Rabu, 19 November 2014

Miracle in Cell no. 7 [REVIEW]


Ini sebenernya sebuah review yang kadaluarsa dan super lambat. Film tayang tahun 2013 dan aku baru review tahun 2014 bulan november pula --" .

Oke.. nggak apa-apa.. karna emang aku baru nonton film ini dua hari yang lalu.
Aku paling males download film, alhasil mau nonton film ini nunggu minta di temen. Padahal udah tau film ini dari tahun 2013, penasaran banget.. tapi rasa penasaranku di tindas sama rasa malesku yang udah kelewatan menguasai otakku. huh

Di film ini, kita bisa nemuin scene yang sedih kebangetan, komedi, dan juga scene tentang ketidak-adilan hukum di korea sana ceritanya.
Dan menurutku seperti itulah hukum masa kini. miris.. dan part yang seperti itu yang bikin aku jengkel.

Alurnya Flashback, dimana pemeran Yesung dewasa (Park Shin Hye) pada awal cerita masih berjuang membela ayahnya Yong Gu atas tuduhan hukum tentang pembunuhan, penculikan, dan pemerkosaan yang korbannya adalah anak komisaris polisi yang dituduhkan pada YongGu saat Yesung masih kecil dulu.

Yang bikin aku nangis dari film ini adalah karena tahu kalau Ayahnya Yesung ini punya keterbelakangan mental, dan tetap dituduh akan tindak kejahatan yang tidak dia lakukan. nyesek bro nyesek!!!

Mungkin efek aku nggak deket sama ayahku sendiri dari kecil, aku jadi sedih juga karena aku lihat ayah yang dengan keterbelakangan mental yang dimiliki, yang hanya seorang tukang parkir, dia terlihat sayang banget sama anaknya dan harus menanggung hukuman mati karena awalnya hanya ingin membeli Tas untuk anaknya. Sedangkan waktu aku kecil, boro-boro dah bela-belain, tau aku punya tas apa engga' aja kaya'nya papaku yang jauh disana nggak akan peduli. /oke stop curhatnya.

Dan Film ini juga komedi karena saat YongGu menjalani masa tahanan sebelum eksekusi mati, dia berada satu sel dengan narapidana-narapidana yang konyol. miracle in cell no. 7 , sel yang memang ajaib isinya orang-orang jahat yang sebenernya nggak nyeremin sama sekali. itu sel untuk orang-orang konyol menurutku. ya ini film yang dibubuhkan part komedi. dan ini jjang!!!
Lihat bentuk selnya, kalau sel seperti itu siapa yang takut masuk penjara?? ada TV-nya, ada karpetnya, ada kamar mandi yang nggak jelek, bisa baca buku, macam kos-kosan, cuma bedanya nggak bisa JJ. nggak apa-apa.. menurutku sel itu cocok untuk para jomblo yang galau mau jalan-jalan juga sama siapa. /?

Terus Narapidana ini jugapunya karakter-karakter yang absurd, ada yang gangster tapi nggak bisa baca, oke.. untuk jadi gangster emang nggak penting-penting banget bisa baca, tapi lucu aja karena gangster ini mau belajar baca karena anak kecil, dan kalau balik ke awal cerita, ini gangster di masa depan jadi pendeta. :D
Adalagi narapidana yang cabul, otak kotor. trus ada juga narapidana yang emosian dan geregetan kalau lihat si gangster yang nggak bisa baca. ada juga narapidana yang sedih nggak bisa lihat bayinya yang baru lahir. trus ada juga kakek-kakek yang aku rasa dia cuma narapidana hiburan sebagai pelengkap aja di film ini. dan mereka semua bekerja sama untuk membuktikan kalau YongGu nggak bersalah dengan segala macam cara konyol mereka yang nunjukin tingkat kerjasama tinggi dan saling peduli satu sama lain. jjang!! sederhana tapi membawa pesan. aku suka yang seperti ini.

Nah... selain segala pujian yang aku keluarkan untuk film ini, ada hal yang aku rasa masih gantung banget, dan buat aku bertanya-tanya. /?
Nggak penting juga sih... cuma seharusnya cerita ini jangan melewatkan hal-hal kecil tentang siapa ibu Yesung? Siapa yang mau menikah dengan YongGu? dan kemana ibunya? meninggal kah?
Atau akunya yang nggak ngeh tentang part menjelaskan soal ibu Yesung.
Entahlah pertanyaan nggak penting itu muncul saat film berakhir.

Dan setelah aku nonton film ini sampai akhir, aku coba mampir ke google untuk lihat review-review soal film ini dari orang-orang.
Banyak respon bagus, tapi ada juga review yang kurang ajar dan kelihatan nggak suka banget sama film ini. oke itu hakmu dan masing-masing orang punya selera yang berbeda. tapi menurutku itu menunjukkan kamu kurang mendalami arti dan pesan dari film ini. heartless.

Orang ini komen soal katanya nggak jelas banget masalah Yesung yang dengan gampang bisa masuk. dan tentang kasus yang seakan tidak ada penyidikannya lebih dulu untuk seorang yang keterbelakangan mental. juga film yang cast-castnya terlalu berlebihan.

Pertama menurutku, kamu harus lihat dari awal cerita dan pahami. di film ini ada kerjasama antara polisi yang jaga penjara, khususnya yang ada di atas menara /? itu dengan narapidana. Lalu diceritakan gimana komisaris polisi itu yang paling berkuasa dan bisa melakukan apapun juga. ini tentang hukum yang tidak benar ceritanya di Korea sana. dan kembali lagi ini bukan kisah nyata. seharusnya lihat saja bagian baiknya.
dan untuk bagian-bagian berlebihan dan terlalu mendramatisir, ya namanya juga cerita, lagipula siapa yang tahu kalau kehidupan 1997 di Korea sana memang ibu-ibunya dan bapak-bapaknya suka menangis berlebihan. itu part yang nggak perlu di ambil pusing. come on bro!!

Untuk selebihnya, menurutku film ini keren karena bisa buat aku nangis. terasa banget rasa sayang YongGu sama anaknya di film ini. <3

Satu lagi, aku heran banget sama narapidana-narapidana nggak jelas di sel no. 7 ini yang ngakunya penjahat tapi bisa buat hiasan lampu bulan bintang. :D , aku rasa ini hanya part yang menambah keajaiban sel no. 7 dengan narapidana-narapidananya yang somplak. :D


Lihat penjaga penjara ini, orang ini yang bekerja sama dengan napi yang di awal cerita lempar bola ke luar penjara. bener kan?


Terasa banget kekeluargaan di sel no.7 ini.


Keinginan ayah dan anak yang nggak ingin dipisahkan, dan juga rasa peduli kepala sipir dan narapidana-narapidana somplak bener-bener perpaduan dari rasa haru dan kocak.


Lihat wajah lugu seorang ayah yang ingin selalu berbuat yang terbaik semampunya demi anak semata wayangnya. Memang sudah sepantasnya karakter Yesung dibuat sangat menyayangi ayahnya yang seperti itu. film ini harusnya menyadarkan orang-orang di luar sana agar tidak merasa malu memiliki ayah yang memiliki banyak kekurangan.


Dan saat Yesung bisa mendapatkan tas kesukaannya, dia juga harus menghadapi kenyataan harus kehilangan ayahnya. T_____T

Part ini yang bikin aku nangis sejadi-jadinya. TT____TT
membayangkan orang satu-satunya yang berharga di hidup kita harus pergi untuk selamanya. yang nggak nangis ini bener-bener heartless!!!


Park Shin Hye (Yesung besar) panggil kepala sipir dengan Appa. berarti kelanjutannya memang Yesung ini sepertinya di angkat jadi anaknya kepala sipir. :)



daebakk!! miracle in cell no.7




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar