Rabu, 22 Mei 2013

Fan Fiction ~ Nepyeoni (on your side) Part 1.



Title: Ne Pyeoni-ya (Nepyeoni) – on your side. Part 1. (Lanjutan dari FF ~ Just For You)
Author: Mutiara Dini (Kwon Yura)
Genre: Romance
Cast: T-ARA’s JiYeon, B.A.P’s Daehyun, Infinite’s Woohyun, SNSD’s Taeyeon.
Disclaimer: FF ini asli punya saya.. No Plagiat.
Note: mianhae kalau ada typo :’( aku masih belajar buat FF~^^

-HappyReading-

*Author POV
                Mereka berdua menjatuhkan tubuhnya secara bersamaan di atas ranjang, sangat lelah karena baru saja selesai membersihkan apartemen bersama.
“Ahh aku lelah...” Woohyun menatap langit-langit kamarnya dan JiYeon.
“Aku juga Oppa...” JiYeon juga terlihat sangat lelah, keringat membasahi dahinya. Woohyun menatap JiYeon, lalu mengambil sapu tangan di sakunya dan segera mengusapkan sapu tangannya di dahi JiYeon.
“Gomawo..” JiYeon mengambil alih sapu tangan Woohyun, dan membersihkan sendiri dahinya dari keringat. Woohyun kembali menatap langit-langit kamar dengan tatapan kosong, woohyun sangat lelah.
“Oppa..” Panggil JiYeon dengan suara manjanya.
“Ne..”
“Kau pulang ke rumahmu malam ini?” Tanya JiYeon membuat Woohyun menatapnya.
“Ayo tebak..” Woohyun menggoda JiYeon.
“Kau pasti akan pulang seperti biasanya..”JiYeon terlihat sedih.
“Lalu apa yang kau inginkan?” Tanya Woohyun.
“Heol! Apapun yang kau inginkan.” Jawab JiYeon malas-malasan.
“Kau marah?” Woohyun menusukkan telunjuknya kepinggang JiYeon.
“Mwoya~~~~.....???” JiYeon memegangi pinggangnya. Woohyun kini menghadap ke samping dan menyangga kepalanya dengan tangan kirinya, menatap JiYeon yang masih menatap langit-langit kamar.
“Yeobo-ya...” Panggil Woohyun, JiYeon tak menjawab.
“Aku disini..” kata Woohyun lirih.
“Jinjjayo?” JiYeon terlihat sangat senang.
“Ne.. aku lelah.. aku ingin memeluk yeojaku...come to Oppa..” Woohyun memejamkan matanya. JiYeon bahagia karena Woohyun akhirnya bisa tidur di apartemennya lagi. JiYeon segera memeluk Woohyun.Woohyun juga memeluknya.
“Saranghaeyo...” ucap Woohyun tepat di samping telinga JiYeon membuat JiYeon sangat gugup.
“Mmm.. Nado Oppa..” jawab JiYeon.

~*~*~*~*~

--Di dalam mobil Woohyun—
--Menuju Sekolah--

“Kau masih lelah?” Tanya Woohyun.
“Ani.. kalau ada kau.. lelahku akan hilang dengan sendirinya..” JiYeon tersenyum menatap Woohyun yang masih serius mengemudi mobilnya.
“Ahh...” Woohyun senang mendengar jawabanJiYeon.
“Chagi-ya.. gomawo..” Lanjut Woohyun.
“Gomawo?” JiYeon mengerutkan dahinya.
“Karena sudah berada di dekapanku saat kitatidur semalam..^^” Woohyun membelai rambut JiYeon dengan tangan kirinya yang menganggur. JiYeon tidak menjawab dan hanya tersenyum menatap namjanya itu.

~*~*~*~*~

                Siang harinya saat pulang sekolah, Woohyun tidak bisa mengantar JiYeon pulang karena Woohyun harus menjemput Yura. Saat di gerbang, seorang yeoja menyapa JiYeon.
“Eonni…”
“Wooram?” JiYeon masih mengingatnya, dia adik Jung Daehyun yang ia temui beberapa bulan yang lalu di Busan.
“Apa yang kau lakukan disini?” Tanya JiYeon seraya mendekati Wooram.
“Aku menunggu Oppa..aku ingin memberi kejutan untuknya.. apa kau sudah memberi kejutan untuknya?”
“Kejutan?”
“Kau ini bagaimana eonni? Bukankah kau kekasihnya..? dia ulang tahun hari ini..”
“Ne? Mmm.. apa Daehyun belum mengatakannya padamu?”
“Mengatakan apa? Dia hanya selalu mengatakan padaku dan eomma kalau dia selalu mengunjungimu tiap malam. Kau beruntung eonni.. aku tak pernah melihatnya seserius ini dengan yeoja..” jawab Wooram. Dada JiYeon seperti terhantam benda keras seketika setelah mendengar jawaban Wooram.
“Eonni? Gwenchanayo?”Wooram memegang lengan JiYeon.
“Ng.. Wooram..sebenarnya…”
“Kita baik-baik saja!” Daehyun segera merangkul JiYeon. JiYeon melepaskan pelan tangan Daehyun dari lengannya. Wooram tersenyum mengetahui Daehyun dan JiYeon baik-baik saja. Walau kenyataannya tidak seperti yang Wooram lihat.
“Ahh jinjjayo?Syukurlah kalian baik-baik saja… kalau kalian sedang bertengkar apalagi sampai hubungan kalian berakhir. Penyakit eomma bisa kambuh, dan Appa tak akan memaafkan Oppa seumur hidupnya kalau sampai terjadi apa-apa pada eomma.” Kata Wooram, mendadak pandangan JiYeon kosong. Padahal baru saja JiYeon ingin mengatakan yang sebenarnya. Tapi semua seperti tertahan di mulutnya setelah mendengar soal eomma Daehyun. Kali ini, semua yang di katakan Wooram adalah kenyataan, bukan hanya skenario atau rencana jahat Daehyun. Daehyun benar-benarsudah berubah.
“Eonni…” Wooram menggenggam kedua tangan JiYeon.
“Eomma sangat menyukaimu.. walau dia hanya bertemu sebentar denganmu saat itu di Busan, tapi kau yeoja pertama yang dikenalkan Oppa pada Eomma.. Eomma sangat berharap kalau kau akan selamanya bersama dengan Oppa. Oppa banyak berubah semenjak ia mengenalmu..” kata Wooram lalu Daehyun segera melepaskan tangan Wooram dari tangan JiYeon, Daehyun mengerti kalau JiYeon sangat bingung sekarang.
“Sudahlah… JiYeon memang akan terus bersamaku. Lebih baik kau pulang sekarang. kau jauh-jauh dari Busan hanya untuk meyakinkan apakah hubunganku dan JiYeon benar-benar masih baik-baik saja? Kau ini benar-benar…” kata Daehyun.
“Ish! Oppa! Padahal aku sudah membawakan ini untukmu.. tapi yasudahlah kalau kau menyuruhku pulang..” Wooram mengambil kue dari dalam tasnya, menunjukkannya sekilas lalu akan segera berbalik, tapi..
“Eh! Apa itu? Berikan padaku!” Daehyun meraih kue itu dari tangan Wooram.
“Saengil Chukhahamnida nae Oppa..” Wooram memeluk Daehyun, sedangkan Daehyun masih memegangi kue dari Wooram.
“Aku ulang tahun? Aku sendiri tidak mengingatnya.. haha.. gomawo Wooramie..” Daehyun membelai rambut Wooram yang masih memeluknya.
“Saengil Chukha Hamnida Oppa.. Mianhaeyo aku tak pernah mengetahui hari ulang tahunmu..” kata JiYeon lirih tanpa tersenyum.
“Gwenchana Chagi-ya..” Daehyun tersenyum pada JiYeon. JiYeon tak membalas senyuman itu dan merasa risih karena Daehyun memanggilnya ‘Chagi’. Ini hanya acting.
“Baiklah, aku pulang..kalian pasti akan pergi kencan setelah ini.. annyeong!” Wooram segera pergi meninggalkan Daehyun dan JiYeon. Daehyun merasa canggung dan menggaruk-garuk kepala belakangnya. Ekspresi JiYeon datar dan tak tahu harus berbuat apa.Daehyun menawarkan diri untuk mengantar JiYeon pulang.

---

--Di dalam mobilDaehyun—

“Mianhaeyo..” kata Daehyun masih dengan mengemudikan mobil.
“Untuk apa?”
“Untuk semuanya..”
“Aku sudahmelupakannya.” Jawab JiYeon datar.
“Aku juga minta maaf soal keluargaku..” kata Daehyun, kali ini JiYeon menoleh pada Daehyun.
“Kenapa tak mengatakan yang sejujurnya?”
“Aku tak bisa mengatakannya, Eomma bisa terkena serangan jantung, Eomma terlalu berharap pada kita.”
“Tapi ini tidak bisa terjadi. Aku akan mengecewakan Woohyun Oppa..” JiYeon terlihat sangat keberatan. Daehyun menghela nafasnya panjang setelah mendengar nama Woohyun.
“Kau sangat mencintainya?” Tanya Daehyun, kini suaranya berubah menjadi sangat serius dan dingin.
“Tentu saja.”
“Apa kau sudah benar-benar melupakanku?”
“Aku hanya melupakan kalau aku pernah menyayangimu. Aku melupakan kita pernah menjalin sebuah hubungan yang penuh kebohongan. Lagipula aku lihat.. kau sangat bahagia dengan Minji.” JiYeon berbohong, sesungguhnya JiYeon tak akan pernah bisa melupakan apa yang sudah terjadi pada dirinya dan Daehyun, Daehyun cinta pertamanya.
“Aku hanya berteman baik dengannya.”
“Oh ya? Aku tidak peduli.”
“JiYeon.. aku menyayangimu.. aku tahu saat itu aku salah.. aku sudah menyesalinya.. aku dan Minji tak akan mungkin bersama.. dia tak memiliki perasaan padaku, dan aku sudah tidak menyukainya!” Daehyun menepikan mobilnya ke bahu jalan.
“Kau tahu.. Setiap hari setiap malam yang aku pikirkan hanya kau! Apa kau tak bisa melihatnya dari mataku??!” Daehyun menatap JiYeon yang tak mau menoleh ke arahnya.
“Semua sudah terlambat..”Jawab JiYeon menunduk.
“Ye! Aku tahu kau sudah sangat menyayangi namja itu! Ini memang salahku..” Daehyun menunduk pada kemudi mobilnya.
“Kau pasti akanmendapatkan yeoja yang lebih baik dariku..” kata JiYeon lirih. Daehyun menatapJ iYeon lagi. Dia sangat ingin mengatakan kalau ia tak ingin yeoja lain selain JiYeon, tapi dia tak mungkin memaksa JiYeon untuk menyukainya saat ini.
“Tetaplah menjadi kekasihku walau hanya untuk pura-pura di depan keluargaku.. lakukan ini untuk menyelamatkan nyawa eomma. Aku tak akan mengganggu hubunganmu dengan Woohyun.Ini hanya pura-pura. Aku mohon.” Kata Daehyun, membelai rambut JiYeon, lalu tanpa mendengar jawaban JiYeon, Daehyun melajukan lagi mobilnya dan segera mengantar JiYeon pulang. Sebenarnya sangat berat bagi Daehyun untuk mengatakan itu. Bagaimanapun juga dia sangat ingin kembali memiliki JiYeon.

~*~*~*~*~

--Malam hari--
--Di rumah KeluargaNam—

                Woohyun tidak tidur di apartemen JiYeon malam ini, dia menonton televisi bersama keluarganya. Woohyun berada diantara Yura dan Tn. Nam.
“Appa.. kalau Appa tidak ada di rumah, pasti Woohyun tidak tidur di rumah ini.” kata Hyosung.
“Jeongmal?” TanyaTn.Nam seraya mengganti channel televisi.
“Aku tidur di apartemen kekasihku.” Kata Woohyun santai.
“Mwo??” Tn. Nam seketika menoleh ke arah Woohyun.
“Dia pasti akan menghamili yeoja itu.. ahh tidak tahu malu.” Kata Hyosung menatap kesal Woohyun.
“Eonni sudahlah.. Oppa tak akan melakukan hal itu.. kalau dia mau.. bukankah daridulu dia sudah menghamilinya.. jangan berusaha merusak suasana..” Yura membela Woohyun.
“Diam kau anak kecil!Kau tak akan pernah tahu apa yang di lakukan seorang namja dan yeoja tidur diranjang yang sama di malam hari..” kata Hyosung tidak tahu malu membicarakan hal ini di depan Appa dan Eommanya. Ny.Nam segera memukul kepala Hyosung.
“Eomma!” Hyosung memegangi kepalanya.
“Jangan membicarakan hal itu dengan orangtua!” kata Ny.Nam.
“Aku harus menjaganya..”kata Woohyun.
“Tapi memang tidak baik kau bermalam di rumah seorang yeoja yang bukan istrimu.. lagipula kalian masih sekolah.” Kata Tn.Nam.
“Aku tinggal bersamanya lebih dari setahun.. aku tidak bisa meninggalkannya begitu saja Appa.. aku tahu ini tidak baik.. tapi dia yang menjagaku selama ini.. aku berjanji tak akan mengecewakanmu.. aku mohon izinkan aku menjaganya.. dia hanya sendiri di Seoul..” bujuk Woohyun.
“Baiklah.. tapi kalau kau mengecewakan Appa atau membuat malu keluarga Nam.. kau harus berpisah dengan Yeoja itu.” Kata Tn.Nam.
“Yes Sir!” Jawab Woohyun tersenyum.

~*~*~*~*~

                Beberapa minggu kemudian, Jiyeon masih berpura-pura menjadi kekasih Daehyun saat keluarga Daehyun menghubunginya. JiYeon melakukan semua ini hanya agar Ny.Jung baik-baik saja.JiYeon belum menceritakan semua ini pada Woohyun, JiYeon takut Woohyun akan kecewa mendengarnya.. tapi hari ini JiYeon merasa harus memberitahu soal inipada Woohyun. JiYeon dan Woohyun makan bersama di kantin saat jam istirahat.
“Oppa.. ada yang ingin aku katakan..”
“Katakan saja..”Woohyun tersenyum.
“Kau harus berjanji tak akan marah..”
“Sejak kapan aku bisa marah padamu..? sudah katakan saja..” Jawab Woohyun masih dengan memakan makanan di hadapannya.
“Saat ini.. aku dan Daehyun Oppa.. mmm.. kita.. sedang berpura-pura berpacaran..” kata JiYeon,Woohyun seketika menjatuhkan sumpitnya. Woohyun menatap JiYeon dengan banyak pertanyaan di otaknya.
“Ini hanya pura-pura agar Eomma Daehyun tidak terkena serangan jantung. Kita juga tidak pergi berkencan.. kita hanya harus berkata masih bersama saat keluarga Daehyun Oppa menghubungiku.” Lanjut JiYeon. Woohyun segera menghabiskan satu gelas air putihdi hadapannya dengan cepat.
“Aku terpaksa melakukan ini agar tidak terjadi sesuatu pada Ny.Jung .. dia sangat berharap aku dan Daehyun Oppa bersama. Dia tak pernah tahu kalau aku dan Daehyun Oppa sudah berpisah.” JiYeon kembali melanjutkan kata-katanya. Tapi Woohyun masih tak berkata apapun.
“Aku tahu kau pasti marah.. aku minta maaf Oppa.. aku tidak bermaks…”
“Aku percaya padamu..”Woohyun mencubit pelan pipi JiYeon.
“Jangan kecewakan aku..” Lanjut Woohyun.
“Ne yeobo-ya..” jawabJiYeon dengan ekspresi wajah yang sangat menggemaskan.

~*~*~*~*~

*JiYeon POV
                Hari ini ada penilaian untuk lari, aku sangat khawatir dengan kaki Woohyun Oppa..aku melarangnya untuk ikut penilaian ini, tapi dia memaksa untuk tetap ikut. Aku hanya berharap dia baik-baik saja.
                Aku sudah bersiap dengan baju olah ragaku, menggandeng tangan Woohyun Oppa. Aku menatapnya khawatir, tapi aku melihatnya sangat bersemangat. Kita berdiri bertiga menunggu giliran, aku, Woohyun, dan Dongwoo.
“Ah sial! Mereka datang. Kita harus penilaian bersama mereka. Ini benar-benar menyebalkan.” Kata Dongwoo melihat ke arah pintu besar ruang olahraga indoor di sekolah kami. Omo! Itu Daehyun Oppa.. yang benar saja.. kita penilaian bersama. T_T aku harap dia tidak berbicara yang tidak-tidak, aku tidak ingin Woohyun Oppa kecewa.
“Ne.. jeongmal..” jawabku lirih. Aku berusaha tak melihatnya dan tetap menempel pada kekasihku. Tapi namja itu membuat mataku takbisa berpaling darinya. Dia berjalan santai, telapak tangannya tak terlihat,berada di saku celananya. Aku melihat perlahan Minji mendekatinya, mengajaknya mengobrol.. mereka masih terlihat sangat dekat. Daehyun Oppa belum melihatku sekalipun. Ah pabo JiYeon-ah, mengapa kau berharap Daehyun menatapmu??

-----

                Penilaian lari di mulai, aku tak pandai dalam olah raga, sudah pasti nilaiku sangat buruk. Aku memperhatikan satu persatu murid yang sedang melakukan penilaian. Dongwoo sangat hebat, dia belum kalah sekalipun, tapi sebelum akhirnyal agi-lagi dia harus kalah dengan Daehyun.
                Tapi yang membuatku tercengang adalah kekasihku ‘Nam Woohyun’. Dia selalu berhasil dan kini harus berhadapan dengan Daehyun. Dua namja yang sangat ku kenal..
“Hwaiting Chagi-ya!!!” teriakku lantang. Woohyun Oppa tersenyum. Dan kini aku melihat Daehyun menatapku dengan tatapan dinginnya.

*Daehyun POV
“Hwaiting Chagi-ya!!!” aku mendengarnya. Aku menatapnya kali ini. Dia hanya berkata Chagi.. aku berharap dan menganggap kata Chagi itu untukku bukan untuk Woohyun.
“Oppa! Hwaiting!” Minji juga menyemangatiku. Aku hanya tersenyum. Aku harus fokus. Aku harus menang. Terlebih yang aku lawan adalah Woohyun. Dia sudah mengambil yeojaku. Dan aku tak boleh kalah dalam hal sekecilini juga.

---

                Aku menang. Ini memang bukan sangat hebat. Tapi aku puas sudah berhasil menang darinya. Beberapa saat kemudian setelah penilaian berakhir, Wooram menghubungiku, dia ingin berbicara dengan JiYeon. Ahh.. mau tidak mau aku harus menemui JiYeon di kelasnya. Pasti dia sedang bersama Woohyun, aku yakin JiYeon pasti sudah memberitahu soal ini.
                Aku masuk ke kelas JiYeon dengan santai, aku melihat Minji yang terlihat sendiri, kasihan dia.. dia bermusuhan dengan JiYeon karena aku. aku berjanji akan menyatukan hubungan persahabatan mereka lagi, semua ini salahku. Tapi aku tak bisa menghampiri Minji sekarang, Wooram ingin bicara dengan JiYeon.
“JiYeon-ah.. bisa ikut denganku sekarang..” sapaku to the point di samping meja JiYeon.
“Heh! Untuk apa kau kemari??” Dongwoo menatapku dengan tatapannya yang sangat menyebalkan.
“Menemui JiYeon.” Jawabku singkat, aku sedang tidak ingin berurusan dengan namja ini.
“Apa kau tak punya malu?? Kau yang menyakitinya, dan sekarang kau masih berani menemuinya? Lagipula disini ada kekasih JiYeon, mana bisa kau mengajak keluar kekasih orang lain.” Kata Dongwoo membuatku benar-benar kesal. Ingin sekali aku memukulnya, tapi sabarlah Jung Daehyun…kalau kau tidak bisa mengontrol emosimu, JiYeon pasti akan semakin membencimu. Lebih baik aku abaikan saja dia.
“Kau mau mengajak yeojaku kemana?” kini Woohyun yang menatapku dengan tatapan sinis.
“Aku hanya ingin berbicara sebentar dengan yeojamu..”
“Jaebal..” Lanjutku memohon pada JiYeon.
“Mmm..” JiYeon menatap Woohyun seperti meminta izin. Aku melihat Woohyun mengangguk. Huff.. akhirnya… aku segera menggandeng tangan JiYeon dan mengajaknya keluar kelas. Aku mengajaknya duduk di salah satu anak tangga menuju lantai 3.
“Ada apa?” Tanyanya.
“Wooram ingin bicara denganmu.” Jawabku menyerahkan ponselku. JiYeon yang menghubungi Wooram dan mereka mengobrol. Maafkan aku JiYeon sudah membawamu dalam permasalahan ini. Kau harus berbohong untukkudan eomma.

---

“Apa yang Wooram katakan?”
“Ny.Jung menyuruh kita pergi ke Busan akhir pekan ini. Eotteohkae~~?”
“Mianhaeyo… kalau kau tidak bisa, tidak usah kau paksakan, aku akan mengatakan pada eomma kalau kau sedang sibuk dan tak bisa ke Busan.” Aku tersenyum, walau aku tahu pasti eomma akan kecewa karena ini. Aku juga sangat ingin JiYeon mau pergi ke Busan bersamaku.
“….”

~TBC

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar