Rabu, 22 Mei 2013

Fan Fiction ~ My Precious Love , Part 1.



Tittle : My Precious LOVE. Part 1.
Author : Mutiara Dini / Kwon Yura.
Genre : Romance.
Cast : Banyak. ^_^v
Note : Mianhae kalau gaje :D aku masih belajar buat FF… hhe~ semoga suka… ^^
Disclaimer : No Plagiat . FF ini asli hasil imajinasi saya..! ^^ 


--Happy Reading—


*Author POV
“Huh! Sial!” Chunji menendang kaleng minuman di hadapannya.
“Wae??” Tanya Baro.
“Dia memang sangat temperamental akhir-akhir ini.” Kangjun juga terkejut dengan tingkah laku Chunji.

Chunji, Baro, dan Kangjun adalah tiga namja yang bersahabat. Mereka sekolah di sekolah yang berbeda. Letak sekolah mereka tidak terlalu berjauhan, jaraknya hanya sekitar 100 meter hingga 300 meter saja. Namun, jadwal jam berangkat sekolah dan pulang sekolah mereka sama. Sehingga mereka selalu pulang bersama-sama.

Chunji dan Baro terlahir di keluarga biasa. Mereka tinggal di kontrakan kecil berlantai dua yang bersebelahan. Sedangkan Kangjun adalah anak dari pemilik saham terbesar di salah satu produk elektronik di Korea Selatan. Namun Kangjun tak pernah membeda-bedakan status socialnya dengan orang lain. Ini sangat berbeda dengan saudara kembar Kangjun yang sangat sombong.

Hari ini, Chunji lagi-lagi harus bermasalah dengan tiga flower boys di sekolahnya, mereka adalah Park TaeJun, Lee Chihoon, dan Park Jiho. Tiga namja itu selalu mengusik ketenangan Chunji, bahkan TaeJun selalu saja berusaha menggoda kekasih Chunji, ‘Hyeri’.
“Aku ingin membunuh namja bernama TaeJun itu.” Umpat Chunji karena sangat kesal.
“Apa dia mengusikmu lagi?” Tanya Kangjun.
“Bukan hanya mengusik. Akhir-akhir ini dia selalu mengganggu Hyeri.” Jawab Chunji.
“Kalau begitu kau tidak boleh tinggal diam. Aku akan membantumu menghajar namja sombong itu.” Ucap Kangjun bersemangat.
“Ne, memang mereka saja  yang flower boys? Bukankah kita juga flower boys?” kata Baro, seketika Chunji dan Kangjun menatapnya. “Aku berani taruhan. Kita akan lebih di gemari yeoja daripada mereka. Hyeri tak mungkin menyukai Taejun. Percayalah padaku.” Lanjut Baro percaya diri.
“Tapi Baro-ya, Taejun punya segalanya. Dia selalu berpakaian sangat modis. Dia ulzzang. Sedangkan aku.. ahh aku rasa kau sudah mengerti apa maksudku.” Chunji menunduk.
“Taejun tak lebih sombong dari saudara kembarku.” Kata Kangjun yang langsung teringat saudara kembarnya saat mendengar ciri-ciri Taejun.
“Ahh.. berhenti membicarakan saudaramu itu. Aku muak. Kalau dia bukan saudaramu, aku sudah menghabisinya.” Kata Baro. Baro memang tidak menyukai saudara kembar Kangjun. Mereka satu sekolah, dan saudara kembar Kangjun selalu saja berusaha menjatuhkan harga diri Baro.
“Mmm… kau masih memperebutkan JiYeon dengannya?” Tanya Chunji, sepertinya Chunji mulai mengalihkan pembicaraan, agar dia tak semakin kesal pada tiga flower boys di sekolahnya itu.
“Ne.. tentu saja. Aku tak akan mungkin membiarkan JiYeon bersama namja sialan itu. Demi Tuhan aku akan berjuang agar JiYeon menjadi milikku.” Ucap Baro semangat.
“Kau melakukan itu hanya karena tak mau kalah saing dengan Saudaraku?” Kangjun mengerutkan dahinya.
“Aniya~~~.. aku memang menyukai Park JiYeon. Tapi aku juga tidak rela Saudaramu itu menang.” Jawab Baro. Baro memang benar-benar menyukai JiYeon. “Lalu Bagaimana hubunganmu dan Krystal? Apa dia masih tak mau kembali padamu?” Lanjut Baro.
“Entahlah… aku sudah sangat putus asa karena hal ini.” Kangjun menunduk.
“Kalau kau sudah benar-benar menyerah mendapatkan cinta Krystal lagi. Kau bisa dekati adikku.” Ucap Baro, membuat Kangjun dan Chunji melotot padanya seketika.
“Jeongmal?” Kangjun masih tak percaya, Baro mau melepaskan Naeun. Selama ini Baro selalu menjaga Naeun dari siapapapun yang berusaha mendekati adiknya itu. Dulu sebelum Chunji berpacaran dengan Hyeri, Chunji juga menyukai Naeun, sekarangpun rasa sukanya pada Naeun masih tersisa, mungkin karena Chunji dan Naeun bertemu hampir setiap hari. Jendela kamar mereka bersebelahan. Tapi.. dulu Baro sama sekali tak mengizinkan Chunji mendekati adiknya itu. Dan kini Chunji harus mendengar Baro memberi lampu hijau pada Kangjun untuk mendekati Naeun. Ini membuat Chunji sangat iri.
“Ige Mwoyaaaa??! Shireo! Kalau aku dulu tidak boleh! Kangjun juga tidak boleh! Enak saja…” kata Chunji kesal seraya meregangkan dasinya.
“Wae?? Baro tahu mana yang pantas untuk adiknya. Sudahlah.. bukannya kau sudah punya Hyeri? Jangan menyakiti Hyeri.” Kata Kangjun.
“Dan bukankah kau masih menyayangi Krystal? Jangan jadikan Naeun sebagai pelampiasanmu.” Ucap Chunji, ini membuat Kangjun terdiam. Dia memang masih menyayangi Krystal. Tapi dia juga sangat tertarik dengan Naeun. Kangjun selalu mendekati Naeun jika dia berkunjung ke rumah Baro.
“Yaaaa’! sudah. Kalian focus saja pada yeoja kalian. Lagipula Naeun belum tentu menyukai kalian. Jangan bertengkar hanya karena Naeun.” Kata Baro menengahi Chunji dan Kangjun yang sering beradu mulut soal Naeun.

Naeun bersekolah di sekolah yang sama dengan Baro. Naeun adalah teman baik JiYeon. Naeun hanya berbeda satu tahun dengan kakaknya. Karena Naeun juga, Baro mengenal JiYeon, hingga akhirnya Baro sangat menyukai JiYeon hingga kini.

---

*Chunji POV
“Huahh… mwoya? Kenapa Hyeri mengikuti akun twitter Taejun? Untuk apa?”. Aku tidak percaya dengan yang aku lihat. Aku mendekatkan mataku ke layar notebookku. Ah.. ini memang benar terjadi. Hyeri mengikuti Taejun di twitter. Aku harus menelpon yeojaku ini.
“Ayo angkat Chagi-ya… kau ini kemana???” gumamku. Hyeri tak mengangkat telpon dariku.
‘Nomor yang anda hubungi sedang tidak aktif’ terdengar suara yeoja mengatakan itu di dalam telpon.
Aku membanting ponselku di ranjang. “Apa yang di lakukan yeoja itu?” teriakku kesal. Aku melompat-lompat kesal di atas ranjangku.
“Yaaaa’ Chunji-ya! Apa yang kau lakukan??!” terdengar suara Hyungku yang ternyata sudah ada di tengah pintu kamarku. Kapan dia membukanya? -__-.
“Kyuhyun Hyung? Sejak kapan kau berada disitu?” Tanyaku lalu segera turun dari ranjang.
“Kau sangat berisik. Seperti anak kecil saja. Kau lupa eomma sedang sakit??” Lanjutnya dengan wajah menyebalkan.
“Ne Hyung. Mianhae.” Jawabku malas.
‘Brakk!’ Hyung menutup pintu kamarku kasar. Arrghhh. Semua menjadi sangat menyebalkan akhir-akhir ini. Hyung menyebalkan setiap waktu. Tiga namja di sekolah yang juga selalu menyebalkan. Kangjun yang menyebalkan, Baro yang menyebalkan. Hyeri yang sangat menyebalkan! Rambutku bisa rontok karena semua hal bodoh ini!.
‘Ponselku berdering’ sebuah pesan masuk.
“Ahh mungkin pesan dari Hyeri.” Ucapku menebak-nebak, tapi ternyata itu pesan dari Naeun. ‘Buka Jendela kamarmu Oppa. Aku disini.’
Aku segera membuka tirai berwarna coklat Tua milikku juga membuka jendela kamarku. Aku melihat Naeun yang sudah ada di jendela kamarnya. Aku bisa melihatnya dengan jelas. Jendela kamarku dan kamarnya berhadap-hadapan, hanya satu meter di seberang jendela kamarku. Terlihat kamarnya yang penuh nuansa pink dan hijau itu. Aku selalu melihatnya tiap malam disini.
“Gwenchanayo? Aku mendengarmu berteriak. Apa kau sedang ada masalah?” Tanya Naeun.
“Ne.. Hyeri tidak ada kabar. Aku curiga dia berselingkuh.” Jawabku lemas dan kembali memikirkan Hyeri.
“Mungkin baterai ponselnya sedang drop. Kau tak boleh berpikiran buruk padanya. Dia yeojamu.. kau harus mempercayainya Oppa..” Ucap Naeun. Dia selalu terlihat menggemaskan.
“Geuraeyo?” Tanyaku masih mencerna kata-kata Naeun, pikiranku juga masih penuh dengan pikiran akan Hyeri.
“Nde.. kalau kau selalu curiga.. hubungan kalian tak akan bertahan lama.. yang penting semua orang tahu kalau Hyeri adalah kekasihmu. Dan kau harus percaya kalau dia tak akan berselingkuh..” Jawab Naeun.
“Tapi Naeun-ah… namja yang mendekati Hyeri itu sangat berbahaya.. aku tidak bisa membiarkannya…”
“Oppa.. kalau suatu hari kau tahu Hyeri menyakitimu karena namja itu, berarti Hyeri memang tak pantas untukmu… mudah bukan? Jika ada sesuatu yang buruk, pasti suatu saat akan terbongkar..” Ujarnya, dia berusaha meyakinkanku. Ya.. aku pikir memang ada benarnya juga kata-kata Naeun.
Aku tersenyum, “Gomawo..”
“Cheonmaneyo Oppa…” Jawab Naeun, lalu tersenyum. Uhh senyumnya…, senyuman itu yang terkadang membuatku menjadi lupa akan Hyeri. :’)

---

*Author POV
      Di tempat lain, Taejun..Chihoon..dan Jiho sedang berkumpul di sebuah café di daerah Hongdae. Chihoon mengajak kekasihnya ‘Yoori’, Jiho juga mengajak yeojanya yang bernama HyeJu. Sedangkan Taejun hanya sendiri.
“Kapan kau akan menyatakan perasaanmu pada Hyeri? Aku sudah tidak sabar melihat sahabatku ini memiliki kekasih.” Tanya Jiho.
“Aku tidak bisa buru-buru. Yang sekarang harus aku pikirkan adalah bagaimana cara menyingkirkan Chunji dari Hyeri.” Ucap Taejun masih dengan membuka akun twitter di tabletnya.
“Bukankah masih banyak yeoja lain yang bisa kau dapatkan Oppa? Mengapa harus Hyeri?” Tanya Yoori, Yoori tidak ingin Taejun menjadi kekasih Hyeri. Bukan karena dia terlalu peduli apalagi karena dia membenci Hyeri. Tapi karena Yoori menyukai Taejun. Dia mau menjadi kekasih Chihoon hanya agar bisa selalu melihat Taejun, mengetahui apapun yang Taejun lakukan.
“Ne, kau tahu Taejun-ah.. Suzy, Ahra, Bomi, Minah , Jia, dan Sulli .. mereka semua selalu menanyakan tentangmu padaku dan Jiho. Mereka sangat berharap padamu tapi kau selalu saja mengejar-ngejar yeoja bernama Hyeri itu.” Ucap Chihoon.
“Mwoyo? Sebanyak itukah? Haha.. aku tidak tertarik pada mereka.” Jawab Taejun asal seraya tersenyum kecil. Senyumnya sangat mempesona.
“Lalu apa yang membuatmu tertarik pada Hyeri?” Tanya Hyeju.
“Karena dia berhubungan dengan Chunji.” Jawab Taejun masih sangat santai, memainkan jari telunjuknya di atas layar tablet 10 inch miliknya.
“Sudah aku duga.” Kata Jiho lalu segera meminum cappuccino di hadapannya. Dia tahu benar bagaimana Taejun. Dia memang selalu berusaha merebut apapun yang Chunji punya. Itu sudah berlangsung sejak tiga tahun yang lalu, sejak… Kyuri meninggal. Jiho dan Chihoon hanya membantu Taejun, tapi Chunji juga menjadi kesal pada Chihoon juga Jiho.
“Whoaaa!!” Taejun terlihat kegirangan setelah melihat sesuatu dari tabletnya.
“Uhukk..” Yoori dan Jiho yang sedang minum tersedak karena ulah Taejun.
“Wae Geuraeyo??” Tanya Chihoon pada Taejun. “Chagi-ya gwenchanayo?” Chihoon juga segera mengkhawatirkan Yoori.
“Gwenchana.” Jawab Yoori singkat, Lalu Chihoon memberikan tissue pada Yoori.
“Babo-ya! Kau membuat namjaku tersedak!” Bentak Hyeju pada Taejun, tapi Taejun tak memperdulikannya, karena dia sedang bahagia sekarang.
“Hyeri mem-follow twitterku.. kalian lihat ini…” Taejun mengarahkan layar tabletnya pada Chihoon, Yoori juga melihatnya. Dan memang benar. Lee Hyeri mengikuti Taejun di twitter. Yoori terlihat tidak senang akan hal ini.
“Follow back..” Ucap Taejun seraya menyentuh pilihan untuk juga mengikuti Hyeri di twitter. Lalu Taejun membuat Tweet singkat, ‘Aku tahu kau juga menyukaiku, gomawo..’ . Taejun berharap Hyeri melihat tweet-nya.
“Kau berlebihan.” Kata Jiho kesal. Tapi Taejun malah tertawa.
“Taejun-ah.. apa ponselmu mati? Adikmu mengirim pesan padaku.” Kata Chihoon tiba-tiba, masih dengan melihat layar ponselnya.
“Ah ne, apa yang dia katakan?” Jawab Taejun seraya memasukkan tabletnya ke dalam tas.
“JiYeon memintamu untuk menjemputnya sekarang. Dia di depan kantor Appamu.” Jawab Chihoon.
“Baiklah, katakan aku berangkat kesana sekarang.” Ucap Taejun seraya berdiri dan segera memakai tas MCM warna hitam miliknya. Park Taejun adalah kakak kandung Park JiYeon. Dan Taejun sangat menyayangi adiknya itu.
Taejun meraih kunci mobilnya yang berada di atas meja, “Aku harus pergi.. sampai ketemu besok di sekolah.”

---

      Masih di malam yang sama, Kangjun mengajak Krystal mantan kekasihnya untuk bertemu. Mereka berdua pergi ke Namsan Tower. Kangjun mengenakan coat berwarna hitam, celana senada, dan juga circle scarf yang membuatnya terlihat tampan malam ini. Sedangkan Krystal menggunakan coat berwarna biru, celana berwarna hitam, scarf, dan topi rajut berwarna putih.

     Mereka berdua berada di dalam gondola. Memandang kerlap kerlip lampu di kota Seoul di kedua sisi yang berbeda. Terjadi kecanggungan untuk beberapa saat, Kangjun masih memikirkan kata-kata yang tepat untuk Krystal. Krystal memang masih sangat kecewa pada Kangjun, Karena sekitar 2 bulan yang lalu…. Kangjun melupakan janjinya dengan Krystal hingga membuat Krystal menunggu di cuaca yang kebetulan sangat dingin, salju turun lebat saat itu. Krystal menunggu hingga dua jam, itu membuatnya benar-benar kedinginan. Kangjun tidak bermaksud melupakan Krystal, tapi saudara kembar Kangjunlah yang menyebabkan semua itu bisa sampai terjadi.
Kangjun berpindah tempat di samping Krystal. “Krystal-ssi .. Mianhaeyo..” Kangjun mulai membuka pembicaraan. Ia menatap Krystal yang masih memandang ke luar gondola.
“Kau sudah mengatakan itu lebih dari 50 kali.” Jawab Krystal dingin.
Kangjun menoleh seketika. “Kau menghitungnya?” Tanya Kangjun, tapi Krystal tak menjawab. Kemudian Kangjun juga menatap jauh keluar gondola. Dia bingung harus berkata apa lagi pada Krystal. rasanya semua kata-kata maaf sudah ia ucapkan, tapi Krystal belum juga memaafkannya. “Aku bingung harus berkata apa lagi..Hufff…” Kangjun menghela nafasnya.
“Aku tak bisa meyakinkan hatiku sendiri. Aku sudah berusaha untuk memaafkanmu, tapi kejadian saat itu, selalu membuatku merasa terabaikan. Aku tak bisa memaafkan atau bersikap seperti dulu lagi pada namja yang sudah sangat tega mengabaikanku. Aku sakit karenamu Oppa..” Krystal mulai menitihkan air matanya.
Kangjun berbalik dan melihat Krystal yang menangis. Kangjun segera memeluk Krystal, “Aku bukan mengabaikanmu Chagi-ya.. andai kau tahu bagaimana berusahanya aku saat itu agar bisa keluar dari rumah. Mana mungkin aku sengaja membuat yeoja yang aku sayangi sakit. Apa aku sejahat itu? Aku mohon maafkan aku… jaebal.. aku menyayangimu Chagi…”
“Apa kau mau berjanji tidak akan mengecewakanku lagi?” Tanya Krystal, masih di dalam dekapan Kangjun.
“Aku berjanji.. aku tak akan mengecewakanmu lagi.” Jawab Kangjun, kini ia melepaskan pelukannya, dia beralih memegang pundak Krystal, menatap dalam pada manik mata Krystal.
“Ne.. aku memaafkanmu Oppa..” Krystal tersenyum.
“Jeongmalyo?” Tanya Kangjun, mata kangjun sudah berkaca-kaca, dia sangat bahagia karena akhirnya Krystal memaafkannya. Krystal mengangguk dan Kangjun menjadi semakin bahagia. Dia segera memeluk kekasihnya itu. Mengelus rambut Krystal dengan lembut, dan mencium kening Krystal.
“Gomawo Chagi-ya..” Ucap Kangjun. Krystal hanya tersenyum. Kangjun mengeluarkan spidol dari dalam sakunya. “Aku akan meniru Goo JunPyo.” Lanjutnya seraya melepas penutup spidolnya.
“Mworago?” Krystal heran.
“Ne.. kau tak pernah menonton drama itu? Aku sudah mempersiapkan ini dari rumah. Haha..” Kata Kangjun, menunjukkan spidol warna hitamnya, kemudian memulai menulis sesuatu di dinding gondola yang ia dan Krystal naiki sekarang. Dia meniru salah satu adegan yang di lakukan JunPyo pada drama ‘Boys Before Flower’. Krystal hanya tersenyum melihat hal itu.
“Selesai.” Kata Kangjun, menutup spidolnya. “Kalau kita benar-benar di takdirkan untuk bersama selamanya, suatu saat kita pasti akan menaiki gondola ini lagi.” Lanjut Kangjun. Mereka berdua memandangi tulisan itu.
“Ne Oppa.. Gomawo..” Ucap Krystal. Kangjun mengacak-acak rambut Krystal pelan.

---

--Di Depan Kantor dimana Tn. Park Jun Yeon (ayah Taejun-JiYeon) bekerja—


“Kau menunggu lama?” Tanya Taejun.
“Lumayan lama, tapi tidak apa-apa Oppa.” Jawab JiYeon.
“Ohhh.. jadi ini namja yang kau tunggu?? Huh. Menurutku aku lebih tampan darinya, bagaimana bisa kau menolak ajakanku untuk mengantarmu hanya karena namja ini.” Kata namja yang daritadi berdiri di sebelah JiYeon dengan kasar. Dia benar-benar belum tahu siapa Taejun.
Taejun sangat terkejut, tadinya dia mengira namja di sebelah JiYeon itu seseorang yang juga menunggu jemputan. Tapi ternyata dia menemani JiYeon. dan berani-beraninya dia berkata seperti itu pada Taejun.
“Nuguya?” Tanya Taejun dengan tatapan menghina.
“Aku akan menjadi kekasih Jiyeon tak lama lagi. Mau apa kau??” Jawab namja itu sombong. “Lebih baik kau jauhi JiYeon. atau kau berurusan denganku!” Lanjut namja itu membuat Taejun benar-benar kesal.
“Jeongmal!” gumam Taejun, kemudian ia perlahan mendekati namja itu. “Kau mendekatinya, tapi kau benar-benar tak tahu siapa aku???”
“Memangnya kau terkenal? Kau anak presiden? Untuk apa aku mengenalmu?” Ucap namja tu dengan angkuhnya.
“Oppa.. sudahlah…” Jiyeon berusaha menarik tangan Taejun.
“Aku Park Tae Jun. kakak kandung Park JiYeon.” Taejun menatap tajam namja itu.
Dueng! Namja itu terlihat sangat terkejut. Tapi dia berusaha terlihat cool. “Kau pasti hanya membodoh-bodohiku, ini kau lakukan agar aku tidak bisa mendekati JiYeon lagi. Begitukah? Huh..”
“Katakan sekarang juga siapa namamu!”
“Untuk apa??”
“Katakan sekarang juga!”
“Ye… aku……….”


~TBC

1 komentar:

  1. Wah thor aku suka banget ceritanya!!, apalagi castnya ada jiho,taejun,sama chihoon, ulzzang favoritku, dari tadi nyari ff yg castnya ulzzang tapi baru nemu yg inii, yaudah ya thor aku lanjut baca, oh iya thor kalau bisa bikin ff lagi ya yg castnya jiho,taejun,ama chihoon, kekekeke♥♥♥♥♥

    BalasHapus