Rabu, 22 Mei 2013

Fan Fiction ~ My Precious Love , Part 7.



Tittle : My Precious LOVE. Part 7.
Author : Mutiara Dini / Kwon Yura.
Genre : Romance.
Cast : Banyak. ^_^v

Note : Mianhae kalau gaje :D aku masih belajar buat FF… hhe~ semoga suka… ^^
Disclaimer : No Plagiat . FF ini asli hasil imajinasi saya..! ^^




--Happy Reading—





*Author POV
Terasa gerakan jemari Chihoon membuat Yoori yang sedang menggenggamnya menjadi terkejut. Akhirnya Chihoon sadar. Yoori benar-benar bahagia.. Yoori mengusap air matanya segera. Lalu mendekatkan dirinya pada Chihoon.. agar Chihoon bisa melihatnya.

                Wajah Chihoon masih pucat, tubuhnya lemas, tapi Chihoon segera berusaha bangun ketika melihat Yoori. Chihoon seperti tak sadar apa yang sudah terjadi. Yang dia ingat hanya dia dan Yoori baru saja putus, dan dia masih belum menerima itu, dia ingin kembali meminta maaf pada Yoori, berusaha memohon agar Yoori kembali padanya.

                Ini membuat Yoori menjadi sangat sedih, airmatanya mengalir deras, Yoori berusaha menahannya tapi tidak bisa. Chihoon benar-benar seperti melewatkan masa 49 hari ia koma. Dia seperti tak menganggap waktu 49 hari itu ada. Chihoon menunduk seraya menggenggam tangan Yoori, menciumnya dan ia juga menangis. Dia tidak ingin Yoori meninggalkannya.

“Chihoon-ssi aku disini.. aku tak akan meninggalkanmu.. maafkan aku..” Ucap Yoori. Seketika Chihoon menatap Yoori. Chihoon menghapus airmata Yoori lalu segera memeluk Yoori dengan tubuhnya yang masih sangat lemah.

‘Tepp Tepp’ suara langkah kaki seseorang mulai memasuki ruangan dimana Chihoon di rawat.

“Kau sudah sadar?” Tanya seseorang itu yang ternyata adalah Taejun. wajahnya terlihat sangat dingin seperti biasanya.
“Taejun-ah? Memangnya apa yang terjadi?” Tanya Chihoon lirih. Chihoon melepaskan pelukannya dengan Yoori.
“Kau koma selama 49 hari Chihoon-ssi?” Jawab yoori. Chihoon mengerutkan dahinya.

------

--3 days later—

*Daehyun POV
                Aku menuruni tangga menuju ruang makan. Masih menggunakan piyama warna putih milikku. Aku merasa sangat malas. Aku libur sekolah hari ini, dan aku terbangun masih jam tujuh pagi. Huhh.. tidak biasanya aku bangun sepagi ini.
---
“Apa Yoori masih ada di rumah sakit?” aku berbicara sendiri di depan kulkas seraya mengambil air putih dingin. “Anak itu sampai tidak memperdulikan kesehatannya sendiri. Huuhh” lanjutku, aku benar-benar khawatir padanya yang terus menangis memikirkan Chihoon. Aku berharap dia baik-baik saja.
---
                Saat aku hendak kembali ke kamar dan melewati ruang tengah, aku melihat Kangjun bodoh itu bersama kekasihnya ‘Krystal’. Huahh.. pagi-pagi sudah bermesraan disini, membuatku muak. Kangjun sering membawa Krystal ke rumah saat Appa dan Eomma tidak ada di rumah. Sepertinya mereka baru saja selesai berolahraga bersama.

---

*TaeJun POV
                Akhirnya Chihoon sadar dari komanya. Tapi mengapa dia harus kembali berpacaran dengan yeoja itu? Bodoh sekali chihoon, bukankah yeoja itu yang sudah membuatnya hampir kehilangan nyawanya? Huff.. aku tidak seharusnya peduli akan hal itu.

                Aku memutuskan untuk datang ke rumah Hyeri, aku bosan di rumah, dan aku rasa aku juga sudah tidak perlu menemani Chihoon di rumah sakit. aku ingin mengobrol dengan Hyeri saat ini.

‘dingg dongg’ aku menekan bel di rumah Hyeri. Rumahnya sederhana tapi sangat bersih. Aku merasa banyak udara segar di rumah ini daripada di rumahku. Belum masuk saja aku sudah merasa sangat nyaman.

Beberapa detik kemudian seorang namja membukakan pintunya. Siapa dia? Ahh.. mungkin namja ini Lee hyukjae, kakak kandung Hyeri.

“Annyeonghaseyo..” aku membungkuk. “Apa aku bisa bertemu dengan Hyeri?” Tanyaku.
“Masuklah..” jawabnya singkat.
“Siapa yang datang Hyukjae-ya?” Terdengar suara ahjumma dari dalam.
Ahjumma  itu segera menghampiriku. “Whoaa.. bukankah kau Park Taejun? kau anak dari seniman Song Hyemi bukan? Rupanya apa yang dikatakan Hyukjae soal hubunganmu dan Hyeri itu benar? Aku pernah melihatmu berfoto bersama ibumu itu di sebuah majalah. Aku adalah penggemar ibumu.” Ucap ahjumma ini, dia membicarakan nae eomma yang merupakan seorang seniman terkenal di Korea. “Aku senang sekali kau bisa kenal dengan putriku.” Lanjutnya. ahh.. jangan-jangan beliau menganggap aku dan Hyeri berpacaran. lalu apa kabar Chunji? ahh.. bukankah ini lebih baik Taejun-ah?
“Sudahlah eomma.. berlebihan sekali..”  Ucap Hyukjae hyung malu. Aku hanya tersenyum kecil.
“Mianhae Taejun-ah…”Ahjumma itu seketika meminta maaf padaku.
“Gwenchanayo ahjumma.. nanti aku akan beritahu pada eomma..” Jawabku. “Umm.. bolehkah aku menemui Hyeri?” Lanjutku karena sudah tak sabar bertemu dengan yeojaku. hehe..
“Tentu.. kau ke kamarnya saja.. di sebelah situ.. nanti aku akan membawakan minuman untukmu disana..” Jawabnya menunjuk ke sebuah pintu. Aku membungkuk padanya lalu segera berjalan menuju pintu itu. Ibu Hyeri begitu baik padaku. Haha.. mengapa aku diizinkan masuk ke kamar Hyeri? Mungkin.. karena di rumah ini tidak terdapat ruang tamu. Saat aku pertama masuk.. aku tak melihat ada sofa ataupun apapun yang bisa aku duduki. -__-
Perlahan aku membuka pintu kamarnya. Aroma kamar yeoja. Aku suka aromanya. ^^
“Kemana dia? Kata ahjumma tadi dia sedang berada di kamar...” gumamku lalu aku menuju kasurnya untuk meletakkan tasku. Aku memandangi kamarnya, aku bahagia karena tak menemukan foto Chunji di kamar ini. Hehe.. Sepertinya Hyeri menyembunyikan dari keluarganya soal hubungannya dengan Chunji.

Beberapa menit kemudian aku mendengar suara pintu terbuka. Bukan pintu yang aku lewati tadi, tapi pintu lain, aku kurang memperhatikan pintu itu daritadi. Ah jangan jangan…

Aigoo.. pikiranku benar, aku membeku menatap Hyeri yang baru keluar dari pintu dengan hanya menggunakan handuk berwarna putih. Rambutnya tergerai basah. Aku menelan ludahku. Uhh.. Dia terlihat sangat cantik seperti itu. Bagaimana ini? Ahh.. aku tidak boleh salah tingkah hanya karena ini. Aku akan bersikap biasa saja.

“Oppa??!” dia sangat terkejut, menatapku penuh tanya.
“Ng.. Eommamu yang menyuruhku masuk ke kamarmu.. mianhae..” Ucapku lalu segera berbalik membelakanginya. “Cepat pakai bajumu. Aku tak akan melihatnya.” Lanjutku santai. Dia tak menjawab.
Beberapa menit kemudian aku mendengar suara hair dryer. Sial dia sudah selesai tapi tak memberitahuku. Aku segera berbalik. “Kenapa tidak bilang kalau sudah selesai ganti baju?” protesku tapi sepertinya dia tidak mempedulikannya.
“Oppa untuk apa datang ke rumahku?” Tanyanya masih dengan mengeringkan rambutnya di depan meja rias.
Aku berjalan mendekatinya. “Tentu saja karena aku ingin menemuimu..” Ucapku lalu duduk di lantai, dan memandanginya yang masih berkutat dengan hair dryer-nya itu dari bawah.
“Apa yang kau lakukan? Jangan duduk disitu dan Jangan memandangku seperti itu Oppa..” Ucapnya seraya menarik keatas bajunya serta membetulkan hotpants yang ia kenakan. Aigoo.. dia justru semakin terlihat sangat menggemaskan. Hyeri selalu terlihat natural akan semua tingkah lakunya.
“Kenapa? Aku tak pernah melihatmu secantik ini biasanya.. biarkan aku memandangimu..” Jawabku.
“Ishh.. Oppa… kalau eomma melihatmu duduk di bawah seperti itu. Aku yang akan dimarahi..” Dia mulai berdiri. “Ayo bangun…” Hyeri berusaha menyuruhku berdiri. Tapi.. tubuh mungilnya itu tidak mampu menarikku, justru kita menjadi terjatuh bersama dan membuatnya berada di atasku. Aku menunjukkan senyum kemenangan. Dia berusaha beranjak tapi aku menahannya, aku melingkarkan tanganku di pinggang rampingnya itu. Dia tak bisa berkutik.
“Oppa.. kau sudah gila! Lepaskan aku, eomma bisa mengira yang tidak-tidak jika melihatnya.”
“Hehe.. bukankah eommamu merestui hubungan kita..?” Tanyaku.
“Hubungan? Hubungan apa???”
“Kau milikku Lee Hyeri.. aku tidak peduli dengan siapa kau berhubungan sekarang. Walau dengan si brengsek Chunji itu sekalipun. Aku tidak peduli. Kau yeojaku. Aku mencintaimu. Bukankah aku sudah sering mengatakannya padamu.” Aku menatap dalam matanya, dia terdiam.

‘Pintu kamar Hyeri terbuka’

“Oops.. baiklah lanjutkan.. aku hanya melihat sedikit..” itu suara Hyukjae hyung, dia menutup kembali pintunya. Aku tak mempedulikan apapun sekarang, aku hanya memperhatikan Hyeri yang nafasnya bisa aku rasakan jelas di wajahku.

“Kau masih belum terlambat Hyeri-ya.. kalau kau menyukaiku, kau katakan sekarang juga. Aku tak akan membuatmu menyesal karena sudah mengakuinya. Jangan berusaha menutup-nutupi perasaanmu sendiri. Aku tahu kau juga menyukaiku.”

*Author POV.
“Kau masih belum terlambat Hyeri-ya.. kalau kau menyukaiku juga, kau katakan sekarang juga. Aku tak akan membuatmu menyesal karena sudah mengakuinya. Jangan berusaha menutup-nutupi perasaanmu sendiri. Aku tahu kau juga menyukaiku.” Kata Taejun lirih dengan tatapan istimewanya pada Hyeri.

Hyeri  menghela nafasnya, menaruh rileks kepalanya di atas dada bidang Taejun karena sudah pasrah dan tak tahu lagi bagaimana cara mengelak dari Taejun. Mereka masih tergeletak berdua di atas lantai. Seberapa besar usaha Hyeri menjauhi Taejun, tapi disaat Taejun sudah ada di hadapannya, Hyeri menjadi tak berdaya dan tak bisa membohongi perasaannya sendiri kalau memang dia menyukai Taejun.

Mereka terdiam untuk beberapa saat, Taejun memejamkan matanya.. dia bahagia dan merasa nyaman. Ia mengelus lembut rambut Hyeri yang berada tepat di atas dadanya itu. Hyeri bisa mendengar detak jantung Taejun.

“Hyeri-ya Saranghaeyo.. maafkan aku jika membuatmu bingung.. aku bukan seseorang yang mudah jatuh cinta pada seorang yeoja.. tapi jika aku sudah mencintai satu yeoja. Aku juga tak akan dengan mudah melupakan yeoja itu. Aku akan tetap menganggapmu seperti yeojaku. Aku rela berkelahi dengan Chunji hanya agar aku bisa bersamamu.” Ucap Taejun.
Hyeri kini menatap Taejun. “Oppa.. kau membuatku menjadi gila.. kau membuatku menjadi seperti orang bodoh.. aku bingung pada diriku sendiri yang tak pernah bisa menolakmu..”

Taejun tiba-tiba membalikkan posisi mereka. Kini Hyeri yang terbaring di lantai. Jantung Hyeri berdetak cepat tak beraturan. Taejun mengelus pelan dahi hingga pipi Hyeri. Menatap dalam manik mata yeojanya itu. Taejun sudah menganggap mereka resmi berpacaran karena kata-kata Hyeri barusan yang mengatakan kalau ia tak bisa menolak Taejun.

Hyeri memejamkan matanya saat perlahan bibir mereka mulai di pertemukan dengan sendirinya. Bukan lagi hanya kecupan, Taejun kini mulai mencium mesra Hyeri. Melumat bibir Hyeri dengan penuh kasih. Hyeri bisa merasakan bibir Taejun begitu manis. Mereka saling bertukar saliva. Ciuman mereka sudah jelas terlihat bahwa mereka saling mencintai. Ciuman yang dalam hingga mereka seakan tak sadarkan diri. Hyeri memegang tengkuk leher Taejun. Ini membuat Taejun mengerti kalau Hyeri tak ingin mengakhirinya. Taejun sangat mencintai Hyeri. Hyeri satu-satunya yeoja yang mampu menghilangkan pikirannya akan Kyuri. Taejun sudah melupakan Kyuri karena perasaannya pada Hyeri, seorang Hyeri .. gadis polos yang awalnya hanya ingin ia permainkan. Taejun mengecup bibir Hyeri lalu mengakhiri ciumannya. Hyeri masih terdiam. Taejun merapikan rambut Hyeri dan menyelipkannya di belakang telinga Hyeri.
“Gomawo yeobo-ya.. aku tak akan mencintai yeoja lain selain dirimu..” Ucap Taejun lirih kemudian mengecup singkat sekali lagi bibir Hyeri dan membantunya untuk bangun.
Saat mereka sudah berdiri. Hyeri segera memeluk namja kurus di hadapannya itu tanpa berkata apapun. Taejun tersenyum lalu mendekap hangat yeojanya. “Aku akan membantumu lepas dari Chunji. Kau tenang saja..”
Hyeri tak menjawab, tapi dia tahu sekarang.. dia lebih tidak ingin kehilangan Taejun. Taejun bisa membuatnya lebih nyaman daripada saat ia bersama Chunji, perasaannya juga  berbeda, jantungnya terasa lebih berdebar jika ia bersama Taejun. Hyeri tak ingin Taejun meninggalkannya.
“Panggil eommamu, katanya dia akan membawakan minuman, tapi minumannya tidak juga datang daritadi. aku haus.. kau sudah mengambil seluruh cairan  di dalam mulutku.” Kata Taejun asal bicara lalu melepaskan pelukannya dan segera berbaring di atas ranjang Hyeri, memejamkan matanya.. mungkin dia lelah.
Hyeri menatap namjanya itu heran.  “Ne.. biar aku saja yang mengambilkan minuman untukmu..”

------

                Sedangkan di tempat lain, yaitu di rumah Daehyun dan Kangjun. Daehyun sangat iri melihat Kangjun yang daritadi terus bercanda dan bermesraan dengan Krystal. Hingga akhirnya Daehyun teringat soal Naeun.

                Daehyun mengetahui Naeun sebagai teman sekelasnya, sahabat yeojanya, adik musuh besarnya dan kini ia juga mengetahui kalau Naeun adalah selingkuhan saudara kembarnya. Astaga.. Naeun ada dimana-mana pikir  Daehyun.

Daehyun mengambil ponselnya dan segera menghubungi kekasihnya, Daehyun menyuruh JiYeon untuk mengajak Naeun ke rumahnya. Daehyun berencana akan membongkar kebohongan Kangjun. Haha..

Daehyun menunggu Jiyeon di teras rumahnya, hanya sebentar.. Jiyeon sudah tiba dengan mobilnya, karena rumah mereka juga tidak berjauhan. Daehyun segera mengajak JiYeon dan Naeun untuk masuk ke rumahnya. Daehyun berbisik pada JiYeon mengenai rencana jahilnya. JiYeon mengerti dan menuruti ide Daehyun.

Kini Kangjun dan Krystal sedang berada di kamar Kangjun, entah apa yang mereka lakukan di dalam. (-_-) Daehyun membuka cepat pintu Kangjun yang tak terkunci itu, dan… o’ooww.. rupanya Kangjun dan Krystal sedang tidur siang bersama. Kangjun terlihat sedang memeluk Krystal. mereka masih terlelap.

Naeun melangkah gontai masuk ke dalam kamar Kangjun. Ini pertama kalinya ia berkunjung ke rumah Kangjun, dan masuk ke kamar Kangjun. Hatinya benar-benar perih melihat Kangjun sedang bersama Krystal. meskipun ia sadar kalau Krystal memang kekasih Kangjun. Tapi tetap saja ada rasa sakit yang teramat sangat di lubuk hatinya. Naeun terduduk di sofa persegi lebar bermotif garis yang ada di kamar Kangjun. Menaikkan kakinya di atas sofa lalu menekuknya hingga lututnya dapat menyentuh dagunya, Naeun membungkuk memeluk kakinya sendiri. Airmatanya sudah mengalir, Naeun menunggu Kangjun terbangun dari tidur nyenyaknya bersama Krystal. Daehyun dan JiYeon segera mengunci pintu kamar Kangjun. Benar-benar pasangan yang evil. :D

“Bagaimana kalau kita ke halaman belakang saja sekarang.” Ajak Daehyun, melingkarkan tangannya di pinggang JiYeon.
“Aku membelikan beberapa cheesecake untukmu Oppa..”
Daehyun melebarkan matanya. “Jinjjayo? Dimana mereka?”
“Mereka ada di mobil.. kita ambil dulu ne Oppa.”
“JiYeon jjang…Ummm..” Daehyun mencubit pelan pipi JiYeon. lalu mereka berjalan menuju halaman parkir di bagian paling depan rumah Daehyun, mengambil beberapa cheesecake kesukaan Daehyun di dalam mobil JiYeon. selanjutna mereka memutuskan untuk mengobrol di halaman belakang rumah Daehyun.

---

                Sesampainya di halaman belakang, Daehyun menunjukkan surprisenya pada JiYeon. Surprise yang sudah ia siapkan sejak kemarin. Kali ini Yoori tak membantu Daehyun, karena Yoori sering berada di rumah sakit untuk menjaga Chihoon.

                Daehyun membuat surprise itu sendiri, tapi tetap di bantu oleh semua pembantunya yang menganggur. Dan beberapa pekerja yang sudah ia bayar. Daehyun hanya merancang desainnya dan tata letaknya.

JiYeon tertegun melihat surprise yang Daehyun berikan. Sebuah rumah pohon dan gulungan-gulungan banner yang tiba-tiba terbuka bertuliskan kata-kata cinta dari Daehyun. Rumah pohon modern yang terlihat sangat keren.

“Kau suka?” Tanya Daehyun. Lalu mencium singkat pipi yeojanya.
JiYeon  segera memeluk Daehyun. “Oppa.. kau sering memberikan aku surprise yang romantis sedangkan aku hanya bisa selalu memberimu cheesecake. Huhu..”
“Cheesecake adalah yang terbaik. Hehe.. Aku suka cheesecake. Dan kau tak perlu repot-repot membuatkanku surprise atau membelikanku yang macam-macam.. karena aku sudah memiliki segalanya. Aku hanya butuh dirimu.” Jawab Daehyun tulus. “Kaja naik ke atas JiYeon..” Lanjut Daehyun.
“Bagaimana caranya oppa?”
“Terbang.” -__-
“Mwo?”
“Tentu saja naik tangga itu. kenapa calon ibu dari anak-anak jeniusku nanti bisa sebodoh ini?? Ayo… jangan banyak bicara..” Ucap Daehyun sesuka hatinya lalu menarik tangan JiYeon. JiYeon mepoutkan bibirnya kesal.

---


                Kembali ke kamar Kangjun. Krystal terbangun lebih dulu dan sangat terkejut melihat Naeun yang sudah duduk di sofa. Krystal perlahan turun dari ranjang Kangjun, menghampiri Naeun yang menunduk. Kangjun masih terlelap.
“Mianhaeyo.. kau siapa?” Tanya Krystal sopan.
Naeun menatap Krystal dengan matanya yang bengkak karena daritadi menangis, wajahnya sudah sangat pucat seperti siap pingsan saat itu juga.
“Gwenchanayo?” Tanya Krystal lagi.
“Krystal-ssi..” Ucap Naeun membuat Krystal mengerutkan dahinya. Krystal tak menyangka yeoja di hadapannya itu mengetahui namanya.
“Ne.. kau mengenalku?”
“Apa kau belum tahu juga kalau namja itu adalah namjaku juga?” Ucap Naeun.

‘Degg’ rasanya jantung Krystal seperti berhenti berdetak beberapa detik.

“Maksudmu?” Tanya Krystal, wajah yang daritadi terlihat ramah itu sudah tak terlihat lagi. Kini banyak pertanyaan seperti melayang-layang di atas kepala Krystal.
“Aku sedih karena harus melihat ini.. melihatmu tidur bersamanya.. aku sudah mengalah cukup banyak denganmu.. dia kekasihku juga..” Jawab Naeun. Bibirnya bergetar.
“Kau bohong!” Bentak Krystal.

Kangjun terbangun setelah mendengar suara Krystal, Kangjun mulai duduk. Kemudian ia sangat terkejut melihat Naeun juga ada di kamarnya, Kangjun hampir terjatuh dari ranjangnya.
“Naeun-ssi??” Kangjun melebarkan matanya.
“Kau mengenalnya??” Tanya Krystal, matanya sudah berkaca-kaca.
“Aku bisa menjelaskannya Chagi-ya..” Kangjun berjalan cepat mendekati Krystal. Kangjun masih menggunakan celana panjang berbahan kain berwarna abu-abu dan kaos dalam tanpa lengan berwarna putih.
Kangjun menggenggam tangan Krystal, Krystal mulai menangis. “Bukankah kau sudah berjanji tak akan menyakitiku lagi? Tapi kenapa kau lakukan ini padaku? aku salah apa Oppa?”
Kangjun menatap Naeun yang terlihat sangat pucat. “Bagaimana bisa kau ada disini?” Tanya Kangjun.
“Aku mengikuti JiYeon. Kau bilang kau sedang pergi ke Jinan. Tapi ternyata kau bohong padaku.” Naeun juga menangis.

Kangjun terduduk lemas di bawah. Dihadapan dua yeojanya yang duduk berdekatan di atas sofa kamarnya itu. Kangjun menatap bergantian yeojanya. Kangjun menjambak rambutnya sendiri karena kesal.

“Oppa jangan sakiti dirimu.. aku mohon..” Ucap Naeun lalu berusaha meraih tangan Kangjun.
“Kalian boleh pukul atau tampar aku sekarang. Kalian boleh lakukan apapun padaku. aku mengakui kalau aku salah pada kalian berdua.” Ucap Kangjun menunduk.
Krystal segera menampar keras Kangjun. “Kau keterlaluan!” Umpat Krystal. Kangjun memegangi pipinya yang panas akibat tamparan keras itu. “Ne aku memang keterlaluan.” Jawab Kangjun lemas.
“Jangan kasari Kangjun Oppa..” Ucap Naeun lalu mendekat pada Kangjun, mengelus pipi Kangjun. Krystal hanya menatap tajam Naeun kesal. “Kau tampar saja aku.. aku yang menggodanya, aku yang memaksanya untuk menjadi kekasihku. Maafkan aku..” Ucap Naeun mengakuinya, keluar keringat dingin di telapak tangan Naeun, Kangjun bisa merasakan itu. Naeun bisa saja pingsan setelah ini. Kangjun segera menggenggam tangan Naeun.

Krystal beranjak dari duduknya, segera mendorong kasar Naeun hingga Naeun tersungkur. Kangjun seketika berdiri dan mencegah Krystal agar tidak melakukan hal yang lebih kasar pada Naeun.
Krystal memukul-mukul dada Kangjun karena benar-benar kecewa. Kangjun tak melawan, dia sadar dia salah. "Kau jahat Oppa! kau jahat!!" Krystal menangis. “Apa kau selalu membohongiku? Apa kau sering pergi bersamanya?? Kenapa kau lakukan ini padaku Oppa????!!!!” teriak Krystal lagi. Kangjun tetap diam tak membantah ataupun membela diri. Dia sebisa mungkin menahan air matanya, bagaimanapun dia seorang namja. Dia tidak bisa dengan gampang menangis. Apalagi dihadapan yeoja.
“Katakan padaku sudah berapa lama kalian berpacaran??! Katakan sekarang juga??” bantak Krystal lagi karena Kangjun hanya diam dan menunduk.
“Hampir dua bulan ini. jeongmal mianhaeyo Krystal-ssi..” Jawab Kangjun lirih.
Krystal kembali terduduk di sofa. “Jadi sudah selama 2 bulan kau membohongiku? Aku benar-benar bodoh tak mengetahui hal ini. kau memang benar-benar pandai berbohong. Aku tak menyangka kau seperti itu Oppa. Tak seharusnya aku mencintai namja pembohong sepertimu.” Ucap Krystal menatap Kangjun sangat kecewa, Kangjun hanya diam. Sesekali pandangannya beralih menatap Naeun yang terlihat sangat pucat. Krystal terus menumpahkan kekesalannya pada Kangjun, mengumpat Kangjun dengan berbagai macam kata-kata kasar. Kangjun tak menjawab apapun.
“Aku tak bisa membagi namjaku dengannya! Sekarang aku mohon kau pilih salah satu di antara kita! Kau tak mungkin memiliki keduanya!” kata Krystal masih dengan nada keras.
“Aku tidak bisa memilih..” jawab Kangjun lemah. pikirannya kacau.
“Kalau kau lebih memilih Krystal.. baiklah aku akan menerimanya walau berat.. Maafkan aku Oppa..” Ucap Naeun lirih.
“Kau tetap harus memilih Oppa..” ucap Krystal lagi, sebenarnya jauh di lubuk hatinya dia ingin sekali Kangjun memilihnya. Tapi dia sudah sangat siap andaikan Kangjun lebih memilih Naeun.

Kangjun menatap Krystal dan Naeun bergantian. Siapa yang seharusnya ia pilih..?
Kangjun memejamkan matanya sejenak. Dia mencoba memahami hatinya. Membayangkan kalau salah satu diantara mereka tidak ada, siapa yang akan membuat Kangjun merasa kehilangan. Itulah yang akan Kangjun pilih.

Beberapa menit kemudian..Kangjun membuka matanya.. ia sudah meyakinkan hatinya, bagaimanapun juga Kangjun sadar kalau ia tak mungkin memiliki keduanya.
Kangjun menghela nafasnya, Matanya kini terarah pada seorang yeoja.. bukan untuk memilihnya.. tapi untuk meminta maaf. Yeoja itu adalah..






TBC~

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar