak-perompak jahat ini. SeungRi berada di barisan depan bersama JiYong, seringkali ia menatap ke arah kita. SeungRi memang bagian dari mereka, tapi aku tahu dia berbeda. Dia sesungguhnya tidak ingin berada disini untuk membantai banyak orang. Aku tersenyum bangga pada SeungRi.
                Setelah melewati perjalanan panjang, akhirnya kita sampai tepat disamping kapal perompak selatan yang sedang berlabuh di tepi pantai. Dengan seenak hati, JiYong masuk kapal itu tanpa rasa takut. Aku seketika berbicara dalam hati, ‘Huwaa.. aku ingin sepertinya yang ditakuti banyak orang. Eh.. apa-apaan aku ini..’ aku menepuk-nepuk pipiku sendiri.
“Keluar Kalian!” kata JiYong keras. Aku mengedip-ngedipkan mataku, berapa lama dia masuk dan dia sudah membekap mulut seorang gadis yang sepertinya anggota perompak selatan. Pistol juga sudah JiYong letakkan di dahi gadis itu. Kepan dia melakukan semua ini. Dia sangat cepat.
“Keluar! Atau aku akan membunuh gadis ini!” Jiyong kembali berteriak.
“Ini akan menyenangkan.” Aku mendengar suara Sehun lirih di sebelahku.
“Apa maksudmu menyenangkan?” Tanyaku.
“Kita seperti melihat film perang bukan?” kata Sehun. Aku segera menjitak kepalanya.
“Dimana Baro Hyung?” kata Youngjae cemas, dia mencoba melihat Baro yang tak juga terlihat. Beberapa detik kemudian, Zico dan beberapa perompak selatan keluar. Tanpa kuduga, perompak timur dengan cepat menembakkan ke arah perompak selatan. Hingga beberapa perompak selatan meninggal seketika, tapi Zico dan sedikit lainnya berhasil menghindar. Aku, Sehun, dan Youngjae bersembunyi dibalik sebuah box kayu besar.
“Bagaimana kalau kita sampai tertembak?” Youngjae sangat cemas. Aku mengintip dan melihat SeungRi tertembak lagi di kaki kanannya. Ahh.. kenapa dia sangat lemah dan berbeda dengan kakaknya. Karena aku merasa harus menolong SeungRi, aku memberanikan diri keluar dari persembunyianku dan segera menarik SeungRi untuk bersembunyi dari tembakan di balik box kayu besar tadi. Dia kesakitan, kini peluru bersarang di kakinya. Aku harus segera membawanya ke rumah sakit. Tapi jarak rumah sakit dan pantai ini sangat jauh. Bagaimana ini?? Aku, Youngjae, dan Sehun sangat panik.
                Di tengah kecemasan kami, suara tembakan masih terdengar, suara pisau-pisau yang menyayat tubuh juga masih terdengar. Aku berusaha mengobati luka SeungRi sebisaku. Muka SeungRi mulai pucat. Baro kini sudah lepas dan berada bersama kami. Baro segera menggendong SeungRi di pundaknya, lalu lari bersama kami secepat mungkin untuk membawa  SeungRi ke rumah sakit.
                Di perjalanan, SeungRi terlihat sangat lemas, tangannya sangat dingin. Dia mengajak Baro berbicara dengan suaranya yang lemas. Baro terlihat lelah tapi dia tetap berlari. Baru kali ini aku melihat Baro peduli terhadap orang lain. Aku juga melihat darah di ujung bibirnya, mungkin perompak selatan sudah memukulinya tadi.
“Apa kau lelah?” Tanya SeungRi pada Baro.
“Tidak! Sudahlah.. jangan banyak bicara.” Baro menjawab dengan ngos-ngosan.
“Kalau aku tidak bisa bertahan. Beritahu Hyungku.. Jiyong Hyung.. kalau permintaan terakhirku untuknya adalah hentikan semua ini. Aku mohon dia yang menghentikan semua ini. Dia pasti bisa. Aku merasa kita sudah sangat mengganggu kehidupan kalian.” SeungRi terlihat sangat tulus.
“SeungRi Hyung.. jangan berkata seperti itu. Bertahanlah.. rumah sakit tinggal sedikit lagi.” Youngjae memegang pundak SeungRi. Dan kini aku melihat kearah Sehun, Dia hanya terdiam, mulutnya komat-kamit sudah seperti sedang membaca mantra penurun hujan saja. Mungkin dia berdo’a untuk SeungRi.
“Baro? SeungRi??” kata Kyuhyun Hyung yang tiba-tiba ada di depan kita. Oh Tuhan.. semoga namja menyebalkan ini tidak menghalangi langkah kita untuk segera ke rumah sakit.
“Untuk apa kau menggendongnya??? Dia perompak! Turunkan dia sekarang!” kata Kyuhyun hyung mencoba menarik SeungRi, tapi Baro menghalanginya.
“Kau tak akan mengerti Hyung!!!!!!!!!!!!!!!!! Jangan halangi kita!” Baro membentak Hyungnya itu.
“Oppa.. biarkan saja, laki-laki itu sepertinya sedang sakit.” Kata yeoja di samping Kyuhyun.
“Yuri-ya! Apa kau tidak tahu? SeungRi adik dari JiYong. dan sekarang aku melihat dengan mata kepalaku sendiri kalau adikku sedang membantu musuh hyungnya.” Kyuhyun terlihat emosi.
“SeungRi berbeda! Minggirlah!” Baro mendorong dada Hyungnya dengan tangan kirinya lalu kembali berlari.
“Hyung.. kita akan menjelaskannya nanti.” Kata Youngjae lalu segera menyusul Baro.
“Kyuhyun Hyung..” Sehun memanggil Kyuhyun Hyung dengan nada tidak wajar. Aku menatap tajam Sehun.
“Apa??????!” Kyuhyun Hyung terlihat masih kesal.
“Dia YeojaChingumu?? Ahh.. akhirnya Kyuhyun Hyung punya pacar. Hahahahaha~” kata Sehun seenaknya lalu segera berlari pergi. Kyuhyun Hyung terlihat sangat kesal dan hampir menendang bokong Sehun, sayangnya tidak kena.
“Maafkan Sehun ne hyung.. dia memang sedikit tidak waras.” Aku meminta maaf pada Kyuhyun hyung. Bow kepada Kyuhyun hyung dan teman gadisnya, lalu segera berlari menyusul Sehun yang aneh itu.

Continue~


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar