Sabtu, 19 Januari 2013

Fan Fiction ~ Diamonds Island Part 7 (ENDING)




Tittle : Krystal (Diamonds Island) END.
Author : Mutiara Dini (Kwon Yura/araraa)
Cast : Krystal f(x) as Princess Krystal , SeungRi Bigbang as SeungRi, G-Dragon Bigbang as Jiyong,  Yesung SJ as Yesung, Zico Block B as Zico, B-Bomb Block B as Minhyuk, Kyuhyun SJ, Yonghwa CN Blue, Hongki Ft.Island, Himchan B.A.P (was died), Jaehyo Block B, Youngjae B.A.P, Sehun Exo-K, Baro B1A4, and other… (lihat yang lebih lengkap di part1)
Warning : maaf gaje XD, dilanjutin kalo ada yang baca… hehe~ banyak Typo(s) .
Genre : fantasy.

-happy reading-

*Author POV
“Ayo masuk!” Siwon menyeret Krystal untuk masuk ke dalam istana. Yonghwa berusaha membantu Krystal untuk menjelaskan pada Siwon. Tapi Siwon tak mau mendengarkan. Kyuhyun terlihat panik. Yang lain juga.
“Bagaimana ini? Kenapa Siwon Hyung bisa tiba-tiba ada di belakang Krystal?? ini gawat.” Kata Kyuhyun.
“Dia pasti mendengar semua yang kita bicarakan tadi. Huahhh.. ini salahku karena menyuruh Krystal untuk menceritakan pada kita.” Yonghwa mengacak-acak rambutnya sendiri.
“Nyawa SeungRi terancam. Kasihan dia..” pandangan Yoseob kosong. Ia memikirkan nasib SeungRi setelah ini.
“Aku harap Tuan Putri baik-baik saja..” JiYeon terlihat sangat menyesal.
“Ini pertama kalinya aku tahu kalau Krystal jatuh cinta.. tapi kenapa harus dengan SeungRi. Ini membuatnya ada di posisi yang sangat sulit, begitu juga SeungRi.” Baekhyun menatap kearah Istana.
“Bagaimana lagi.. ini sudah terjadi.” Hongki mendengus. Meneguk cepat minuman yang ada dihadapannya.
“Yasudah. Mau tidak mau kita semua pasti akan lebih bekerja keras untuk menjaga Tuan Putri. Dan kita juga pasti akan menerima perintah untuk membunuh SeungRi, tak lama lagi. Kita harus menyiapkan diri. Benar begitu kan JongUp??” kata Gongchan sangat santai dengan muka konyolnya.
“Mungkin.” Jawab JongUp polos. Kyuhyun memukul kepala Gongchan lagi.
“Ah! Hyung! Kenapa selalu memukul kepalaku?? Kalau eommaku sampai tahu. Kau akan habis dimarahinya!” Gongchan mengelus kepalanya.
“Kau pulang saja ke rumahmu! Jangan kembali kesini! Bagaimana bisa aku menerimamu! Aku sangat menyesal! Bisa-bisanya disaat seperti ini kau terlihat sangat santai!” bentak Kyuhyun.
“Lalu aku harus berkata apalagi Hyung?? Kalau memang Raja atau Pangeran menyuruhku untuk membunuh SeungRi. Apa aku harus menolak? Itu tidak mungkin.” Gongchan membela diri.
“Ya kita harus pikirkan bagaimana caranya agar Pangeran tak sampai menyuruh kita untuk membunuh SeungRi. SeungRi itu baik. Dia rela dimusuhi perompak Timur hanya demi Krystal. dia melindungi Krystal. kalau tidak ada dia, Sudah dari dulu Krystal mati ditangan JiYong atau anak buah Yesung.” Kata Kyuhyun.
“Kita lihat saja besok apa yang terjadi Hyung. Aku harap semua tidak seperti yang kita bayangkan.” Kata Yoseob menatap Kyuhyun.
               Besoknya Krystal terlihat berjalan sendiri di pelataran istana. Matanya bengkak seperti sudah menangis semalaman. Dengan pakaian warna putihnya dia melangkah sangat gugup. Baekhyun melihat sahabatnya itu dan segera menghampirinya.
“Gwenchanayo?” Tanya Baekhyun.
“Ne, Gwenchana..” jawab Krystal pelan.
“Kau mau kemana? Aku temani ya..”
“Aku ada urusan penting. Nanti saja aku ceritakan. Jangan halangi aku. kau lihat keatas, Nichkhun Oppa mengawasiku. Kalau kau tidak mau terjadi apa-apa dengan pekerjaan ayahmu, kau minggir sekarang juga dan kembalilah ke dapur.” Krystal berkata hampir seperti berbisik. Untunglah Baekhyun mendengar apa yang dikatakan Krystal.
“Ah, ne… hati-hati Krystal..” Baekhyun menghentikan langkahnya dan membiarkan Krystal perlahan keluar dari gerbang istana.
Setelah melewati gerbang, Krystal dikawal 3 prajurit istana, dua prajurit biasa dan satu lagi adalah Hongki. Mereka menuju ke rumah YoungJae. Ya, mereka akan menemui SeungRi. Dengan cepat Krystal sudah berada di depan rumah YoungJae. Rumah YoungJae terlihat sepi. Youngjae sedang bekerja seperti biasa. Tapi SeungRi ada di dalam. Krystal menyuruh 3 prajuritnya untuk bersembunyi dulu agar SeungRi tak melihat mereka. Setelah mengetok pintu berulang-ulang, barulah SeungRi membuka pintunya. Dengan wajah yang berbinar-binar karena melihat Krystal, SeungRi segera mempersilahkan Krystal untuk masuk. Tapi Krystal mengajak SeungRi untuk mengobrol di teras saja.
“Kau kesini siang hari sendirian itu sangat bahaya..” kata SeungRi memegang tangan Krystal.
“Aku baik-baik saja Oppa..” Krystal tersenyum.
“Apa kau sudah makan? Ayo kita makan dulu di dalam. tadi pagi, YoungJae sudah memasak makanan enak.” Ajak SeungRi.
“Oppa.. sebenarnya ada hal penting yang ingin aku bicarakan denganmu.” Krystal mulai terlihat gugup.
“Ada apa ini? Kenapa ekspresi mukamu berubah chagi? Katakan saja sekarang..” SeungRi mendekati Krystal, kini SeungRi ada dihadapan Krystal. Krystal duduk di kursi, sedangkan SeungRi dibawah menggenggam tangan Krystal yang mulai dingin.
“Oppa.. maafkan aku…” Krystal menunduk dan mulai menangis, Krystal tak bisa menahan airmatanya karena menatap SeungRi yang begitu tulus.
“Hey kenapa minta maaf? Dan kenapa menangis..? jangan menangis seperti ini.. aku jadi bingung harus berbuat apa sekarang..” SeungRi berusaha menghapus air mata Krystal. SeungRi segera memeluk Krystal.
“Oppa.. aku rasa..” kata-kata Krystal terhenti sejenak. SeungRi melepaskan pelukannya pada Krystal dan kini menatap Krystal.
“Aku rasa… aku tidak bisa melanjutkan hubungan ini. Maafkan aku..” Krystal masih menunduk. SeungRi lemas seketika. Tubuhnya ia sandarkan di pilar kayu di teras rumah YoungJae. SeungRi menatap Krystal tak percaya.
“Kau sedang bercanda?” Tanya SeungRi.
“Aku serius oppa..”
“Tapi kenapa? Apa salahku?? Aku mencintaimu Krystal! aku tidak mau putus denganmu!” kata SeungRi, matanya mulai memerah.
“Terserah kau saja Oppa. Jangan pernah temui atau hubungi aku lagi.” Dengan berat Krystal harus mengatakan itu. Krystal menangis dan pergi meninggalkan SeungRi, SeungRi berusaha menarik tangan Krystal agar kembali. Tapi Hongki keluar dan segera mendorong tubuh SeungRi lalu Hongki memegang tangan Krystal dan segera membawanya berlari cepat dengan kekuatannya itu. SeungRi sangat sedih dan masih berusaha tak percaya.
***
*Jaehyo POV
                Hari ini kita mencari berlian lagi seperti biasa. Setelah perompak selatan pergi, ini terasa jauh lebih mudah.
“SeungRi masih tinggal dirumahmu Youngjae-ya?” Tanyaku.
“Ne Hyung.. kasihan dia. Untung saja JiYong tak pernah mencari SeungRi. Kalau iya, rumahku mungkin sudah hancur berantakan.” Jawab Youngjae.
“Sepertinya SeungRi hyung sudah dihapus dari daftar perompak Timur.” Lanjut Youngjae.
“Hyung, akhir-akhir ini pulau mulai tentram bukan? Aku tidak pernah melihat Yesung dan teman-temannya lagi.” Kata Sehun.
“Iya benar juga.. perompak selatan pergi. Perompak utara tak pernah terlihat batang hidungnya. Lalu perompak timur seperti sedang istirahat tanpa melakukan apapun. Aku juga berharap ini semua benar-benar sudah berakhir.” YoungJae terlihat sangat senang.
“Ne,semoga saja..” kataku masih dengan berusaha mencari berlian-berlian yang menempel di dinding-dinding gua. Disini sangat lembab. Kita tidak sendiri. Rakyat diamonds island juga banyak yang mencari berlian. Tapi sekarang mulai sedikit. Selain sudah banyak penambang yang di bunuh perompak selatan saat mereka keluar gua, banyak juga yang trauma dan tidak ingin pergi kesini lagi. Hari ini saja hanya ada kita berempat dan beberapa pekerja dari istana.
“Kita pulang saja! Aku lapar.” Kata Baro tiba-tiba dan segera membereskan berlian-berlian yang sudah di dapatkannya. Akupun juga sudah merasa lapar. Kita memang harus pulang.
“Ah aku juga lapar. Hari ini Youngjae Hyung memasak. Pasti enak.” Kata Sehun.
“Yasudah kaja!” YoungJae mengikuti Baro yang mulai berjalan keluar gua.
***
*Author POV
Hari ini Yesung dan perompak Timur berada di tepi pantai. Sudah tanpa Taemin, tanpa Yongguk, dan tanpa Wooyoung.
“Oppa.. lupakan soal Krystal.. aku mohon..” kata Hyuna.
“Tidak bisa!” jawab Yesung keras.
“Benar kata Hyuna.. kita sampai kehilangan 3 sahabat kita hanya demi kepentinganmu..” Donghae juga setuju dengan pemikiran Hyuna yang terus teringat oleh Wooyoung. Dia merasa Yesung sudah bertindak sesuka hatinya.
“Kalian menyesal?? Itu salah mereka sendiri karena terlalu bodoh menghadapi perompak Timur. Kalian pikirkan dulu apa yang sudah aku lakukan pada kalian selama ini. Jangan berusaha mengkhianatiku!” Jawab Yesung. MinHo, Donghae dan Hyuna terdiam. Yesung memang sudah selalu melindungi mereka. Yesung yang memberikan tempat tinggal pada mereka. Mereka tak akan bisa melawan Yesung. Menuruti apapun yang Yesung katakan.
“Ada berita tentang perompak Timur?” Tanya Yesung.
“Aku tidak tahu banyak. Cuma.. aku sempat mendengar Taeyang berbicara dengan JiYong soal SeungRi. SeungRi tidak bersama perompak Timur lagi sekarang.” Kata MinHo.
“Haha.. aku sudah tahu kalau nantinya SeungRi akan meninggalkan Hyungnya itu. Kemana dia? Kau tahu?” Tanya Yesung lagi. Percayalah mukanya sangat licik.
“Dia pergi bersama Krystal.” Jawab Donghae malas-malasan.
“Krystal??! Apa yang SeungRi lakukan pada Krystal?” Yesung sangat terkejut dan seketika berbalik menatap Donghae.
“Dia menyukai Krystal. Bahkan dia menentang Hyungnya sendiri hanya untuk melindungi Krystal.” Jawab Donghae. Yesung mengepalkan telapak tangannya.
“Kalau kalian bertemu SeungRi, segera bunuh anak itu!” Mata Yesung memerah.
***
                Di tepi danau itu lagi.. Kyuhyun dan Minwoo sedang kencan ganda bersama kekasihnya masing-masing. Kyuhyun menunggu Yuri dan Minwoo menunggu JiYeon. Minwoo baru saja menjadi kekasih JiYeon.
“Cuaca sedang dingin seperti ini, kenapa anak itu belum datang juga? Selalu saja membuatku menunggu.” Kyuhyun menggerutu sendiri, kedua tangannya ia masukkan di saku jaket tebalnya itu. Saat ini di Diamonds Island salju mulai turun.
“Iya.. kita bisa mati kaku disini.” Sahut Minwoo yang juga terlihat kedinginan. Nafas Minwoo mengluarkan asap karena udara yang dingin. Minwoo menggosok-gosokan telapak tangannya. Ia lupa menggunakan sarung tangan.
“Mungkin akan terasa tidak terlalu dingin kalau Gongchan si aneh itu ada disini.” Celetuk Kyuhyun tiba-tiba.
“Mwo? Gongchan?” Minwoo tidak mengerti apa maksud Kyuhyun.
“Ye! Kalau dia ada disini. Dia pasti sudah membuatku kesal. Darahku naik. Dan tubuhku akan memanas. Haha..” Kyuhyun tertawa mengingat Gongchan. Saat masih menunggu Yuri dan JiYeon. SeungRi melewati jalan di dekat danau itu. Mukanya murung. Dia terlihat sangat sedih.
“Hyung, bukankah itu SeungRi?” Tanya Minwoo yang melihat SeungRi terlebih dahulu.
“Ah ne! jangan sapa dia. Ayo berbalik. Dia nanti pasti akan menanyakan Krystal. Aku sedang tidak ingin ditanya-tanya.” Kata Kyuhyun lalu menarik Minwoo untuk berbalik. Satu menit kemudian SeungRi mulai menjauh.
“Aku kasihan melihatnya. Ini tidak adil untuknya. Dia sudah rela dimusuhi perompak Timur hanya demi Krystal dan sekarang dia harus berpisah tanpa dia tahu alasan yang jelas. Aku ingin memberitahu yang sebenarnya pada SeungRi nanti.” Kata Minwoo menatap sedih SeungRi yang mulai menjauh.
“Jangan lakukan itu atau kau bisa di penjara oleh raja. Sudah diam saja. Aku sebenarnya juga sedih melihatnya seperti itu. Aku tahu dia orang baik. Tapi dia sudah terlanjur salah dengan imagenya sebagai perompak Timur yang akan membunuh Krystal pada awalnya. Siwon Hyung dan Nichkhun tak akan percaya cerita kita walaupun kita berbicara satu jam tentang kebaikan SeungRi. Tidak ada gunanya.” Kata Kyuhyun. Beberapa menit kemudian JiYeon datang, di susul Yuri lima menit kemudian setelah JiYeon datang. Merekapun pergi berkencan bersama.
***
                Seminggu berlalu, Krystal terus mengurung dirinya di kamar, tanpa mau keluar sama sekali. Sesekali JiYeon dan Baekhyun yang menghampiri Krystal. Krystal terus menangis saat mengingat SeungRi. Baekhyun berusaha menenangkan Krystal dan menyuruh Krystal untuk perlahan melupakan SeungRi tapi Krystal tetap saja tidak berubah. Tubuhnya demam, wajahnya pucat. Krystal sering marah pada Nichkhun dan Siwon. Tapi kalau dia tidak menjauhi SeungRi, maka SeungRi akan dibunuh oleh prajurit istana.
                Semua prajurit istana sangat khawatir. Mereka tidak mau membunuh SeungRi. Tapi jika perintah itu sudah benar-benar datang pada mereka, mereka tidak akan bisa menolaknya. Yonghwa sampai ingin mengundurkan diri sebagai prajurit. Tapi dia urung melakukannya. Karena dia butuh pekerjaan ini.
                SeungRi sering terlihat mondar-mandir di depan istana, tapi prajurit-prajurit yang berada di depan selalu mendorong SeungRi bahkan memukuli SeungRi untuk menjauh. SeungRi cukup menderita karena hal ini. Youngjae, Jaehyo, Baro dan Sehun juga ikut sedih karena tiap malam harus mengobati luka lebam SeungRi karena di pukuli oleh prajurit istana. Baro juga Sehun sangat emosi dan ingin sekali memberitahu semuanya pada SeungRi. Baro dan yang lain sudah mendengar cerita yang sebenarnya dari Kyuhyun. Tapi Jaehyo dan Youngjae selalu melarangnya, karena kalau sampai SeungRi tahu dia pasti akan nekat masuk ke istana. Dan nyawanya pasti sangat terancam.
***
*SeungRi POV
‘Tokk.. Tokk..’ aku mendengar seseorang sedang mengetok pintu rumah YoungJae. Empat sahabat baruku ini masih mengobati luka-luka yang baru aku terima lagi pagi ini. Lalu seperti biasanya, aku melihat dengan senang hati Sehun yang membukakan pintunya.
“JiYeon-ssi?” terdengar suara Sehun di ruang tamu setelah Sehun membuka pintunya. Aku dan yang lain jadi mengetahui siapa yang sudah datang ke rumah YoungJae tengah hari seperti ini.
“Huwaaa…. Aku tidak percaya kau datang ke rumahku nona cantik.. ayo masuk..” YoungJae terlihat sangat senang dan segera mempersilahkan JiYeon untuk masuk. Aku dan yang lain juga ikut duduk di ruang tamu. Jaehyo mengambilkan minuman untuk JiYeon.
“Aku tidak punya waktu banyak sekarang. Aku hanya ingin menceritakan sesuatu yang penting pada SeungRi.” Kata JiYeon. Menceritakan padaku? Menceritakan apa? Sebelumnya aku tidak pernah punya urusan dengan gadis ini. Dia sering mengikut Krystal, tapi bahkan sampai sekarang aku masih sering lupa siapa namanya. Tapi… setelah JiYeon berkata barusan. Jaehyo menjatuhkan gelasnya. Kenapa dia? Aku juga melihat Baro menatap JiYeon dengan ancaman seperti agar JiYeon tidak melanjutkan kata-katanya. Sehun juga menatap JiYeon hampir melotot, sedangkan YoungJae terlihat sangat khawatir sama seperti ekspresi Jaehyo. Ada apa ini?
“Kenapa kalian? Ayo JiYeon lanjutkan kata-katamu..” kataku. Baro terlihat memegang tangan JiYeon. Entah isyarat apa yang ia berikan pada JiYeon. Ini mulai membuatku risih.
“Ayo katakan! Kalau mau berhenti setengah-setengah seperti ini lebih baik tadi kau tidak usah bicara denganku.” Kataku kesal seraya menatap sahabatku ini satu persatu lalu kembali menatap Jiyeon.
“Ehemm.. Hyung.. tapi kau berjanji tak akan berbuat nekat?” Tanya Baro padaku membuatku semakin tak mengerti.
“Katakan saja dulu. Kalian sepertinya berusaha menyembunyikan sesuatu dariku.”
“Oppa.. mianhaeyo.. kita semua menyebunyikan semua ini darimu.” JiYeon menangis. Ahh.. apalagi ini?
“Hyung.. Krystal sebenarnya tak ingin memutuskan hubungannya denganmu..” kata YoungJae memegang pundakku.aku mencoba diam dulu mendengar cerita mereka agar lebih jelas lagi. Mendengar kata-kata YoungJae barusan saja sudah membuat hatiku seperti tertekan, sesak dan menyesal.
“Dia masih mencintaimu Oppa.., semenjak hari itu.. Krystal selalu menangis karenamu. Dia benar-benar mencintaimu.” Kata JiYeon membuat airmataku sudah tak bisa terbendung lagi.
“Lalu kenapa dia melakukan semua ini? Kenapa dia memutuskan hubunganku dengannya seperti ini? Tanpa sebab..” kataku menunduk.
“Hyung.. semua orang di istana sudah mengetahui hubunganmu dan Krystal. mereka tentu saja melarang Krystal untuk bertemu denganmu. Bahkan Raja dan dua kakak laki-laki Krystal berencana membunuhmu saat itu. Tapi Krystal yang memohon dan sebagai gantinya dia harus berpisah denganmu agar kau tetap hidup.. Kyuhyun hyung yang menceritakannya padaku.” Kata Baro. Aku mengepalkan telapak tanganku.
“Sekarang Tuan Putri sedang sakit. Cukup parah karena dia hanya makan sangat sedikit. Bahkan pernah tidak makan sama sekali. Tidak keluar kamar dan hanya berdiam diri di kamarnya. Kadang dia hanya teriak dan marah pada dua Oppanya itu dan menghancurkan semua yang ada di kamarnya. Aku dan Baekhyun sangat tidak tega melihat keadaan Krystal sekarang. Wajahnya sangat pucat. Aku takut terjadi apa-apa pada Krystal. aku harus mengatakannya padamu agar kau tahu. Dia sangat ingin melihatmu walau sekali saja.” Kata-kata JiYeon membuat dadaku benar-benar sesak. Aku tidak bisa tinggal diam. Krystalku sedang sakit karenaku sekarang.
“Tapi JiYeon.. kalau SeungRi Hyung pergi ke istana sekarang, dia pasti akan mati.” Kata Sehun. Aku tahu maksud Sehun baik.
“Tapi ini keadaan dimana mereka berdua sangat tersiksa. Aku dan Baekhyun juga sering melihat SeungRi dipukuli di depan gerbang. Sementara Krystal menangis di dalam tanpa henti. Aku tidak bisa membiarkan semua ini terus berlanjut. Aku tahu resiko yang akan diterima SeungRi oppa.. tapi bukankah lebih baik kalau ia bisa menemui Krystal sekali saja. Aku yakin kalau kalian ada di posisi SeungRi oppa kalian juga akan melakukan hal yang sama.” JiYeon benar-benar memahami perasaanku. Dia segera keluar dan berlari untuk pulang ke istana. Aku akan memakai jaketku lalu segera pergi ke istana. Di luar masih turun salju.
*Author POV
                Beberapa menit kemudian SeungRi keluar dari rumah YoungJae untuk segera pergi ke istana. Jaehyo dan yang lain berusaha membujuk SeungRi agar tidak pergi.
“Hyung…. Jangan seperti ini… kau pergi kesana tanpa senjata.. kau pasti akan mati ditangan Hyungku.” Kata Baro.
“Hyung aku mohon berhentilah berjalan.” Sehun berusaha mengikuti langkah cepat SeungRi. Tapi SeungRi tetap saja melanjutkan langkahnya.
“Hyung, jangan membuat pengorbanan Krystal sia-sia..” kata YoungJae lalu SeungRi berhenti dan menatap YoungJae tajam. YoungJae kini berdiri di hadapan SeungRi.
“Lalu aku harus bagaimana? Orang yang aku sayangi sedang sakit cukup parah dan aku hanya diam. Begitu???? Minggir!” SeungRi mendorong YoungJae.
“SeungRi-ssi. Dengarkan aku. aku tidak ingin kau meninggal. Aku bicara seperti  ini karena aku sudah menganggap kau seperti saudaraku sendiri. Jadi aku mohon kembali ke rumah YoungJae sekarang.” Jaehyo juga berusaha menahan SeungRi. Tapi SeungRi tak bergeming. Jaehyo menarik nafasnya panjang lalu mundur dan mendekati Sehun lalu menyuruh Sehun untuk mencari perompak Timur sekarang juga. Jaehyo tidak peduli lagi apakah sekarang dia sudah sangat bersalah pada istana atau bagaimana. Yang jelas dia hanya tahu sekarang bagaimana caranya untuk melindungi SeungRi karena dia sadar dirinya sendiri tidak bisa melakukan apa-apa untuk melawan prajurit istana yang sangat kuat itu.
***
*Sehun POV
“Ah itu mereka..!” akhirnya tidak perlu mencari terlalu lama, aku sudah melihat perompak Timur. Baru kali ini aku tidak gemetar bertemu dengan mereka. Haha..
“Annyeonghaseyo..” sapaku sopan pada mereka.
“Siapa kau?” Tanya JiYong. Aku tahu dia JiYong. Hyungnya SeungRi.
“Aigoo.. kalian terlalu cepat melupakanku rupanya..” kataku sedikit bercanda agar tidak terlalu tegang. Tapi sepertinya mereka mulai kesal. Eh..
“Aku Sehun si pengendali udara.. kalian ingat? Mau aku praktekkan?” lanjutku yang sudah memulai ancang-ancang.
“Eh! Tidak perlu! Kita tidak mengingatmu.” Kata seorang yeoja. SeungRi pernah memberitahuku kalau satu-satunya yeoja di perompak Timur itu bernama Chaerin.
“Sebenarnya kau mau apa?” Tanya Seorang lagi. Dia paling tinggi di perompak timur, seingatku namanya SeungHyun.
“Aku hanya ingin bilang kalau SeungRi dalam bahaya sekarang.”
“Biarkan saja!” JiYong menyahuti kata-kataku dengan santai. Dia masih duduk tenang di kursi yang ia duduki.
“Tapi dia bisa mati kalau kau tidak menolongnya.” Aku berusaha meyakinkan JiYong.
“Memangnya JiYong ada dimana sekarang?” Tanya seorang namja. Ya.. dia Taeyang.
“Dia menuju istana. Dia akan nekat masuk sementara dia sangat dilarang untuk masuk ke istana. Dia sendiri. Dan prajurit istana itu banyak sekali. Menyedihkan sekali kalau dia harus meninggal dengan cara seperti itu.” Kataku.
“Mwo???  Untuk apa dia kesana? Ahh..!” Taeyang mulai khawatir.
“Mencari Krystal..” jawabku langsung. Lalu seketika JiYong yang daritadi sangat cuek segera menoleh kearahku.
“Aku mohon bantu SeungRi.. kau Hyungnya bukan? Dia sama sekali tidak salah.. dia mencintai Krystal.. walaupun sebenarnya aku juga menyukai Krystal.. tapi aku mengalah demi dia. Karena dia memang lebih pantas untuk melindungi Krystal… ” Aku masih berbicara panjang lebar dan ternyata mereka sudah pergi. Ini menyebalkan. Huh!
***
*Author POV
                SeungRi masih tetap berjalan menuju istana. Jaehyo, Baro, dan YoungJae sudah berusaha melarang dan menghalangi langkah SeungRi. Tapi itu sia-sia. Kini SeungRi, Baro, Youngjae, dan Jaehyo sudah berada tepat di depan gerbang istana.
                Jika biasanya dia yang di pukuli sekarang dia sendiri yang melawan semua prajurit istana. Dia memukuli semua prajurit istana yang berjaga diluar gerbang. Dan tak tahu apa yang dipikirkan Baro. Karena dia melihat SeungRi terkepung diapun juga ikut membantu SeungRi. Jaehyo dan YoungJae terdiam dan pasrah. Ini sudah terjadi.
                Sementara di dalam istana, Siwon dan Nichkhun sudah menyuruh semua prajurit istana untuk siap menembak SeungRi. Kyuhyun, Yonghwa, Hongki, Yoseob, Minwoo, JongUp, dan Gongchan terlihat keberatan. Mereka sangat ragu-ragu sangat mengisi peluru mereka. Bahkan Minwoo, Yonghwa, dan Yoseob sampai mengeluarkan airmatanya karena menyesal ini harus mereka lakukan. Kyuhyun berusaha meluluhkan hati Siwon,Nichkhun dan Raja agar tidak melakukan ini pada SeungRi, tapi Kyuhyun malah ditendang dan dibentak agar harus melaksanakan tugasnya.
                JiYeon memberitahu Krystal. Hingga saat gerbang besar itu terbuka. Semua masih hening. Krystal mulai lari dengan tubuhnya yang lemah untuk menghampiri SeungRi, tapi Krystal ditahan oleh Nichkhun dan Siwon. Siwon memegangi tangan adiknya itu. Ratu tak kuasa menangis melihat anaknya seperti itu. Tapi dia juga tak bisa berbuat apa-apa selain berdiri menenangkan anaknya yang menangis dan berteriak hebat.
“Oppa! Jangan lakukan ini aku mohon….” Krystal meronta , menatap SeungRi dari kejauhan yang juga menatap Krystal.
“Kyuhyun Oppa.. Hongki Oppa.. JongUp.. hentikan! Letakkan senjata kalian aku mohon! Cepat letakkan!” Krystal berteriak pada prajurit istana.
“SEMUANYA HENTIKANNNN!!aku mohonnnnn…” Krystal masih berteriak tapi semua seperti tak mendengarkan. Kyuhyun memejamkan matanya tak tega mendengar Krystal yang terus menangis. Yonghwa dan Minwoo bahkan ikut menangis melihat Krystal seperti itu. Tapi senjata mereka sudah mulai diarahkan pada SeungRi.
                YoungJae dan Baro memegangi tangan SeungRi agar tidak melanjutkan langkahnya dan berbalik saja. Tapi SeungRi lagi-lagi malah menghempaskan YoungJae dan Baro. Baekhyun mendekat pada SeungRi.
“Hyung.. masih ada waktu untuk kembali.. kembalilah.. kau sudah melihat Krystal bukan?” kata Baekhyun.
“Oppa.. kembalilah sekarang…” kata JiYeon.
“Kau berkata seperti itu sekarang??! Sudah terlambat! Harusnya jangan kau beritahu SeungRi Hyung tadi!” Jaehyo membentak JiYeon.
“Sudahlah jangan salahkan JiYeon.. maksud JiYeon itu baik Hyung!” Baekhyun membela JiYeon.
“Minggir kalian! Atau kalian yang akan tertembak.” Kata SeungRi pelan.
“Aku tidak mau.” Kata Baro singkat.
“Kita tidak bisa meninggalkanmu seperti ini.” Kata Jaehyo menatap SeungRi yang sangat keras kepala. SeungRi mulai mengeluarkan satu tetes air matanya saat melihat Krystal.
“Aku mohon minggirlah kalian sekarang.. lakukanlah demi aku..” kata SeungRi. Dan Baro menarik YoungJae dan Jaehyo untuk mundur. Dan membiarkan SeungRi untuk berjalan.
nuneul gama do .. uril bichu deon
bichi ajik do .. geudaero isseo
sojung haetdeon shigan deul, nan gipi ganjik hagesseo
manheun shigan sok ..apeumi wado
yeongwoneul yaksok ..haetdeon nanal deul
geu sungan mankeum, kkeut torok jeoldae ijji anhgesseo
I Remember……
hamkke haja neun yaksok
yeongwon torok (igose ganjik halge)
jamshi i gireul hollo georeo ga do
nae modeungeol nege boyeo julge……………………………………………….
                Karena SeungRi yang mulai melangkah maju.. Raja memerintahkan prajurit untuk segera menembakkan senjatanya kearah SeungRi. Dengan berat hati Kyuhyun dan yang lain menembak kearah SeungRi. Kyuhyun dan yang lain menangis karena harus tetap menembak. Krystal berusaha melepaskan tangan kedua kakaknya itu dari tangannya tapi itu sulit karena Krystal juga sangat lemah.
                SeungRi tetap bertahan. Entah berapa peluru yang sudah bersarang di tubuhnya tapi dia tetap berjalan. Tanpa perlawanan apapun dia tetap bertahan. Dia sempat terjatuh tapi berdiri lagi dan melanjutkan langkahnya.
“Hyung! Hentikan!” Baro berteriak pada Hyungnya ‘Kyuhyun’. Tapi tembakan itu terus diarahkan kearah SeungRi. Sementara Krystal masih terus memohon pada prajurit-prajurit yang ada dihadapannya itu.
“Hongki Oppa! Aku mohon.. jangan teruskan.. Yonghwa Oppa.. berhenti.. Yoseob Oppa.. aku mohon…” suara Krystal mulai melemas. Masih terisak dan memandang sedih kearah SeungRi.
“Kyuhyun Oppa.. Minwoo.. aku mohon dengarkan aku.. aku menyayanginya.. lihatlah dia terluka parah.. hentikan…” Lanjut Krystal.
“Siwon Oppa. Nichkhun Oppa! Lepaskan aku.. setidaknya biarkan aku bicara dengannya sebentar saja.. aku mohon..” Krystal benar-benar sedih. Dan karena melihat adiknya yang sampai seperti itu. Siwon menyuruh semuanya untuk berhenti. Dan Krystal berlari kearah SeungRi yang sudah terduduk lemas.. darah mengucur dari tubuhnya. Dia tak akan bertahan lebih lama lagi. Jaehyo dan yang lain mendekat kea rah SeungRi juga.
Doraboji malgo tteonagara
Tto nareul chatji malgo saragara
Neoreul saranghaetgie huhoe eopgie
Johatdeon gieongman gajyeogara
Geureokjeoreok chama bolman hae
Geureokjeoreok gyeondyeo naelman hae
Neon geureolsurok haengbokhaeya dwae
Haruharu mudyeojyeo ga eh eh eh eh……………………………
“Krystal.. saranghaeyo..” SeungRi berusaha mengucapkannya pada Krystal.
“Aku juga mencintaimu Oppa.. bertahanlah..” Krystal mendekap SeungRi.
“Jangan menangis.. aku hanya ingin melihatmu.. aku hanya ingin memastikan kau baik-baik saja.. kau tampak sangat kurus.. makanlah yang banyak chagi……” SeungRi berusaha tersenyum walau masih menahan rasa sakitnya.
“Hyung bertahanlah..” Youngjae menangis.
“Sehun lama sekali! Kemana anak itu?” gerutu Jaehyo pelan seraya menatap kearah gerbang. JiYong datangpun ini sudah terlambat.
“Maafkan aku SeungRi-ya..” Kyuhyun terlihat mendekat. Diapun ikut menangis.
“Gwenchanayo Hyung.. aku tahu kau hanya menjalankan tugasmu.” Jawab SeungRi.
“Kau jahat Oppa! Kalian semua jahat!” Krystal mendorong Kyuhyun dan Hongki.
“Krystal.. jangan pernah menangis lagi.. maaf.. aku sepertinya tak akan bisa menjagamu lagi.. aku menyayangimu.. sangat menyayangimu…” kata-kata terakhir SeungRi ini membuat tangisan pecah di pelataran istana. Yonghwa dan Minwoo terduduk seketika. Minwoo memukuli kepalanya sendiri. JiYeon memeluk Minwoo. Berusaha menenangkan kekasihnya yang merasa bersalah.
“JiYong..” kata Gongchan terkejut saat melihat JiYong yang sudah berdiri di depan gerbang istana.
“Yesung?” Jaehyo lebih terkejut saat melihat Yesung juga ada disitu. Tapi dimana Sehun?
“Hyung….!!! Bagaimana SeungRi Hyung?” teriak Sehun dari kejauhan.  Akhirnya dia terlihat juga.. Jaehyo menggelengkan kepalanya memberi isyarat kalau semua sudah terlambat. Sehun lemas dan terduduk menyesal. Setelah itu Krystal berdiri dan maju sekitar lima langkah dari tempatnya duduk tadi disamping tubuh SeungRi.
“JiYong.. Yesung… kalian menginginkan aku bukan? Kalian ingin aku mati kan? Lakukan sekarang.” Kata Krystal.
“Tuan Putri..!” teriak semuanya secara bersamaan. Lalu dengan cepat dan tanpa berkata apapun. Yesung dan JiYong menembakkan pelurunya kearah Krystal. Krystal terjatuh seketika. Dan Baekhyun berusaha menopang tubuh Krystal. Baekhyun menangis melihat sahabatnya kini sudah meninggal. Kyuhyun dan yang lain tentu tidak tinggal diam. Mereka segera menembak kearah JiYong dan Yesung juga perompak yang lain. Tapi Perompak Timur sangat cepat menghilang. Sedangkan Yesung dan perompak utara berhasil mereka tembak dan beberapa sudah melarikan diri.
                Suasana menjadi semakin mengharukan. Ratu menangis sejadi-jadinya disamping tubuh putrinya yang sudah tak bernyawa. Salju masih tetap turun saat itu.
“Mereka melanjutkan kisah cintanya disana.. tersenyumlah kalian..” kata YoungJae menatap ke arah langit bersama ketiga sahabatnya yang lain. Mereka tersenyum bersama. Mereka yakin SeungRi dan Krystal bahagia walau kini SeungRi dan Krystal ada ditempat yang berbeda dengan mereka.

-END-


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar