Senin, 08 April 2013

Fan Fiction ~ Just For You Part 4.



Tittle : Just For You. Part 4.
Author : Mutiara Dini / Kwon Yura.
Cast : JiYeon T-ARA , Woohyun Infinite, Minzy 2NE1, Daehyun B.A.P
Other Cast: temuin sendiri ^^
Disclaimer : FF ini asli punya saya, Cast punya Tuhan, No Bash, No Plagiat.

-Happy Reading-

*Woohyun POV
“Oppa.. kaulihat ini..” JiYeon menunjukkan sesuatu yang melingkar di jari manisnya.
“Dari Daehyun?” Aku menatap benda itu sebentar lalu kembali menata sayur dan daging untuk menjadikannya samgyupsal. Setelah rapi aku suapkan samgyupsal itu ke mulut JiYeon. Aku tersenyum padanya.
“Ne, dari Daehyun.. ini bagus kan Oppa?”
“Ne.. bagus… kau akan cocok menggunakan apapun..^^” Jawabku.
“Oppa selalu memujiku, hingga aku tidak yakin apa Oppa bersungguh-sungguh dengan kata-kata Oppa..” JiYeon mempoutkan bibirnya.
“Hehe.. aku tidak pernah bohong tentang dirimu..” kataku yang kemudian meletakkan kedua telapak tanganku di bawah rahang dan daguku. Akumemandanginya. Dia sangat cantik malam ini.
“Kenapa memandangku seperti itu Oppa?” Tanyanya lalu menyuapkan samgyupsal untukku.
“Kau sangat cantik..” kataku lalu membetulkan poninya.
“Umm.. gomawo Oppa.. kau juga tampan..” dia tersenyum dan menatapku juga, sayangnya tatapan itu hanya sebatas adik pada kakaknya. Andai kau tahu JiYeon.. aku ingin lebih dari itu. Tapi .. huff.. yasudahlah..
“Oppa.. aku akan ke Busan minggu depan bersama Daehyun..”
“jinjja? Pasti menyenangkan..”
“Ne.. aku juga sudah merindukan Appa Eomma dan SungJae..”
“Ne.. hati-hati dan ingatlah kembali, hehe..” Lagi-lagi.. aku harus terlihat bahagia sementara aku benar-benar iri pada Daehyun. Kapan ini berakhir? TT__TT
~*~*~*~*~
--Beberapa hari kemudian--
--Di Dalam Mobil Daehyun—
*Author POV
“Apa kita mau piknik?” Tanya Daehyun sembari masih mengemudikan mobilnya. JiYeon menatap Daehyun tak mengerti.
“Kau membawa terlalu banyak bekal..” Lanjut Daehyun.
“Hehe..aku ingin Oppa memakan masakanku..” JiYeon tersenyum.
“Hehe.. Ne aku akan memakannya..” Daehyun menarik pelan pipi JiYeon.
                Sebelum menuju Busan, Daehyun mengajak JiYeon ke sebuah tempat yang sangat indah..letaknya tak jauh dari Busan. Tempat yang sangat tenang.. sejauh mata memandang hanya lautan rumput yang luas dan beberapa pepohonan rindang. Daehyun memilih untuk duduk di bawah salah satu pohon.
“Ayo kita piknik..” Daehyun menurunkan bekal makanan yang dibawa JiYeon dari apartmentnya.
“Whoaa.. ini tempat yang indah.. sejuk.. ah aku suka sekali..gomawo Oppa..” JiYeon memandangi sekitarnya.
“Kita duduk disini chagi..” pinta Daehyun kemudian melepaskan kaca matanya. JiYeon segera mendekat pada Daehyun kemudian menata makanan-makanan yang ia bawa.
“Ta-dahh…”
“JiYeon jjang… kau yang membuat semua ini?” Daehyun melihat ada berbagai masakan di depan matanya.
“Ne, Makanlah..” JiYeon tersenyum.
“Gomawo..” Daehyun mengecup kening JiYeon. JiYeon membeku karena tak percaya Daehyun baru saja menciumnya. ^///////^
~*~*~*~*~
                Setelah selesai memakan sebagaian makanan buatan JiYeon. Mereka berdua memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke Busan. Daehyun mengajak JiYeon untuk ke rumahnya lebih dahulu. Mengenalkan JiYeon pada keluarganya, JiYeon sangat senang, dia tidak tahu kalau Daehyun melakukan ini hanya untuk meyakinkan JiYeon.
                Keluarga Daehyun sangat baik pada JiYeon, terutama adik perempuan Daehyun yang bernama Wooram. Mereka bertiga.. ‘Daehyun,JiYeon,Wooram’ duduk di kursi taman di halaman rumah Daehyun.
“Kau harus hati-hati pada Oppa.. dia pandai berbohong..”kata Wooram. Daehyun segera menjitak kepala dongsaengnya itu.
“Appo!” Wooram memegangi kepalanya.
“Jangan dengarkan Wooram. Dia selalu sirik saat aku mempunyai kekasih.” Elak Daehyun seraya memberikan tatapan tajam pada Wooram.
“Eonni sudah lama berpacaran dengan Dae Oppa? Dia tak pernah bercerita tentangmu pada kita..” kata Wooram yang membuat JiYeon berkata dalam hati,”waktu itu Daehyun Oppa bilang sedang berkirim pesan dengan adiknya diBusan. Kalau Daehyun berbohong soal itu.. lalu..”
“Aku pernah bercerita padamu saat itu Wooram-ah, mungkin kau lupa..” Daehyun mencoba meyakinkan adiknya.
“Ne? mungkin saja..” Jawab Wooram yang masih berfikir apakah Daehyun berbohong lagi, atau memang dirinya yang sudah lupa.
“Wooram-ssi.. kenapa kau tak bersekolah di Seoul bersama Oppamu?” Tanya JiYeon.
“Oppa melarangku, karena dia bilang.. aku bisa menggagalkan semua renca-rencananya jika aku berada di dekatnya.” Jawab Wooram apa adanya.
“Ah Jeongmal! Kau bicara apa? Huh.. Kaja kita pergi darisini.. Gadis menyebalkan ini pasti akan meracuni otakmu agar berpisah denganku.” Daehyun menarik tangan JiYeon. Menjulurkan lidahnya pada Wooram lalu segera pergi meninggalkan rumahnya tanpa permisi pada orangtuanya. Dasar Daehyun!
                Setelah itu mereka memutuskan untuk pergi ke rumah JiYeon. Rumah JiYeon sangat dekat dengan pantai. Rumah kecil yang dihuni 3 orang. JiYeon sangat merindukan keluarganya. Begitu datang, dia segera memeluk erat Appa dan Eommanya, tak lupa dia juga memeluk adiknya ‘Sungjae’.
“Nuguya?” Tanya Sungjae menatap Daehyun.
“Ah.. annyeonghaseyo… Daehyun imnida..” Daehyun membungkuk.
“Apa dia kekasihmu?” Tanya Appa JiYeon.
“Ne..” Jawab JiYeon.
“Wahh.. namja ini tampan sekali..” seru Eomma JiYeon menatap kagum Jung Daehyun.
“Ehmm.. Gomawo .. banyak yang mengatakan seperti itu padaku..” Daehyun merapikan poninya.
“huh?” Sungjae heran mendengar kata-kata Daehyun.
~*~*~*~*~
                Sedangkan di apartmen, Woohyun bosan..menonton TV.. makan, tidur, menghirup udara segar di balkon, makan lagi, tidurlagi, menonton TV lagi.. dia merasa benar-benar bosan, sangat bosan bila JiYeon tidak ada, dan dia memutuskan untuk keluar apartment sebentar dengan kursi rodanya. Berusaha menggerakkan kursi roda itu dengan tangannya.Tapi… sebelum masuk lift..
“Kau??!” seru seorang namja seraya menunjuk Woohyun. Woohyun hanya diam, menatap kesal namja itu sebentar lalu segera masuk ke dalam lift,namun namja itu mengikuti Woohyun. Dia adalah.. ‘Baro’.
“Hey! Tak perlu khawatir dan takut padaku. Aku tak akan menyakitimu kalau aku tidak sedang bersama Yongguk hyung.” Kata Baro. Namun Woohyun tetap diam, dia masih ingat seberapa sering Baro memukulnya dulu.
“Kau sedang apa disini? Kenapa kau menghilang? Nam Yura sering mencarimu dan menanyakanmu ke sekolah hampir setiap hari.. sebenarnya aku tidak peduli apapun tentang kau,tapi apa yang terjadi pada dirimu? Kenapa kau menggunakan kursi roda?”
“Aku baik-baik saja.” Jawab Woohyun singkat lalu segera keluar lift saat pintu lift terbuka. Baro menggaruk kepala belakangnya karena bingung melihat Woohyun seperti itu.
~*~*~*~*~
                Di Busan, Daehyun dan JiYeon berjalan bersama di tepi pantai. Menikmati udara sore hari dan suasana sunset yang membuat kesan romantis diantara mereka. Daehyun menggandeng tangan JiYeon dan sesekali melingkarkan tangannya di pinggang JiYeon. JiYeonpun melakukan hal yang sama.
“Chagi-ya.. kota apa yang ingin kau kunjungi?” Daehyun bingung harus memulai pembicaraan dengan apa. JiYeon hanya diam jika Daehyun tak bertanya lebih dulu. Ini membuat Daehyun sedikit bosan. Tapi.. JiYeon seperti itu karena dia terlalu gugup. Hanya ada 3 namja yang membuatnya tidak gugup. Appa, Sungjae… dan Woohyun.
“Seoul.. Seoul dan Seoul.. aku tidak ingin jauh dengan Seoul..” Jawab JiYeon, JiYeon mengingat Woohyun, Woohyun ada di Seoul dan dia tak mungkin pergi jauh dari Seoul.
“Hmmm..”Jawab Daehyun lalu mereka kembali diam. JiYeon benar-benar payah, itu yang ada dipikiran Daehyun. Tempat sudah romantis, tapi JiYeon tak bisa membuat suasana menjadi romantis.
“JiYeon aku lelah.. kita duduk dulu..” Daehyun dan JiYeon duduk di pasir pantai yang basah. Mereka berdua tak peduli air pantai membasahi pakaian mereka. Deburan ombak menyapu kaki JiYeon dan Daehyun.
“Kau mencintaiku?” Tanya Daehyun menatap kekasihnya itu.
“Ne.. aku sangat mencintaimu..” jawab JiYeon sangat tulus. Daehyun tersenyum.
“Ayo berfoto bersama..” Daehyun mengeluarkan ponselnya daridalam saku kemejanya.
‘Clapp’ cahaya flash sudah menyala dan sudah terlihat diponsel Daehyun sebuah foto JiYeon dan Daehyun, yang sejujurnya terlihat sangat serasi.
“Yeppeuda..” Daehyun menyentuh foto JiYeon dengan telunjuknya. JiYeon tersenyum, pipinya memerah.
“JiYeon-ah..” Panggil Daehyun lirih seraya membelai lembut rambut JiYeon.
“Ne..” JiYeon menoleh. Dan perlahan Daehyun berusaha menempelkan bibirnya pada bibir JiYeon. Melumat lembut bibir JiYeon tanpa perlawanan. JiYeon hanya diam dan sedikit shock. Itu ciuman pertamanya. Ciuman yang berlangsung lama dengan background sunset yang indah. JiYeon pasti tak akan melupakan ini. Namun.. lagi-lagi sayang sekali Daehyun melakukan semua ini tidak dengan perasaan. :’(
~*~*~*~*~
                Beberapa hari kemudian, JiYeon tidak masuk sekolah karena sakit. Tubuhnya demam, Woohyun berusaha merawat JiYeon. Dan rencananya malam harinya Daehyun baru akan datang ke apartment JiYeon untuk membawa JiYeonke rumah sakit.
DiSekolah, saat JiYeon tidak ada, Daehyun makan siang bersama Minji di kantin sekolah.
“Oppa..JiYeon sakit.. apa kau sudah menghubunginya?” Tanya Minji.
“Tentu saja sudah.. mana mungkin belum.. aku kan kekasihnya..” jawab Daehyun. Minji mengerutkan dahinya.
“Apakau sudah mulai menyukainya?”
“Mmm..apa kau cemburu?” Tanya Daehyun sebelum menjawab pertanyaan Minji.
“Tidak..sama sekali tidak..aku justru senang kalau kau bisa menyukainya.”
“Aku sedikit menyukainya.. tapi aku menyukaimu lebih banyak.” Daehyun menatap Minji. Membuat jantung Minji berdebar. Tatapan mata Daehyun memang sangat istimewa.
“Mwoyo? Jangan menatapku seperti itu! Aku tidak menyukaimu.” Minji menutupi muka Daehyun dengan Tissue. *Dueng!
“Kau tahu Minji-ya.. saat di Busan.. aku dan JiYeon sudah berciuman..”
“Jinjja?”
“Berciuman di suasana Sunset.. ahh itu indah sekali.. andai aku melakukannya denganmu..”
“Oppa..kau jahat sekali pada JiYeon..” wajah Minji berubah sedih.
“Wae?”
“Apakau tidak tahu itu ciuman pertama JiYeon? Harusnya JiYeon memberikan ciuman pertamanya pada namja yang menyayanginya.. aku menyesal menyuruhmu untuk menjadi kekasihnya.. aku merasa bersalah..” Minji menunduk sedih. Daehyun yang semula ada berhadapan dengan Minji kini berpindah duduk di sebelah Minji.
“Mianhaeyo..”kata Daehyun meletakkan kepalanya di meja agar bisa melihat wajah Minji yang menunduk.
“Oppa..aku mohon.. sayangi JiYeon dengan tulus.. bukankah dia sangat baik padamu..bukankah dia sangat tulus..? apa kau tak merasa bersalah sudah berbuat seperti ini padanya?” Minji mencoba meyakinkan Daehyun. Daehyun terdiam. Daehyun mulai merasa kalau selama ini terlalu jahat pada JiYeon yang selalu baik padanya.
“Kau pasti bisa melupakanku Oppa.. aku bukan yeoja yang pantas untukmu.. mmm.. aku sudah memiliki kekasih.” Kata Minji membuat Daehyun melebarkan kelopak matanya,menatap tak percaya yeoja di sampingnya itu.
“Aku berkata jujur padamu.. aku dan Dongwoo..”
“Mwo??Dongwoo?? Sejak kapan kau dekat dengan DongWoo? Namja bermulut lebar itu..”
“Jangan menghina nae namja!” Minji menjewer telinga Daehyun. Daehyun tak berkata sakit atau merasa kesakitan seperti biasanya, tapi kini ia hanya diam, karena kenyataan kalau yeoja yang ia sukai ternyata sudah memiliki kekasih. Daehyun merasa sedikit kecewa. Daehyun meniup poninya sendiri karena kesal.
“OppaMianhaeyo..” Minji meninggalkan Daehyun.
“Arrgghhh!!!Jeongmal! Waeyo Minji?? Wae??” Daehyun mengacak-acak rambutnya sendiri karena kesal mengetahui Minji sudah berpacaran dengan Dongwoo. Dongwoo adalah teman sekelas Minji dan JiYeon. Dongwoo pernah memiliki masalah dengan Daehyun soal Musical. Daehyun tak pernah mengobrol dengan Dongwoo lagi semenjak pertengkarannya beberapa bulan yang lalu.
~*~*~*~*~
                Malam harinya Daehyun datang ke apartment JiYeon untuk membawa JiYeon ke rumah sakit. Kali ini Daehyun mulai memperlakukan JiYeon sebagai kekasihnya dengan tulus. Daehyun membawakan bubur untuk JiYeon dan menyuapi JiYeon sebelum membawanya ke rumah sakit. Daehyun takmenyapa Woohyun sama sekali, walaupun jelas-jelas dia melihat Woohyun, dan dirumah itu bukan hanya ada JiYeon dan dirinya saja. Daehyun merasa ada yang berbeda dari tatapan Woohyun saat menatap kekasihnya. Ini membuat Daehyun kesal.
“Mianhaechagi-ya..” kata Daehyun seraya menyuapkan satu suap bubur untuk JiYeon.
“Kenapa meminta maaf Oppa?” Tanya JiYeon. Woohyun menonton TV dan pura-pura tidak mendengar. Mereka bertiga ada dalam satu ruangan sekarang.
“Akuhanya ingin meminta maaf padamu..” Daehyun menggenggam tangan JiYeon.
“Kautak pernah salah Oppa.. kau sangat baik padaku..”
“Apakau sudah makan? Bagaimana di sekolah? Kau tadi berlatih Musical kan?” LanjutJiYeon.
“Aku sudah makan, di sekolah membosankan karena tidak ada kau, dan aku sudah berlatih Musical.. sebulan lagi aku akan menggelar Musical dan kau harus datang..”
“Ne..aku pasti akan datang.. aku akan datang bersamanya.. kau akan ikut kan Woohyun Oppa?” Tanya JiYeon pada Woohyun.
“Ne? N..Ne..aku akan ik …” Woohyun menoleh pada JiYeon, tapi dia di kagetkan karena melihat Daehyun dengan cepat mencium bibir JiYeon tepat dihadapannya. Daehyun sengaja melakukan itu karena Daehyun curiga kalau Woohyun menyukai yeojanya. Daehyun ingin Woohyun berhenti menyukai kekasihnya. Woohyun seketika lemas.. dia berbalik dan membiarkan Yeoja yang sangat ia sukai berada di belakangnya sedang berciuman. Hati Woohyun benar-benar hancur. JiYeon berusaha melepaskan ciumanitu, tapi Daehyun memegang tengkuk JiYeon dan membuat JiYeon terpaksa menikmati ciuman itu. Woohyun menunduk, ia menangis. Dia merasa benar-benar seperti pecundang. Pecundang yang membiarkan yeoja yang ia sukai dimiliki oleh namja lain.
“JeongmalSaranghaeyo..” Ucap Daehyun saat bibirnya mulai menjauh dari bibir JiYeon.
“Oppa..”JiYeon memegang bibirnya dengan telunjuknya. Daehyun memeluk JiYeon singkat.
“Kaja!Kita ke rumah sakit sekarang..” ajak Daehyun seraya menaruh mangkuk buburnya diatas meja di samping ranjang JiYeon. JiYeon turun dari ranjang dan mendekatiWoohyun yang menunduk.
“Oppa..Gwenchanayo?” Tanya JiYeon karena melihat Woohyun yang menunduk.
“Gwenchana..aku hanya pusing dan mengantuk.. segeralah ke dokter.. aku ingin kau cepat sembuh dan memasak lagi untukku.” Jawab Woohyun masih dengan menunduk. Woohyun tak ingin JiYeon tahu kalau ia sedang menangis.
“GomawoOppa.. aku akan sembuh dan kita akan makan bersama lagi.. kau istirahatlah sekarang..” JiYeon memegang pundak Woohyun.
“Chagi-ya Ppalli!” Daehyun meraih tangan JiYeon. Dan mereka pergi ke Rumah sakit. Woohyun tetap menunduk dan menangis. Dia berusaha melupakan apa yang baru saja ia lihat. Ingin sekali Woohyun memukul Daehyun. Tapi apa haknya.. Daehyunlah yang kekasih JiYeon bukan dia.
‘DingDong’ suara bel apartment JiYeon.
“Apa mereka tidak jadi ke rumah sakit?” gumam Woohyun.
‘DingDong’ bel itu berbunyi lagi.
“Kenapa tidak langsung masuk saja??” Woohyun kini meraih penyangga kakinya, menghapus air matanya dan segera berjalan pelan menuju pintu apartment JiYeon.
“Tidak jadi ke…” Woohyun membuka pintunya dan kata-katanya terhenti saat ia melihat siapa yang sudah ada di depan pintu. Woohyun terdiam dan menunduk melihat kakinya yang juga di perhatikan oleh seseorang yang ada di hadapannya sekarang.Dua orang.. namja dan yeoja. Yeoja itu seketika memeluk Woohyun seraya menangis.
“Oppa..”Yeoja ini terlihat sangat merindukan Woohyun.
“Oppa mianhaeyo.. selama ini ak….”
“Bagaimana kau bisa tahu dimana aku tinggal..?” Tanya Woohyun memotong kata-kata Yeoja itu.Yeoja itu masih memeluknya.
“Oppa gwenchanayo? Oppa kenapa kakimu?”
“Gwenchanayo..”Jawab Woohyun pelan seraya menatap namja yang juga ada di hadapannya.
“Masuklah..”Woohyun melepaskan pelukan Yeoja itu lalu mempersilahkan dua orang itu untuk masuk. Woohyun masih tak percaya apa yang dia alami sekarang. Yeoja itu..

~TBC

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar