Senin, 08 April 2013

Fan Fiction ~ Just For You Part 3.



Tittle : Just For You. Part 3.
Author : Mutiara Dini / Kwon Yura.
Cast : JiYeon T-ARA , Woohyun Infinite, Minzy 2NE1, Daehyun B.A.P
Other Cast: temuin sendiri ^^ 
Disclaimer : FF ini asli punya saya, Cast punya Tuhan, No Bash, No Plagiat.

-Happy Reading-

*Author POV
“Dia…..” JiYeon menatap Woohyun.
“Ah, tidak penting dia siapa…, apa aku boleh ikut bergabung dengan kalian?” Daehyun memotong kata-kata Jiyeon, tersenyum seraya menaik turunkan alis matanya.
“Huh?” Woohyun menatap kesal pada Daehyun.
“Mmm.. Oppa… sebenarnya aku senang kau bisa ada disini… aku senang akhirnya kau yang menghampiriku lebih dulu.., tapi… hari ini hari Ulang Tahunnya.. aku ingin menghabiskan waktu berdua dengannya hari ini..Mianhaeyo..” kata JiYeon lalu mulai mendorong kursi roda Woohyun untuk menjauh dari Daehyun, JiYeon masih sedikit memiliki perasaan kesal pada Daehyun akibat kejadian di rumah sakit saat itu.
“JiYeon-ah!” Daehyun memegang pergelangan tangan JiYeon tanpa menoleh ke arah JiYeon. JiYeonpun tak menoleh pada Daehyun.
“Besok di sekolah.. aku tunggu di aula..” kata Daehyun lalu melepaskan tangannya dari pergelangan tangan JiYeon dan segera berjalan menjauh.
~*~*~*~*~
--Di balkon apartment—
                JiYeon dan Woohyun duduk di lantai balkon, duduk bersebelahan dan menatap langit. JiYeon dan Woohyun menggunakan Pijama Couple milik mereka, Woohyun menggunakan warnabiru, dan JiYeon menggunakan warna Pink. JiYeon juga membawa segelas susu hangat untuk Woohyun di balkon itu.
“Oppa..” Panggil JiYeon lirih.
“Hmm..” Woohyun masih meminum susu hangat yang sudah di buatkan oleh JiYeon.
“Apa rasanya saat sudah memiliki kekasih?” Tanya JiYeon.
“Ne? kenapa bertanya seperti itu? Kau belum pernah berpacaran?”Woohyun menatap heran yeoja di sebelahnya itu. JiYeon menggeleng.
“Mmm.. entahlah... karena aku tidak pernah memiliki kesan yang baik dengan mantan-mantan kekasihku sebelumnya..” Woohyun menatap langit.JiYeon juga menatap langit.
“Kau menginginkan namja tadi untuk menjadi kekasihmu?” Kali ini Woohyun menatap JiYeon.
“Ne, aku menyukainya sejak lama..” Jawab JiYeon yang tentu membuat hati Woohyun benar-benar perih. Tapi Woohyun bukan laki-laki egois, dia selalu memikirkan apapun yang membuat JiYeon bahagia.
“Cintailah seseorang yang juga mencintaimu... kalau kau menyukai namja itu, kau harus yakin.. kau lihat dari matanya.. apakah dia juga menyukaimu? Aku tidak ingin kau kecewa.. aku tidak ingin suatu hari nanti kau menangis di hadapanku karena kau di kecewakan oleh seorang namja.. aku akan merasa menjadi namja pecundang yang hanya berdiam tak bisa berbuat apa-apa saat kau merasa di kecewakan, tanpa aku bisa menghajar namja itu, apa yang bisa akulakukan…?” Woohyun menatap kakinya yang entah kapan bisa sembuh. JiYeon menatap Woohyun yang seperti menahan airmatanya, kemudian JiYeon menyandarkan kepalanya di lengan Woohyun.
“Gomawo Oppa karena kau selalu memikirkanku.. tidak perlu nam woohyun yang kuat.. tidak perlu nam woohyun yang bisa menjagaku tiap waktu..aku hanya ingin kau tersenyum, dan semua akan kembali membaik..” kata JiYeon. Woohyun tak menjawab.. dia hanya diam.. meraih tangan JiYeon, menyelipkan jari-jarinya di antara jari-jari JiYeon lalu kembali menatap langit. Malam itu langit sangat indah.
“Oppa nyanyikan sebuah lagu untukku..” pinta JiYeon.

“---- Ara neo inneun geugose nae mami isseo
Sumgyeori daheul georie
Eonjena gateun jarie
O nan.. Nege jul su inneungeeobseo
Missing u
Ttatteutan maldo motae
I missing u
Gamhi baral sudo eobseo
I missing u

Ireoke mireonae
Sesang nuguboda
Neoreul saranghagie chama deo
..---- ”
(infinite– only tears)

Woohyun menyanyikannya dengan lembut , pelan, sembari menyembunyikan rasa perih di hatinya. JiYeon mulai memejamkan matanya. JiYeon tertidur saat Woohyun menyanyikan lagu untuknya.
“Ah kau tertidur.. andaikan aku bisa berjalan normal dengan kakiku,aku akan menggendongmu masuk tanpa harus membangunkanmu yang sudah tertidur seperti ini. Maafkan aku JiYeon..” kata Woohyun lirih lalu perlahan membangunkan JiYeon.
“Mianhaeyo Oppa.. aku tertidur..” JiYeon mengucek matanya.
“Mianhae harus membangunkanmu… masuklah ke kamar sekarang dan tidurlah.. gomawo untuk hari ini yang sangat indah…” Woohyun berusaha berdiri dan dibantu oleh JiYeon. JiYeon memeluk Woohyun.
“Saengil Chukhayo Oppa…”
“Gamsahamnida..^^” Woohyun membelai lembut rambut JiYeon yang terurai dan berkata dalam hati, “Aku akan terus berharap kau yang nantinya akan menjadi istriku Park JiYeon..”
~*~*~*~*~
--Di Aula sekolah—
*JiYeon POV
                Hari ini Daehyun menyuruhku menemuinya di Aula. Akupun menurutinya dan segera masuk ke ruang paling besar di sekolahku itu. Aku belum melihat Daehyun, tapi beberapa saat kemudian terdengar suarapiano yang sangat indah.. Ya, kali ini aku melihatnya ‘Jung Daehyun’.
                Kakiku seperti terarah untuk mendekatinya, tatapannya.. suara piano yang ia sedang mainkan, senyumnya… semua seperti magnet yang membawaku semakin mendekatinya.
                Suara piano itu berhenti saat aku sudah 1 meter berada di depannya. Daehyun berdiri dari kursinya lalu mendekatiku. Demi Tuhan aku tidak bisa mengontrol detak jantungku.
“JiYeon-ssi Saranghaeyo..” Daehyun membuatku membeku seketika. Akutidak tahu apa yang harus aku ucapkan.
“JiYeon.. Maukah kau menjadi kekasihku?” Lanjutnya yang semakin membuat Jantungku berdetak cepat, dia menyatakan perasaannya padaku. Ayolah JiYeon… jangan seperti orang bodoh.. ayo jawab..
“Ne Oppa..” Aku menunduk karena malu menjawabnya terlalu cepat.Tapi memang tidak ada kata-kata lain yang ingin aku jawab kecuali ‘Ya’ , ‘Mau’, dan ‘Tentu saja’. Aku menunggu ini sekian lama.
“Gomawo..” Daehyun memelukku. Aku di peluk oleh kekasihku sekarang. Apa yang kau rasakan JiYeon? Tentu aku sangat bahagia.
“Kau bahagia?” Daehyun mengatakannya sangat dekat dengan wajahku.Aku melihat jelas senyumnya, tapi aku terlalu gugup untuk menatapnya lebihlama.
“N.. ne..” jawabku. Aku benar-benar seperti orang bodoh.
“Kau gugup? Jangan gugup seperti itu, aku bukan orang yang kau kagumi lagi, aku kekasihmu, bersikaplah dengan wajar.. kaja! Kita makan bersama chagi-ya ..” Dia mengacak-acak rambutku, menggandeng tanganku, dan omo! Dia memanggilku ‘chagi’. Aku senang sekali karena ini yang pertama kalinya.
~*~*~*~*~
--Di depan loker—
*Author POV
“Minji-ya, aku sudah berpacaran dengan JiYeon.. kau puas..” kata Daehyun pelan menatap Minji yang sedang merapikan buku di lokernya.
“Jinjjayo?” Minji terlihat bahagia mendengarnya.
“Kenapa kau tidak bahagia? Ayo tersenyum…” Lanjut Minji menatap Daehyun.
“Aku melakukan ini karena kau. Aku tidak tahu sampai kapan aku bertahan dengan JiYeon.”
“Oppa! Ishh!” Minji memukul kepala Daehyun dengan buku yang sedang ia pegang.
“Auhh..” Daehyun memegangi kepalanya.
“Ige Mwoya????!!” Daehyun masih memegangi kepalanya.
“Oppa jadi kau berpura-pura???! Jeongmal! Kau sudah gila?! Kau justru akan menyakitinya! Aduhh bagaimana ini?” Minji merasa bersalah.
“Kau mendesakku untuk menjadi kekasihnya, tapi yang aku sukai itu kau bukan JiYeon. Aku berusaha menyukainya, tapi aku tidak bisa.” Daehyun menjelaskan masih dengan nada pelan.
“Sudahlah.. ini sudah terjadi.. jalani saja..” Lanjut Daehyun.
“Dia akan sangat marah kalau mengetahui semuanya, dia pasti menjauhiku.. huhu..” Minji mempoutkan bibirnya.
“Hey Chagi. Tidak perlu takut.. bukankah JiYeon yeoja baik hati?Dia pasti akan memaafkanmu..” Daehyun menunjukkan ‘wink’-nya.
“Jangan panggil aku dengan ‘Chagi’ . aku bukan kekasihmu. Dan aku tidak mau menjadi kekasihmu!” Minji menutup pintu lokernya, lalu menjulurkan lidahnya pada Daehyun.
“Aaa.. kyeopta..>.
“Freak!” Minji segera menjauhi Daehyun.
~*~*~*~*~
--Malam hari—Di kamar Apartment—
“Yeppeuda~~~~..” Woohyun memuji JiYeon yang sedang berdandan didepan meja rias.
“Gamsahamnida..” JiYeon tersenyum.
“Kau akan pergi berkencan?” Tanya Woohyun.
“Ne Oppa.. aku akan pergi berkencan dengan kekasihku..”
“M..Mwoya?”
“Ne Oppa.. Kekasihku ‘Jung Daehyun’..” JiYeon tersenyum. Dia tak tahu apa yang dirasakan Woohyun sekarang. Hatinya benar-benar hancur. Woohyun terdiam.
“Oppa?”
“n..ne.. aku senang kau sudah menjadi kekasihnya.. aku berharapkau selalu bahagia bersamanya.” Woohyun berusaha menunjukkan senyumnya.
“Gomawo Oppa..” kata JiYeon lalu beranjak dari kursinya dan akan segera berangkat, Daehyun sudah menunggunya di halaman apartment.
“Bye Oppa! Makanlah yang banyak nanti.. aku sudah menyiapkannya di meja makan..” Daehyun melambaikan tangannya. Woohyun membalas lambaian tangan itu hanya dengan senyuman.
Saat JiYeon sudah keluar apartmentnya, Woohyun menatap iba dirinyasendiri di kaca meja rias JiYeon. Woohyun kesal, Woohyun kecewa, tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa. Dia menjambak rambutnya sendiri lalu menjatuhkan tubuhnya di ranjang.
“Pabo-ya!!!! Untuk apa kau kecewa?? Untuk apa kau marah Nam Woohyun??!!!!” Woohyun berteriak dan memukul-mukul kaki kanannya dengan keras.
“Apa yang bisa kau lakukan?! Ya! Biarkan JiYeon mendapat kekasih yang pantas untuknya..” Woohyun meneteskan air matanya. Beberapa menit membiarkan emosinya mereda.
“Semoga namja itu tidak menyakiti hati JiYeon..” Woohyun mencoba sabar dan menghapus air matanya.
“Huh! JiYeon bahkan melupakan drama kesukaan kita..” gumam Woohyun seraya menyalakan TV yang memang terdapat di kamar mereka.
~*~*~*~*~
                JiYeon dan Daehyun pergi makan malam di sebuah restaurant, Daehyun sangat tampan dengan modern blazernya. JiYeon juga terlihat sangat cantik malam ini.
“uwaa.. neomu yeppeo nae yeoja..”  ucap Daehyun memuji kekasihnya itu.
“Gomawo..” JiYeon menunduk malu. Setelah itu mereka memesan makanan dan makan bersama. JiYeon benar-benar bahagia, Daehyun sangat baik padanya malam itu, apa jadinya kalau dia sampai tahu kalau Daehyun tidak sungguh-sungguh akan hubungan mereka saat ini.
“Mmm.. chagi-ya…”
“Ne..” Jawab JiYeon masih dengan memakan makanan di hadapannya.”
“Kau berasal darimana?”
“Busan..”
“Jinjjayo? Aku juga dari Busan.. wahh minggu depan kita pergi ke Busan bersama ne..” Ajak Daehyun.
“Ne.. aku juga sudah lama tidak kesana..” jawab JiYeon lalu memberi satu suapan makanannya untuk Daehyun.
“Mmm ne.. aku punya sesuatu..” Daehyun mengeluarkan sesuatu dari dalam sakunya dan ternyata itu cincin couple. JiYeon terlihat sangat senang.
“Whoaa.. yeppeuda..” seru JiYeon saat melihat cincin itu.
“Biar aku pakaikan untukmu..” Daehyun meraih jemari JiYeon dan memakaikannya. Kemudian Daehyun menggenggam tangan JiYeon dengan kedua tangannya.
“Saranghae..” Daehyun mengedipkan matanya, pipi JiYeon memerah..dia hanya diam dan tersenyum.
“Ayo jawab..” Daehyun mengerutkan dahinya.
“Nado saranghaeyo oppa..” kata JiYeon sangat tulus. Daehyun mencubit pelan pipi kekasihnya itu seraya tersenyum, entah bagaimana mengartikan senyum Daehyun. Setelah itu dia segera memegang ponselnya dan mengetik sebuah pesan. ‘To.Minji , aku sedang berkencan dengan JiYeon. Jangan cemburu. LOVE YOU.’ Begitulah pesan yang dikirimkan Daehyun untuk Minji.Daehyun sangat percaya diri. Beberapa detik kemudian Minji membalas pesan Daehyun.. ‘To:Idiot Daehyun, lalu kenapa mengirimiku pesan. Kau sudah gila.Kalau jiyeon melihatnya ini akan sangat tidak lucu. Lagipula aku tidak cemburu.Untuk apa aku cemburu? Lanjutkan saja, perlakukan kekasihmu itu dengan baik. Jangan menghubungiku.’ .. Daehyun membacanya dengan senyum-senyum sendiri,membuat JiYeon penasaran apa yang Daehyun lakukan dengan ponselnya.
“Kau sedang apa?” Tanya JiYeon.
“Membalas pesan adik perempuanku di Busan.” Jawab Daehyun,memasukkan ponselnya ke dalam saku celananya.
“Ne?”
“Ne.. dia menggodaku soal kau.. aku bilang akan mengajakmu ke Busan minggu depan dan dia sangat senang..” Daehyun memang pandai berbohong.
“Mmm..”
~*~*~*~*~
--Di Rumah keluarga Nam—
“Eomma.. berhenti menangis.. berhenti memikirkan Woohyun Oppa..sudah setahun kau seperti ini.” kata adik Woohyun yang bernama Nam Yura.
“Nde Eomma.. dia tidak pantas kita pikirkan lagi.. dia sendiri yang memutuskan untuk keluar dari keluarga ini. dia tidak pernah menghubungi kita, dia pasti baik-baik saja.” Kakak Woohyun yang bernama Nam Hyosung itu juga ikut menenangkan Ny. Nam yang terus memikirkan anak laki-laki nya itu yang tak pernah pulang ke rumah semenjak kejadian setahun yang lalu.
*Flashback On*
                Hari itu hari sial untuk Woohyun.Paginya Woohyun menerima kenyataan pahit kalau yeojanya berselingkuh dan mengaku hanya memanfaatkannya, ini membuatnya benar-benar hancur, padahal Woohyun sangat mencintai yeoja itu sebelumnya. Mantan kekasih Woohyun itu bernama Jung Ahra.
                Woohyun tidak konsentrasi belajar seharian di sekolah. Akibatnya dia di hukum oleh gurunya untuk mengepel seluruh lorong dan koridor di sekolahnya yang sangat luas itu. Dan saat pulang sekolah kesialan belum berakhir, Woohyun di seret oleh 3 namja yang memang sering membully Woohyun. Mereka.. Yongguk, Zico,dan Baro. Woohyun di pukuli dan di kunci di gudang. Woohyun benar-benar sudah tidak tahan dengan semua yang terjadi pada dirinya. Dia tidak pernah punya teman yang benar-benar baik selama hidupnya. Dua saudara Woohyun ‘Hyosung dan Yura’ juga tidak pernah bersikap baik pada Woohyun karena mereka berdua tahu kalau Woohyun hanya anak adopsi di keluarga Nam.
                Setelah berusaha keluar dari gudang itu, akhirnya Woohyun bisa keluar, tapi sudah larut malam.. sesampainya dirumah, Woohyun kembali mendapat tamparan keras dari Appanya. Woohyun dimarahi oleh Appa dan Eommanya karena sudah membuat khawatir, dan mereka juga mengira Woohyun sudah berkelahi di jalanan layaknya anak-anak nakal. Setelah berdebat panjang dengan Appa juga Eommanya, Woohyun harus mendengar kenyataan kalauternyata dia hanyalah anak adopsi dan ini membuat dirinya benar-benar merasa sedih. Hyosung bahkan menyuruh Woohyun untuk tidak tidur di kamar Woohyun lagi,Hyosung menyuruhnya untuk tidur di bawah di dekat kamar pembantu. Tapi tentuhal itu dilarang oleh Ny.Nam.
                Karena merasa hidupnya selalu penuh kesialan, Woohyun memilih untuk bunuh diri keesokan harinya saat pulang sekolah.
*FlashBack Off*

“Yura-ya.. apatak pernah ada kabar dari temannya di sekolah?” Tanya Ny.Nam.
“Eomma.. harus berapa kali aku katakan pada Eomma.. Woohyun oppa itu tidak punya teman. Aku menanyai semua teman sekelas di sekolahnya, dan mereka bilang kalau Woohyun Oppa tak pernah bergaul dengan teman-teman sekelasnya.” Jawab Yura mengingat-ingat kata-kata teman sekelas Woohyun.
“Eomma tidur dan istirahat saja sekarang. Woohyun pasti akan kembali.” Hyosung kesal dengan sikap eommanya dan dia segera menaiki tangga.
“Eomma tak pernah bisa tidur karena memikirkan Nam Woohyun.. Eomma merasa bersalah karena memarahinya saat itu, dia anak laki-laki eomma satu-satunya.. Eomma tak pernah memperdulikan dia anak kandung eomma atau bukan. Eomma hanya berharap dia baik-baik saja.. woohyun kembali ke rumah..” Ny.Nam kembali menangis.
“Uljima~~.. aku juga menyesal tidak berperilaku baik padanya selama ini.. aku juga ingin Oppa kembali.. semua berbeda tanpa Oppa disini. Oppa Bogoshipeoyo..” Yura menatap foto besar yang menempel di dinding ruang keluarga, juga ada Woohyun di foto itu, tentu saja saat kakinya masih sehat. Woohyun terlihat tampan di foto itu.
~*~*~*~*~
*Woohyun POV
                Aku melihatnya masuk apartment dengan ekspresi wajah yang sangat bahagia. Aku bingung apa aku harus ikut bahagia atau sedih sekarang.
“Oppa.. ternyata seperti ini rasanya punya kekasih.. aku senang sekali..”
“Aku ikut bahagia kalau kau bahagia..” aku membohongi perasaanku sendiri.
“Ini makanan untukmu Oppa.. ayo kita makan..” JiYeon memegang tanganku dan mengajakku kemeja makan. Dia membawakan samgyupsal untukku.
“Apa kekasihmu tidak keberatan aku berada disini bersamamu?” Tanyaku.
“Molla.. tapi aku akan membelamu… tak boleh ada yang ikut campur masalah aku dan kau Oppa..sekalipun itu Daehyun Oppa. Kau akan bersamaku sampai kapanpun. Kau tenang saja..” kata-kata JiYeon sedikit membuat lega hatiku. Ternyata dia masih memikirkanku walau dia sudah memiliki Daehyun.
“Oppa kau lihatini…” JiYeon akan menunjukkan sesuatu.

~TBC

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar