Rabu, 02 Januari 2013

Fan Fiction ~ Diamonds Island part 4


Tittle : Krystal (Diamonds Island) Part 4.
Author : Mutiara Dini (Kwon Yura/araraa)Cast :Cast : Krystal f(x) as Princess Krystal , SeungRi Bigbang as SeungRi, G-Dragon Bigbang as Jiyong,  Yesung SJ as Yesung, Zico Block B as Zico, B-Bomb Block B as Minhyuk, Kyuhyun SJ, Yonghwa CN Blue, Hongki Ft.Island, Himchan B.A.P (was died), Jaehyo Block B, Youngjae B.A.P, Sehun Exo-K, Baro B1A4, and other… (lihat yang lebih lengkap di part1)Warning : maaf gaje XD, dilanjutin kalo ada yang baca… hehe~ banyak Typo(s) .Genre : fantasy.

*Author POV
                Besok paginya di rumah sakit, Jaehyo dan Youngjae masih menemani SeungRi di rumah sakit. Sedangkan Baro dan Sehun harus ke gua lagi untuk berusaha mencari Berlian untuk dia jual ke daerah Barat.
                SeungRi kehilangan banyak darah, tapi YoungJae rela mendonorkan darahnya untuk SeungRi. Sebenarnya sampai sekarang, Youngjae masih tidak mengerti dengan dirinya sendiri, mengapa ia merasa harus selalu menolong SeungRi.
                Jam satu siang SeungRi sadar, dia merasa terharu akan perlakuan teman-teman barunya itu. YoungJae dan Jaehyo merasa sangat lega akhirnya SeungRi sadar. SeungRi juga sudah terlihat baik-baik saja walau masih sedikit lemas. SeungRi sudah pernah terkena tembakan tujuh kali selama hidupnya, dan dia selalu masih bisa bertahan hidup.
                Setelah makan, dan membersihkan tubuhnya, SeungRi ingin menghirup udara segar, siang itu langit mendung tapi tak turun hujan. SeungRi pergi ke taman bersama Jaehyo dan Youngjae, SeungRi menggunakan tongkat karena kakinya masih tak bisa dipakai untuk berjalan normal. Sesampainya di taman, mereka duduk di rerumputan.
“Kau tau hyung, hari ini.. pulau terasa lebih damai. Aku belum mendengar suara tembakan sampai detik ini.” Kata Youngjae. SeungRi tersenyum.
“Bukankah ini lebih baik? aku rasa mereka lelah.” Jawab SeungRi.
“Hyung..” Jaehyo menatap SeungRi.
“Aku harus memanggilmu Hyung bukan? Haha..” Lanjut Jaehyo tertawa.
“Haha.. kau boleh memanggilku sesukamu. Aku tidak pernah mempermasalahkannya..lagipula kita sebaya.” Jawab SeungRi.
“Apa Jiyong Hyung tidak mencarimu?” Tanya Jaehyo.
“Entahlah.. mungkin sekarang dia kecewa padaku.” Jawab SeungRi. Tatapannya kosong.
“Kecewa?” Tanya Youngjae dan Jaehyo bersamaan.
“Aku merasa tidak pantas menjadi dongsaengnya. Aku selalu mempermalukannya dengan kelemahanku. Aku hanya melakukannya tidak sepenuh hati. Aku sering merasa ragu-ragu saat akan memukul seseorang. Aku benar-benar lelah seperti ini. Terluka.. sembuh.. terluka lagi.. sembuh lagi.., mereka mengajariku berkelahi sejak kecil. Aku kehilangan banyak teman baikku karena mereka.” Lanjut SeungRi masih dengan tatapan kosongnya, seperti sedang memikirkan sesuatu.
“Aku tahu bagaimana perasaanmu. Sampai sekarang aku masih tak percaya kalau kau adik dari JiYong.” Jaehyo merangkul SeungRi.
“Hyung.. kalau kau merasa mereka melakukan hal yang salah.. kenapa tidak kau beritahu mereka. Menurutku, hanya kau yang bisa selamatkan kita. Aku mendengar cerita Baro hyung kalau Hyungmulah yang terkuat, Hyungmu mungkin bisa mengendalikan perompak lain kalau dia mau. Apa kau tak bisa member tahu Hyungmu untuk menghentikan semua ini?” Kata YoungJae.
“Aku sudah pernah memberitahunya, tapi percuma.. dia malah memukulku seperti melupakan kalau aku adalah adik kandungnya.” Jawab SeungRi. Setelah itu pandangan SeungRi terarah pada seorang gadis yang sedang berlari-lari di taman itu. Gadis itu memainkan gelembung sabun bersama dua orang temannya yang lain. Ya, dia Krystal.
“Kau tahu siapa dia?” Tanya SeungRi pada YoungJae dan Jaehyo seraya menunjuk ke arah gadis itu. Jaehyo dan Youngjae melihat gadis itu, dan mereka tahu itu Krystal.
“Kau tak mengenalinya??” Tanya Jaehyo heran. SeungRi menggelengkan kepalanya.
“Bukankah JiYong ke pulau ini untuk mencari gadis itu.” Kata Jaehyo.
“Mwo?? Itu Krystal?” SeungRi melotot tak percaya. Jaehyo dan Youngjae mengiyakan kalau gadis itu adalah Krystal.
“Kau kenapa? Kau menyukainya?” Tanya Jaehyo. Dan tanpa disengaja, Krystal mungkin melihat Jaehyo dan Youngjae, Krystal berlari ke arah Jaehyo,Youngjae, dan SeungRi.
“Bukankah kalian sahabat Baro?” Tanya Krystal.
“Mereka memang sahabat Baro, Jaehyo dan Youngjae.” Baekhyun yang menjelaskan pada Krystal.
“Dimana Sehun dan Baro?” Tanya Baekhyun.
“Sedang mencari berlian.. lama tidak bertemu denganmu Baekhyun.” Jawab Jaehyo.
“Ah iya, kita memang jarang bertemu akhir-akhir ini Hyung.” Baekhyun tersenyum.
“Wahhh.. cantik sekali…” Youngjae menatap JiYeon yang ada di belakang Krystal.
“Jangan menyukainya! Dia sudah aku jodohkan dengan Hongki oppa!” Krystal menyembunyikan Jiyeon di balik badannya.
“Ishhh.. kau ini tuan putri!” YoungJae cemberut.
“Kau teman Baro juga?” Tanya Krystal yang daritadi masih penasaran siapa SeungRi.
“Mmm.. aku..” SeungRi terlihat gugup.
“Ya, Dia teman kita. Dia terkena tembakan di kakinya kemarin.” Kata Jaehyo.
“Aaaaa… kasihan sekali kau ini. Apa sudah diobati?” Krystal mencoba melihat luka di kaki SeungRi. Krystal memang melakukan segala sesuatu sesuka hatinya. Dia sudah seperti kenal lama dengan SeungRi. Jantung SeungRi berdebar. Wajahnya dan wajah Krystal kini berdekatan. Bahkan SeungRi bisa mendengar jelas suara hembusan nafas Krystal.
“Aku baik-baik saja..” SeungRi segera menutup lukanya dengan menurunkan lipatan celananya yang tadi dilipat keatas. Krystal tersenyum.
“Krystal imnida..” Krystal memperkenalkan namanya.
“Nama yang indah..” SeungRi tersenyum lalu melanjutkan, “SeungRi imnida.”
***
                Dua hari berlalu, SeungRi berada bersama Jaehyo, Sehun, Youngjae, dan Baro. Karena hal itu juga SeungRi sering melihat Krystal karena rumah Jaehyo yang dekat dengan istana. Jiyong sangat kesal pada SeungRi. Saat SeungRi menemui JiYong, JiYong memarahi SeungRi, lagi-lagi memukul SeungRi.
Dan yang lebih membuat JiYong marah adalah saat SeungRi memberanikan diri mengatakan pada JiYong untuk menghentikan rencananya untuk membunuh Krystal, karena SeungRi menyukai Krystal. JiYong marah besar dan hampir membunuh adik kandungnya itu, tapi Taeyang dan Chaerin menghalanginya. JiYong tak memperdulikan SeungRi lagi. JiYong masih akan melanjutkan misinya. Karena dia tak ingin kalah dari Yesung.
JiYong tak mengajak SeungRi bicara, SeungRi tetap berada di rumah itu, berusaha membuat Hyungnya mengerti, tapi JiYong sudah sangat kesal pada SeungRi. JiYong benar-benar tak percaya kalau adiknya sampai bisa menyukai Krystal.
***
                Suatu hari di atas bukit. SeungRi termenung hanya bersama Jaehyo. Hari ini SeungRi tak ingin mengikuti JiYong untuk memukuli orang lagi. Tak ingin berusaha menjadi mata-mata.
“Kau kenapa?” Tanya Jaehyo menatap SeungRi yang terlihat murung.
“Aku  hanya malas bergabung dengan perompak-perompak itu.” Jawab SeungRi.
“Bukankah kau juga perompak? Haha..”
“Ne, aku tahu.. haha.. tapi aku tak sekejam mereka bukan??”
“Haha.. tapi aku ingin bertanya padamu mengenai JiYong.”
“Tanya saja.” SeungRi masih menatap langit yang cerah siang itu.
“Bukankah dia sangat hebat. Tapi kenapa dia tidak langsung saja menyerbu istana?” Tanya Jaehyo penasaran.
“Aku tahu Hyungku sebenarnya tak ingin melakukan ini. Tanpa darah Krystal dia akan tetap awet muda, tanpa darah Krystal dia sudah akan panjang umur, dan tanpa apapun dari pulau ini dia sudah akan sangat hebat.”
“Lalu???”
“Dia hanya akan selalu menggagalkan apapun yang akan dilakukan Yesung. Dia akan melakukan lebih dulu dari Yesung. Dia pasti akan datang saat Yesung mulai menyerang. Hyungku memiliki dendam besar pada Yesung. Kalau dia ingin bunuh Yesung sekarang,dia pasti bisa melakukannya. Tapi dia lebih ingin membuat Yesung tersiksa dan marah terlebih dulu.” SeungRi menjelaskan pada Jaehyo.
“Memang apa yang dilakukan Yesung pada Hyungmu? Sampai dia sangat ingin membuat Yesung selalu gagal dan marah.” Tanya Jaehyo lagi.
“Yesung sudah membunuh kedua orangtua kita. Yesung melakukan semua itu saat Hyung belum sekuat ini, Yesung sangat kejam. Aku dan Hyung sangat ingin membunuhnya. Tapi Hyungku punya cara yang lebih kejam dari yang aku inginkan. Hyung kini sering mengambil apa yang Yesung miliki.”
“Ah! Aku tahu bagaimana perasaan Hyungmu! Kenapa kau tidak berfikiran sama dengan Hyungmu? Kau tak ingin merebut Krystal dari Yesung?”
“Aku rasa masalah hanya pada aku, hyung, dn Yesung. Jadi aku tak ingin melibatkan orang lain yang tak bersalah.” Kata SeungRi, mendengar kata-kata itu Jaehyo tersenyum. Setelah itu, SeungRi mengeluarkan ponselnya.
“Orang ini terus saja menghubungiku.huh!” SeungRi segera mematikan telp. dari seseorang yang sangat ingin ia lupakan.
“Kau mempunyai ponsel? Aku hanya pernah melihat Kyuhyun Hyung dan Krystal yang membawa alat itu. Aku belum pernah menyentuhnya. Apa aku boleh pinjam?” Jaehyo penasaran sekali dengan benda persegi panjang yang dipegang oleh SeungRi itu.
“Ini..” SeungRi meminjamkan ponselnya pada Jaehyo.
“Apa kau tak punya? Keterlaluan sekali.. apa dipulau ini tak menjual ponsel?” Lanjut SeungRi heran.
“Ne, aku tidak punya. Mungkin ada yang menjualnya, tapi aku tak punya cukup uang untuk membelinya. Aku.. Baro.. Youngjae.. dan Sehun tak akan pernah berfikir untuk hal yang muluk-muluk. Kita hanya berfikir bagaimana caranya kita bisa makan besok.” Jawab Jaehyo masih memperhatikan ponsel SeungRi.
“Bukankah ini Diamonds Island.. kalian punya banyak berlian. Pergunakan itu dan kalian akan kaya.” Kata SeungRi.
“Mengambil berlian tak semudah yang kau bayangkan. Dan.. siapa Cha Yoori? Ada namanya disini?” Tanya Jaehyo tiba-tiba seraya menunjukkan nama Cha Yoori di dalam ponsel SeungRi.
“Itu panggilan masuk. Dia yang tadi berusaha menghubungiku.” Jawab SeungRi sedikit malas-malasan.
“Kekasihmu?” Tanya Jaehyo.
“Bukan, dia mantan kekasihku.. aku sangat membencinya sekarang. Dia meninggalkanku demi Minhyuk. Minhyuk anggota perompak selatan. Kau tahu?” Tanya SeungRi, dan Jaehyo menggeleng pelan masih dengan memainkan ponsel SeungRi.
“Mmm.. Jaehyo-ssi, kau tahu berapa nomor ponsel Krystal?” Tanya SeungRi tiba-tiba, dan membuat Jaehyo menatap SeungRi penuh Tanya.
“Apa Kau menyukai Krystal?” Tanya Jaehyo.
“Sepertinya aku memang menyukai Krystal.”
“Kau tidak tahu kalau Sehun sangat menyukai Krystal? Bahkan sejak kecil..”
“Mwo? Tapi aku benar-benar menyukainya. Bagaimana?”
“Ya, dekati saja kalau kau mau. Lagipula aku kurang setuju kalau Krystal dengan Sehun. Aku merasa mereka sangat tak cocok. Tapi.. kalau kau menyukai Krystal pasti akan banyak yang menentang. Kau akan direpotkan jika seperti itu. Kau sudah siap??”
“Aku siap. Sangat siap.” SeungRi memang sudah jatuh cinta pada Krystal, entah mengapa itu bisa terjadi pada SeungRi.
                Lalu saat masih mengobrol, suara tembakan mengagetkan SeungRi dan Jaehyo. Saat SeungRi dan Jaehyo melihat ke arah suara tembakan itu ternyata Krystal sedang di kejar-kejar oleh Yongguk dan Wooyoung. Jaehyo sangat panik. SeungRi menyuruh Jaehyo untuk tetap diam, sedangkan dia segera menghampiri Yongguk dan Wooyoung.
Dengan tembakan ke udara yang dilepaskan SeungRi. Wooyoung dan Yongguk seketika menoleh kearah SeungRi. Krystal bersembunyi di balik pohon yang lumayan besar, cukup untuknya bersembunyi, jaraknya masih sangat dekat dengan Wooyoung, Yongguk, dan SeungRi berdiri.
“Kau????” Yongguk dan Wooyoung terkejut melihat SeungRi ada dihadapannya, dan tak sedang bersama dengan JiYong. Wooyoung menatap cemas disekitar ia berdiri, Wooyoung takut kalau tiba-tiba JiYong berada disitu.
“Jangan kejar gadis itu!” Kata SeungRi.
“Hey SeungRi! Bukankah kau adik JiYong. Kau juga akan meminum darahnya kan? Kenapa kau sekarag ingin melindunginnya???!” Tanya Wooyoung.
“Terserahku mau berbuat apa? Intinya aku tidak mau melihat kau dan teman-temanmu menyakiti gadis itu! Atau aku sendiri yang akan membunuh kalian.” Kata SeungRi lantang. Sementara dibalik pohon Krystal mendengar semua yang dibicarakan SeungRi dan Wooyoung barusan. Disitu Krystal tahu sekarang, kalau SeungRi yang ia temui beberapa hari yang lalu itu ternyata juga anggota dari perompak jahat. Dan dia lebih terkejut saat tahu kalau ternyata perompak-perompak itu ingin membunuh dan meminum darahnya. Krystal menangis ketakutan, dia mengeluarkan ponselnya perlahan dan mengirimkan pesan pada Kyuhyun.
“Kau bisa apa???!!!” terdengar suara Yongguk keras membuat Krystal semakin gemetar.
“Kau meremehkanku??” SeungRi terlihat sangat kesal.
“Kau tanpa JiYong bukanlah apa-apa.” Yongguk memandang remeh SeungRi yang kemudian dengan cepat melepaskan tiga tembakan ke dada Wooyoung dan satu tembakan di lengan Yongguk.
“Wooyoung!!” Yongguk berteriak melihat temannya sudah tergeletak. Yongguk menembakkan kearah SeungRi tapi kali ini SeungRi selamat. Mereka sempat saling memukul dan berkelahi, Yongguk sudah terluka tapi dia masih berusaha menahan SeungRi. SeungRi berhasil melempar pistol Yongguk, kini Yongguk hanya dengan tangan kosong. Tapi tetap saja berhasil memukul SeungRi berkali-kali. SeungRi sudah tergeletak di tanah karena Yongguk memukulnya tanpa henti, saat Yongguk akan memukul SeungRi dengan batang kayu besar. Suara tembakan itu terdengar lagi. Kini tepat di dada Yongguk. Yongguk tersungkur seketika, bukan SeungRi yang melakukannya tapi…. Krystal.
                Krystal menemukan pistol Yongguk yang tadi dibuang SeungRi. Dengan sangat gemetar setelah berhasil menembak Yongguk, Krystal menjatuhkan pistolnya ke tanah dan akan berlari pergi. Melihat hal itu, SeungRi yang masih lemah berusaha mengejar Krystal. SeungRi memanggil Krystal untuk berhenti tapi Krystal terlihat sangat ketakutan melihat SeungRi karena omongan Wooyoung yang tadi ia dengar. Berkali-kali Krystal terjatuh tapi dia kembali berlari.
                Walau pandangan SeungRi sedikit kabur tapi ia berusaha sekuat tenaga mengejar Krystal yang juga terus berlari walau SeungRi terus mengejarnya. Sampai akhirnya SeungRi mampu meraih tangan Krystal yang mau tidak mau Krystal berhenti.
“Kenapa menjauhiku?” Tanya SeungRi.
“Kau akan membunuhku kan?? Aku sudah mendengar semuanya!” kata Krystal seraya mencoba melepaskan tangan SeungRi dari tangannya, tapi SeungRi memegang tangan Krystal dengan kuat.
“Aku tidak seperti yang di katakan Wooyoung. Kau tak akan mengerti sebelum aku menjelaskannya.” SeungRi berusaha membuat Krystal berhenti memberontak, sesungguhnya SeungRi tak ingin menyakiti tangan Krystal.
“Krystal dengarkan aku. aku berbeda dengan mereka. Justru aku ingin melindungiku. Aku mohon jangan menghindar dan takut padaku. Aku tak akan menyakitimu. Percayalah..” SeungRi sedikit menunduk, muka mereka sangat dekat. Namun Krystal terlihat sangat ketakutan. SeungRi memegang pipi Krystal, berusaha terus meyakinkan Krystal tapi Krystal masih belum percaya karena dia juga belum mengenal SeungRi terlalu jauh. Karena melihat tangan Krystal yang memerah, SeungRi melepaskan Krystal. Dan pas sekali, Kyuhyun datang bersama Gongchan dan Minwoo. Krystal segera bersembunyi dibalik tubuh Minwoo.
“Apa yang kau lakukan pada Krystal?!” Kyuhyun membentak SeungRi.
“Aku tak melakukan apa-apa padanya. Kalian jangan salah sangka.” Jawab SeungRi. Tapi Kyuhyun, Gongchan dan Minwoo terlihat sudah menyiapkan pistolnya.
“STOP! Oppa.. hajima! Jangan lakukan itu pada SeungRi.” Tiba-tiba Krystal melarang Kyuhyun dan yang lain untuk menembak SeungRi. Entah mengapa saat itu Krystal merasa kasihan melihat SeungRi yang sudah babak belur, tanpa senjata harus melawan tiga prajuritnya itu, meskipun dia takut pada SeungRi tapi hatinya tak bisa melihat SeungRi terluka saat itu.
“Pergilah kau! Jangan pernah menampakkan dirimu lagi dihadapanku!” kata Krystal membuat SeungRi sedih.
“Aku tak seperti yang kau bayangkan….” Kata SeungRi lirih menatap Krystal dan tiga prajuritnya itu mulai menjauh dan semakin lama semakin tak terlihat.

I love you
Baby I’m not a Monster
Neon aljanha yejeon nae moseubeul shigani chinamyeon sarajyeo beoril tende
Keu ttaen al tende Baby
I need you
Baby I’m not a Monster
Nal aljanha ireohke kajima neo majeo beorimyeon nan jugeobeoril tende
I’m not a Monster
………………………………………………………………….

***
*Krystal POV
                Semenjak kejadian itu aku menjadi tidak tenang, aku bingung.. harusnya aku biarkan saja dia mati, melihat tatapannya dan dia yang mulai lemah, aku tak ingin dia mati, justru ingin melindunginya. Semua keluargaku, Baekhyun, dan prajurit istana menyuruhku untuk menjauhinya. Bahkan aku sendiri memang sudah tahu kalau dia adalah seorang perompak yang mengacau pulau ini. Tapi aku rasa dia memang berbeda. Apa yang dipikirkan lagi olehnya saat itu? Kalau dia jahat dia pasti akan langsung membunuhku. Aku tahu sekarang kalau aku yang mereka cari. Tapi SeungRi tak melakukan itu padaku.
Aku menatap jalanan depan istana yang bisa terlihat dari jendela kamarku. Aku tak melihat SeungRi tiga hari ini, biasanya aku melihatnya bersama Jaehyo, Baro, Youngjae, dan Sehun. Apa dia baik-baik saja? Ahh… untuk apa aku memikirkannya.
“Krystal..” Suara Nichkhun oppa yang masuk ke kamarku.
“Ne, ada apa oppa?” Tanyaku.
“Ayo makan sekarang.” Ajak Oppaku itu.
“Aku tidak lapar oppa..”
“Kau terlihat murung akhir-akhir ini. Tanganmu sudah membaik?”
“Aku baik-baik saja Oppa.. aku hanya memikirkan seseorang. Apa aku boleh keluar istana sekarang?” Tanyaku dengan sangat berharap kalau Nichkhun oppa mengizinkan.
“Tidak! Kau sudah sangat ceroboh saat itu. Kau ini ada pada posisi sangat terancam. Sekali saja kau salah langkah kau mungkin tak akan bisa kembali lagi kesini. Aku tidak mau itu terjadi.”
“Oppa… aku mohon…”
“Krystal! Kau ini susah sekali diberitahu. Kalau kau ingin keluar, nanti saja saat Hongki sudah menganggur dia akan menemanimu. Jangan pergi sendiri sangat bahaya.”
“Ahh Oppa! Aku tidak ingin ditemani. Aku hanya pergi ke rumah Jaehyo. Ada yang ingin aku bicarakan. Lagipula rumah Jaehyo hanya 60 meter dari istana. Aku akan baik-baik saja. Percayalah..” aku terus memohon. Nichkhun oppa menghembuskan nafas dan menggeleng pelan melihat kelakuanku.
“Baiklah.. tapi hati-hati.” Jawab Nichkhun oppa membuatku sangat senang.Aku memeluk Nichkhun oppa.
“Makanlah dulu sekarang baru boleh keluar.”
“Tapi jangan beritahu yang lain ne oppa.” Kataku.
“Ye! Kaja ke ruang makan.” Nichkhun oppa segera keluar dari kamarku dan aku mengikutinya. akhirnya.... untungnya kakakku ini mudah diajak berkompromi, berbeda dengan Siwon oppa. haha..
***
*Author POV
“Bagaimana bisa Yongguk dan Wooyoung tertembak. Kalian tahu siapa yang melakukan semua ini??” Yesung menggebrak meja di depannya.
“Kita tidak tahu pasti. Tapi kita menemukan ini. Bukankah ini milik perompak Timur?” Tanya Donghae seraya menunjukkan sebuah kalung yang ia temukan dekat dari ditemukannya Wooyoung dan Yongguk yang sudah tak bernyawa.
“Shit! Terkutuk kau JiYong! Aku akan membalas semua ini! Anak kecil itu sudah membuatku sangat marah!” mata Yesung memerah.
“Hyung! Kita tidak boleh tinggal diam.” Kata Taemin masih dengan menenangkan Hyunah yang terlihat sangat sedih karena kehilangan kekasihnya ‘Wooyoung’.
“Tentu saja. Kita akan balas perlakuan mereka. Malam ini kita harus cari tempat persembunyian perompak timur.” Kata Yesung mengepalkan telapak tangannya.
“Tapi ini aneh Hyung.” Kata Minho tiba-tiba.
“Aneh??” Tanya Donghae,Hyunah, dan Taemin bersamaan.
“Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri perompak timur tidak berjalan kearah bukit itu sama sekali. Aku yang mengawasi mereka selama ini.” Kata Minho masih sambil mengingat-ingat dimana saja dia melihat JiYong.
“Apa kau yakin mereka lengkap saat itu?” Tanya Donghae.
“Aku tak yakin..” Minho memang tak memastikan mereka lengkap saat mengikuti setiap hari.
“kalau begitu ini masih bisa saja terjadi. Ada beberapa perompak timur yang tak bergabung bersama JiYong. Kita harus lebih hati-hati.” Kata Donghae.
                Malamnya Yesung dan semua perompak utara berhasil menemukan persembunyian Jiyong. Mereka mendobrak rumah kecil itu dengan kasar. Mengobrak-abrik ruangan-ruangan di rumah itu. Membunuh dan memukuli anak buah JiYong yang berada disana. Tapi sayangnya JiYong sedang di luar rumah.
“Dimana JiYong??” Yesung mencekik leher salah seorang perompak Timur.
“me.. me.. mereka keluar rumah mala mini.” Jawab perompak itu terbata-bata karena mulai tak kuat dengan rasa sakit karena perilaku kasar Yesung yang mencekik lehernya.
“Kalian berani-beraninya menbunuh Yongguk dan Wooyoung. Ayo lawan aku kalau berani!” Yesung menatap tajam satu persatu yang masih tersisa.
“Kita tak membunuh anggotamu sama sekali akhir-akhir ini.” Kata salah satu perompak timur.
“Kami menemukan ini. Kau tahu ini milik siapa? INI JELAS-JELAS MILIK PEROMPAK TIMUR!!!!!!” Donghae menunjukkan kalungnya.
“Kalung itu?” salah seorang perompak timur heran dan seperti mengetahui kalung itu milik siapa.
“Kau tahu ini milik siapa???? Katakan sekarang!!!” bentak Donghae lagi mulai mendekati perompak itu.
“Aku tidak akan mengatakannya.” Jawab perompak itu melindungi SeungRi, padahal dia tahu kalau kalung itu milik adik Kwon JiYong.
“Katakan sekarang atau aku akan membunuhmu.” Donghae mulai mengeluarkan pistolnya dan mengarahkan ke kepala perompak timur itu.
‘brak!’ suara keras dari pintu ruang tamu yang terbuka keras. Semua menoleh ke pintu itu. Dan……

~continue


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar