Rabu, 22 Mei 2013

Fan Fiction ~ Nepyeoni (on your side) Part 6. (END)


Title: Ne Pyeoni-ya (Nepyeoni) – on your side. Part 6. (Lanjutan FF ~ Just For You) –END—
Author: Mutiara Dini (Kwon Yura)
Genre: Romance
Cast :T-ARA’s JiYeon, B.A.P’s Daehyun, Infinite’s Woohyun, SNSD’s Taeyeon.
Disclaimer: FF ini asli punya saya.. No Plagiat.
Note : mianhae kalau ada typo :’( aku masih belajar buat FF~^^


-HappyReading-


*Author POV
Daehyun mulai mencium lembut kening JiYeon. lalu mengatakan, “Aku sangat tulus menyayangimu, demi Tuhan..” .
Ciumannya lalu turun ke mata kanan JiYeon.. “Tak akan aku biarkan kau menangis lagi nae JiYeon..”
Ciumannya kini berpindah ke mata kiri JiYeon..“Aku akan menjagamu, selalu berada di sisimu setiap waktu.”
Lalu bibir Daehyun bergerak perlahan pada hidung JiYeon. “aku berjanji tak akan mengecewakanmu atau menyakiti hatimu lagi chagi-ya..”
Dan yang terakhir.. perlahan Daehyun sedikit memiringkan kepalanya, berusaha menjangkau bibir JiYeon. Kedua telapak tangan Daehyun memegangi pipi dan rahang JiYeon. Bibirnya mulai menyentuh bibir JiYeon. Daehyun melumat bibir bawah JiYeon. Lidahnya mulai bermain indah disana. JiYeonjuga melumat bibir atas Daehyun. Daehyun melakukannya dengan baik dan lembut. Daehyun juga melakukan ini dengan setulus hatinya. Dia benar-benar menyayangi JiYeon. JiYeon juga sangat menyayangi Daehyun. Daehyun benar-benar mampu menghapus pikiran JiYeon pada Woohyun.

                Ciuman itu berlangsung cukup lama, seperti mereka sama-sama tak ingin mengakhirinya. Matahari sebentar lagi akan tenggelam sempurna, udara mulai dingin. Daehyun mengecup cepat sebanyak tiga kali pada bibir JiYeon untuk mengakhirinya.
“Aku milikmu, dan kau milikku. aku tak akan membuatmu meninggalkanku untuk yang keduakalinya. Aku tak akan membiarkan yeoja berhargaku ini meninggalkanku lagi.Saranghaeyo jiyeonie..”  kata Daehyun lalu segera memeluk erat JiYeon.
“Oppa.. aku merasa benar-benar beruntung bisa memilikimu..” JiYeon menangis, ia menangis karena terlalu bahagia. JiYeon menyadari sekarang, dia memang di takdirkan untuk Jung Daehyun, rasa sayangnya pada Woohyun hanya sebatas rasa sayang adik pada kakaknya. JiYeon merasa benar-benar nyaman bersama Daehyun. Cara Daehyun memeluknya, cara Daehyun memanggilnya, cara Daehyun memperhatikannya, cara Daehyun menciumnya, dan cara Daehyun menatapnya itu benar-benar berbeda. JiYeon tak bisa membohongi perasaannya sendiri kalau dia sangat menyayangi dan mencintai Daehyun. Terlebih kini Daehyun bukan Daehyun yang dulu lagi. Daehyun yang sekarang adalah Daehyun yang menyayanginya dengan tulus, yang memberikan perhatian seutuhnya pada JiYeon.
“Aku juga.. gomawo chagi-ya…” Daehyun mengelus rambut bagian belakang kepala JiYeon, masih dengan memeluknya. JiYeon hanya diam di dalam dekapan Daehyun.
“Kaja kita pulang… udara semakin dingin. Kita bisa membeku berendam seperti ini terus..” Daehyun melepaskan pelukannya. Lalu mengarahkan pipinya di depan wajah JiYeon. JiYeon tersenyum lalu mengecup pipi Daehyun. >.
“Ayo Naik..” Daehyun bersimpuh membelakangi JiYeon. Menyuruh JiYeon agar naik ke punggungnya.
“Oppa aku berat..” kata JiYeon. Daehyun seketika menoleh pada JiYeon. Masih dengan bersimpuh.
“Kau meremehkanku??” Tanya Daehyun.
“Ppalli.. aku sudah kedinginan.” Lanjut Daehyun. JiYeon akhirnya menempel pada punggung Daehyun. Daehyun menggendong Jiyeon hingga tempat parkir.

Neo gateun saram ttoeopseo
 juwireul dureobwado geujeo georeoh deongeol 
eodiseo channi, Neo gatchi joheun saram ,neo gatchi joheun saram,neo gatchi joheun ma eum , neogatchi joheun seonmul
Neomu dahaeng iyaaesseo
 neorel jikyeojul geu sarami baro naraseo
eodiseo channi,Na gatchi haengbokhan nom, na gatchi haengbokhannom, na gatchi unneun geureon , choegorohaengbokhan nom
(Super Junior – No Other)

Tidak ada yangsepertimu, bahkan jika aku melihat disekitarku, tetap saja seperti itu. Dimana lagi tempat untukmencari? Orang baik sepertimu, hati yang baik sepertimu,hadiah sebagus dirimu.. Betapa beruntungnya,orang yang akan berusaha keras melindungimu hanyalah aku. Dimana lagi tempatuntukmencari? Pria bahagia sepertiku, pria yang tertawa dengan kebahagiaanterbesar sepertiku.

~*~*~*~*~

                Setelah tiga hari berada di Busan, JiYeon dan Daehyun kembali ke Seoul. Bagaimanapun juga mereka harus melanjutkan sekolah mereka, setahun lagi baru mereka akan lulus.

                Saat di Busan, Ny.Jung dan Tn.Jung berkunjung ke rumah keluarga JiYeon. Ny.Jung dan Tn.Jung meminta izin pada keluarga JiYeon, untuk menjadikan JiYeon bagian dari keluarganya. Ny.Jung secara terus terang mengatakan mungkin umurnya tak akan lama lagi, jadi Ny.Jung berharap setelah JiYeon dan Daehyun lulus sekolah, mereka akan segera dinikahkan. Lagipula mereka masih bisa melanjutkan kuliah setelah menikah.

                Selain kunjungan resmi masalah hubungan JiYeon dan Daehyun, Keluarga Jung juga membicarakan soal kehidupan anak-anak mereka di Seoul. Setelah lama berbincang, keluarga Park meminta agar Daehyun menjaga JiYeon. Dengan senang hati, Ny.Jung menyarankan agar JiYeon dan Daehyun tinggal bersama di Seoul.

                Maka dari itu, kini saat JiYeon dan Daehyun kembali ke Seoul. JiYeon akan bersiap-siap untuk pindah ke apartemen Daehyun. Walau apartemen lama JiYeon begitu banyak kenangan, tapi JiYeon tetap harus tinggal bersama Daehyun.

                Siang itu mereka sampai di Seoul, Daehyun dan JiYeon tak langsung beristirahat, mereka segera ke apartemen lama JiYeon. Daehyun membantu JiYeon mengemasi beberapa barang-barang milik JiYeon.
“Sepertinya Woohyun Oppa tidur disini semalam. Ini panci bekas ramen.” JiYeon menunjukkan panci berwarna kuning keemasan di tangannya pada Daehyun yang sedang membereskan buku-buku JiYeon.
“Mmm..Ne.. memangnya kenapa?” Tanya Daehyun.
“Dia mungkin menungguku..”
“Ya, kita akan beritahu dia nanti.. ayo kita lanjutkan mengemas semua ini. Aku ingin cepat sampai di apartemen kita dan segera tidur. Aku sangat lelah..” Jawab Daehyun.
“Ne Oppa..” JiYeon segera membereskan semua walau dia juga sedikit memikirkan Woohyun.

---

“Hufff.. selesai…” Daehyun menutup pintu belakang mobilnya. Mobil Daehyun kini penuh sesak dengan barang JiYeon. JiYeon menatap dari bawah ke lantai 7 apartemen itu, dia bisa melihat balkon kamar apartemennya. JiYeon menghela nafasnya. Banyak sekali kenangan di balkon itu. Daehyun melihat JiYeon, Daehyun segera merangkul tunangannya itu.
“Jangan bersedih.. kau akan punya balkon yang baru..” Daehyun mengelus lengan JiYeon. berusaha membuat JiYeon tidak sedih karena harus meninggalkan apartemen lamanya. Daehyun mengerti apa yang di rasakan JiYeon.
“Ja..kita berangkat.. kau juga pasti sudah sangat lelah.” Daehyun menggandeng JiYeon, membukakan pintu mobilnya dan menyuruh JiYeon agar segera masuk kedalam mobilnya. Mereka segera menuju apartemen Daehyun.

~*~*~*~*~

*WoohyunPOV
                Sore hari saat pulang sekolah,aku memutuskan untuk pulang ke apartemen JiYeon. Tapi aku sangat terkejut karena banyak barang-barang JiYeon yang sudah tidak ada. Hanya beberapa yang ditinggalkan seperti ranjang, kursi, dan barang-barag besar lainnya.

                Aku berlari menuju kamar, membuka lemari..hanya bajuku yang tersisa di dalam lemari, Aku beralih ke dapur, panci yang semalam aku gunakan untuk memasak ramen juga sudah tercuci bersih. Aku  yakin pasti JiYeon sudah kembali tadi, tapi kemana dia sekarang? Kenapa dia membawa pergi barang-barang miliknya? Apa dia benar-benar akan meninggalkanku?
“Sebenarnya kau dimana JiYeon….?” Aku meregangkan dasiku. Apa mungkin dia bersama Daehyun? Daehyun juga tidak ada di sekolah beberapa hari ini, kalau mereka pergi bersama, berarti.. apa mungkin JiYeon sekarang ada di apartemen Daehyun? Ya, aku harus mengecek ke apartemen Daehyun sekarang.

---

                Saat sampai di tempat parkir apartemen Daehyun, aku melihat mobil Daehyun, berarti memang benar Daehyun sudah kembali. Aku mendekati mobil Daehyun, mencoba melihat ke dalam mobil Daehyun tanpa menyentuh mobil itu. Dan benar… Hufff… aku menghela nafasku, aku melihat sebuah boneka kecil berwarna ungu itu tergeletak di atas kursi mobil Daehyun. Aku tahu boneka itu milik siapa.., aku segera melangkahkan kaki dengan cepat menuju apartemen Daehyun.

---

                Kini aku berada tepat di depan pintu apartemen milik Daehyun. Aku segera menekan bel-nya. Beberapa detik kemudian, Daehyun membuka pintu untukku.
“Kau?” Tanyanya heran. Aku melihat ke arah dalam apartemennya.
“Kau mencari JiYeon? dia ada di dalam..” dia berkata sangat santai.
“Masuklah..” Lanjutnya mempersilahkan aku masuk. Aku duduk di ruang tamu apartemen Daehyun. Aku menunggu JiYeon keluar dari kamar. Jujur… hatiku mulai perih, dia bersama Daehyun sekarang, padahal aku dan dia belum berpisah. Daehyun masuk ke kamar untuk memanggil JiYeon, dia lama sekali. Tapi kau harus bersabar Nam Woohyun.. mungkin dia masih sangat marah padaku.
“Woohyun-ssi..” kata Daehyun seraya menutup pintu kamarnya.
“JiYeon masih sangat lelah, aku sudah berusaha menyuruhnya bangun, tapi dia tidak mau..dia bilang akan bericara denganmu besok di sekolah. Aku juga sedang tidak ingin berbicara apapun denganmu sekarang. Lebih baik kau pulang.” Lanjutnya, ini menyebalkan. Aku harus bersabar hingga besok. Aku sudah sangat ingin menemui JiYeon, aku merindukannya.

~*~*~*~*~

*DaehyunPOV
                Hari sudah mulai gelap.. aku dan JiYeon berencana ke super market malam ini, untuk membeli beberapa makanan juga barang-barang baru untukku dan JiYeon. Aku menggunakan kaos berwarna hitam,jaket abu-abu, dan celana jeans warna hitam, aku terlihat sangat simple. JiYeon juga.. hanya menggunakan kaos berwarna putih, modern blazer berwarna merah, dan celana pendek jeans. Ia membiarkan rambutnya yang lurus terurai. Dia selalu terlihat sangat cantik.
“Kau sangat cantik menggunakan blazer itu..” aku memujinya. Aku masih mengemudikan mobil, kita sedang dalam perjalanan menuju super market.
“Karena kau yang membelikannya.. geuraeyo?” Tanyanya.
“Aniyo~~bukan karena itu.. kau memang terlihat sangat cantik.”
“Gamsahamnida. Kemudikan mobilnya dengan baik Oppa..”
“Ne..”
“Mmm..chagi-ya.. apa yang akan kau katakan besok pada Woohyun?” Aku kembali bertanya, kali ini aku tak menatapnya.
“Entahlah..”
“Apa kau akan kembali padanya?” Tanyaku, dia menatap tajam ke arahku seketika. Aku kembali fokus menatap jalan. Sebentar lagi kita akan berbelok masuk ke halaman super market itu. JiYeon tak menjawab pertanyaanku. Huuhhh…

---

“Oppakau mau memakai ini?” JiYeon menunjukkan sebuah sikat gigi berwarna biru untukku.
“Apapun yang kau inginkan…”
“Jinjja?”
“Ne…belilah apapun yang kau mau…” kataku masih dengan memainkan jariku di atas layar tablet.
“Kau sibuk sekali..” gumamnya.
“Hehe…aku bermain game chagi-ya…” aku menunjukkan tabletku. Aku memang tidak terlalu mengerti belanja, aku hanya menemaninya, aku tidak bisa memilih. Aku membiarkannya membeli apapun yang dia inginkan. Aku berjalan mengikutinya.
“Mmm.. JiYeon-ah.. kau belum menjawab pertanyaanku tadi..” Tanyaku seraya memasukkan tabletku ke dalam tas.
“Ne? yang mana Oppa?” JiYeon masih sibuk memilih barang-barang di depannya.
“Apa yang akan kau katakan besok pada Woohyun? Apa kau akan kembali padanya?”
“Kau gila?? Lihat ini.” JiYeon menunjukkan cincin yang melingkar di jari manisnya. Ahh.. itu cincin pertunangan kita. hehe..
“Gomawo…” aku mengelus pipinya.

---

“Uuhh Oppa.. aku kan tidak suka buah itu…” terdengar suara manja seorang yeoja yang kini berada di sebelah kita. Aku menatap yeoja itu. Dan, sial! Namja disebelahnya adalah Woohyun. Gadis itu merangkul lengan Woohyun. Woohyun sepertinya tak mengetahui ada JiYeon di dekatnya.
“Oppa..” JiYeon memanggilku.
“Ne..”
“Apa lagi buah yang kau inginkan?” Tanya JiYeon. aku melihat ke arah Woohyun, dan dia mengetahui keberadaan kita sekarang. JiYeon mengikuti arah tatapanku.
“Woohyun oppa?” JiYeon menjatuhkan buah jeruk yang ia pegang. Woohyun terlihat segera melepaskan tangan gadis itu dari lengannya.
“JiYeon-ah..” Woohyun mendekat pada JiYeon.
“Kau baik-baik saja? Aku benar-benar merindukanmu..” Lanjutnya yang kini mulai meraih tangan JiYeon. Huahh.. itu tangan tunanganku. Enak saja dia. Tapi…yasudahlah… lagi pula JiYeon akan tetap bersamaku. JiYeon memandang yeoja yang bersama Woohyun. Aku juga menatap sinis yeoja itu. Huahh.. bodoh sekali Nam Woohyun, bahkan menurutku JiYeon jauh lebih menarik dari yeoja itu. Dia memang cantik, tapi bagiku JiYeon lebih baik dari siapapun.
“Ternyata benar apa yang selama ini aku pikirkan tentang kalian berdua.” JiYeon melepaskan tangan Woohyun.
“Ja Oppa!” JiYeon Mengajakku untuk pergi meninggalkan Woohyun. Aku segera mendorong trolly belanjaan dan mengikuti JiYeon.
“JiYeon-ah!!!” Terdengar suara Woohyun meneriaki JiYeon. tapi JiYeon tak menghiraukannya. haha.. apa kau bahagia Daehyun? Kau lihat? JiYeon benar-benar mengabaikan Woohyun. Dia memilihmu dengan sungguh-sungguh Jung Daehyun! ahh .. rasanya aku ingin melompat kegirangan sekarang.  Tapi tempat ini terlalu ramai. -_-

~*~*~*~*~

--Besoknya Di Sekolah—

*AuthorPOV
                Kelas JiYeon sedang jam olahraga sekarang, Daehyun yang sedang tidak ada mata pelajaran, menunggu JiYeon yang sedang berolahraga, Daehyun duduk di tempat duduk di tepi lapangan basket.

                Saat jam olahraga sudah selesai. Terlihat Woohyun menarik tangan JiYeon. berusaha mengajak JiYeon berbicara. Woohyun meminta maaf. Tapi sepertinya JiYeon masih belum ingin berbicara tentang itu. Woohyun memeluk JiYeon. sebenarnya JiYeon tak ingin berperilaku seperti ini pada Woohyun, tapi entah mengapa saat JiYeon kembali teringat tentang gadis itu, JiYeon menjadi sangat kesal. Woohyun sudah membohonginya.

                Daehyun melihat JiYeon yang tangannya terus di genggam oleh Woohyun, JiYeon berusaha melepaskan tangan Woohyun, tapi Woohyun menggenggamnya terlalu kencang. Daehyun jelas tidak suka kekasihnya di perlakukan seperti itu. Tangan JiYeon pasti sakit. Daehyun segera turun dan menghampiri Woohyun dan JiYeon.
“Lepaskan!” Daehyun membentak Woohyun. Daehyun tak pernah peduli kalaupun Woohyun lebih tua darinya. Tapi Woohyun tak melepaskan tangannya dari tangan JiYeon.
“Aku katakan sekali lagi padamu. Lepaskan tanganmu dari tangan Jiyeon!” Daehyun kembali membentak Woohyun. Tapi Woohyun tak mendengarkan kata Daehyun.
“Kau tak melihat pergelangan tangannya memerah. Sudah aku bilang lepaskan!” Daehyun segera melepaskan dengan kasar tangan Woohyun. Daehyun memposisikan JiYeon di belakangnya sekarang.
“Ada apa ini?” Tanya Dongwoo yang kini berada di dekat Woohyun dan Daehyun.
 “Gwenchanayo?” Minji juga tak mungkin diam melihat hal ini. Minji memegang pergelangan tangan JiYeon, walau sebenarnya mereka belum berbaikan, tapi Minji tak bisa hanya diam saja melihat  JiYeon yang terlihat kesakitan, pergelangan tangannya sangat merah.
“Aku kekasihnya! Aku tak bisa membiarkannya terus menghindar dariku seperti ini. Aku harus menjelaskan semuanya!” kata Woohyun.
“Apakau tak malu mengatakan hal itu??? Lalu kalau kau kekasihnya.. gadis yang semalam pergi denganmu di super market itu siapa hah??” Daehyun menatap tajam Woohyun yang juga menatap tajam dirinya.
“Kau tak mengerti! Aku tidak menjalin hubungan dengannya. Aku masih kekasih JiYeon! kau tidak perlu mencampuri hubunganku dan JiYeon!”
“Aku Tunangannya.” Daehyun menunjukkan cincinnya sekilas. Daehyun juga menunjukkan cincin yang dikenakan JiYeon.
“JiYeon-ah…apa semua ini benar?” Woohyun berusaha mengajak JiYeon berbicara. Mata Woohyun sudah memerah. Air matanya sudah siap mengalir.
“N..Ne Oppa… maafkan aku..” JiYeon menangis.
“Kau salah paham padaku JiYeon.. aku dan Taeyeon Noona tidak berpacaran, aku memang menyukainya, tapi aku sangat menyayangimu..”
“Bukankah kau bilang kita akan menikah? Bukankah kau akan bersamaku sampai kapanpun? Kenapa kau melupakan itu terlalu cepat……..?” Lanjut Woohyun. Tapi JiYeon tak menjawab dan hanya menangis. JiYeon tiba-tiba teringat kenangan-kenangannya bersama Woohyun, terlebih saat dulu Woohyun masih dalam keadaan sakit.

Daehyun menggenggam tangan JiYeon. Kini ruang basket indoor itu sudah sepi, hanya ada Woohyun, JiYeon, Daehyun, Dongwoo, dan Minji. Perlahan Dongwoo mendekat pada Woohyun, walau sebenarnya dia masih kesal pada Woohyun, tapi dia tidak tega melihat temannya itu menangis. Woohyun menepuk pelan bahu Woohyun.

“Aku memang menyakitimu JiYeon.. tapi aku tidak bermaksud seperti itu padamu. Malam itu yang kau lihat dan yang kau bayangkan tidak sesuai dengan kenyataan.” Woohyun masih berusaha meyakinkan JiYeon. JiYeon bersandar di punggung Daehyun. Woohyun berusaha melihatnya, tapi sulit karena JiYeon ada di belakang Daehyun.
“Ehemm..aku tidak bermaksud ikut campur.. tapi aku disini sebagai teman kalian.. aku tidak bisa hanya tinggal diam.. aku tahu ini rumit..” Dongwoo mengeluarkan suaranya.
“JiYeon-ah..mendekat padaku sekarang..” pinta Dongwoo. Dongwoo berada di tengah antara Woohyun dan Daehyun. Daehyun membiarkan JiYeon berada dekat Dongwoo sekarang.
“Tataplah mereka.. ikuti hatimu.. siapa yang benar-benar kau sayangi.. siapa yang tidak bisa kau tinggalkan.. mereka berdua pernah menyakitimu.. aku juga yakin mereka berdua sangat kau sayangi.. kau tetap harus memilih..” Dongwoo memegang bahu JiYeon dengan kedua tangannya.
“Dan untuk kalian berdua, aku mohon hargai JiYeon.. bagaimanapun juga kalian pernah menyakiti perasaannya, lalu kalian juga pernah mengisi hatinya. Biarkan JiYeon memilih siapa yang sangat ia cintai. Jika salah satu dari kalian tidak di pilih oleh JiYeon.. aku mohon kalian jangan marah… kalian tidak boleh memaksakan hubungan kalian, JiYeon yang menjalani semua ini. Kalian harus tetap berteman baik dengan JiYeon.” Lanjut Dongwoo.
“Ne,  arasseo.” Jawab Woohyun.
“Mmm..” Daehyun ingin menjawab 'arasseo', tapi kalau sampai JiYeon memilih Woohyun, bagaimana cara dia mengatakannya pada eommanya.
“Ye, arasseo.” Daehyun berusaha menguatkan dirinya, dia meyakinkan dirinya sendiri lebih dulu kalau dia pasti di pilih oleh JiYeon. Daehyun terus berdoa di dalam hatinya.
“JiYeonnie…lihatlah mereka, lihat mata mereka.. pilih yang sesuai dengan pilihan hatimu.” Dongwoo dan Minji menjadi sangat tegang. JiYeon menatap Woohyun dan Daehyun, dia benar-benar bingung.. JiYeon memejamkan matanya seperti sedang berdo’a,  kemudian menghela nafasnya panjang. Lalu…..memeluk Jung Daehyun.
“Aku menyayangimu Oppa..” JiYeon mendekap erat namja yang ia sayangi itu. Daehyun sangat bahagia hingga ia terdiam untuk beberapa detik lalu segera mendekap JiYeon. mencium kepala JiYeon. mengelus punggung JiYeon, dia benar-benar bahagia karena JiYeon memilihnya.

                Sementara Woohyun masihtertegun, tubuhnya lemas, tapi dia berusaha menguatkan dirinya sendiri. Dongwoo juga menyemangati temannya itu.
“Woohyun-ssi…bersabarlah… kau dan JiYeon akan tetap berteman baik bukan? Kau akan mendapatkan penggantinya, percayalah padaku.. kau juga harus pedulikan perasaan JiYeon..” kata Dongwoo lalu menepuk lengan Woohyun.
“Ne..ini berat.. tapi aku akan berusaha mengerti.. ini salahku..” Jawab Woohyun lirih.
“Oppa..Mianhaeyo..” JiYeon menatap Woohyun.
“Nde.. Gwenchanayo..aku harap kau akan selalu bahagia bersama Daehyun.. anggap aku sebagai kakakmu.. kapanpun kau meminta bantuan padaku aku pasti akan membantumu. Aku berjanji..” Woohyun menghapus air matanya. Berusaha tersenyum walaupun hatinya masih sakit. JiYeon memeluk Woohyun untuk yang terakhir kalinya. Setelah itu Woohyun,Dongwoo, dan Minji keluar dari lapangan basket indoor itu. Daehyun kembali memeluk kekasihnya. Daehyun benar-benar merasa bahagia.
“Jeongmal gomawo yeobo-ya…” Daehyun mencium tangan JiYeon.
“Cheonmaneyo Oppa.. aku tidak bisa hidup tanpamu..”
“Oo..oo..ohh…” Daehyun mengelus lembut kepala belakang JiYeon.
“Aku benar-benar tersentuh.. aku juga tidak bisa hidup tanpamu JiYeon-ah… saranghaeyo.. aku akan mencintaimu dengan tulus seumur hidupku. Aku berjanji.”  Lanjut Daehyun kemudian mengecup kening JiYeon.
“Jangan kecewakan aku lagi.. aku mohon..”
“Kau bisa membakarku hidup-hidup jika aku berani mengecewakanmu lagi...”
“Jeongmal?”
“Ne…Jeongmal…” Jawab Daehyun tersenyum. Daehyun dan JiYeon berciuman setelah itu,ciuman yang dalam.. tapi tidak terlalu lama.
“Kita kembali ke kelas sekarang..” kata Daehyun setelah ciuman berakhir, Daehyun menggigit bibir bawahnya sendiri, dia merasa JiYeon sangat baik dalam berciuman, dia tidak ingin mengakhirinya, tapi ini sekolah. Daehyun harus menahannya. :D

~*~*~*~*~

--Sekitarsatu tahun kemudian--

                Saat acara kelulusan sekolah,semua sangat bahagia karena sudah lulus. Daehyun dan JiYeon akan menikah dua hari setelah acara ke lulusan sekolah. Woohyun sudah menjadi kekasih Taeyeon. Tapi mungkin setelah acara kelulusan ini, Woohyun dan Taeyeon akan pergi ke Amerika untuk melanjutkan pendidikan mereka.
                Minji dan JiYeon sudah tidak bermusuhan lagi, Minji juga kembali menjalin hubungan dengan Dongwoo. Minji dan Dongwoo akan memilih universitas yang sama.

---

                Acara pernikahan Daehyun dan JiYeon berlangsung di Busan. Dongwoo dan Minji menghadiri acara itu, namun sayang sekali karena Woohyun tak bisa menghadirinya, dia sudah pergi ke Amerika.

                Ny.Jung sangat bahagia, dia sendiri yang mempersiapkan urusan JiYeon.. memilihkannya baju pengantin, merias wajah JiYeon… JiYeon sangat beruntung memiliki eomma mertua seperti Ny.Jung. Beliau sangat menyayangi JiYeon seperti anaknya sendiri. JiYeon ingin sekali nanti ia bisa seperti Ny.Jung yang sangat baik dan menyayangi anaknya sepenuhhati.

                JiYeon sangat cantik menggunakan dress pengantin berwarna putih. Daehyun mengenakan pakaian formal. Dia juga terlihat sangat tampan. Mereka sangat serasi. Semua tamu yang datang ke gereja terus memuji pasangan ini.

                Semua prosesi pernikahan mereka lakukan satu persatu, Daehyun dan JiYeon juga sudah mengucapkan janji setia sehidup semati mereka. Daehyun menyematkan cincin di jari JiYeon, begitupun JiYeon, mereka menjalani pemberkatan, penyerahan alkitab, mereka juga mengucapkan beberapa kata ucapan terima kasih untuk orangtua masing-masing, saat itu Ny.Jung sampai menangis terharu.., dia bahagia.. akhirnya bisa melihat putra kesayangannya berdiri di pelaminan dengan yeoja baik hati yang juga sangat ia sukai. Hingga saat setelah pemberkatan selesai, dimana Daehyun sudah sah menjadi suami JiYeon, Daehyun di persilahkan mencium istrinya itu di depan banyaknya tamu undangan. Daehyun ingin membuat ciuman itu tak pernah terlupakan seumur hidupnya. Ciuman yang hanya berdurasi sekitar 30 detik itu benar-benar dilakukan dengan baik oleh Daehyun dan JiYeon. Daehyun mengakhirinya dengan satu kecupan di kening JiYeon. JiYeon memejamkan matanya saat Daehyun mencium keningnya, dia masih tak percaya, namja di hadapannya itu kini adalah suaminya. Dia berjanji di dalam hati akan menjadi istri yang baik untuk Daehyun. JiYeon sangat mencintai Daehyun.
               
~*~*~*~*~

                Sepuluh bulan berlalu, JiYeon merasa perutnya sangat sakit, dia merasa sudah saatnya dia melahirkan. Seluruh keluarga menjadi sangat panik, Ini adalah pengalaman pertama, kelahiran anak JiYeon dan Daehyun sangatlah di nanti-nantikan.

                Daehyun segera menyiapkan mobilnya, menata segala perlengkapan seperlunya untuk di bawa ke rumah sakit. Karena ini yang pertama, keluarga Daehyun sedikit berlebihan karena semua datang ke rumah sakit untuk mendampingi JiYeon. Orangtua JiYeon dan juga adikl aki-laki JiYeon yang bernama ‘SungJae’ juga ikut datang ke rumah sakit. Dongwoo dan Minji juga datang, bahkan kebetulan Woohyun dan Taeyeon sedang berada di Seoul, jadi mereka juga sudah datang ke Busan, untuk menunggu lahirnya anak pertama Daehyun dan JiYeon.

                Hanya Daehyun yang boleh masuk ruangan untuk mendampingi istrinya. Daehyun sangat gugup.. JiYeon merasa kesakitan, Daehyun menangis terharu melihat perjuangan JiYeon untuk melahirkan darah dagingnya. Daehyun terus menggenggam tangan JiYeon. membelai rambut JiYeon, dan menyemangatinya. Bahkan Daehyun rela JiYeon menggigit tangannya saat JiYeon berjuang mengeluarkan bayi mereka.

---

                Setelah cukup lama, akhirnya bayi mungil berjenis kelamin perempuan itu keluar dari rahim JiYeon, Daehyun benar-benar bahagia. Dia mencium kening JiYeon.
“Gomawo chagi.. jeongmal saranghaeyo..” ucap Daehyun. JiYeon masih mengatur nafasnya.Daehyun mengusap keringat JiYeon. dia tak langsung melihat putrinya, Daehyun masih memikirkan JiYeon.

---

                Bayi perempuan itu kini sudah bersih, dia terlihat sangat lucu dan menggemaskan. Daehyun menggendongnya untuk yang pertama kali. Dia benar-benar gugup, Daehyun memandangi wajah bayi mungilnya itu, lalu memberi ciuman kasih sayang pada keningnya. Daehyun benar-benar bahagia, dia menjadi seorang ayah sekarang.

---

                JiYeon di pindahkan ke ruang inap, tubuh JiYeon masih lemas, kini Ny.Jung yang menggendong bayi mungil itu.Ny.Jung sangat lega masih bisa bertahan hidup hingga masih diizinkan melihat cucunya.

“Hey Daehyun Appa.. kau sudah menyiapkan sebuah nama?” Tanya Dongwoo. Semua tertawa mendengar kata ‘Daehyun Appa’.
“Haha..tentu saja sudah..” Jawab Daehyun seraya menatap istrinya yang masih terbaring.
“Nugu~~?” Tanya Dongwoo lagi.
“Mmm..”
“Ahh jinjja… kau membuat kita semua penasaran..” kata Woohyun.
“Jung….Ji…Hyun..” kata Daehyun mengatakannya sangat lambat.. Ya, nama putri mereka adalah ‘Jung JiHyun’.
“JiHyunie naekkeoya..” ucap JiYeon lirih.
“Ne..milik kita..” Daehyun tersenyum pada JiYeon. Semua yang ada disana menjadi sangat bahagia karena lahirnya JiHyun kecil yang sangat menggemaskan.

                Tapi satu bulan setelah lahirnya JiHyun kecil, Ny.Jung harus pulang ke sisi Tuhan, Ny.Jung sudah tak bisa menahan rasa sakitnya, tapi setidaknya semua keinginan Ny.Jung sudah terpenuhi. Daehyun sangat sedih, begitu juga JiYeon. Ny.Jung adalah orangtua yang sangat baik. Kini mereka harus kehilangannya.

                Pesan terakhir Ny.Jung adalah agar Hubungan Daehyun dan JiYeon selalu baik, tak akan berpisah sampai ajal yang memisahkan mereka, selalu ada disisi JiHyun, merawat Jihyun bersama, mendidik Jihyun menjadi anak yang baik hati. Ny. Jung berpulang dengan tenang.

Daehyun & JiYeon ~ Forever!

-END-



Makasih semua yang udah baca FF ini sampai akhir.. makasih udah selalu comment juga like~
“saranghamnida”^^ *bow*

>>>> Tambahan
--kalaunih FF jadi drama , Original Soundtracknya itu 
~B.A.P – Coma =) 
hehehe~


--BonusPicture.

~ iniwaktu DaeJiYi Couple menikah. Muka abang Dae serius amat yak?? :D


~nah…kalau yang ini mereka lagi sama Jihyun, (anggap ini baby girl) ^^
Jihyun >> JiYeon & Daehyun :)
ini waktu mereka mau berangkat ngajak jihyun nonton piala dunia 2014.. kkk~orangtua macam apa DaeJiyi? Anak masih bayi udah di ajak nonton Bola.. :D

 



*2foto di atas aku yang ngedit.. gimana? Bagus nggak? Hhe~




Annyeong!!Di tunggu next DaeJiYi FanFiction yah………………….. =]

Commentplease~ ^^v

author ngeksis~ =D

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar