Rabu, 22 Mei 2013

Fan Fiction ~ My Precious Love , Part 8 . {END}



Tittle : My Precious LOVE , Part 8 .{END}.
Author : Mutiara Dini / Kwon Yura.
Genre : Romance.
Cast : Banyak. ^_^v

Note : Mianhae kalau gaje :D aku masih belajar buat FF… hhe~ semoga suka… ^^
Disclaimer : No Plagiat . FF ini asli hasil imajinasi saya..! ^^





--Happy Reading—





*Author POV
Kangjun menatap Krystal dan Naeun bergantian. Kangjun memejamkan matanya sejenak. Dia mencoba memahami hatinya. Membayangkan kalau salah satu diantara mereka tidak ada, siapa yang akan membuat Kangjun merasa kehilangan. Itulah yang akan Kangjun pilih.

Beberapa detik kemudian,Kangjun membuka matanya.. ia sudah meyakinkan hatinya, bagaimanapun juga Kangjun sadar kalau ia tak mungkin memiliki keduanya.
Matanya kini terarah pada seorang yeoja.. bukan untuk memilihnya.. tapi untuk meminta maaf. Yeoja itu adalah.. “Krystal” :'(

“Soojung-ssi mianhaeyo..” Kangjun menyebutkan nama asli Krystal. “Aku memilih Naeun.. aku benar-benar minta maaf..” Lanjut Kangjun.

Hati Krystal benar-benar seperti tersambar petir. Namja yang ia sayangi, yang sudah cukup lama menjalin hubungan serius dengannya itu ternyata lebih memilih yeoja lain. Kangjun memeluk erat Krystal karena merasa bersalah. Sebenarnya ia juga menyayangi Krystal, tapi kini rasa sayangnya pada Naeun lebih besar. Kangjun seperti tidak bisa meninggalkan Naeun. Kangjun ingin selalu menjaga Naeun.

Dengan suasana hati yang masih sangat sedih, Krystal berjalan menuju kamar mandi untuk mengganti pakaiannya, lalu mengemasi barang-barang yang ia punya dari lemari Kangjun. Krystal melakukannya seraya menangis. Kamar Kangjun sudah seperti kamarnya sendiri. Dia tak menyangka kalau hari ini ternyata adalah hari terakhirnya berada di kamar itu.

Kangjun terdiam. Dia mengabaikan Naeun untuk saat itu karena masih memikirkan Krystal. barusaja Kangjun mengakhiri hubungannya dengan Krystal. Tapi Kangjun harus percaya akan pilihannya. Naeunlah yeoja yang harus ia jaga.

Krystal sudah siap dengan kopernya.  Ia menatap Kangjun. Airmata Krystal terus mengalir. “Oppa.. semoga kau bahagia akan pilihanmu.. aku memang tak pantas untukmu.. aku harap hubungan kita tak canggung setelah ini. Kau masih mau berteman denganku kan?” Tanya Krystal mencoba tersenyum.
Kangjun segera mendekap Krystal. mungkin ini yang terakhir kalinya. “Tentu saja.. aku tak akan mungkin bisa memusuhimu.. maafkan aku Krystal.. aku mohon kau bisa mengerti.. kau akan mendapatkan namja yang jauh lebih baik daripada aku.” Ucap Kangjun, lalu mencium kening Krystal.

Eolmana eolmana deo.. neoreul
Ireohke baraman... bomyeo.... honja
babogateun sarang.. i geojigateun sarang..
Gyesokhaeya niga nareul sarang hagenni.. Oh..

Jogeumman gakkai wa jogeumman
Hanbal dagagamyeon du bal domangganeun
Neol saranghaneun nan jigeumdo yeope isseo
Geu namjan umnida
(Ost. Secret Garden – That Man)

---

Dengan berat Krystal melangkahkan kakinya menuju pintu, tapi......
‘klek klek’ . Ya, pintunya terkunci.
“Oppa.. pintunya terkunci.. eotteokhae?” Ucap Krystal seraya mencoba memutar-mutar handle pintu kamar Kangjun.
“Mwoya??”
“Pasti ini ulah Daehyun Oppa..” Ucap Naeun.
“Ishh jeongmal.” Kata Kangjun kesal lalu segera menuju balkon kamarnya. “Jung Daehyun!!!!!” Kangjun meneriaki Daehyun.
Daehyun segera keluar dari dalam rumah pohonnya bersama JiYeon.
“Kau sudah puas!!! Ini ulahmu kan??! Berikan kuncinya sekarang!!!!” Teriak Kangjun lagi begitu melihat Daehyun.
Daehyun hanya tertawa senang, lalu segera turun bersama JiYeon dan segera masuk ke rumah untuk membukakan pintu kamar Kangjun.
Setelah pintu kamar Kangjun terbuka, Krystal segera keluar dan berjalan cepat menuju  mobilnya. Krystal menangis sepanjang perjalanan. Dia tak mungkin pulang ke rumahnya dalam keadaan seperti itu. Krystal memutuskan untuk pergi ke suatu tempat.

---


Krystal segera memarkir mobilnya setelah tiba di tempat tujuannya yaitu ‘Gereja’.  Gereja sepi siang itu. hanya ada beberapa orang termasuk salah seorang penjaga gereja yang sedang membersihkan ruangan luas, tempat biasanya ia berdo’a.

Krystal mulai melangkah masuk. Langkah kakinya bergema, ruangan yang sangat tenang. Krystal berdo’a untuk hidupnya kedepan, untuk kebahagiaannya dan untuk kebahagiaan Kangjun bersama Naeun.

---

                Beberapa saat kemudian, Krystal melihat seseorang berjalan melewatinya. Krystal menatapnya sejenak, dia mengenalnya. Ya.. itu Baro.
“Oppa?” Sapa Krystal.
Baro menoleh pada Krystal. Dia terlihat berpikir sejenak. “Krystal-ssi?” Baro mengingat Krystal. Kemudian ia mendekat pada Krystal dan duduk disamping Krystal.
“Kau tidak pergi bersama Kangjun? Tumben sekali... biasanya kau selalu menempel dengannya.” Tanya Baro.
“Sebenarnya.. hubunganku dan Kangjun Oppa sudah berakhir.” Jawab Krystal. Pandangannya kosong.
Baro terkejut. Baro berpikir pasti ini karena adiknya.
“Kangjun Oppa berselingkuh..” Lanjut Krystal lirih.
“Berselingkuh?”
“Ne.. berselingkuh dengan adikmu.. aku baru ingat saat perjalanan kemari. Aku baru ingat kalau yeoja itu adalah adikmu. Aku pernah melihatnya berada di rumahmu malam itu.”
“Eoh?” Baro pura-pura terkejut.
“Ne..”Jawab Krystal lemas.
Baro menggenggam tangan Krystal. “Jangan sedih.. aku minta maaf atas nama adikku.” Ucapnya. “Sebenarnya.. mereka memang sudah dekat sejak lama.. bahkan sebelum Kangjun mengenalmu.” Lanjut Baro.
“Ne Oppa.. aku akan berusaha menerima kenyataan ini. Aku tak lagi menyalahkan mereka berdua. Aku rasa akulah yang terlalu membosankan hingga Kangjun oppa memutuskan hubungannya denganku tadi.” Airmata Krystal kembali membasahi wajah cantiknya.
Baro menghapus airmata Krystal. “Jangan menangis.. itu tak akan menyelesaikan masalah..” Ucap Baro. Lalu Baro mengambil sesuatu dalam tasnya. “Ambil ini untukmu.. aku mendapatkannya dari seorang kakek tua di Jinan dua hari yang lalu. Pakailah.. kau pasti akan merasa lebih baik.”
Krystal memperhatikan dulu kalung yang baru saja Baro berikan padanya. “Jeongmalyo?”
“Nde.. pengaitnya sedikit susah. Berikan padaku.. biar aku yang memakaikannya untukmu.
Sesaat setelah kalungnya sudah terpasang. Terjadi sesuatu yang aneh pada mereka berdua. Mereka merasakan sesuatu. Ada yang aneh pada hati mereka. mata mereka bertemu dan saling memandang.
--
Kalung itu adalah kalung pemberian seorang kakek tua di Daerah Jinan. Ternyata Kalung berbandul giok bulat kecil pemberian kakek tua itu sebenarnya adalah sebuah kalung yang akan mempertemukan seseorang pada jodohnya. Tapi Baro belum mengetahui akan hal ini.

---

--Beberapa bulan kemudian—

*Daehyun POV
                Hari ini, aku dan Yoori pergi ke sebuah toko roti, tentu saja untuk membeli cheesecake kesukaanku. Aku memutuskan untuk diam di toko itu terlebih dahulu untuk membuka macbookku dan bermain game online tentunya.
“Kau masih suka bermain game online rupanya..” Ujar Yoori.
“Ne, sebelum aku berhasil mengalahkan evilgame itu. aku tak akan berhenti.” Jawabku seraya menyalakan Macbook di hadapanku.
“Jiho juga sangat suka bermain game online.” Ucapnya.
“Siapa Jiho??” Tanyaku, sepertinya aku sering mendengar nama itu.
“Sahabat Chihoon.. waktu itu aku pernah melihatnya bermain game melawan evilgame. Dan sama sepertimu dia selalu kalah. Dia menggunakan nama dazzling.light.”
“Ah, aku pernah melawannya beberapa kali. Jadi dia sahabat namjamu? Huff..  evilgame ini memang sangat hebat, dazzling.light yang lebih jago dariku saja tidak bisa melawannya. Andaikan aku bisa mengalahkannya, aku berjanji tak akan menyentuh macbook ini lagi. Kau bisa membuang atau memberikannya pada siapapun.” Kataku santai. Aku memang sudah sangat bosan, tapi aku begitu penasaran untuk mengalahkannya.

Saat aku mulai membuka game online-nya, muncul evilgame di kotak obrolan milikku.
#-Hey cheesecake. Apa kau masih ingin melawanku?-
                                         -tentu , aku tak akan berhenti sebelum berhasil-
-haha XD  terserah kau saja. Tapi.. ngomong-ngomong.. kau ada dimana sekarang? Di sebuah toko roti di Hongdae bukan?-
                                         -Eh? Bagaimana kau bisa mengetahuinya?-
-Aku namja jenius. Haha.. kau tahu. Aku juga berada di ruangan yang sama denganmu.-#

Aku segera memandangi toko roti yang luas ini. Yang benar saja.. evilgame itu sedang berada di ruangan yang sama denganku. Mana dia??
“Kau mencari siapa?” Tanya Yoori.
“Evilgame.. dia ada disini sekarang.”
“Oh ya? Yang mana?”
“Aku curiga pada namja itu.. hanya aku dan dia yang menggunakan notebook. Biar aku hampiri.” Jawabku lalu segera beranjak dan menghampiri namja dengan kaos jelek warna putih itu.
---
“Kau  evilgame??” Tanyaku.
Dia menatapku datar, lalu tersenyum. Senyumnya sangat menyebalkan, senyum evil. Huahhh pantas saja dia menggunakan nama evilgame. Dia menunjukkan layar notebooknya dan aku melihat nama itu.
“Rupanya orang yang hebat itu seperti ini? Aku kira kau namja woww.. hah! Biasa saja ternyata.” Ucapku kecewa. Namja itu tak menjawabku.

Aku mengulurkan tangan mengajaknya untuk berjabat tangan. “Aku Jung Daehyun. Anak Jung HyunSik, cucu Jung Samho , dan cicit dari Jung Dae iL.” Aku memperkenalkan diriku. Haha... mungkin terlalu lengkap. Tapi kakekku bilang aku harus menunjukkan nama-nama itu saat berkenalan dengan seseorang. Keluargaku adalah keluarga terpandang. Pasti dia segan.
Dia membalas jabat tanganku. “Aku Cho Kyuhyun. Anak Cho JunHyung , cucu Cho Youngji , dan cicit dari cho yi jeong. Ibuku yang eunji , adikku cho chunji, tetanggaku Cha Ba……”
“Eeehhh sudah-sudah… Siapa orang-orang itu? tidak terkenal.” Jawabku malas memotong kata-katanya. Untuk apa dia memperkenalkan tetangganya? Huh.
“Kau masih mau melawanku bermain game online? Uangmu sudah masuk rekeningku lebih dari 2 juta won. Kau akan membuatku kaya jika terus bermain denganku.”
“Uang sedikit itu tidak ada artinya untukku! Mmm.. begini saja.. jika aku menang.. kau harus berjanji mengembalikan uangku. Ya.. 2 juta won saja.. sisanya aku relakan untukmu.. bagaimana?”
“Baiklah… lagipula kau tak akan menang dariku.haha.. dan Kalau aku menang lagi.. kau harus membayar 6 juta won padaku.” katanya menunjukkan senyumnya yang menyebalkan itu lagi padaku. lalu namja bernama Kyuhyun ini menutup notebooknya dan memasukkannya ke dalam tas. “Aku tunggu besok malam. Haha..” Lanjutnya lalu pergi meninggalkanku. Huh! Orang itu wajahnya saja sudah menyebalkan. Aku harus bisa mengalahkannya!

------

--at 8.00 am—

*Author POV
                Pagi hari di kelas Taejun dan Hyeri.. suasana masih sepi karena belum semuanya datang. Taejun menghadapkan kursinya ke meja Hyeri seperti biasa. Headphone warna hitamnya itu masih tergantung di lehernya. Hyeri sedang sibuk membaca sebuah buku pelajaran.
Taejun menutup buku yang Hyeri baca. Hyeri menatap Taejun seketika. Taejun tersenyum. “Kau sudah sarapan?”
“Sudah.. bagaimana denganmu Oppa..?”
“Aku juga sudah..” Jawab Taejun. “Mmm.. Chagi-ya.. mengapa keluargamu begitu baik padaku?” Tanya Taejun.
“Huuhh.. maafkan keluargaku Oppa.. keluargaku itu sangat matrealistis. Mereka tahu siapa kau. Dan kau satu-satunya orang dari keluarga kaya yang dekat denganku. Mereka sangat senang bahkan menginginkanku untuk menjadi kekasihmu..” Jawab Hyeri lesu mengingat kelakuan ibu dan kakaknya yang sangat heboh jika membicarakan soal Taejun.
“Lalu bagaimana dengan Chunji?”
“Mereka tak pernah tahu soal hubunganku dan Chunji. Kalau mereka tahu mereka juga tak akan menyetujuinya. Mereka sangat mengharapkan aku dan Oppa bisa menikah suatu saat. Itu memalukan.. maafkan aku Oppa..”
“Hehe.. aku senang.. kau memang akan menikah denganku suatu saat. Kau akan menjadi nyonya Park. Turuti saja keluargamu. Jauhi Chunji. Namja itu tak akan membuat hidupmu bahagia. menuruti kata orangtua itu lebih baik.” Ucap Taejun yang sangat senang karena mendapat lampu hijau dari orangtua Hyeri. Ya.. seperti sekarang saja.. Taejun bisa dengan bebas keluar masuk kamar Hyeri. Dengan bebas berkunjung ke rumah Hyeri.. dengan bebas mengajak Hyeri keluar untuk Jalan-jalan. Taejun sangat beruntung. Ny. Lee selalu memperlakukan Taejun dengan sangat baik.. memasakkan makanan-makanan enak kalau Taejun berkunjung ke rumahnya. Hyukjae juga sering mengajak Taejun mengobrol banyak, walau banyak dari obrolan Hyukjae yang Taejun tak mengerti.
“Entahlah Oppa.. bagaimana dengan Chunji Oppa.. sekarang memang rasa sayangku sedikit berkurang padanya.. dia sering mengabaikanku.. aku sering menemukan dia mengirim pesan dengan Bomi. Aku muak dengan Bomi. apalagi yang ingin berusaha dia rebut dariku. Aku kesal. Uh! Dia juga semakin sibuk akan kejuaraan bulu tangkisnya. Lalu.. jika aku berkunjung ke rumahnya, keluarganya sering membanding-bandingkan aku dengan Kyuri. Itu membuatku kecewa.”
Taejun melebarkan matanya seketika. “Kyuri??” Tanya Taejun.
“Ne.. mereka menceritakan soal Kyuri. Katanya..Kyuri sangat pintar dalam memasak. Sedangkan aku tidak. Mereka juga bilang.. Kyuri sangat cantik.. berpenampilan menarik.. dan sangat menyenangkan dalam mengobrol.. sedangkan aku biasa saja. Aku merasa mereka tidak menyukaiku.” Ujar Hyeri lemas.
Taejun mengingat sebentar soal Kyuri, Kyuri memang sangat cantik.. menyenangkan.. pintar memasak.. dia sangat sempurna. Tapi Taejun tak ingin Hyeri sedih. Taejun menggenggam tangan Hyeri. “Kau lebih baik dari Kyuri. Kau yang terbaik untukku. Jangan pedulikan mereka. Keluargaku pasti akan baik padamu. Aku juga tak akan pernah mengabaikanmu.. jangan bersedih lagi. Aku milikmu Hyeri-ya..”
Hyeri tersenyum, “Gomawo Oppa..”

---

                Di tempat lain, Kangjun sedang mengendarai mobilnya. Ia dan Naeun akan pergi ke Nami Island. Hari ini adalah hari ulang tahun Naeun. Kangjun ingin menghabiskan waktunya seharian dengan kekasihnya itu.
“Oppa.. kita mau kemana?” Tanya Naeun.
Kangjun menatap sekilas Naeun lalu pandangannya kembali fokus ke depan. “Tempat yang indah untuk di kunjungi saat musim gugur..” Jawab Kangjun tersenyum.
“Mmm..” Naeun masih memikirkan tempat apa yang dimaksud Kangjun.
---
                Akhirnya mereka sampai di Nami island. Kangjun tak lupa membawa Camera kesayangannya. Naeun terlihat sangat bahagia. sudah lama Naeun ingin sekali pergi ke Nami island. Walau hanya sekitar 1 jam perjalanan dari Seoul. Naeun sama sekali belum pernah ke Nami island. Baro tak pernah pergi bersama Naeun ke tempat itu. :’)
                Naeun dan Kangjun menyewa satu sepeda untuk dinaiki berdua. Kangjun membonceng Naeun, menempatkan yeojanya itu di depannya. Mereka menyusuri tepi danau.. Naeun menyanyikan lagu untuk Kangjun. Mereka terlihat sangat bahagia.
---
                Mereka berdua berhenti mengendarai sepeda, melanjutkannya dengan berjalan kaki. Kangjun mengajak Naeun berjalan menyusuri jalan yang penuh dengan daun-daun kuning yang gugur dari pohon gingko. Tidak terlalu banyak orang saat itu yang melewati jalan gingko. Hanya beberapa orang saja.
“Ta-dahh..” Kangjun mengeluarkan kotak kecil bewarna merah bentuk love dari saku celananya.
“Mwoya?” Tanya Naeun.
“Will You marry me?” Ucap Kangjun.
Naeun mengerutkan dahinya, “Kita masih bersekolah Oppa..”
“Hehe.. aku bercanda.. saengil chukha hamnida nae yeobo…”
Naeun tersenyum lalu menerima kotak kecil itu, ia membukanya.. dan melihat sepasang cincin couple dengan tulisan NK dibaliknya. “Yeppeuda.. gomawo chagi-ya..”
“Cheonmaneyo chagi-ya.. aku mencintaimu..”
“Jinjjayo..?”
“Jinjja.. cintaku adalah Cha Naeun..  selamanya tetap Cha Naeun. Tidak ada yang aku pikirkan lagi selain dirimu saat ini.” Ucap Kangjun tulus. “Cintaku adalan dirimu.. ketika aku tidur hanya ada satu orang yang selalu hadir dalam mimpiku, orang itu adalah dirimu.. saat aku terbangun dari tidurku, satu orang yang kembali aku pikirkan dan terkadang juga ada disampingku itu adalah dirimu.. saat aku berada jauh dari Seoul pun aku hanya memikirkan satu nama.. –Naeun-.” Lanjut Kangjun masih dengan berjalan di bawah pohon-pohon gingko. Suasana yang tenang.. Naeun hanya tersenyum senang. Saking bahagianya sampai ia tak tahu harus berkata apa lagi pada namjanya itu.
Tiba-tiba Kangjun bersimpuh di depan Naeun, membelakangi Naeun menawarkan punggungnya.
“Ayo naik..” Ucap Kangjun.
“Oppa…”
“Sudah ayo naik. Kau pasti lelah..” Ucap Kangjun lagi. Setelah itu perlahan Naeun mulai menempel pada punggung Kangjun. Kangjun mulai berdiri dan menggendongnya.
Kangjun begitu menyayangi Naeun. Naeun selalu baik padanya, bahkan Eomma Kangjun menyukai Naeun, karena ternyata Eomma Naeun yang sudah meninggal itu dulunya adalah sahabat Eomma Kangjun saat masih bersekolah. Karena hal itu juga, Ny.Jung melarang Daehyun bermusuhan lagi dengan Baro. Daehyun sempat menolak. Marah-marah dan teriak-teriak seperti biasanya. (-__-) Tapi ujung-ujungnya dia mau memaafkan Baro yang sekitar seminggu yang lalu meminta maaf pada Daehyun lebih dulu. Baro sudah malas bertengkar mulut dengan Jung Daehyun. Baro juga mulai bisa melupakan JiYeon.

------

*Hyeri POV
                Aku menunggu Chunji Oppa di depan gedung olahraga di sekolah kita. Dia sedang berlatih badminton seperti biasa, ya.. mungkin beberapa bulan terakhir ini dia lebih sering berlatih daripada dulu. Bahkan sudah sebulan ini dia sama sekali tak menghubungiku. Hufff.. dia atlet Bulu Tangkis ganda campuran di sekolah kita.

                Yoon Bomi .. yeoja itu adalah pasangan Chunji Oppa saat bermain bulu tangkis. Huahh.. yeoja itu menyebalkan. Dulu dia selalu mendekati Taejun Oppa, dan sekarang Chunji Oppa. :’(

---

“Oppa! Aku sangat gugup memikirkan pertandingan kita minggu depan.” Ucap Bomi, Yaa’ Aku mendengarnya, dan Chunji Oppa bahkan tak sadar ada aku disini. Apa aku terlalu kecil hingga ia tak bisa melihatku. Huhu.. jeongmal.. aku benar-benar sedih melihat mereka seakrab itu. Merangkul-rangkul namjaku sesuka hatinya. Uh!
“Tidak usah gugup. Ada aku…” Jawab Chunji Oppa. Ya Tuhan.. namja itu kenapa menatap Bomi seperti itu. Aku memakan cepat coklat yang daritadi aku pegang karena kesal.
“Oppa kau pulang dengan siapa??” Tanya yeoja genit itu lagi.
“Sendiri. Memangnya kenapa?” Jawabnya santai. Ige Mwoya???? Jawabannya benar-benar seakan menamparku. Chunji Oppa ini bagaimana? Bukankah tadi dia mengirim pesan padaku dan menyuruhku menunggu di luar gedung olahraga, karena dia ingin pulang bersamaku? Lalu kenapa sekarang dia ingin pulang sendiri???! Keterlaluan… aku menunggu hampir satu jam disini. Panas.. haus.. dan sangat membosankan. Tapi mengapa sekarang dia malah melupakanku??
“Kau naik subway? Kita pulang bersama ne…” Ajak Bomi lalu segera meraih tangan namjaku dan berlalu meninggalkanku. Baru saja aku ingin menyapa namjaku. Aku benar-benar kesal.
Aku berjalan pulang sendiri menuju halte seraya melamun memikirkan Chunji Oppa yang begitu menyebalkan akhir-akhir ini. Oh Tuhan.. aku mohon kirim Taejun Oppa sekarang juga untukku.
‘Tinn Tinnnn’ suara klakson mobil di belakangku. Huahh! Kenapa membunyikan klakson mobilnya?? Bukannya aku sudah berjalan benar di atas trotoar??
Aku segera menoleh ke belakang. “Oppa???” Aku sedikit membungkuk melihat wajah Taejun Oppa yang ada di dalam mobil warna hitam itu. Aku tersenyum senang saat itu juga. Tuhan mengabulkan permohonanku. Aku menatap langit dan berterima kasih pada Tuhan. Kemudian aku segera masuk ke mobil Taejun Oppa. Aku menjatuhkan keras tubuhku pada kursi mobilnya. Dia menatapku heran. Di dalam mobil itu juga ada Jiho dan Hyeju.
“Apa sudah terjadi sesuatu? Gwenchanayo?” Tanya Taejun Oppa lalu memegang pundakku.
“Aku melihat Chunji Oppa pulang bersama Bomi.” Jawabku sedih.
“Bomi??” Tanya Jiho di kursi belakang.
“Ah Ne.. aku pernah melihat Bomi dan Chunji makan malam bersama di Hongdae.. sekitar tiga minggu yang lalu.” Ucap Hyeju.
Aku menoleh ke arahnya seketika. “Kau tidak berbohong?” Tanyaku.
“Aniya.. aku berani bersumpah. Awalnya aku kira Chunji dan kau sudah tidak berhubungan lagi.” Jawab Hyeju. Dadaku menjadi sesak tiba-tiba. Chunji Oppa membohongiku..
“Ish! Namja itu! Aku yang akan bicara dengannya nanti.” Ucap Taejun Oppa kesal lalu segera melajukan mobilnya.

---

*Daehyun POV
                Malam ini adalah malam pertempuranku di dunia game online bersama evilgame itu. Evilgame vs cheesecake. Haha.. namaku terdengar sangat konyol, biar saja.. nama hanya sebuah nama, tidak penting.

                Aku menyiapkan segalanya dan membawanya ke rumah pohon. Aku harus merasa senyaman mungkin agar aku bisa menang. (?) . membeli beberapa camilan. Mmm… tidak.. ini tidak beberapa, tapi banyak camilan, berbagai jenis camilan. Lalu bantal kesayanganku, ya kalau aku lelah aku bisa tidur sebentar. Lalu.. satu kotak besar susu. Dan tidak lupa aku juga harus mengajak Yoori dan JiYeon untuk ikut serta. Mereka berdua harus menyemangatiku. Ini bukan karena aku sangat menginginkan uangku kembali. Uang itu tidak terlalu penting. Hanya dua juta won. Yang lebih penting adalah harga diriku. Yang benar saja selama 245 kali bertanding, aku tidak pernah menang sama sekali. Kalau kakekku tahu dia pasti akan sangat malu. Pokoknya kali ini aku harus menang.

“Babo-ya!!! Bantu aku..” terdengar suara Yoori di bawah. Haha.. aku lupa.. dia aku suruh membawa camilan-camilanku. Kasihan.. pasti dia sangat kerepotan. Aku segera turun dan membantunya.
---
“Kau berlebihan! Apakah pertandingan ini akan tercatat oleh negara jika kau berhasil memenangkannya? Hah??! Kau membawa camilan ini seperti akan membuka toko camilan.” Omel Yoori.
“Kau mengomel tapi tetap membawanya kesini kan? Sudahlah.. ini akan menjadi pertarungan sengit. Pasti akan melelahkan.” Ucapku masih dengan menyiapkan macbook milikku.
“Jinjjayo? Aku tak yakin..  biasanya baru 10 menit bermain kau sudah kalah.” Ucap Yoori seenaknya, dia itu meremehkanku sekali. Huh.
“Hwaiting chagi-ya!!!” Jiyeon memelukku dari belakang. Aku tersenyum senang lalu mengelus rambutnya pelan. “Gomawo chagi..” jawabku. “Dan kau Yoori..Harusnya kau menyemangatiku seperti JiYeon..” lanjutku pada Yoori.
“Nde.. Hwaiting Tuan muda jung!!” Ucap Yoori malas-malasan, kenapa anak itu? menyebalkan sekali.
“Pijat punggungku..” Ucapku pada Yoori, tapi malah JiYeon yang memijatku. “Chagi-ya.. biar Yoori yang memijatnya..”
“Shireo! Memangnya aku pelayanmu??!” Jawabnya dengan nada kesal. Ah sepertinya aku sudah membuatnya marah.
“My beloved Cha Yoori. Kau sahabatku.. seharusnya kau membantuku sekarang. Ini mengenai harga diriku. Harga diri Jung Daehyun.. ” Ucapku lalu tersenyum padanya.
Yoori mulai duduk di belakangku, akhirnya dia mau. Dia sangat baik dalam memijat. Dia sering memijatku jika aku lelah.
“Nahh..  kalau begini baru Yoorie da yeppeo....” Ucapku, tapi dia malah memukul kepalaku dengan tinjunya.  Untung pelan, aku tak perlu protes.
“Lagipula uang 2 juta won itu akan menjadi milikmu kalau aku menang.”
“Jinjja?”
“Ne, mana pernah aku berbohong padamu..” Jawabku.
“Aku dapat apa Oppa?” Kata JiYeon, aku menatapnya, dia mempoutkan bibirnya. Uhh.. menggemaskan.
“Kau mendapatkanku.. semua yang ada padaku itu milikmu.. apa yang aku punya itu milikmu juga..” Jawabku. Haha.. pipinya memerah. “Ppoppo.” Aku memajukan bibirku. Dan dia menciumnya. Ya.. walau hanya menempel. Tidak apa-apa.. tidak usah terburu-buru.. bukankah aku dan JiYeon untuk selamanya. :’)

---

                Akhirnya evilgame itu muncul. Aku berdo’a dengan sungguh-sungguh. Dan kemudian segera memulai game-nya.  Memainkannya cukup lama. Ya.. ini sudah lewat dari 30 menit. Ini waktu terlamaku selama aku bermain dengan evilgame. Tapi.. jangan senang dulu Jung Daehyun.. yang terpenting adalah kau harus menang.

---

“Yeayyy!!!” aku melompat kegirangan bersama Yoori dan JiYeon. Kita berpelukan bersama sambil tetap melompat-lompat karena senang. Akhirnya cheesecake berhasil mengalahkan evilgame. Cheesecake satu-satunya yang bisa mengalahkan evilgame. Ini membuatku benar-benar bangga.
“Kau lihat Cha Yoori! Aku menang!! Aku menang...!!!!” Ucapku masih kegirangan.
“Ne... kau hebat Daehyun-ah..”
“Sudah aku bilang.. aku pasti menang. Ini pasti karena JiYeon menemaniku.. biasanya jika hanya kau yang menemaniku aku pasti kalah.” Ucapku.
“Ish!”
“Ja! Kita pergi ke noraebang sekarang.” Aku menarik tangan JiYeon dan Yoori. Kita akan merayakan kemenanganku. Noraebang adalah tempat karaoke favoriteku bersama Yoori. Kita berdua sudah pernah pergi kesana sekitar 68 kali. :D
“Untuk apa Oppa?” Tanya yeojaku yang bodoh ini. -__-
“Aigoo aigoo.... tentu saja berkaraoke. Kau ini...”
“Kau harus berciuman dengan tuan muda jung dulu agar kau menjadi sedikit pintar Jiyeon-ah..haha..” Ucap Yoori. Ah dia mengerti sekali. Aku memang belum berciuman dengan JiYeon. JiYeon menunduk malu. Antara malu atau kesal karena kita menganggapnya bodoh.
“Heh... kau membuatnya malu. JiYeonku ini yeoja pintar. Kau yang bodoh! Nanti aku akan menciumnya kau tenang saja...” Jawabku pada Yoori. lalu segera melanjutkan langkahku untuk turun dari rumah pohon.

------

--Tomorrow—at 08.30 am—School—

*Author POV
                Pagi ini.. Taejun terlihat sendirian berdiri di lobby sekolahnya. Bukan untuk menunggu Hyeri, Hyeri sudah datang ke sekolah daritadi. Hyeri selalu datang awal dan belajar lebih dulu. Kali ini.. Taejun menunggu Chunji.
---
Taejun menghalangi langkah Chunji. Chunji berangkat sekolah bersama Bomi. -__-
“Mau apa kau?!” Tanya Chunji.
“Yoon Bomi! Bisakah kau meninggalkan kita berdua??!”
“Mmm.. Ne..” Jawab Bomi lalu segera menjauh meninggalkan Chunji dan Taejun.
“Cho Chunji. Kalau kau memang akan menyakiti Hyeri. Sebaiknya kau akhiri saja hubunganmu dengannya saat ini juga. Lepaskan dia untukku.” Ucap Taejun tanpa basa-basi. Taejun memang bukan seorang namja yang banyak bicara.
“Apa maksudmu?!”
“Kau menyakiti perasaan Hyeri akhir-akhir ini! Kalau kau memang akan menyakiti Hyeri seperti kau menyakiti Kyuri. Lebih baik hentikan sekarang. Aku tak bisa membiarkan kau untuk kedua kalinya menyakiti yeoja yang aku sayang. Kau mengerti!” Ujar Taejun dengan tegas lalu berbalik dan akan segera meninggalkan Chunji. Chunji yang masih terkejut mendengar nama Kyuri segera mengejar Taejun dan meraih bahu Taejun lalu menariknya agar berbalik.
“Tunggu! Apa maksudmu soal Kyuri?? Kau mengenalnya?” Tanya Chunji penasaran.
“Kau sudah merebut Kyuri dariku. Kau membuatnya memutuskan hubungannya denganku dan kau juga membuatku tidak bisa melihatnya lagi untuk selamanya!! Kau sudah benar-benar menghancurkan hidupku untuk beberapa waktu!” Jawab Taejun sedikit membentak. Semua murid yang ada di sekitar mereka seketika menoleh.
“Jadi.. Taejun.. kau..” Chunji mendadak lemas. Dia tidak menyangka ternyata Taejun adalah kekasih Kyuri dulunya. Dia menjadi sadar apa yang di lakukan Taejun padanya selama ini memang tak sebanding dengan apa yang ia lakukan pada Taejun, ya.. walaupun Chunji tidak melakukannya dengan sengaja. Tapi tetap saja.. Chunjilah yang membuat Taejun kehilangan Kyuri, bahkan untuk selamanya.
“Biarkan Hyeri bersamaku.” Jawab Taejun lirih lalu kembali berbalik, melanjutkan langkahnya dan meninggalkan Chunji yang masih terlihat memikirkan sesuatu.

---

--at 16.30 pm—after school—

“Sial! Hyeri marah padaku.” Ucap Chunji di dalam subway.
“Wae?” Tanya Baro.
“Aku sering bersama Bomi belakangan ini. Dan sering mengabaikannya.” Jawab Chunji.
“Kau juga mengabaikan kita.” Kata Kangjun asal seraya mengutak-atik cameranya.
Chunji dan Baro menatap Kangjun heran.
“Pantas saja Hyeri marah padamu.” Lanjut Kangjun.
“Apa terjadi sesuatu antara kau dan Bomi?” Tanya Baro.
“Aku dan dia adalah couple saat bermain badminton.” Jawab Chunji.
“Hati-hati Chunji-ya... itu bisa membuatmu menyukainya.. dulu saat aku masih menjadi pemain bulu tangkis di sekolah, aku dan Krystal adalah couple hingga akhirnya kita berpacaran.” Ujar Kangjun. Baro menatapnya seketika.
“Entahlah.. aku sepertinya memang menyukai Bomi. Lagipula akhir-akhir ini aku menjadi tak yakin pada Hyeri.”
“Jeongmal! Bagaimana bisa kau seperti itu Chunji-ya!!!” Baro terlihat sangat kesal.
“Huahh.. benar kan.. sudah aku tebak.. memang..dalam masa pertandingan bulu tangkis itu akan memakan waktu cukup lama, tiap hari kita akan bertemu dengan yeoja pasangan kita terus menerus. Itu membuat kita menjadi cinta lokasi. Haha.. apalagi kalau yeoja pasangan kita itu seorang yeoja yang menarik. Hmmmbb.. untungnya setahun yang lalu aku dan Krystal memutuskan untuk keluar dari daftar pemain. Jadi.. sekarang aku tak perlu bertemu Krystal lagi di tempat latihan..” Jawab Kangjun lagi-lagi masih belum melepaskan pandangannya dari camera.
“Ne.. mungkin itulah yang sedang terjadi padaku dan Bomi sekarang. Aku menjadi muak akan diriku sendiri.” Gerutu Chunji.
“Lagipula apa yang membuatmu tak yakin pada Hyeri?”
“Sepertinya dia menyukai Taejun.. keluargaku juga tidak menyukai Hyeri. Apalagi eomma.. eomma sangat tidak suka aku menjalin hubungan dengan Hyeri.”
“Eoh?” Kata Baro dan Kangjun bersamaan.
“Ne.. Appa.. Eomma.. dan Hyung... mereka bilang Hyeri tidak cocok untukku.” Jawab Chunji.
“Yasudah pilihlah yang sesuai dengan hatimu.. Jangan sampai kau menyesal..” Baro memegang pundak sahabatnya itu. Kangjun hanya terdiam memperhatikan foto-fotonya di Nami island yang ada di Cameranya.
“Apa ini???” Ucap Kangjun tiba-tiba saat melihat sebuah foto.
“Kau melihat apa?” Chunji segera meraih camera Kangjun dan melihat sebuah foto dimana terlihat dua orang yang tak sengaja tertangkap Camera Kangjun. Dua orang yang sangat mereka kenal.
“Foto apa??” kini giliran Baro yang meraih Camera Kangjun. Setelah melihat foto itu, Baro menatap sahabatnya satu persatu. Kangjun dan Chunji menatap tajam Baro dengan tatapan penuh tanya.
“Hehe..” Baro tertawa kecil, dari senyumnya terlihat seperti mengatakan .. Yahhh... aku ketahuan...
“Jadi kau dan Krystal....???!” Tanya Kangjun.
“Ne.. tapi belum lama.. dia yang menyatakan perasaannya padaku. Jadi.. mana mungkin aku menolak yeoja secantik Krystal. Hehe.. Mianhae aku belum sempat menceritakannya pada kalian.”
“Mwoyo? Krystal yang menyatakan perasaan padamu??” Tanya Chunji.
“Ne..”
“Huahh.. aku tidak percaya kau menerima bekas Kangjun. Kau ini... Kangjun sudah menjadi yang pertama dalam segala hal pada Krystal. Kau hanya mendapat sisanya. Bodoh sekali kau ini.” Ucap Chunji sesuka hati.
“Aku tidak peduli.. aku mencintainya dengan tulus..” jawab Baro lalu tersenyum, tak terlihat sedikitpun ekspresi menyesal atau kecewa. Dia benar-benar menyayangi Krystal sekarang.
Kangjun tersenyum. “Akhirnya aku bisa bernafas lega... Krystal menemukan namja yang lebih baik dariku..”

------


                Malamnya, Chunji dan Hyeri bertemu di sungai Cheonggyecheon , mereka duduk di tepi sungai itu. namun Hyeri sudah tak lagi menyayangi Chunji, perasaannya pada Chunji tiba-tiba hilang karena sikap Chunji padanya, benar saja.. karena Hyeri bisa mendapatkan perlakuan yang jauh lebih baik dari Taejun.
“Hyeri-ya .. aku tahu kau masih marah.. aku sudah membuat hubungan kita begitu membosankan akhir-akhir ini.” Ucap Chunji mengawali pembicaraan.
Hyeri masih diam, tangannya ia masukkan ke dalam saku jaketnya.
“Aku bukan namja yang baik untukmu.. aku juga tahu sekarang kau tak lagi menginginkanku.”
“Kau yang membuatku seperti itu.” Jawab Hyeri singkat.
“Awalnya.. aku kira hubungan kita akan bertahan lama.. tapi...” Ucap Chunji namun terpotong.
“Aku tidak bisa melanjutkan hubungan ini lagi denganmu. Begitu kan yang ingin kau katakan???” Hyeri memotong kata-kata Chunji.
Chunji menarik nafasnya dalam.
“Oppa.. Bomi memang lebih cantik dariku..dia sama sepertimu.. sangat pandai bermain bulu tangkis.. dia mungkin pintar memasak seperti yang eommamu inginkan. Dia juga sangat menyenangkan. Tidak sepertiku. Dia memang lebih pantas untukmu ketimbang aku.”
“Bukan seperti itu Lee Hyeri..”
“Lalu apalagi?? Kau sering mengabaikanku hanya demi dia bukan? Aku menunggumu mengajakku makan bersama di luar kau tak pernah menurutinya, tapi jika dengan Bomi???”
“Maksudmu? Apa kau melihatku di hongdae? Itu kit.....”
“Ahh! Sudahlah oppa.. lagipula aku tidak peduli lagi. Aku kira kau namja yang bisa meyakinkanku untuk lebih memilihmu daripada Taejun Oppa. Tapi ternyata aku salah.” Potong Hyeri. “Semoga kau bahagia dengan Bomi. Hubungan kita berakhir.” Lanjut Hyeri lalu beranjak dan pergi meninggalkan Chunji yang masih terduduk di tepi sungai itu.
“Itu kita tidak hanya berdua Hyeri-ya...kita bersama 12 orang lainnya dari team bulu tangkis di sekolah...” gumam Chunji lirih, menatap Hyeri yang terlihat berjalan cepat menjauhinya. “Berakhir..” Lanjut Chunji lirih. Dia sedih.. tapi dia berusaha menerima keputusan Hyeri itu. banyak alasan yang membuatnya harus merelakan Hyeri. :’(

---

                Hyeri menangis sepanjang jalan, perasaannya memang sudah hilang, tapi entah mengapa hatinya begitu perih saat mengatakan kata perpisahan itu. dia mengingat-ingat kejadian saat mereka berdua. Hyeri tak menyangka kini ia sudah berpisah dengan Chunji. Dan bahkan dia tak mendengar Chunji menolak atau apapun. Ini terkesan seperti Chunji sama sekali tidak keberatan dan memang menginginkan hal ini terjadi.

---

                Setibanya di rumah, Hyeri berusaha menghapus airmatanya, tapi tetap saja terlihat. Hyukjae dan Ny.Lee segera menanyakan apa yang terjadi. Tapi Hyeri tak menjawab dan segera berlalu menuju kamarnya.

                Saat membuka pintu kamarnya, Hyeri mendapati Taejun yang sudah berbaring di atas ranjangnya seraya membaca komik. Hyeri duduk di tepi ranjangnya.
“Oppa... apa kau tak bisa menghiburku??? Hiks..”
Taejun meletakkan komiknya lalu memeluk  Hyeri dari belakang. “Ne.. ada apa chagi-ya?” Tanya Taejun.
“Hubunganku dan Chunji Oppa sudah berakhir..”
“Whoaaa... jeongmal? Ahh... berarti kau hanya milikku sekarang. Bisakah kau meresmikan hubungan kita?”
Hyeri berbalik dan menatap dalam Taejun. “Oppa.. apa kau tak akan menyakitiku? Apa kau tak akan berselingkuh? Apa kau tak akan membuatku menangis?”
Taejun segera merebahkan yeojanya itu. Mereka berdua sekarang sedang merebahkan tubuhnya di ranjang lalu saling berhadapan. Taejun membetulkan poni Hyeri. “Aku tak akan menyakitimu, aku tak akan berselingkuh, dan aku tak akan membuatmu menangis. Aku berjanji. Kau bisa membunuhku jika aku mengingkari janjiku... aku menyayangimu Chagi-ya.” Ucap Taejun sangat tulus.
Hyeri tersenyum. Kata-kata Taejun barusan seakan mengobati luka perih dihatinya.

Mereka saling menatap, cukup lama... hanya saling menatap, saling memahami hati mereka sendiri. Perlahan Taejun meraih pinggang Hyeri.. mendekatkan Hyeri agar lebih menempel dengan tubuhnya. Lalu tangan Taejun berpindah pada pipi Hyeri. Mengelusnya sebentar dan segera mendaratkan bibirnya pada bibir Hyeri. Melumat bibir kecil Hyeri dengan irama cepat membuat Hyeri seperti sulit bernafas. Tapi Hyeri juga hanya diam dan menikmati setiap perlakuan Taejun. Kini Taejun merasa kalau ia benar-benar memiliki Hyeri seutuhnya. Tidak ada lagi Chunji atau siapapun. Taejun benar-benar mencintai Hyeri. Taejun tak akan membiarkan seorang namja mendekati Hyeri lagi.

Taejun mengakhiri sebentar ciumannya bersama Hyeri. Turun dari ranjang dan mengunci pintu kamar Hyeri. *nah loh? Taejun khawatir Hyukjae akan tiba-tiba masuk tanpa mengetuk pintu. ‘cklekk’ pintu kamar Hyeri tertutup. *bayangin sendiri apa yang akan mereka lakuin lagi selanjutnya* :D

-----

                Hari demi hari berlalu, Yoori dan Chihoon sudah sangat bahagia dengan hubungan mereka. Chihoon semakin menyayangi Yoori, begitu juga Yoori yang sangat menyayangi Chihoon. Kini Yoori juga tidak berangkat sekolah bersama Daehyun. Karena kekasihnya lah yang selalu menjemput Yoori ke apartemennya.

---

                Sedangkan Baro dan Krystal.. mereka juga bahagia. Dengan hubungan mereka yang tidak terlalu mereka umbar ke orang lain. Mereka lebih sering menghabiskan waktu mereka di gereja. Berdo’a bersama.. Krystal merasa Baro seorang namja yang memang di kirim Tuhan untuknya.


Hingga suatu hari mereka pergi ke Jinan bersama dengan menaiki kereta api. Mereka menunjukkan kalung yang di pakai Krystal pada salah seorang warga Jinan.  Krystal dan Baro terkejut mendengar cerita soal kalung itu. warga itu mengatakan kalau Krystal dan Baro pasangan yang di berkati. Krystal dan Baro berjodoh. Karena warga Jinan-pun sebenarnya sangat menginginkan kalung itu. tapi kalung itu di ceritakan oleh leluhur di Jinan hanya akan diterima oleh pasangan yang terpilih.

Krystal dan Baro tentu sangat bahagia mendengar hal itu. hingga ia membungkuk berkali-kali pada warga yang memberitahunya soal kalung yang di terima Baro dulu dari seorang kakek-kakek. Baro tak sengaja bertemu kakek-kakek itu saat pikirannya masih kacau karena kecewa dengan pilihan JiYeon.

---

                Jiho dan Hyeju juga masih berpacaran. Cinta mereka abadi, Ya.. meskipun Jiho juga lebih sering menghabiskan waktunya di depan layar notebooknya. Jiho masih berusaha mengalahkan evilgame yang rupanya adalah –Cho Kyuhyun- kakak kandung Chunji. Jiho sangat iri pada Daehyun si cheesecake yang bisa mengalahkan evilgame. :DDD

---

                Pasangan bahagia yang lain adalah Kangjun dan Naeun. Kangjun selalu menjaga Naeun yang terkesan sakit-sakitan. Tubuhnya sangat lemah. Tapi Kangjun selalu bisa membuatnya tersenyum. Kangjun selalu serius dalam menjalani sebuah hubungan. Kangjun tak pernah main-main. Dia sangat menyayangi Naeun.

---

                Keluarga Hyeri selalu membiarkan apapun yang dilakukan Taejun pada anaknya. Bahkan Ny. Lee dan Hyukjae sering membicarakan pernikahan pada Taejun. Ny. Lee dan Hyukjae sangat berharap Hyeri bisa menjadi Nyonya Park suatu hari nanti.

                Taejun sering membawakan barang-barang mewah untuk Hyukjae dan Ny.Lee, ini justru membuat Ny.Lee dan Hyukjae semakin menyukai Taejun. Ny. Lee sudah menganggap Taejun seperti menantunya sendiri. Taejun menginap di rumah Hyeri hampir setiap hari. Membuat mereka sudah layaknya pasangan suami istri.

---

                Dan.. bagaimana pasangan evil .. Jung Daehyun dan  Park JiYeon? Mereka tentu yang terlihat paling bahagia di antara pasangan-pasangan lainnya. Mereka tak pernah bersedih. Selalu tersenyum, bahagia, dan tertawa.

                Daehyun sangat pandai menempatkan dirinya, dia tak hanya menjadi seorang kekasih, tapi juga sekaligus sahabat dan saudara bagi JiYeon. Jadi benar-benar tak ada waktu untuk JiYeon bersedih. Daehyun selalu membuatnya tersenyum.
---
                Suatu hari Daehyun lagi-lagi memberikan surprise untuk JiYeon. Dibantu oleh semua pembantunya. Daehyun menyulap taman belakangnya menjadi penuh dengan lampu-lampu kecil berwarna kuning gemerlap yang tersebar dimana-mana. Daehyun meminta pembantunya untuk mematikan seluruh lampu di rumahnya. Jadi hanya ada sinar lampu-lampu kecil yang terlihat begitu romantis. Tentu Daehyun melakukan ini saat Kangjun tidak ada di rumah. Daehyun takut rencananya akan gagal jika ada Kangjun.

Jiyeon menutup mulutnya saking terharunya melihat surprise yang Daehyun berikan. “Oppa.. ige.. jeongmal.. ini benar-benar romantis Oppa.. ini surprise terbaik yang pernah kau berikan untukku. Aku benar-benar tersentuh.”
“Berbalik sekarang dan lihatlah itu..” Ucap Daehyun menyuruh JiYeon untuk berbalik karena ada surprise yang lain.

Terpampang jelas deretan lilin-lilin yang tersusun rapi membentuk kata {I LOVE YOU}
“Whoaa.. daebakk.. yeppeuda.. jeongmal gomawo chagi-ya... I Love You Too...” Jiyeon segera memeluk Daehyun.  “Apapun akan ku berikan untuk yeojaku.. you are my precious love .. Park JiYeon-ssi.” Jawab Daehyun lalu mengajak JiYeon untuk duduk di tepi kolam. Merendam kaki mereka berdua di dalam kolam renang.

Kolam yang di hiasi lilin-lilin terang mengapung. Di tepi kolam juga sudah ada orange juice dan beberapa biskuit coklat yang sudah di siapkan oleh pembantu Keluarga Jung untuk Daehyun dan JiYeon. Daehyun juga memberikan sebuah boneka alpaca girl yang berwarna putih dan ada pita berwarna pink di lehernya, boneka yang sangat cute, Daehyun dan JiYeon memberi nama boneka itu dengan ‘JungYi’. Mereka menganggap JungYi adalah anak mereka. Hehe..


“Chagi-ya...”
“Ne..” Jawab JiYeon yang masih terpukau melihat indahnya lilin-lilin mengapung di hadapannya itu.
“Chagi-ya~~~” panggil Daehyun lagi sedikit manja dan mendekatkan tubunya pada JiYeon. Lalu akhirnya JiYeon menatap Daehyun. Wajah mereka berdekatan sekarang.

‘Degg Degg’ ‘Degg Degg’

Jantung JiYeon berdebar. Daehyun sedikit memiringkan kepalanya agar bisa menjangkau bibir JiYeon, dengan perlahan Daehyun mulai mencium bibir JiYeon. Ciuman pertamanya dengan JiYeon yang sudah ia tunggu-tunggu sejak lama. Daehyun melakukannya dengan baik hingga JiYeon juga menanggapi ciuman Daehyun. Mereka saling mencintai.

Belum terlalu lama ciuman mesra itu berlangsung.. ‘Clapp’ cahaya blitch itu terlihat. Membuat Daehyun dan JiYeon segera menoleh pada sumber cahaya tersebut.
Kangjun tersenyum memegang cameranya. Daehyun kesal bukan main. Dan yang lebih mengejutkan adalah di belakang Kangjun ternyata juga ada Naeun, Yoori, Chihoon, Baro, Krystal, Hyeri, Taejun, Chunji dan... Bomi. (?)
Mereka semua datang karena d beritahu Kangjun kalau Daehyun akan membuat surprise untuk JiYeon. Kangjun dan yang lain berniat untuk mengganggunya. Haha...

“Oppa.. aku malu..” JiYeon menutup wajahnya.
“Ohh.. jadi kalian berdua berpacaran?? Kenapa aku baru tahu??” Ucap Taejun seraya bertolak pinggang menatap JiYeon dan Daehyun.
“Oppa???? Kau ada disini juga? Mm.. Mmm.. aku dan Daehyun Oppa...” JiYeon mulai gugup.
“Hyung-ah... mianhaeyo...” Daehyun menunduk. Dalam hatinya dia berkata , “Yang benar saja seorang Jung Daehyun ternyata harus takut pada seorang namja kurus bernama Taejun ini. Huh... kalau tidak karena JiYeon, sudah aku ceburkan kau ke kolam.”
“Haha... kalian boleh berpacaran.” Ucap Taejun. Membuat JiYeon dan Daehyun menoleh ke arahnya seketika.
“Oppa... Gomawoyo...” JiYeon berdiri dan memeluk kakak kandungnya itu.
“Daehyun-ah!! Kau sudah melakukan ciuman pertamamu bersama JiYeon.. haha... kita semua melihatnya..” Ucap Yoori yang sedang di rangkul oleh Chihoon.
“Huhu.. Yoori-ya... dan kalian semua... kalian benar-benar mengganggu.” Ucap Daehyun lesu karena merasa seharusnya ciumannya dan JiYeon bisa lebih lama lagi. Padahal dia sudah menciptakan suasana hingga seromantis ini.
“Daehyun-ah.. kau lihat... aku mengabadikan foto kalian. Dengan background lilin-lilin itu.. kalian terlihat sangat romantis. Foto ini sangat bagus bukan?” Kangjun menunjukkan hasil jepretannya.
“Ah ne, jangan hapus foto itu.” Jawab Daehyun polos. Seketika semua tertawa bersama. JiYeon dan Daehyun pun ikut tertawa.

---

                Akhirnya malam itu di rumah keluarga Jung, malah terjadi pesta dadakan. Daehyun dan Kangjun memesan makanan dan beberapa minuman untuk mereka menghabiskan malam bersama-sama. Tak ada lagi kesedihan dan permusuhan di antara mereka semua. Semua membaur menjadi satu melupakan masalah mereka masing-masing.




-THE END-



>> Makasih banyak buat yang udah baca, like, and comment FF-ku :'))
mianhae ceritanya gaje... :D*hug satu-satu*
jeongmal gamsahamnida!!!! *bow sampai jungkir balik bareng Kyuhyun*


Again~*Inilah yang terjadi. 

Couple Taejun x Hyeri



Couple Daehyun x Jiyeon



Couple Baro x Krystal



Couple Chunji x Bomi



Couple Kangjun x Naeun



Couple Chihoon x Yoori


Couple Jiho x Hyeju




--Kyuhyun still playing the game :D



*annyeong!

1 komentar:

  1. Kyaaa.... seru banget thor, waaa.. sayang banget ampe part 8 doang, sequel dong thor, aku suka banget ama ff inii, kekeke, pokoknya daebakk.. ♥♥♥♥♥♥♥♥

    BalasHapus