Minggu, 06 Januari 2013

Fan Fiction ~ Diamonds Island Part 5




Tittle : Krystal (Diamonds Island) Part 5.
Author : Mutiara Dini (Kwon Yura/araraa)
Cast :
Cast : Krystal f(x) as Princess Krystal , SeungRi Bigbang as SeungRi, G-Dragon Bigbang as Jiyong,  Yesung SJ as Yesung, Zico Block B as Zico, B-Bomb Block B as Minhyuk, Kyuhyun SJ, Yonghwa CN Blue, Hongki Ft.Island, Himchan B.A.P (was died), Jaehyo Block B, Youngjae B.A.P, Sehun Exo-K, Baro B1A4, and other… (lihat yang lebih lengkap di part1)
Warning : maaf gaje XD, dilanjutin kalo ada yang baca… hehe~ banyak Typo(s) .
Genre : fantasy.

-Happy Reading-

‘Brakkk!!!’ pintu itu terbuka dan seketika tiga anak buah Yesung terkena tembakan dari Taeyang, Daesung, dan Chaerin. Yesung sudah bersiap2 melepaskan tembakannya tapi…
“Jangan lakukan! Atau aku akan memastikan malam ini perompak utara akan habis ditanganku.” Kata JiYong. Lalu entah apa yang dipikirkan Yesung, dia menurunkan pistolnya seperti mentalnya tergoyahkan oleh kata-kata JiYong, JiYong tersenyum licik melihat hal itu.
“Apa yang kau lakukan disini? Kau sudah puas membunuh anak buahku?” Tanya JiYong lalu tersenyum kecil pada Yesung.
“Harusnya aku yang Tanya padamu! Apa yang kau lakukan di pulau ini???? Dan kenapa salah satu dari kalian membunuh Wooyoung dan Yongguk???!” Yesung berbicara keras, nyaris membentak, padahal JiYong berkata sangat santai. Mendengar perkataan Yesung mengenai pembunuhan Wooyoung dan Yongguk, JiYong hanya mengerutkan dahinya, karena dia sendiri tak mengerti akan hal itu. SeungRi yang ada dibelakang JiYong menelan ludahnya seketika.
“Aku kesini tentu sama dengan apa yang kau lakukan disini. Mencari Krystal.” Kata JiYong masih dengan nada santai dan tatapan tajamnya pada Yesung. Yesung mengepalkan telapak tangannya.
“Apa tidak boleh??” Tanya JiYong seraya memainkan pistolnya. Yesung terlihat semakin emosi.
“Untuk masalah Wooyoung dan Yongguk, aku bahkan tak pernah bertemunya beberapa hari ini. Jadi bagaimana bisa kau menyimpulkan kalau yang melakukan pembunuhan itu adalah perompak timur??” Lanjut JiYong. Yesung melirik Donghae untuk menunjukkan kalung yang Donghae temukan. JiYong menatap kalung itu tak percaya lalu menatap SeungRi yang ada di belakangnya.
“Aku yang melakukannya..”  kata SeungRi.
“Kau??” Chaerin, Daesung, SeungHyun dan Taeyang seperti tak percaya. SeungRi tak biasanya seperti itu. Bahkan dulu saat JiYong yang menyuruhnyapun SeungRi sering menolak untuk membunuh.
“Aku hanya membela diri. Mereka yang akan membunuhku lebih dulu. Kalau aku tak membunuh mereka, aku yang akan terbunuh. Lagipula kalian juga selalu mulai duluan, tapi akan marah jika dibalas! Kalau kalian ingin perang. Perang saja. Kalian sudah terlalu lama berjalan sesuka hati dengan ketentuan yang kalian buat sendiri. Kembalikan kalungku!” kata SeungRi tegas. JiYong tersenyum kecil melihat kelakuan adiknya. SeungRi terlihat lebih berani ketimbang biasanya yang selalu berlindung di ketiak JiYong.
“Jadi itu yang kau mau anak kecil???!” Yesung menembak ke arah SeungRi tapi Seunghyun menarik SeungRi dan JiYong segera melepas tembakan juga ke arah Yesung, tapi Yesung menghindar sehingga tembakan itu mengenai Taemin.
“Taemin-ah!” Hyunah berteriak dan terduduk di samping Taemin yang begitu cepat terkena tembakan. Hyunah menangis.
“Kau mau semua anggotamu mati malam ini???!” Tanya JiYong mulai emosi.
“Sudah aku bilang jangan mencoba membunuh perompak timur! Atau aku sendiri yang akan membunuh kalian semua sekarang juga!!!!!!!!!!!!!!!!” kata JiYong mengarahkan pistolnya ke arah perompak utara satu persatu.
“Lebih baik kalian keluar sekarang. Pergi dari sini.” Kata Seunghyun.
“Aku akan balas perlakuan kalian suatu saat!” kata Yesung lalu segera pergi. Diikuti semua perompak utara. Minho menggendong tubuh Taemin yang sudah tak bernyawa. :’(
***
                Besoknya tanpa pengawalan dari siapapun, Krystal dengan beraninya malam itu berjalan santai menuju rumah Jaehyo. Rumah Jaehyo memang tak terlalu jauh dari istana. Karena kemarin tidak bisa, jadi Krystal baru hari ini bisa ke rumah Jaehyo.
‘tokk tokk!’ Krystal mengetok pintu rumah Jaehyo dua kali dan pintu itu segera terbuka disambut dengan muka Sehun yang melongo melihat Krystal ada dihadapannya. Mengapa Sehun? Bukankah ini rumah Jaehyo? Haha.. Sehun memang sering menginap di rumah Jaehyo.
“K.. k… k… k…” Sehun mendadak gagap.
“Krystal….” Kata Krystal meluruskan kata-kata Sehun.
“Apa ada Jaehyo Oppa di dalam?” Tanya Krystal.
“Mwo???” Sehun tak percaya kalau Krystal menanyakan Jaehyo.
“Minggir.. aku mau masuk..” Krystal mendorong pelan bahu Sehun. Sehun menjadi sangat gugup. Sehun segera menutup pintu dan kemudian menyusul Krystal yang berjalan ke ruang tengah untuk menemui Jaehyo.
“Oppa..” Krystal menyapa Jaehyo yang sedang asik memakan beberapa makanan camilan.
“Krystal?? Apa yang kau lakukan disini? Kau sendirian?” Tanya Jaehyo cemas.
“Iya aku sendirian.. rumahmu tidak jauh dari istana. Aku tidak mau merepotkan Hongki oppa kalau hanya untuk mengantar kerumahmu saja.” Kata Krystal.
“Duduklah.. kau ada perlu apa sampai ke rumahku? Tidak biasanya.” Jaehyo mempersilahkan Krystal untuk duduk. Tapi Krystal masih celingukan.
“Kau mencari siapa? Aku disini..” kata Sehun tiba-tiba.
“Siapa kau? Aku tidak mencarimu.” Kata Krystal yang selalu berkata sesuka hatinya. Sehun terdiam seketika.
“Apa SeungRi oppa ada disini?” Tanya Krystal. Sehun melotot tak percaya. Jaehyo juga.
“Kau mencari SeungRi? Untuk apa?” Tanya Jaehyo.
“Aku hanya merasa bersalah sudah membentaknya. Aku tahu dia perompak. Tapi dia sudah menyelamatkan nyawaku. Aku belum berterimakasih pada SeungRi.”
“Aku tak tahu kapan dia akan menemuiku lagi. Tapi dia punya ponsel seperti yang kau punya. SeungRi sempat menanyakan nomor ponselmu. Tapi karena aku tidak punya jadi aku tidak bisa memberikan nomormu padanya.” Kata Jaehyo.
“Apa-apaan ini???” gerutu Sehun. Tapi Jaehyo dan Krystal tidak mempedulikan Sehun.
“Dia punya ponsel? Ahh.. kalau nomor ponselnya apa kau punya?” Tanya Krystal.
“Tidak punya…” jawab Jaehyo lesu.
“Aigoo aigoo… kau ini bodoh sekali oppa..huhhhh…….” Krystal mendengus kesal.
“Dia terburu-buru berlari menyelamatkanmu saat itu.” Jaehyo menjelaskan.
“Sebenarnya ada apa dengan SeungRi? Dari yang aku dengar sejak tadi sepertinya dia menyukai Krystal. Menyebalkan!” kata Sehun.
“Sepertinya SeungRi memang menyukai Krystal, dia mengatakan sendiri padaku.” Kata Jaehyo.
“Jinjja?” Krystal masih tak percaya.
“Ah! Anak itu benar-benar! Apa dia tidak tahu kalau aku juga menyukai Krystal???????!” Sehun mondar-mandir seperti biasa dengan sangat berlebihan.
“Kau menyukaiku??” Tanya Krystal heran. Karena dia baru mendengarnya.
“Eh?” Sehun menggaruk-garuk kepalanya.
“Ah kau ini! Aku tidak menyukaimu.” Kata Krystal. Sehun lemas.
“Hahahahahaha” Jaehyo malah tertawa.
“Kenapa kau ketawa? Sahabat macam apa kau ini?” kata Sehun.
Beberapa saat kemudian…..
“Hyung! Buka pintunya! Buka pintunya!” terdengar suara namja di depan pintu rumah Jaehyo.
“Sehun tolong buka pintunya..” Jaehyo menyuruh Sehun. Tapi Sehun menolak karena masih kesal, “Aku tidak mau!”
“Ah! Menyebalkan sekali Tuan Oh ini!” kata Jaehyo yang kemudian berdiri dan membuka pintu rumahnya sendiri. Saat dibuka, ternyata Minwoo dan JiYeon yang terlihat ketakutan.
“Bagaimana bisa kau tahu rumahku? Kau prajurit trainee itu kan?” Tanya Jaehyo.
“Ah hyung… kau lupa.. aku pernah kemari sebelumnya dengan Yonghwa Hyung.. aku juga bukan trainee lagi. Aku sudah menjadi prajurit istana. Apa aku boleh masuk? Ini darurat. Aku tidak membawa senjata satupun, dan aku melihat JiYong berjalan kearah ini.” Kata Minwoo.
“Mwo?? Baiklah cepat masuk!” Jaehyo segera mengunci pintu rumahnya setelah  Minwoo dan JiYeon masuk.
***
*SeungRi POV
                Malam ini kita perompak timur kembali berkeliling-keliling pulau. Melihat keadaan dimana Yesung mungkin bisa saja menyerang.
                Saat kita sudah dekat istana aku menoleh ke kiri dan melihat rumah Jaehyo. Ingin sekali ke rumah Jaehyo tapi tentu belum bisa sekarang. Tiba-tiba JiYong Hyung menghentikan langkahnya diikuti dengan yang lain termasuk aku. Astaga.. apa JiYong Hyung sedang membaca pikiranku? Mengapa harus berhenti tepat di depan rumah Jaehyo.
                Aku diam, berusaha tak memikirkan apapun, tapi tidak bisa. Perlahan aku melihat kaki JiYong Hyung mulai berbelok mengarah ke rumah Jaehyo. Perasaanku mulai tak enak. Aku berusaha tetap santai dan terus mengikuti Hyung.
“Mau kemana?” Tanya Taeyang Hyung.
“Seperti ada Krystal di dalam rumah ini.” Kata JiYong Hyung menunjuk rumah Jaehyo. Aku hanya tetap berdoa sekarang semoga Krystal tidak ada di dalam rumah Jaehyo.
“Lihatlah sekeliling apa ada perompak utara di sekitar sini.” JiYong Hyung menyuruh kita mengawasi sekitar rumah Jaehyo.
“SeungRi! Ikut aku.” Jiyong Hyung menunjukku. Ahh.. jangan saja terjadi keributan disini. Aku mengayunkan tanganku pelan di depan pintu itu. Dan pintu itu terbuka dengan sendirinya. Aku tahu JiYong Hyung pasti akan menyuruhku untuk ini. Aku bisa membuka pintu yang terkunci. Kalau aku menjadi pencuri bukankah akan sangat mudah untukku. Sayangnya aku bukan orang jahat. Kalau tidak karena JiYong Hyung, aku tidak akan melakukan ini.
“Keluar kalian!” kata JiYong Hyung. Selama satu menit tak ada yang keluar. JiYong Hyung mengulangi kata-katanya sampai tiga kali, hingga membuatnya harus berteriak. Akhirnya aku melihat Sehun yang keluar. Anak ini ada disini juga rupanya.
“Annyeonghaseyo…” Sehun membungkuk pada kita.
“Kalian ingat aku? Aku sehun si pengendali udara.” Kata Sehun membuat semua perompak timur mengerutkan dahinya tak terkecuali JiYong.
“Ah.. aku tak menyangka kalian melupakan aku dengan cepat. Hehe..” kata Sehun setelah melihat ekspresi perompak timur yang kebingungan.
“Bawa Krystal keluar!” kata JiYong Hyung.
“Dia tidak ada disini.. percayalah..” kata Sehun terlihat gugup, tentu saja JiYong Hyung bisa membaca pikiran Sehun dengan mudah.
“Bawa Krystal kesini sekarang atau aku akan mengakhiri hidupmu!”  JiYong Hyung mengeluarkan pistolnya dan mengarahkannya ke Sehun.
“B.. B.. Baiklah.. turunkan pistolmu.. aku terlalu muda untuk mati.” Kata Sehun lalu masuk. Setelah lima menit, dan benar saja.. kini aku justru melihat Jaehyo dan Krystal. Dadaku sesak, bagaimana ini? Krystal menatapku. Kau harus melakukan sesuatu SeungRi atau kau akan kehilangan Krystal malam ini.
JiYong Hyung mulai menarik tangan Krystal, dia berusaha menolak tapi JiYong Hyung tetap memegangi tangan Krystal. Jaehyo menatapku seakan ingin mengatakan kalau aku harus menyelamatkan Krystal.
“Berhenti. Lepaskan!” aku melepaskan tangan JiYong Hyung dari tangan Krystal. Dan kini aku yang menggenggam tangan Krystal.
“Apa yang kau lakukan SeungRi-ya!” kata Daesung Oppa.
“Aku tidak mau kalian menyakiti Krystal!” kataku memberanikan diri. Aku tidak peduli kalaupun aku harus mati malam ini ditangan Hyungku sendiri. Taeyang Hyung menyuruhku untuk lari sekarang, mungkin dia tahu kalau JiYong Hyung pasti akan membunuhku kalau aku tidak cepat lari. Aku menggandeng tangan Krystal dengan erat lalu menariknya untuk segera berlari. Beberapa tembakan yang aku tidak tahu apakah itu dari Daesung Hyung atau Seunghyun hyung atau bahkan dari JiYong Hyung berkali-kali hampir mengenai tubuhku dan juga tubuh Krystal, tapi kita beruntung karena berhasil selamat.
                Kini kita ada di rumah Youngjae. Lutut Krystal berdarah karena sempat terjatuh. Aku dan Youngjae mengobati luka Krystal. Dia menatapku, matanya memerah seperti akan menangis.
“Kau kenapa? Lukamu terlalu sakit? Apa kita harus ke rumah sakit?” Tanyaku.
“Aku sedih, karena banyak orang yang ingin membunuhku.” Jawab Krystal. Aku mengerti bagaimana perasaannya.
“Tenanglah.. aku yang akan menjagamu.” Kata-kata itu keluar dengan sendirinya dari mulutku. Aku tersenyum padanya. Dia tidak seharusnya seperti ini, ini semua salah Yesung.
“Aku juga akan menjagamu.” Kata Youngjae seraya memberikan satu gelas teh hangat untuk Krystal.
“Sudah kau lihat Krystal? Meskipun banyak yang menginginkan kau untuk meninggal. Tapi banyak juga yang ingin menjagamu.” Kata Youngjae lagi. Lalu pandanganku tertuju pada luka robek di tangan kiri Youngjae. Luka itu sangat dalam tapi Youngjae terlihat sangat baik dalam menyembunyikan rasa sakitnya.
“Kenapa Tanganmu?” tanyaku pada Youngjae.
“Seperti biasa.. ini ulah perompak selatan.” Jawab Youngjae. Ahh.. sudah kuduga. Perompak selatan lagi.
“Biasanya kau bersembunyi?” Tanyaku lagi.
“Aigoo.. kau harus ke rumah sakit Youngjae-ya..” kata Krystal.
“Aku baik-baik saja. Akhir-akhir ini kita sering bertemu perompak selatan. Mereka mengambil semua hasil berlian yang sudah susah payah kami ambil dari gua. Kalau tidak, mungkin aku, Baro, Jaehyo, dan Sehun sudah mati.” Youngjae menjelaskan sambil masih mengobati luka Krystal.
“Ah perompak-perompak bodoh itu. Mereka memang lebih nekat dari perompak utara. Dari tujuh tembakan yang pernah aku rasakan. Selain 2 tembakan dari Minho dan Yongguk. Lima lainnya dari tembakan perompak selatan. Dua dari Minhyuk, satu dari Yukwon, satu dari Taeil, dan satu dari Zico. Huahhh…. Satu tembakanpun belum pernah aku sarangkan ke tubuh mereka.” Kataku menghembuskan nafas kesal.
“Tujuh??” Krystal dan Youngjae menatapku.
“Dan kau masih hidup sampai sekarang?” Tanya Youngjae.
“Semua peluru sudah keluar dari tubuhku. Aku sudah terbiasa dengan tembakan. Aku pasti akan sembuh lagi kalau tidak terlambat mengeluarkan pelurunya. Hehe..” aku mencoba mencairkan suasana. Namun tiba-tiba ponselku berdering. Ahh.. Cha Yoori lagi. Bagaimana ini? Ada Krystal, aku tidak mau kalau Krystal mengira Yoori itu kekasihku.
“Siapa?” Tanya Krystal mencoba menengok ke arah ponselku, tapi tentu saja aku mencoba menyembunyikannya.
“Bukan siapa-siapa.” Jawabku singkat, kini aku kantongi saja ponselku yang masih bergetar.
“Angkat saja Hyung.. siapa tahu penting.” Kata Youngjae. Lalu dengan seenaknya Krystal mengambil ponselku di saku jaketku.
“Andwae..” kataku seketika.
“Cha Yoori??? Kekasihmu?” Tanya Krystal.
“Bukan..” kataku lemas.
“Baiklah. Yoboseyo ..” Krystal mengangkat telpon dari Yoori.
“Siapa kau? Apa? Kalau aku memegang ponsel SeungRi, kau simpulkan sendiri aku ini siapa.” Kata Krystal. Aku tidak tahu apa yang mereka bicarakan. Yang jelas aku tahu kalau Krystal berkata kalau dia adalah kekasihku pada Yoori. Aku senang sekali. Andaikan ini kenyataan. Kenyataan kalau Krystal adalah kekasihku.
“Oppa, dia mau bicara sebentar denganmu.” Krystal menyerahkan ponselku.
“Ne, ada apa??!” kataku sangat malas harus mendengar suara Yoori lagi.
“Oppa… kenapa tidak pernah mau mengangkat telpon dariku? Aku hanya ingin mengetahui kabarmu.” Kata Yoori di dalam telpon.
“Kenapa masih peduli? Apa kabar Minhyuk? Apa dia masih hidup? Pedulikan saja dia. Aku selalu baik-baik saja. Karena kekasihku yang baik selalu mempedulikan aku. jangan hubungi aku lagi. Karena kekasihku akan memarahimu kalau kau terus menghubungiku. Bye!” aku segera menutup telponnya.
“Gomawo Krystal.” Kataku.
“Cheonmaneyo..” katanya pelan, lalu dia memegang tangan YoungJae yang terluka.
“Aku baik-baik saja tuan putri.” Kata Youngjae.
“Kita harus balas perlakuan perompak yang melukai tangan Youngjae.” Kata Krystal lagi.
“Ya, kita akan membalasnya.” Kataku.
***
*Author POV
                Seminggu kemudian di tepi danau, Kyuhyun dengan setangkai mawarnya sudah duduk menunggu kedatangan Han Yuri. Kyuhyun berencana menyatakan perasaannya pada Yuri. Setelah lama menunggu, akhirnya Yuri datang. Tanpa terlalu lama basa-basi Kyuhyun menyatakan perasaannya pada Yuri. Yuri yang juga menyukai Kyuhyun, menerima Kyuhyun untuk menjadi kekasihnya. Kyuhyun memeluk Yuri karena bahagia.
                Ditempat lain Hongki juga mengutarakan perasaannya pada JiYeon, tapi sayang sekali Jiyeon tidak menerima Hongki walau Krystal juga sudah menyuruh JiYeon untuk menerima Hongki. JiYeon menyukai namja lain. Poor Hongki…
                Sepertinya hari ini adalah hari untuk menyatakan perasaan. Haha.. karena di rumah Baro, SeungRi akan menyatakan perasaannya pada Krystal. Mereka sedang memanggang ayam seperti yang sering mereka lakukan.
“Baro, kalau Hyungmu tahu aku disini. Dia pasti akan menghajarku.” Kata SeungRi.
“Dia tidak akan pulang cepat. Tenanglah..” kata Baro masih mengipas-ngipas ayamnya.
“Sehun! Ambilkan kecapnya!” kata Baro lagi memanggil Sehun yang malah sibuk memperhatikan Krystal. Dan tidak mendengarkan Baro.
“Aigoo aigoo… Oh Sehun! Sedang apa kau?? Kalau tidak mau membantu, jangan meminta ayamnya nanti!!!!!!” Baro bertolak pinggang dan memarahi Sehun.
“Ne!! kenapa tidak menyuruh SeungRi Hyung saja?!” Sehun mulai berdiri dan berjalan ke dapur.
“Jangan banyak bicara!” kata Baro. Kini SeungRi mendekati Krystal yang terdiam memainkan ponselnya.
“Sedang apa?” Tanya SeungRi.
“Tidak ada.” Jawab Krystal singkat.
“Kau cantik sekali hari ini.” SeungRi memandang wajah Krystal.
“Aku cantik setiap hari. Hehe..”
“Oppa.. kau tidak menemui Hyungmu?” Tanya Krystal.
“Tidak, aku masih ingin bersamamu.” SeungRi menatap mata Krystal dan tersenyum.
“Oppa, kau tak takut kalau Kyuhyun Oppa dan semua prajurit istana akan membunuhmu?” Tanya Krystal dengan muka sedih. Terlintas kata-kata Nichkhun di benaknya. Dua hari yang lalu, Nichkhun melihat Krystal sedang bersama SeungRi, dan Nichkhun memarahi Krystal.
“Tidak. Aku rela mati demi kau.” SeungRi menjawab dengan yakin.
“Kakakku melarangku untuk bertemu denganmu, semua keluargaku bahkan sudah tahu sekarang kalau aku sering bertemu denganmu. Nichkhun Oppa bilang kalau dia akan menyuruh prajurit istana untuk membunuhmu jika kau menemuiku lagi. Aku sedih.. aku ingin sekali menjauhimu tapi aku tidak bisa oppa..” Krystal menangis.
“Kau mau menjadi kekasihku Krystal?” Tanya SeungRi tiba-tiba.
“Oppa..” Krystal menatap SeungRi. SeungRi menghapus airmata Krystal dan memeluk Krystal.
“Krystal.. aku mencintaimu.. aku juga tidak mengerti mengapa aku ingin sekali melindungimu. Aku tidak ingin kau terluka. Aku ingin selalu ada di dekatmu Krystal.” Kata SeungRi sangat tulus.
“Aku juga menyukaimu oppa. Aku selalu merasa nyaman kalau aku berada di dekatmu. Kau memperlakukanku dengan sangat baik. Kau membuatku selalu memikirkanmu.” Krystal masih ada dipelukan SeungRi. Jaehyo dan Youngjae hanya tersenyum melihat SeungRi memeluk Krystal.
“Jadi apa kau mau aku menjadi kekasihmu? Aku ingin melindungimu Krystal. Aku tidak peduli kalaupun semua orang di istana akan membunuhku. Aku tidak peduli kalaupun Hyungku ataupun Yesung akan membunuhku. Aku akan melindungimu walaupun aku harus kehilangan nyawaku.”
“Oppa.. kau sangat baik. Aku mau jadi kekasihmu.. berjanjilah agar selalu bersamaku.”
“Aku berjanji Krystal. Tanpa kau minta, aku pasti akan selalu bersamamu. Gomawo..” SeungRi mencium kening Krystal. Mereka sudah menjadi sepasang kekasih sekarang. Di samping Baro, Sehun menggigit bajunya sendiri.
“Kau kenapa Babo??” Tanya Baro.
“Kau lihat Hyung.. apa yang mereka lakukan? Aku benar-benar patah hati.” Kata Sehun.
“Krystal menyukai SeungRi. Jadi kau harus terima kenyataan ini. Mungkin mereka sudah menjadi sepasang kekasih. Tidak usah sedih.. masih banyak gadis-gadis berkeliaran di pasar. Kau tinggal pilih saja mana yang kau suka. Besok aku yang antar.” Kata Baro menepuk bahu sahabatnya itu.
“Aku memang terlalu berharap. Krystal mana mungkin bisa menyukaiku..” Sehun menunduk.
“Akhirnya kau sadar juga. Lebih baik kau berhenti menyukai Krystal. SeungRi lebih pantas untuk Krystal daripada kau.” Kata Baro sangat cuek lalu beranjak dan berjalan kearah Youngjae dan Jaehyo. Baro membawa ayam yang sudah matang untuk dimakan bersama.
“Huahhhh Hyung! Kau ini! Itulah yang menyebabkan kau dan Kyuhyun Hyung tidak cepat punya pacar. Kau sangat menyebalkan!!!!!!!!!” Sehun berteriak.
“Kemari Sehun-ah! Ayo kita makan.” Ajak Youngjae.
“Tidak lapar! Nanti saja!” Sehun masih kesal pada Baro.
“Kau yakin?? Kita akan menghabiskan jatahmu kalau kau tidak segera kesini.” Teriak Jaehyo. Sehun terdiam dan sedikit melirik kearah Jaehyo.
“Sehun-ssi! Kenapa kau? Ayo makan bersama.” Ajak Krystal. Sehun masih terdiam.
“Yasudah. Biarkan saja dia. Dia mungkin akan memakan batu-batu dihadapannya itu. Kita habiskan saja makanan ini.” Kata Baro. Sehun tetap diam. Tapi beberapa detik kemudian…
“Ah! Tunggu!” Sehun berlari kearah yang lain karena takut tidak kebagian. Semua tertawa melihat tingkah Sehun.

~Continue


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar