Rabu, 22 Mei 2013

Fan Fiction ~ My Precious Love , Part 6.



Tittle : My Precious LOVE. Part 6.
Author : Mutiara Dini / Kwon Yura.
Genre : Romance.
Cast : Banyak. ^_^v

Note : Mianhae kalau gaje :D aku masih belajar buat FF… hhe~ semoga suka… ^^
Disclaimer : No Plagiat . FF ini asli hasil imajinasi saya..! ^^




--Happy Reading—





*Author POV
Yoori mulai membuka pembungkusnya. Dan ternyata kadonya adalah sebuah... Kamera DSLR Merk Canon keluaran terbaru dengan berbagai jenis lensanya yang sudah lengkap. Itu pasti sangat mahal. Beruntungnya Cha Yoori.
Yoori menutup mulutnya karena tak percaya kado itu benar-benar miliknya sekarang.
“Kau suka? Pasti suka. Tidak mungkin tidak. Camera itu baru release tiga hari yang lalu di Jepang. Ayo bilang terima kasih padaku.” kata Daehyun.
“Gomawo Daehyun-ah...” Yoori memeluk Daehyun.
“Jangan peluk-peluk.. JiYeon bisa marah jika tahu kekasihnya sembarangan di peluk oleh yeoja.” Jawab Daehyun lalu melepaskan pelukan Yoori. Yoori mempoutkan bibirnya. Daehyun tertawa. “Haha.. aku bercanda.. kau boleh memelukku.” Lanjut Daehyun.
“Apa ini sangat mahal?” Tanya Yoori seraya memperhatikan cameranya itu.
“Tentu saja!!! Mana mungkin Jung Daehyun membeli barang murah! Kau ini.. sudah belasan tahun bersamaku masih bertanya hal bodoh seperti itu.” Kata Daehyun protes.
“Hehe... ne Tuan muda Jung... aku hanya merasa ini sangat berlebihan..”
“Kau tidak mau??” Tanya Daehyun sewot.
“Mmm.. tentu saja aku mau...” Jawab Yoori yang sebenarnya memang sangat suka dengan hadiahnya.
“Yasudah jangan banyak bicara. Untuk membeli itu aku hanya butuh megumpulkan uang jajanku selama dua hari. Itu tidak ada artinya. Aku masih punya banyak uang dimana-mana. Haha..”
“Kau ini sombong sekali.” kata Yoori memandang sedikit sebal pada Daehyun.
“Kakekku bilang, tidak apa-apa sombong kalau ada yang disombongkan.” Ucap Daehyun. Yoori seketika menjitak kepala Daehyun.
“Mwoya???” protes Daehyun.
“Semoga JiYeon bisa merubahmu agar tidak sombong seperti ini.” Jawab Yoori.
“Haha.. semoga..” Jawab Daehyun tidak serius. “Kau sudah tidak sedih lagi??” Tanya Daehyun.
“Sedikit berkurang. Gomawo Daehyun..” Jawab Yoori.
“Ne, jangan sedih lagi. Huahhh aku masih teringat Taejun, aku tidak menyangka namja itu yang selama ini di puja-puja oleh sahabatku. Pantas saja saat itu aku seperti pernah melihatnya. Aku baru ingat kalau kau sering menunjukkan fotonya padaku.” Gerutu Daehyun. Yoori hanya diam.
“Ah ne, Jangan pinjam camera pada Kangjun lagi mulai sekarang. Aku takut kau malah akan bersahabat dengan Kangjun dan melupakan aku.” Lanjut Daehyun lalu menunduk. belakangan ini Yoori mulai menyukai photography karena Kangjun, Daehyun menjadi khawatir kalau sahabatnya itu akan lebih sering bersama Kangjun dan melupakannya. :'(
“Anieyo~~~ .. aku tak akan melupakanmu.. kau sahabatku selamanya.” Yoori tersenyum.
“Jinjjayo?”
“Jinjja.. aku berjanji akan menjadi sahabatmu apapun yang terjadi.”
“Walaupun aku jatuh miskin?” Tanya Daehyun.
“Ishh Daehyun-ah!! Jadi kau pikir aku menjadi sahabatmu hanya karena kau kaya dan punya segalanya?? Aku tidak seperti itu.. aku tulus menjadi sahabatmu..”
Daehyun tersenyum. “Lagipula mana mungkin aku jatuh miskin. Haha.. tidak ada istilah miskin dalam sejarah keluarga besarku.” Ujar Daehyun kembali menyombongkan dirinya. Ekspresi Yoori yang awalnya terharu berubah menjadi malas seketika. -__-

‘Ponsel Yoori Berdering’

“Yoboseyo..” Yoori mengangkat telponnya.
“Yoboseyo.. saya menemukan nomor ponsel anda menjadi urutan no. 1 di kontak pada ponsel seorang pemuda bernama Lee Chihoon. Apa anda mengenalnya?” kata seorang namja di dalam telpon.
“Ya, saya mengenalnya, anda siapa? Apa yang terjadi?” Yoori mulai cemas.
“Ada apa?” Tanya Daehyun penasaran karena melihat ekspresi Yoori.
“Saya dari kepolisian. Lee Chihoon sedang berada di rumah sakit sekarang. Kondisinya kritis, dia mengalami kecelakaan 30 menit yang lalu di Incheon.” Jawab namja yang ternyata seorang polisi itu. Yoori sangat terkejut. Dia tidak bisa berkata apa-apa lagi. “Saya Mohon anda datang ke Incheon St. Mary’s Hospital sekarang juga. Terima kasih.” Lanjut polisi itu lalu segera menutup telponnya.
Yoori segera membereskan cameranya dan meminum cepat sisa bubble tea miliknya.
“Ada apa?”
“Chihoon kecelakaan. Ini salahku.” Jawab Yoori. Wajahnya terlihat sangat cemas.
“Kau mau ke rumah sakit sekarang? Ayo aku antar.” Kata Daehyun, dan mereka segera menuju rumah sakit.

---

*Yoori POV
Aku berharap Chihoon baik-baik saja. Aku merasa bersalah. Apa ini terjadi karena aku memutuskan hubungan kita? Oh Tuhan... aku mohon jangan terjadi hal yang buruk pada Chihoon.

Aku menunggunya di depan ruang unit gawat darurat. Disini sudah ada Jiho, Hyeju, dan kakak perempuan Chihoon yang bernama Lee Yeon Hee. Dan tentunya juga ada Jung Daehyun, dia yang mengantarku. Sedangkan Taejun belum terlihat.
“Apa yang terjadi Yoori-ya?” Tanya Jiho. Ahh.. dia tidak mengetahui kalau aku dan Chihoon sudah berpisah. Bagaimana ini? Apa aku harus mengatakan apa yang sebenarnya sudah terjadi pada Jiho?
“Ne.. Bagaimana bisa Chihoon kecelakaan? Bukankah dia bersamamu?” Tanya Hyeju.
“Aku.. aku...” Argghh...Aku benar-benar tidak siap mengatakannya, pasti mereka akan menyalahkanku.
“Aku tak akan memaafkanmu kalau sampai terjadi apa-apa pada Chihoon!” Terdengar suara Taejun di belakangku, aku segera berbalik.
“Kau bicara apa Taejun-ah?” Tanya YeonHee Eonni. “Yoori itu kekasih Chihoon, kenapa kau malah menyalahkannya?” Lanjut YeonHee eonni. Selama ini dia juga baik padaku, maafkan aku eonni-ya... mungkin kau juga akan menyalahkanku seperti Taejun jika kau tahu apa yang sebenarnya sudah terjadi.
“Kau tanya saja padanya.” Jawab Taejun singkat. Lalu menatap Daehyun sekilas dengan tatapan membunuh. Aku harap mereka tidak berkelahi setelah ini.
“Apa terjadi sesuatu Yoori-ya?” Tanya Yeonhee eonni.
“Sebenarnya...” aku masih ragu untuk mengatakannya. Bagaimana ini...?? aku menatap Daehyun. Dia menggeleng kecil seperti memberi isyarat agar tidak mengatakan yang sebenarnya pada Yeonhee eonni.
“Sebenarnya tadi terjadi salah paham kecil, tapi kita baik-baik saja.” Ucapku terpaksa berbohong.
“Mmm.. ya.. aku harap kalian baik-baik saja.. Chihoon sangat menyayangimu Yoori..” Ucapan Yeonhee eonni membuatku semakin merasa bersalah. Kalau sampai terjadi apa-apa pada Chuhoon, aku tak akan memaafkan diriku sendiri.

------

--at 10.30 pm--

*Author POV
Kangjun masih berada di rumah Baro hingga malam. Kangjun membantu Naeun saat Naeun belajar, mengobrol bersama Naeun, dan juga menonton DVD bersama. Baro tak keluar kamarnya sama sekali. Baro menjadi sangat murung karena JiYeon.

Krystal beberapa kali menelpon Kangjun, tapi Naeun memegang ponsel Kangjun dan terus me-reject telpon dari Krystal tanpa sepengetahuan Kangjun. Naeun benar-benar ingin Kangjun terus bersamanya.
“Sudah malam.. sebaiknya aku pulang.. tidak apa-apa kan?” Kangjun meminta izin pada Naeun untuk pulang.
“Oppa.. aku insomnia.. Baro Oppa tak pernah keluar kamarnya sekarang. Aku merasa kesepian..” rengek Naeun manja.
“Aku akan menelponmu nanti..” Ucap Kangjun tersenyum.
“Bohong.. pasti kau akan menelpon Krystal..” Naeun memeluk lengan Kangjun.
“Bukankah aku sudah bersamamu daritadi?” Ucap Kangjun lalu memindahkan lengannya yang di peluk Naeun tadi dan menempatkannya di bahu Naeun. Kangjun merangkul Naeun.
“Tapi tidak adil Oppa.. kau dari pagi hingga sore bertemu Krystal di sekolah,duduk sebangku bersamanya, sarapan bersamanya, lalu makan siang juga bersamanya. Aku bertemu hanya 5 jam denganmu..” Naeun terlihat sedih.
Kangjun mengambil bantal kecil yang ada di sebelahnya, meletakkannya di atas paha Naeun, lalu Kangjun segera merebahkan tubuhnya, meletakkan kepalanya di atas pangkuan Naeun. Dia terlihat sangat kelelahan. “Kalau begitu, biarkan aku tidur, aku lelah dan mengantuk.” Kata Kangjun yang mulai memejamkan matanya.
Naeun membelai lembut rambut Kangjun dengan tangan kanannya, tangan kirinya di genggam oleh Kangjun di atas dadanya.
“Andai aku bisa kembali ke masa lalu.. aku ingin kembali disaat kau belum bersama Krystal. Aku tak mungkin mengabaikanmu.. hanya kau yang bisa membuatku merasa nyaman. Aku mencintaimu Jung Kangjun.” Ucap Naeun lirih.
Kangjun mengintip Naeun dengan satu matanya. Kangjun tersenyum gemas. “Aku juga mencintaimu Chagi-ya.”
“Oppa?? Kau belum tidur?” Tanya Naeun.
Kangjun bangun dan merentangkan tangannya, mengisyaratkan Naeun agar segera memeluknya. Tentu saja Naeun segera memeluk erat Kangjun. Kangjun juga memeluk erat Naeun.
“Buktikan padaku kalau kau lebih baik daripada Krystal, aku sudah lelah seperti ini. Menyayangi dua yeoja sekaligus... itu benar-benar melelahkan. Kalau kau bisa mengalihkan perasaanku agar sepenuhnya untukmu, aku akan mengakhiri hubunganku dengan Krystal.” Kata Kangjun.
“Kau Serius Oppa?” Tanya Naeun. Naeun melepaskan pelukannya dan menatap dalam pada manik mata Kangjun. Kangjun memang terlihat sangat serius.
“Ya.. aku serius.. saat ini aku masih sangat menyayangi Krystal. Tapi jika suatu hari kau bisa membuatku melupakannya, aku pasti akan menjadi milikmu sepenuhnya.” Jawab Kangjun. Kangjun menyingkirkan rambut Naeun yang menghalanngi wajah Naeun. Memegang rahang dan pipi Naeun dengan kedua tangannya. “Saranghaeyo..” Ucapnya lalu perlahan mengarahkan bibirnya pada bibir Naeun. Naeun memejamkan matanya. Kangjun mencium Naeun untuk yang pertama kalinya. Ini ciuman pertama Naeun. Karena Kangjun juga merupakan pacar pertamanya. Ciuman yang cukup lama, mereka berdua sangat menikmati ciuman mereka itu.
Baro yang hendak ke kamar mandi, melihat Naeun yang berciuman dengan Kangjun. Namun Baro tak berkata apapun dan melanjutkan langkahnya menunju kamar mandi.
Setelah ciuman mereka berakhir .. Kangjun memutuskan untuk bermalam di rumah Baro. Itu karena Naeun melarang Kangjun pulang ke rumahnya, lagipula orangtua Kangjun sedang berada di luar negri.

------

--Besoknya—

*Kangjun POV
Hari ini aku berangkat sekolah dari rumah Baro. Aku tidur bersama Naeun semalam. Hanya tidur biasa.. tidak melakukan hal yang macam-macam. aku tidak semesum itu. aku hanya memeluknya, membuatnya tenang.. agar dia bisa tidur. Kasihan Naeun.. Naeun mempunyai kesulitan dalam tidur.

Aku bertemu kekasihku yang lain di sekolah. Oh Tuhan... maafkan aku.. aku benar-benar terlihat seperti laki-laki playboy yang mempermainkan hati Krystal. Krystal tetap tersenyum untukku walau semalam aku tak menghubunginya. aku tak bisa membayangkan apa jadinya bila Krystal tahu semalam aku bermalam di rumah yeoja lain, tidur seranjang dengan yeoja lain. dia mungkin akan sangat membenciku. :'(

Aku menebus kesalahanku dengan mengajaknya sarapan bersama di kantin. Aku berharap tak ada yang mencurigakan yang terlihat di tubuhku. Aku rasa tidak. Aku tidak melakukan apa-apa dengan Naeun, Aku rasa semuanya baik-baik saja.
“Oppa.. kau tak menghubungiku semalam. Apa kau sangat lelah?” Tanyanya.
Aku menyuapkan nasi ke mulutnya. “Ne, aku kelelahan.. aku langsung tidur begitu sampai di rumah.”
“Mmm.. Oppa.. aku bermimpi buruk tentangmu semalam..”
“Eoh? Itu hanya mimpi.. jangan pedulikan hal itu.” Jawabku.
“Oppa.. jika suatu hari ada seorang yeoja yang menarik hatimu tapi kau masih mempunyai hubungan denganku, apa yang akan kau lakukan?” Tanya Krystal tiba-tiba. Ini membuat dadaku seperti tercambuk.
“Jangan bicarakan hal bodoh itu.. itu hanya akan membuat kita bertengkar.. bicarakan hal yang lain.” Ucapku.
“Ne.. aku tahu kau tak akan mengecewakanku.. aku percaya padamu Oppa..” Krystal kembali tersenyum. Maafkan aku chagi-ya. Aku menyayangimu.. tapi aku tidak bisa meninggalkan Naeun. :’(

------

*JiYeon POV
Malam ini, aku berkunjung ke rumah kekasihku ‘Jung Daehyun’. Aku sudah membeli cheese cake kesukaannya. Ini juga pertama kalinya aku mengendarai mobil sendiri. Aku baru lulus les mengemudi dan aku ingin memberi kejutan untuknya.

Daehyun Oppa bilang orangtuanya sedang ke luar negeri, hanya ada dia, saudara kembarnya, dan para pembantu. Setidaknya itu membuatku tak terlalu gugup, karena aku tak perlu bertemu dengan orangtuanya.

Rumah Daehyun oppa tak terlalu jauh dari rumahku, masih di daerah yang sama yaitu di Gangnam. Jadi tak perlu memakan waktu lama untuk sampai di rumahnya. Aku sudah berada di depan gerbang besar itu sekarang. Aku segera masuk setelah security membukakan gerbangnya.

Setelah memparkir mobilku, Aku perlahan memasuki rumah Daehyun Oppa. Rumah yang sangat besar, ini lebih besar 2 kali lipat dari rumahku. Banyak pembantu disini dan semua membungkuk saat aku berjalan, mungkin Daehyun pernah memberitahu mereka soal aku. Salah satu dari mereka mengatakan kalau Tuan muda Jung sedang berada di kolam. Aigoo.. tuan muda jung? Aku seketika merasa seperti sedang berada di sebuah istana. Ahh.. beruntungnya aku bisa menjadi kekasihnya. Aku segera merapikan pakaianku. aku tidak ingin terlihat buruk.

---

Berjalan cukup lama hanya untuk mencapai kolam renang. Huff... Akhirnya aku sampai.. aku melihatnya sedang berenang. Dia berenang di malam hari? Haha.. aku berharap dia tidak masuk angin. (?)

“Chagi-ya!” teriakku dari sisi kolam.
Daehyun Oppa menatapku terkejut. “JiYeon-ah??! Kenapa tidak bilang kalau mau kesini?”
“Surprise... hihi..” Jawabku.
Daehyun Oppa mulai menaiki tangga kolam, mengambil handuknya dan segera menggosok-gosok rambutnya yang basah dengan handuk. Omo.. aku bisa melihat tubuhnya yang masih basah. Dia memang tidak memiliki tubuh yang terlalu bagus. Tapi menurutku sudah cukup ideal.
“Kau kesini dengan siapa? Kakakmu?” Tanyanya seraya berjalan mendekatiku.
Aku tersenyum dan menunjukkan kunci mobil dengan gantungan pororo di tanganku.
“Mwo? Kau mengemudikan mobil sendiri??? Jinjjayo??” Dia terlihat tidak percaya seraya memegang lenganku. Aku mengangguk meyakinkan.
“Whoaa daebakk nae yeoja..” Ucapnya bangga lalu memelukku dan meletakkan kepalaku di atas dada bidangnya yang masih belum memakai baju itu. Uhh.. wajahku menjadi basah.
“Oppa aku punya sesuatu..” aku mengangkat kantong plastik berlable sebuah toko cake ternama di Seoul.
“Whoaa..” dia terlihat senang saat melihat lable yang tertera di kantong plastik yang aku pegang.
“Cheesecake... ^^”
Nae namja segera mengambil cheesecake itu dari tanganku . “Ahh.. gamsahamnida.. kebetulan aku sedang lapar.. ja! Ikut aku..” Ucapnya kemudian menarik tanganku, mengajakku entah kemana. Saat berjalan menuju pintu tengah itu, aku bisa melihat seorang namja berdiri di atas balkon seraya bermain gitar, dia mirip Daehyun Oppa, hanya saja dia terlihat jauh lebih dingin daripada kekasihku ini. Ahh.. bisa jadi dia adalah saudara kembar Daehyun oppa yang bernama Kangjun itu. Sahabatku Naeun bilang mereka berdua sudah berpacaran. Wahhh.. berarti aku dan Naeun beruntung sekali memiliki kekasih yang ternyata bersaudara, bahkan saudara kembar.

---

Daehyun Oppa mengajakku ke kamarnya, apa dia sudah biasa mengajak seorang yeoja ke kamarnya? Kenapa dia mengajakku ke kamarnya. huhu.. Aku menjadi berpikir yang tidak-tidak.
“Kau kenapa? Haha.. aku tak akan berperilaku jahat padamu.. kau tenang saja.., duduklah..” Ucapnya, astaga.. dia bisa menebak pikiranku. Hehe..
Aku duduk di salah satu kursi yang ada di kamarnya. Kamarnya terlihat simple, sejauh mata memandang hanya ada warna hitam, putih, dan cream yang mendominasi. Saat masih memperhatikan kamarnya, pandanganku berhenti pada foto-foto yang menempel di salah satu sisi dinding. Apa-apaan itu? Dari sekitar lima belas foto, aku melihat sepuluh foto adalah fotonya bersama Yoori sahabatnya. Tiga fotonya sendiri, satu foto kita, dan satu lagi fotoku. Kenapa foto kita hanya satu?? Rasanya aku dan dia sudah sangat sering berfoto bersama. Huh.. menyebalkan.
“Aku belum sempat mencetak foto kita.. jangan salah paham.. nanti pasti dinding itu akan penuh dengan fotomu.. jangan marah ne..” Ucapnya tiba-tiba, astaga.. kenapa Daehyun oppa selalu bisa membaca pikiranku?
“Hehe gwenchanayo Oppa.. itu tidak terlalu penting.” Jawabku.
Setelah mengenakan pakaiannya, Daehyun Oppa kini duduk di kursi yang lain di sampingku, lalu mengarahkan pipinya dekat dengan wajahku. “ppoppo.” Ucapnya menyuruhku untuk mencium pipinya. Akupun segera mencium pipi kekasihku itu. Dia tersenyum. “Kau sudah makan? Mau minum apa?” Tanyanya.
“Umm..” aku mengetuk-ngetuk pelan bibirku. “Aku mau air putih saja..” Lanjutku.
“Baiklah Nyonya Jung.. pesanan akan datang sesegera mungkin.” Ucapnya lalu segera menelpon pembantunya.
“Oppa..” Sapaku, dia sedang memakan cheesecake dariku dengan lahap.
“Hmm..” Jawabnya, dia belum menelan cheesecake di mulutnya.
“Kau sering mengajak yeoja ke kamarmu?” Tanyaku.
“Mwoyo??” dia terlihat terkejut dengan pertanyaanku. Kebetulan saat pembantu Daehyun masuk untuk membawakan dua gelas air putih. Aku segera memberinya air putih karena takut dia akan tersedak.
“gomawo..” ucapku tersenyum pada pembantu yang membawakan minum. pembantu itu meninggalkan ruangan ini.
“Mengapa bertanya seperti itu?? aku tidak pernah mengajak kekasihku yang sebelumnya masuk ke kamarku kecuali kau. Hanya kau, yoori, dan eomma.. yeoja yang pernah masuk ke kamarku.” Jawabnya. Huff.. syukurlah.. aku kira dia sering membawa yeoja ke kamarnya.
“Hehe.. aku hanya ingin tahu..” Jawabku lalu aku berjalan menuju balkon kamarnya. Aku sangat suka berada di balkon.
---
“Hey yeoja.. apa kau memiliki kekasih? Bolehkan aku meminta nomor ponselmu?” Ucap Daehyun oppa saat kita sudah berada di balkon kamarnya, dia mencoba bercanda.
“Umm.. mianhae.. aku sudah memiliki kekasih. Namanya Jung Daehyun. Kau tidak tahu siapa dia?? Itu tidak mungkin.. dan keterlaluan.. dia itu sangat popular..” Jawabku yang juga menanggapi candaannya. Dia hanya tertawa.
Lalu beberapa detik kemudian Daehyun Oppa memelukku dari belakang, omo.. aku sempat terkejut.. tapi aku berusaha tetap tenang, mengatur detak jantungku yang mulai tak beraturan. Dia menumpukan kepalanya di atas pundakku. “Apa kau bahagia bersamaku?” Tanyanya.
“Nde.. tentu saja.. ^^ kau selalu membuatku bahagia Oppa..” Jawabku pasti. Lalu pandanganku terarah pada Kangjun yang juga ada di balkon sebelah kiri balkon namjaku. Kurang lebih 2 atau 3 meter dari tempatku berdiri. “Oppa.. kau tahu tidak saudara kembarmu ‘Kangjun’ sudah menjadi kekasih Naeun..? kau pasti tahu Naeun kan?”
“Hah? Yang benar? Setahuku kekasihnya itu Krystal. Bukan Naeun.” Jawabnya. Krystal? Nugu?
“Ne.. untuk apa aku mengarang cerita? Naeun sendiri yang menceritakannya padaku.”
“Wahhh anak itu berarti sudah menduakan Krystal.huh.. akan aku adukan nanti.” Gerutu Daehyun.
“Menduakan?”
“Ya... Krystal dan Kangjun lebih dulu berpacaran. Sudahlah jangan mengurusi mereka. Kau urusi saja aku..” Kata Daehyun Oppa masih memelukku dari belakang. Pelukannya begitu hangat.. aku merasa sangat nyaman berada dalam dekapannya. Aku benar-benar mencintainya. Daehyun Oppa tidak seburuk yang aku bayangkan dulu sebelum mengenalnya. Ternyata dia menyenangkan juga.

---

--49 hari kemudian—
--di rumah sakit—

*Author POV
Hingga hari ini, Chihoon belum juga sadar dari komanya. Yoori sealu menunggu Chihoon sadar di rumah sakit. Yoori benar-benar merasa bersalah akan semuanya. :'(

Yeonhee menceritakan bagaimana Chihoon yang sangat menyayangi Yoori. Yoori juga sempat diajak ke apartemen Chihoon oleh yeonhee. Banyak foto Yoori dan Chihoon di kamar itu. Chihoon juga sering membuat satu kalimat harapan yang selalu ia masukkan ke sebuah toples kaca di samping tempat tidurnya, Yoori membaca satu persatu kertas-kertas yang chihoon gulung itu. hampir semua isinya adalah harapan yang sama. -Aku Berharap Cha Yoori bisa mengerti perasaanku- , seketika Yoori merasa benar-benar tersentuh. Yoori menangis, Chihoon memang begitu mencintai Yoori, tak seharusnya Yoori memperlakukannya dengan sangat tidak baik selama ini. :’(

Yoori membawa Lolly juga ke rumah sakit, Yoori ingin Chihoon bisa melihatnya, Lolly adalah boneka yang Chihoon berikan saat di di taman hiburan dulu. Yoori tak pernah lelah baerusaha Mengajak Chihoon berbicara dan juga menjaganya setiap hari. Tapi Chihoon belum juga sadar. Yoori sampai tidak memperdulikan kondisi tubuhnya karena menemani Chihoon setiap hari.

“Chihoon-ssi... aku memang jahat.. aku menyakiti perasaanmu selama ini.. kenapa kau hanya diam? Kenapa kau masih terus berharap bersamaku? Padahal kalau kau mau.. kau masih bisa dapatkan yeoja yang jauh lebih pantas untukmu daripada aku.. aku mohon sadarlah... aku benar-benar meminta maaf atas semua kesalahanku padamu.. aku mohon chagi-ya...” Ucap Yoori lirih, Yoori menggenggam tangan Chihoon, sesekali ia juga mencium tangan Chihoon yang masih hangat. Yoori tak berhenti menangis karena terlalu sedih.

Beberapa detik kemudian... Terasa gerakan jemari Chihoon membuat Yoori terkejut. Akhirnya Chihoon sadar. Yoori benar-benar bahagia.. Yoori mengusap air matanya segera. Lalu...





TBC~

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar