Rabu, 22 Mei 2013

Fan Fiction ~ Nepyeoni (on your side) Part 3.



Title: Ne Pyeoni-ya (Nepyeoni) – on your side. Part 3. (Lanjutan FF ~ Just For You)
Author: Mutiara Dini (Kwon Yura)
Genre: Romance
Cast: T-ARA’s JiYeon, B.A.P’s Daehyun, Infinite’s Woohyun, SNSD’s Taeyeon.
Disclaimer: FF ini asli punya saya.. No Plagiat.
Note: mianhae kalau ada typo :’( aku masih belajar buat FF~^^


-Happy Reading-

*Woohyun POV
“Noona????!!” Aku benar-benar terkejut dan hampir terjatuh. Ini bukan Hyosung Noona. Dia… Taeyeon Noona. Aku menyukainya dulu..sangat mengaguminya.. dia bukan artis atau penyanyi terkenal. Dia hanya yeojabiasa yang selalu bertemu denganku di gereja.
“Kau…” kataku seraya membetulkan posisi berdiriku.
“Ne.. aku kembali ke Seoul..” Dia mengatakannya tanpa aku harus bertanya. Senyumnya masih sama, tak ada yang berubah. Taeyeon Noona pergi ke Canada empat tahun yang lalu. Aku senang dia masih mengingatku.
“Siapa kau??” Ahra dengan wajah ketusnya seenaknya bertanya seperti itu pada Taeyeon Noona, ingin aku sumpal saja mulutnya dengan apel.
“Banyak gadis yang menemuimu hari ini.. kau senang?” TanyaYoori, pertanyaan macam apa ini?
“Eh?”
“Taeyeon imnida…” Noona membungkukkan tubuhnya,memperkenalkan dirinya dengan sopan.
“Kebetulan bertemu denganmu.. apa kau bisa membantuku mencari semua ini?” Taeyeon Noona menunjukkan daftar belanjaan yang ia bawa.
“Aku benar-benar bingung, Super market ini merubah letak-letak barangnya, ini berbeda dengan 4 tahun yang lalu..” Lanjutnya, dia melihat ke sekeliling seraya mengetuk-ngetuk pelan bibir bawahnya dengan telunjuk. Uhh.. itu sangat cute.
“Baiklah aku akan membantumu.. ja!” Aku menarik tangan Taeyeon Noona. Ini kesempatanku untuk menjauh dari dua gadis di belakangku.
“Oppa!” Mereka memanggilku, ah tidak peduli! Mereka mau mengikutiku atau tidak. Mengobrol dengan Taeyeon Noona akan jauh lebih menyenangkan.

~*~*~*~*~

*JiYeon POV
                Malam ini… aku dan Daehyun Oppa berjalan kaki bersama di Busan. Daehyun Oppa ingin mengajakku makan malam di tempat kesukaannya jika di Busan. Ia bilang akan lebih menyenangkan jika berjalan kaki, karena selain tempatnya yang tidak terlalu jauh dari rumah, Oppa bilang dia sangat bosan mengendarai mobil.
“Mana tanganmu..” kata Daehyun Oppa, mulutnya tertutup circle scarf yang ia kenakan.
“Kau kedinginan?” Tanyaku. Daehyun Oppa memasukkan tanganku ke dalam saku jaket tebalnya.
“Ani.. gwenchanayo..” Jawabnya yang kemudian membetulkan circle scarf dan juga topi yang aku gunakan.
“Menyanyi untukku sekarang..” pintaku.
“Mmm?”
“Aku sudah lama tidak mendengar kau bernyanyi..”
“Hehe.. baiklah..”
Eojjeom geureoke neon da yeppeo..... binteumeobsi da yeppeo...
Sarangsarangsarang saranghae neoui geu modeungeol..
Yoribogo jori tto bwado.... eodil bwado dayeppeo...
Nuga mwora haedo naneun ne..pyeoniya..yeppeuge saranghaja..
” (SunHwa Ft. YoungJae – Everything is Pretty)

(trans :Bagaimana semua darimu menjadi begitu cantik? Segalanya yang ada padamu cantik tanpa cacat.. Cinta, cinta, cinta, aku mencintaimu dan semuanya yang ada padamu... Akumelihat di sini dan di sana, Aku melihat dimana-mana tapi semuanya cantik..Tidak peduli apa yang dikatakan orang, Aku di sisi mu - mari kita memiliki cinta yang manis)

Daehyun Oppa menyanyikan lagu itu dengan irama lebih lambat dari irama lagu yang sesungguhnya. Aku tahu lagu itu,aku merasa tersentuh,suara Daehyun Oppa sangat merdu. aku sangat menyukai suaranya.
“Jinjjayo?” Tanyaku bercanda. Aku tak berani menatapnya, karena aku takut menjadi sangat gugup kalau menatap namja di sampingku ini. Aku tak tahu dengan perasaanku sekarang, Dia membuatku selalu merasa nyaman di dekatnya.
“Jinjjayo~~~~.. jiyeonie da yeppeo.. jiyeonie..naekkeoya..” jawabnya. Oh Tuhan ada apa denganku? Mengapa jantungku berdebar? Aku tak menjawab dan mengalihkan pandanganku.

~*~*~*~*~

--PagiHari--
--Dirumah keluarga Jung—

*Author POV
“Eomma.. aku harus pulang..” JiYeon memeluk Ny.Jung, kini JiYeon sudah sangat akrab dengan keluarga Daehyun.
“Ne.. kau harus sekolah.. jaga kesehatanmu di Seoul. Eomma berharap hubungan kalian selalu baik. Jika Daehyun menyakitimu, hubungi saja eomma. Eomma dan Appa yang akan memarahinya.” Kata Ny.Jung seraya melirik tajam putranya.
“Mwoya? Kenapa eomma jadi lebih sayang pada JiYeon?” kata Daehyun.
‘plakk’ Tn.Jung memukul kepala Daehyun.
“Jelas saja. JiYeon lebih manis daripada kau. Jaga dia baik-baik. Kalau kau menyakitinya, kau berurusan dengan Appa.” Kata Tn.Jung.
“Huuhh.. Wae?? Mereka semua menghakimiku...”
“Haha.. Oppa hanya harus selalu baik pada eonni, menjaganya, dan jaga hubungan kalian. semua pasti akan baik-baik saja. Aku yakin kau mengerti.” Wooram memeluk lengan kakak laki-lakinya itu dengan manja.
“Baiklah! Ja! Bukankah kita harus ke rumahmu dulu?” Daehyun meraih tangan JiYeon dan menggandengnya untuk segera berangkat ke Seoul. Tapi mereka akan singgah di rumah JiYeon dulu yang juga di Busan.
“Hati-hati di jalan..hubungi kita saat sudah di Seoul… jaga kesehatanmu Daehyunie..” Ny.Jung melambaikan tangannya
“Oppa.. Eonni..!!” Wooram meneriaki JiYeon dan Daehyun, lalu membuat Love Sign di atas kepalanya. JiYeon juga membalas Love Sign itu lalu segera masuk ke dalam mobil Daehyun.
---
“Ahh.. mereka begitu baik padaku..” kata JiYeon di dalam mobil dan masih melihat ke belakang. JiYeon merasa ini seperti keluarga keduanya. Bahkan dia tidak mendapatkan kenangan seperti ini saat dia datang ke rumah Woohyun. Keluarga Woohyun terlalu dingin, bahkan hanya Nam Yura yang mau mengajak JiYeon mengobrol. :’(
“Mereka milikmu juga.. mereka keluargamu juga.. kita akan kesini lagi, dan kalau kau ingin liburan kesini, kau bilang saja padaku, aku akan mengantarmu kemanapun kau mau.”Daehyun mengacak-acak rambut JiYeon pelan.

~*~*~*~*~

*Author POV
                Dua bulan berlalu, JiYeon masih berpura-pura menjadi kekasih Daehyun. Tapi yang terlihat tidaklah seperti mereka sedang berpura-pura. Mungkin karena JiYeon tak lagi bersikap dingin padaDaehyun.

                Woohyun berusaha tidak berpikiran buruk terhadap JiYeon. Woohyun dan JiYeon masih sama, masih selalu bersama, dan tidur di ranjang yang sama tiap malam. Walau kadang Woohyun harus pulang ke rumahnya sendiri.
                Namun, ada yang berbeda dari Woohyun, dia menjadi sangat aktif di gereja, dia selalu pergi ke super market untuk menemani TaeYeon berbelanja. Dan tak jarang juga mereka pergi makan bersama. Woohyun masih merasa perasaannya hanya sebatas kagum. Dia sangat menyukai TaeYeon di masa lalu. Bahkan mungkin kalau TaeYeon tidak pergi meninggalkan Seoul 4 tahun yang lalu, Woohyun pasti sudah menyatakan perasaannya pada TaeYeon.

                TaeYeon gadis baik, TaeYeon sangat taat beragama, pergi ke gereja lebih sering dari yang seharusnya, dia sangat menyukai binatang terutama kucing. Taeyeon juga baru saja membeli seekor kucing  yang ia beri nama NamYeonie, dia membelinya bersama Woohyun beberapa hari yang lalu.

                TaeYeon tak pernah mencari tahu soal Woohyun, dia tak mengetahui kalau Woohyun sudah memiliki kekasih. TaeYeon menyukai Woohyun. Dia memang Noona bagi Woohyun, tapi kenyataannya tidak terlihat seperti itu. Taeyeon selalu menganggap Woohyun adalah Oppa baginya. Keluarga Woohyun dan keluarga TaeYeon sangat dekat. Bahkan Hyosungpun yang biasanya tidak pernah suka pada apapun yang berhubungan dengan Woohyun, dia bisa bersikap baik pada TaeYeon. TaeYeon dan Hyosung sering pergi bersama kesalon ataupun spa.
                Woohyun tak menceritakan hal ini pada JiYeon, dia menganggap ini bukan hubungan yang special, dan JiYeon tak perlu mengetahuinya. Woohyun tetap menyayangi JiYeon.

                Hari ini, Woohyun dan TaeYeon berniat mengajak Namyeonie ke PetShop. Woohyun terlihat sangat tampan hanya untuk pergi ke PetShop. Entahlah.. Woohyun selalu berusaha terlihat tampan saat pergi bersama TaeYeon. TaeYeon hanya menggunakan kaos berwarna putih dan celana pendek berwarna hitam, sangat simple membalut tubuh mungilnya. Rambutnya diikat asal tapi wajahnya tetap terlihat sangat cantik.

---

“Namyeonie-ya kau bisa melihat Appa?” celetuk TaeYeon membuat Woohyun terkejut. TaeYeon mengarahkan muka kucingnya pada Woohyun yang sedang mengemudikan mobil.
“M.. mworago? Appa?”Tanya Woohyun.
“Ne.. Woohyun Appa..TaeYeon Eomma.., hehe..” Taeyeon memainkan kaki kucingnya itu.
“Ahh.. ne.. aku menjadi seorang ayah sekarang.. hehe..” Woohyun membelai Namyeonie, masih denganmengemudi mobil.

‘Ponsel Woohyunberdering’ Telpon dari JiYeon.

“Yeoboseyo..”
“….”
“Ne, aku masih mengemudi.. tunggu aku, aku akan kesana kira-kira 1 jam lagi.”
“….”
“Hehe.. Ye chagiya..” Woohyun tersenyum menutup telpon dari JiYeon. TaeYeon yang mendengar kata-kata Woohyun sangat terkejut, raut mukanya berubah seketika.
“Siapa yang menelponmu?” Tanya TaeYeon.
“Nae yeoja..” Woohyun tersenyum. TaeYeon memegang dadanya seketika.
“Gwenchanayo?” Tanya Woohyun khawatir lalu menepikan mobilnya dan berhenti.
“Kau berbohong padaku..” Taeyeon menunduk.
“Berbohong apa Noona?” Woohyun bingung.
“Namyeonie.. kaudengar.. Appamu mengecewakan kita..” Taeyeon mendorong-dorong kepala kucingnya,mungkin karena dia sedang kesal. Woohyun menjadi semakin bingung.
“Noona, aku mengecewakanmu bagaimana? Aku bingung, aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan..” Woohyun berusaha melihat wajah TaeYeon yang menunduk.
“Woohyun-ssi, sebenarnya kau menganggap aku ini apa?”
“Nae Noona..”
“Hanya itu?” Tanya TaeYeon membuat Woohyun mengerti sekarang.

*Woohyun POV
“Hanya itu?” Tanyanya,ahh.. aku mengerti sekarang.
“Ehemm..” aku menumpukan kepalaku pada kemudi mobil seraya menatapnya.
“Kau Noona yang baik..” Lanjutku.
“Jadi selama ini……”dia menghentikan kata-katanya. Apa dia benar-benar menganggap hubungan kita lebih?
“Kau mengatakan padaku dulu kau akan selalu menungguku.. kau membuat aku melayang akan kata-katamu..kau perlakukan aku layaknya putri.. dan kini kenyataannya bukan aku yeoja yang kau cintai. Huff.. ini memang salahku yang terlalu menganggap lebih..”Lanjutnya. Dia terlihat sangat kecewa. Mungkin aku salah telah memberikan harapan kosong untuknya, tapi aku tak berniat seperti itu, aku hanya berusaha bersikap baik pada yeoja yang aku kagumi. Aku meraih tangan kanannya,menggenggam, juga mengelus jemarinya.
“Noona.. Mianhaeyo.. aku tidak bermaksud mengecewakanmu..”
“Aku menyukaimu Nam Woohyun.. Aku kembali ke Seoul hanya untuk bertemu dengan orang yang aku sayangi..orang itu kau..” TaeYeon menangis. Woohyun tidak bisa melihat seorang yeoja menangis. Dia menghapus air mata TaeYeon.
“Apa yang harus aku lakukan.. Noona uljima.. kau tak pantas menangis hanya karenaku.. kau bisa mendapatkan namja lain yang jauh lebih baik dariku. Aku akan mengenalkan namja untukmu, aku janji..” kata Woohyun, tapi ini justru membuat Taeyeon sedih,Taeyeon melepaskan tangan Woohyun, meletakkan Namyeonie di kursi dan dia keluar dari mobil Woohyun. Woohyunpun ikut keluar dan mengejar TaeYeon. Menarik tangannya lalu memeluknya. TaeYeon menangis.
“Noona aku mohon mengerti.. aku mencintai yeoja itu, aku minta maaf.. kalaupun kau menganggap ada hubungan yang lebih di antara kita. Aku mohon hentikan itu, aku juga menyukaimu.. aku sangat ingin menjagamu.. tapi yeoja itu terlalu berharga untuk aku tinggalkan.”
“Kau hanya memikirkannya tanpa memikirkan aku.”
“Aku memikirkanmu Noona.. Aku akan mengantarmu saat kau ingin pergi ke suatu tempat, kau ingin makan di luar, aku akan menemanimu, kau ingin aku menjaga namyeonie, aku akan menjaganya.. tapi aku mohon jangan kau suruh aku untuk meninggalkan JiYeon..aku sangat menyayanginya.”
“Apa yang membuatmu menyayanginya? Apa dia lebih baik dariku?”
“Aku tinggal bersamanya, kita melakukan banyak hal bersama-sama, dia bagian hidupku, banyak hal yang dia lakukan padaku selama kau pergi. Kau tak tahu apa yang sudah terjadi padaku saat itu, kita sudah seperti suami istri dan aku tak akan mungkin meninggalkan istriku.” Kata Woohyun menjelaskan bagaimana hubungannya dengan JiYeon. Taeyeon menghapus air matanya, lalu melepaskan pelukan Woohyun.
“Baiklah.. tapi aku yakin kau pasti akan bersamaku suatu saat. Aku berdo’a untuk itu setiap waktu. Antar aku pulang.. JiYeon pasti sudah menunggumu.. Maafkan aku..” TaeYeon berjalan memasuki mobil Woohyun.
“Uh!!” Woohyunmengacak-acak rambutnya sendiri. Dia kesal, dia sebenarnya tak ingin menyakiti hati TaeYeon. Tapi dia juga tak mungkin bisa menyakiti hati JiYeon.

~*~*~*~*~

--Di Apartemen—

                Woohyun masuk apartemen dengan pikirannya yang terus memikirkan TaeYeon. Dia takut terjadi hal buruk pada TaeYeon. Walau dia berusaha tersenyum, tapi JiYeon tetap melihat ada yang berbeda pada Woohyun.
“Oppa.. terjadi sesuatu?” Tanya JiYeon seraya menyuapkan satu sendok nasi untuk Woohyun. Woohyun tak menjawab.
“Oppa…”
“hah? ne.. kau berbicara denganku?”
“Tentu… dengan siapa lagi aku berbicara.” JiYeon mempoutkan bibirnya.
“Mianhae.. aku sepertinya kurang enak badan..”
“Jinjja? Kalau begitu segera habiskan makananmu dan segera istirahat..” JiYeon sangat khawatir.
“Kau selalu bekerja keras di dapur hanya untuk makan malam.. Gomawo.. aku akan memakan semua ini..” Woohyun memperhatikan semua makanan yang ada di meja makan.
“Cheonmaneyo Oppa.. makanlah yang banyak..” JiYeon membetulkan posisi mangkuk-mangkuk di meja makannya.
“Mmm.. apa aku boleh Tanya sesuatu Oppa?” Lanju tJiYeon.
“Hmmm..” mulut Woohyun masih terisi makanan, dia mengangguk.
“Ahh tidak jadi, Nanti saja.. makanlah dulu..”

---

--30 menit kemudian—di kamar JiYeon—

“Makanan buatan yeojaku memang selalu bisa mengembalikan moodku.” Kata Woohyun seraya menekan remote, menyalakan televisi.
“Hehe..”
“Mmm.. Oppa.. kau tadi pergi kemana?”
“Ng.. mengantar Yura ke PetShop..” Jawab Woohyunterpaksa berbohong.
“Kau tidak berbohong?”
“Kemarilah..” Woohyun menyuruh JiYeon untuk mendekat padanya. Woohyun memeluk JiYeon.
“Aku tidak berbohong..” Lanjutnya, setelah itu Woohyun berkata dalam hati,”Aku terpaksa berbohong.. maafkan aku chagi..”

~*~*~*~*~

                Tiga hari kemudian saat di sekolah, JiYeon..Woohyun.. dan Dongwoo makan siang dikantin sekolah. Di sisi lain masih di dalam kantin, Daehyun dan Minji juga sedang makan siang. Daehyun terus melihat ke arah JiYeon, sementara JiYeon tak mengetahui ada Daehyun di kantin itu.
“Aku menyukai seorang yeoja..” Dongwoo mengawali pembicaraan.
“Nugu?” Tanya JiYeon.
“Seorang yeoja yang aku temui di gereja.. ahh jinjja..dia sangat cantik.. itu pertama kalinya aku melihat gadis itu di gereja yang biasa aku datangi.”
“Kau mengenalnya?” Tanya JiYeon lagi.
“Aku mengetahui dari salah seorang temanku di gereja,namanya Taeyeon..”
‘Uhukk’ Woohyun tersedak.
“Kenapa kau?? Seperti anak kecil saja!” kata Dongwoo.
“Oppa pelan-pelan… minum ini..” JiYeon memberikan segelas air putih untuk Woohyun.
“Aku berharap dia datang ke gereja lagi besok. Aku akan mencoba berkenalan dengannya.” Lanjut Dongwoo.
“Besok kau harus datang ke rumahku..” Woohyun terpaksa mengundang Dongwoo, walau sebenarnya tak ada niat untuk mengundang Dongwoo, tapi bagaimana lagi.. Woohyun tak ingin Dongwoo mendekati Taeyeon. Kata-kata ini keluar dengan sendirinya.
“Aku juga?” Tanya Jiyeon.
“Tentu.. kau yeojaku.. kau harus datang..”
“memangnya ada apa Oppa?”
“Nam Yura berulang tahun, kita mengadakan pesta kecil untuknya. Kalian berdua harus datang..”
“Ne, aku pasti datang ^^~” JiYeon tersenyum, karena akhirnya..Woohyun mengajaknya untuk berkunjung ke rumahnya walau dalam keadaan pesta.

---

“JiYeon-ah..” Sapa seorang namja yang sudah berdiri disisi meja makan JiYeon.


~TBC

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar