Rabu, 22 Mei 2013

Fan Fiction ~ My Precious Love , Part 3.



Tittle : My Precious LOVE. Part 3.
Author : Mutiara Dini / Kwon Yura.
Genre : Romance.
Cast : Banyak. ^_^v

Note : Mianhae kalau gaje :D aku masih belajar buat FF… hhe~ semoga suka… ^^
Disclaimer : No Plagiat . FF ini asli hasil imajinasi saya..! ^^





--Happy Reading—





*Author POV
Mereka melewati kelas Chunji, Hyeri tidak sadar akan hal ini. Chunji melihat Hyeri dan Taejun, tentu dia tidak bisa tinggal diam. Chunji segera keluar kelas, Jiho juga mengikuti Chunji.

Chunji mengejar Taejun dan Hyeri. Lalu segera mendorong tubuh Taejun hingga hampir terjatuh. Jiho menghampiri sahabatnya itu. Chunji mengambil alih tangan Hyeri dan menggenggamnya.
“Jangan dekati Hyeri!” bentak Chunji.
“Kalau aku tetap akan mendekatinya, kau mau apa? Menghajarku? Lakukan saja kalau kau bisa!” kata Taejun membuat Chunji emosi dan hendak memukulnya, tapi Taejun menangkis tangan Chunji lalu lebih dulu memberikan pukulan keras di pipi kiri Chunji. Chunji akan membalas pukulan Taejun, Tapi….
“Oppa hajima!!” teriak Hyeri.
Chunji seketika mengurungkan niatnya lalu menurunkan tangannya perlahan, padahal tinggal beberapa centimeter lagi kepalan tangan kanan Chunji siap menghantam keras pipi kiri Taejun. Dan itu pasti akan lebih sakit daripada pukulan Taejun.
Hyeri mendekati Chunji dan segera menarik tangan kekasihnya itu untuk menjauh. Hyeri mengajak Chunji ke ruang kesehatan di sekolah mereka. Ada sedikit darah di ujung bibir Chunji. Hyeri mengobati luka itu.
---
“Kenapa kau membela namja itu?” Tanya Chunji. Harusnya Chunji marah karena kejadian tadi, tapi entah mengapa Chunji tak bisa mengeluarkan amarahnya di depan Hyeri.
“Aku tidak membelanya.” Jawab Hyeri singkat masih dengan membasuh luka kecil Chunji dengan kapas dan air hangat. “Aku hanya tidak ingin kalian bertengkar hanya karena aku.” lanjut Hyeri seraya menempel plaster luka bening berukuran kecil pada luka di ujung bibir Chunji.
“Hyeri-ya.. kalau kau benar-benar menyayangiku.. aku mohon jangan pernah dekat dengan namja itu lagi.” Chunji menggenggam tangan Hyeri. Hyeri tak menjawab dan hanya diam untuk beberapa detik.
Kini Hyeri menatap dalam namja di hadapannya itu. “Oppa, apa kau mengenal Kyuri?”
Chunji benar-benar terkejut. Chunji menatap Hyeri penuh Tanya. “Huh? Hyeri-ya… apa yang kau maksud Lee Kyuri? bagaimana kau bisa mengenal yeoja itu?”
“Kau mengenalnya?” Tanya Hyeri lagi, lebih menekankan.
“Mmm.. Nde.. tapi itu sudah lama. Dia sudah meninggal..” Jawab Chunji, lalu menatap kosong ke arah jendela. Mungkin dia sedikit teringat soal Kyuri.
“Kau mencintainya?”
Chunji segera menatap cepat ke arah Hyeri.”Anieyo.. dia yang mencintaiku..” jawab Chunji. Dia berkata jujur.
“Jinjjayo?” Hyeri menatap Chunji tak percaya dan menunjukkan wajah kesalnya.
“Anieyoooo~~~” Chunji memeluk Hyeri, menempatkan yeojanya yang tadi berdiri di hadapannya itu kini duduk membelakanginya. “Aku hanya mencintai dua yeoja dalam hidupku.”
“Mwoya? Dua yeoja?” Tanya Hyeri kesal.
Chunji masih mendekap Hyeri. “Hmm..” Chunji mengangguk. “Satu yeoja bernama Lee Hyeri dan satu yeoja lagi bernama Yang Eunji.”
“Yang eun ji? Nugu?” Hyeri mulai berpikir yang tidak-tidak.
“Nae eomma..” Ucap Chunji lirih.
“Ish. Jinjjaro~~ Oppa kau membuat jantungku berdebar.” Hyeri memukul pelan tangan Chunji yang mendekapnya.
“Hehe..” Chunji tertawa kecil. “Umm.. apa disini tidak ada cctv?” Tanya Chunji seraya menumpukan sikunya pada pegangan kursi yang ia dan Hyeri duduki berdua, tangannya menopang kepalanya yang ia miringkan agar bisa menatap Hyeri lebih jelas.
“Aku rasa tidak, wae Oppa?”
“Mmm.. Obati lukaku chagi-ya.”
Hyeri menatap ke atas ke arah wajah Chunji yang berada di belakangnya. “Bukankah aku sudah mengobati lukamu Oppa?”
“Obati lagi dengan…. bibirmu..” pinta Chunji seraya menatap bibir Hyeri yang sudah terlihat sangat jelas di hadapannya.
“Shireo~~ bagaimana kalau ada yang melihat kita?” Hyeri menjadi sangat gugup.. mereka belum pernah berciuman selama mereka berpacaran.
Chunji tak mendengarkan kata-kata Hyeri, dia sudah tak bisa berkonsentrasi lagi, tatapannya terus terarah pada bibir yeojanya itu. Hyeri bisa merasakan hembusan nafas Chunji yang semakin mendekat, Hyeri memejamkan matanya, Bibir Chunji perlahan menjangkau bibir Hyeri. Hyeri seperti tersengat aliran listrik di sekujur tubuhnya. Chunji melumat bibir bawah Hyeri lembut. Hyeri hanya mampu membeku menerima ciuman pertamanya bersama Chunji. Chunji merasakan sedikit perih pada ujung bibirnya. Tapi dia menahan rasa perih itu. Ciuman yang tidak terlalu lama tapi cukup membuat Chunji menjadi semakin menyayangi kekasihnya itu. Chunji mengakhiri ciumannya dengan satu kecupan di kening Hyeri.
Chunji tersenyum menatap Hyeri. “Kau yang pertama, saranghae chagi-ya..”
Hyeri sempat terkejut mendengar kata-kata Chunji barusan, dia tak menyangka kalau Chunji pertama kali berciuman dengan yeoja, dan yeoja beruntung itu dirinya. Hyeri tersenyum dengan ekspresi wajahnya yang masih tak percaya. Chunji melakukan ciuman pertamanya dengan sangat baik, tidak seperti belum pernah berciuman sebelumnya.
“Nado sarangaheyo Oppa..” Jawab Hyeri lirih.
“Jangan pernah bicarakan tetang Kyuri lagi, aku benar-benar tak ingin mengingat soal yeoja itu. aku tidak peduli darimana kau mengetahui soal Kyuri. Yang jelas, aku dan dia benar-benar tidak ada hubungan yang special. Aku berani bersumpah..” Ucap Chunji sangat serius.

Hyeri terdiam, sebenarnya masih banyak yang ingin ia bicarakan soal Kyuri pada Chunji, terutama soal hubungan Taejun dan Kyuri sebelumnya. Tapi, melihat raut wajah Chunji yang serius dan sangat menjaga perasaannya. Hyeri memutuskan untuk mengurungkan niatnya, dia yakin suatu saat Taejun dan Chunji bisa menyelesaikan masalah mereka sendiri.


------

--at 09.30 pm—

Malam ini, seperti biasa Yoori datang ke rumah sahabatnya… ‘Jung Daehyun’. Daehyun dan Yoori bersahabat sejak kecil, mereka di pertemukan saat taman kanak-kanak. Hanya Yoori yang mau berteman dengan namja sombong seperti Daehyun. Hanya Yoori yang mengerti bagaimana sifat Daehyun yang sesungguhnya.Yoori bukan seorang yang terlahir dari keluarga kaya, Yoori hanya yeoja biasa. Daehyun sangat menyayangi Yoori, bahkan Daehyun pernah mengatakan kalau Daehyun rela kehilangan nyawanya untuk melindungi nyawa Yoori. :’)
---


“Daehyun-ah..” Yoori menatap Daehyun yang berbaring di sampingnya di atas rerumputan di halaman belakang rumah Daehyun.
“Ne…”
“Hari ini aku mendengar namja yang aku sukai untuk pertama kalinya membela seorang yeoja. Hatiku benar-benar hancur..”
Daehyun menatap Yoori, Daehyun menumpukan kepalanya pada tangan kirinya. “Kau yang terlalu bodoh. Hanya bisa diam tanpa berkata apapun. Lagipula kau sudah punya Chihoon. Jangan pedulikan lagi namja yang kau suka itu. Bukankah Chihoon sangat baik padamu?”
“Ne.. Chihoon memang baik.. tapi aku tidak menyukainya..”
“Kau ini sangat membingungkan. Sekarang terserah.. apapun yang kau mau Yoori-ya… aku sudah sangat pusing dengan masalahku sendiri.” Jawab Daehyun ketus.
“Huuhhh…” Yoori mengalihkan pandangannya ke arah langit.
Tiba-tiba Kangjun ikut merebahkan tubuhnya disamping Yoori.
“Neo???” Daehyun seketika duduk dan melihat ke arah saudara kembarnya itu.
“Wahhh… aku berada di antara Tuan Muda Jung..” Ucap Yoori seraya menatap Kangjun dan Daehyun secara bergantian dengan wajah polosnya.
Daehyun mencabuti rumput di sekelilingnya lalu melemparkannya ke arah Kangjun, "Pergi kau! Pergi kau!"
“Heh! Memangnya halaman ini milikmu??” bentak Kangjun yang kemudian duduk , dia juga melemparkan rumput yang baru saja ia cabuti pada Daehyun.
“Kangjun-ah! Kau lihat… ini daerah kekuasaanku. Apa kau lupa? Atau karena matamu sudah rabun? Kau lihat itu?” Daehyun berbalik dan menunjuk jendela kamarnya. Kangjun dan Yoori juga berbalik dan melihat ke arah jendela kamar Daehyun. “Itu kamarku. Dan itu kamarmu..” lanjut Daehyun lalu berganti menunjuk kamar Kangjun yang bersebelahan dengan kamar Daehyun. “Sebelah sini adalah wilayah kekuasaan Jung Daehyun. Dan di sebelah situ baru wilayah kekuasaan Jung Kangjun. Kau tidak boleh berada di wilayah kekuasaanku kecuali hanya lewat saja. Jadi kau pergi sekarang atau aku akan mendekati yeojamu!” ancam Daehyun.
“Menyebalkan! Lagipula aku dan Krystal sudah kembali! Haha… memangnya kau, mendapatkan hati JiYeon saja tidak bisa! Kau mana mungkin menang dari Baro!” ejek Kangjun lalu berdiri dan pergi dengan santai.
“Kau lihat saja nanti! JiYeon akan lebih memilih bersamaku bukan dengan Baro!” Teriak Daehyun, sementara Kangjun mulai menjauh tanpa memperdulikan Daehyun.
“Bersabarlah… kau pasti bisa mendapatkan hati JiYeon. sahabatku ini yang terbaik. Namja tertampan, terkeren, dan terpintar. Mana mungkin JiYeon mau melewatkan namja sepertimu. Jung Daehyun Hwating!!!” Kata Yoori menyemangati Daehyun.
“Hwaiting!! Gomawo Yoori-ya.. hanya kau yang mengerti aku…” Jawab Daehyun lalu merangkul Yoori.

------

Daehyun dan Kangjun adalah saudara kembar, bukan kembar identik. Bahkan... sifat mereka sangatlah berbeda, mereka tak pernah akur bahkan sejak mereka dilahirkan. Sudah terlihat saat masih bayi, Daehyun sering menimpa Kangjun saat tidur. Daehyun juga sering merebut jatah susu Kangjun. Daehyun selalu berusaha lebih menang daripada Kangjun, sedangkan Kangjun selalu mengalah. :’(

                Orangtua mereka akhirnya memutuskan untuk selalu memisahkan mereka di sekolah. Setidaknya Kangjun tidak lagi menjadi korban kejahilan Daehyun seperti saat di Taman kanak-kanak. Dan tentu saja itu membuat mereka juga tidak harus lagi berebut soal yeoja.

------

--1 month later—
--at 05.30 pm—

Chunji..Baro dan Kangjun memutuskan untuk pergi memancing bersama. Chunji mengenakan pakaian santai, kaos putih dan celana selutut warna hitam. Baro menggunakan kemeja kotak-kotak dan celana panjang berbahan kain yang juga berwarna hitam. Sedangkan Kangjun mengenakan kaos hitam dipadu kemeja kotak-kotak, celana berbahan jeans selutut, dan topi merk BOY London. Kangjun selalu terlihat keren dimanapun dia berada.
“Baro-ya.. waktu itu Hyeri sempat menanyakan soal Kyuri padaku.” Ucap Chunji seraya melepaskan pancingnya ke danau.
“Ne? Bagaimana dia bisa tahu soal Kyuri?” Baro menatap heran pada Chunji.
Kangjun menatap dua sahabatnya itu bergantian, “Siapa Kyuri?”
“Ahh.. kau lihat, bahkan Kangjun saja tidak mengetahui soal Kyuri, bagaimana yeojamu itu bisa tahu?” Tanya Baro lagi.
“Molla.. tapi aku berusaha tak membuatnya terus bertanya. Aku khawatir dia akan berpikir yang tidak-tidak.” Jawab Chunji.
“Sebenarnya siapa Kyuri?” Kangjun masih penasaran.
“Kau tak pernah tahu berita tentang seorang yeoja meninggal karena loncat dari lantai 10 sebuah gedung di daerah Gwangju tiga tahun yang lalu?” Tanya Baro.
“Ah.. ne.. aku tahu berita itu, berita itu menjadi pembicaraan selama satu minggu. Jadi…..?” Ucap Kangjun mengingat berita itu, dulu dia pernah membacanya di koran.
“Nde, yeoja itu Kyuri.” Jawab Baro.
“Lalu.. apa hubungan yeoja itu dengan Chunji?” Tanya Kangjun seraya menatap Chunji yang masih berkutat dengan pancingnya.
“Kyuri sangat menyukaiku. Tapi aku sama sekali tidak menyukainya, aku pernah menolongnya dari kecelakaan mobil yang ia alami sekitar 4 tahun yang lalu. Setelah itu dia selalu mencariku, menemuiku ke rumah hampir setiap hari. Membawakan banyak makanan untuk keluargaku. Berusaha mengajakku mengobrol dan pergi jalan-jalan bersama. Lama-lama aku sangat risih dengan perlakuannya..” Ujar Chunji. Dia menghela nafasnya sebentar lalu melanjutkan kata-katanya, “Saat itu aku masih 14 tahun, jujur aku tidak suka di perlakukan secara berlebihan seperti itu. Bahkan untuk pergi bersama Baro saja, sangat sulit..”
“Ne, itu benar.. aku juga selalu melihatnya setiap hari. Awalnya Chunji memperlakukan yeoja itu sangat baik,mungkin itu yang membuatnya menjadi sangat nyaman dengan Chunji, hingga salah mengartikan arti perilaku baik Chunji padanya.” Kata Baro.
“Lalu, kenapa dia bisa melompat dari gedung itu? Apa itu juga karena Chunji?” Tanya Kangjun.
“Dia menyatakan perasaannya satu hari sebelum kejadian itu.” Jawab Chunji lalu terdiam.
“Chunji menolaknya.” Ucap Baro.
“Wae??? Bukankah dia sangat baik?” Kangjun mengerutkan dahinya. Lalu ia mulai mengeluarkan Camera dari dalam tasnya, dan kembali menatap Chunji mengharapkan jawaban.
“Chunji menyukai Naeun.” Baro yang menjawab pertanyaan Kangjun.
“Mwoya?? Naeun? Ishh.. kau ini!” Kangjun menatap kesal pada Chunji.
“Wae??!” Chunji juga menatap kesal Kangjun.
“Lalu bagaimana nasib Kyuri?” Tanya Kangjun yang masih sangat penasaran akan kelanjutan ceritanya.
“Dia menungguku di sebuah gedung, dia mengancamku dengan berbagai kata ancaman. Aku tidak memperdulikannya saat itu, aku tidak menyangka dia benar-benar melakukan ancamannya. Dia terlalu dewasa dan serius. Aku sempat menyesal selama beberapa hari. Jujur aku merasa kehilangan Kyuri. Bahkan, kalau Tuhan mengizinkan, aku ingin Kyuri kembali, aku akan menebus kesalahanku.” Chunji menunduk.
Baro menepuk pelan bahu sahabatnya itu. “Mungkin itu yang terbaik untuknya, dia sudah sangat menderita karena kau selalu mengabaikannya saat itu. Sudah, jangan menyesali yang sudah terjadi.”
“Ne, kau juga sudah memiliki Hyeri, kalau Kyuri kembali, kau pasti akan menyakiti Hyeri. Ahh… terlalu banyak yeoja yang kau sakiti.”Ucap Kangjun santai seraya mengambil gambar dengan cameranya, Kangjun selalu membawa cameranya kemana-mana. Dia sangat menyukai fotography. Bahkan cita-citanya adalah menjadi seorang photographer professional.
Chunji menjitak kepala Kangjun.
“Mwoyo?? Apa aku salah?” Tanya Kangjun.
“Kau urusi saja Krystal!!!!!” bentak Chunji pada namja yang juga sahabatnya itu. Chunji dan Kangjun saling mengenal sejak 2 tahun yang lalu karena kejuaraan bulutangkis antar sekolah.

------

Sepulangnya memancing, Baro..Chunji..dan Kangjun memutuskan untuk mengolah ikan hasil mereka memancing di rumah Baro. Mereka bertiga sering pergi memancing bersama, apalagi jika hari libur. Walaupun hanya Baro dan Chunji yang memancing, Kangjun hanya sekedar menemani dan lebih memilih berkutat dengan Camera kesayangannya.
“Oppa.. aku lupa tidak ada apapun di kulkas.. bagaimana kita bisa memasaknya..?” gerutu Naeun masih di depan kulkas kosongnya yang terbuka. Naeun dan Baro hanya tinggal berdua.
“Aigoo.. kenapa tidak bilang daritadi??” Ucap Baro, ia menatap dongsaengnya yang masih tetap diam di depan kulkas. “Yasudah biar aku dan Chunji yang belanja.” Lanjut Baro lalu berdiri dari duduknya.
“Mwo? Kenapa harus denganku? Aku tidak bisa membiarkan Kangjun berada disini bersama Naeun.” Kata Chunji. Seketika Kangjun yang sedang menyetel lensa camera-nya itu segera menoleh cepat ke arah  Chunji. Naeun hanya tersenyum.
“Ahhh!! Sudah ayo.. Kau tau sendiri kalau kangjun tidak bisa berbelanja..” Baro menarik tangan Chunji.
Kangjun menjulurkan lidahnya. Haha.. dia senang akhirnya bisa berdua dengan Naeun. Kangjun memang menyayangi Krystal, tapi dia selalu merasa sangat nyaman bersama Naeun.
“Huh! Baiklah…………………….” Jawab Chunji sewot lalu berjalan lebih dulu dan segera keluar rumah. Baro mengikutinya.

---

“Naeun-ssi.. kenapa hanya berdiri disitu… kemari.. kau menjadi canggung padaku akhir-akhir ini.. wae?” Tanya Kangjun.
Perlahan Naeun mendekat pada Kangjun dan duduk di sampingnya. “Eoh? aku hanya merasa tidak bisa terlalu dekat dengan namja yang sudah memiliki kekasih.”
Kangjun tersenyum kecil lalu menatap yeoja di sampingnya itu. “Krystal tak akan memarahimu.. dia yeoja baik..”
“Kau menyayanginya?” Tanya Naeun.
“Ne.. tentu..” jawab Kangjun membuat Naeun terdiam seketika. Naeun tiba-tiba merasa dia merindukan Kangjun yang dulu.
“Kau cemburu?” Tanya Kangjun lagi. ‘Degg’ pertanyaan itu membuat jantung Naeun berdetak lebih cepat.
“Krystal sangat beruntung..” jawab Naeun. Kata-katanya seperti keluar sendiri tanpa terkontrol.
Kangjun mengerutkan dahinya. Dia tak percaya apa yang sudah ia dengar barusan. Dulu… Naeun tidak mempedulikannya sama sekali, bahkan saat dia sudah menjadi kekasih Krystal, Naeun masih saja tidak menunjukkan respon apapun. Tapi… setelah Kangjun dan Krystal berpisah, lalu memutuskan kembali beberapa waktu yang lalu. Naeun terlihat berbeda.
“Beruntung? Haha.. aku rasa akulah yang beruntung karena bisa menjadi kekasihnya..” Jawab Kangjun santai.
Naeun merasa hatinya benar-benar sakit mendengar kata-kata itu. Naeun menangis.
“Naeun-ssi… waeyo? Apa aku menyakitimu? Jangan menangis… oppamu bisa menghajarku nanti jika melihatmu seperti ini..” Kangjun cemas.
“Aku merasa sangat menyesal sudah melewatkan namja sepertimu Oppa..” ucap Naeun di sela-sela isakannya.
“Ne? Mworago?” Kangjun benar-benar tak percaya Naeun mengatakan itu padanya.
“Aku menyukaimu.. aku benar-benar merasa kehilangan.. Kangjun Oppa yang dulu sudah berubah..”
“Ta.. tapi..” Kangjun masih bingung apa yang harus ia katakan sekarang.
Naeun memeluk Kangjun. Kangjun membeku beberapa detik, tangannya terdiam mengambang di atas punggung Naeun, hingga akhirnya beberapa detik kemudian Kangjun mendaratkan kedua telapak tangannya di atas punggung Naeun, mengelusnya pelan. “Jangan menangis..” ucap Kangjun lirih.
“Apa sudah terlambat? Apa kau sudah tidak menyukaiku lagi?” Tanya Naeun masih dengan terisak.
Kangjun terdiam, dia ingin sekali mengatakan kalau ia masih menyukai Naeun, tapi dia juga teringat akan janjinya pada Krystal di atas gondola saat itu.
“Kenapa baru mengatakannya sekarang? Aku tidak mungkin menyakiti perasaan yeojaku.. aku sudah berjanji untuk tidak menyakitinya lagi.” Jawab Kangjun, bibirnya bergetar.
Naeun semakin mendekatkan tubuhnya pada Kangjun, Naeun memeluk Kangjun erat seperti tidak ingin di tinggalkan. “Oppa.. apa kau tidak bisa membagi perasaanmu padaku juga? Kau yang terbaik.. aku tidak bisa berhenti memikirkanmu akhir-akhir ini.. aku mohon jangan abaikan aku..”
Terdengar suara pintu terbuka, Baro dan Chunji sudah datang. “Kita Pul…” kata-kata Baro terhenti saat melihat Naeun dan Kangjun yang sedang berpelukan di atas sofa ruang keluarganya. Chunji  …




~TBC

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar